Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Thursday, October 3, 2013

Menjaga ASIP saat Mudik Lebaran atau Bepergian Jauh

Cerita ini berawal saat mudik lebaran kemarin. Saya melahirkan anak kedua pada bulan Juni. Berdasarkan pengalaman anak pertama saya Khalila, saya baru menabung asip  pada saat satu bulan sebelum masuk kantor. Untuk anak kedua ini, saya sudah mulai memerah asip sejak satu minggu Rasyid dilahirkan. Alhamdulillah stok asip saya terkumpul lumayan banyak. Sebagian malah bisa diberikan ke si kakak Khalila yang masih berusia 18 bulan. Khalila pun tak menolak diberikan asip lagi walaupun dia maunya kalau asip itu ditaruh di botolnya.

Kakak Khalila

Sampai akhirnya saya berpikir untuk pulang kampung walaupun Rasyid masih berusia satu setengah bulan. Saya menyiapkan keperluan untuk menjaga asip tetap dingin kalau terjadi mati lampu 2-3 jam. Samping kanan dan kiri freezer saya beri es batu untuk menjaga suhu kulkas tetap dingin. Biasanya di rumah kalau mati lampu tidak pernah terlalu lama. Saya pun mengabari tetangga kalau saya mudik saat lebaran dan meminta tolong untuk memberitahu seandainya lampu mati. Saya dan suami pun memutuskan untuk menitipkan rumah kepada petugas keamanan kompleks. Tapi percayalah bunda.. Satu hal yang perlu digaris-bawahi "Koordinasi dengan suami dan berilah penjelasan yang mendetil tentang kondisi rumah kita".

Awalnya mudik berjalan dengan lancar, suami sudah berpesan agar Joni memberi makan ikan di akuarium, menyiram bunga, dan mematikan lampu depan saat siang.

Alhasil, pada saat mudik kembali ke jakarta, suami baru terbayang, "bagaimana jika Joni mematikan lampu dari saklar listrik diluar yang menyebabkan semua aliran listrik mati!".Yaah, kalau benar demikian, pupus sudah harapan stok asip melimpah untuk Rasyid. Bisa dibayangkan kulkas setiap hari mati selama 12 jam, cair beku, cair beku kembali. Padahal Asip itu juga bisa diminum Khalila yang sekarang masih berusia 18 bulan. Hiks..Tapi, hal ini perlu dipastikan lagi ke Joni, bahwa lampu tidak mati.

Keesokan harinya setelah tiba di rumah, suami pun bertanya kepada Joni perihal lampu rumah. Dan ternyata seperti dugaan sebelumnya, Joni mematikan lampu dari saklar listrik diluar rumah karena dia takut untuk masuk rumah! Saya pun langsung shock, sekitar 40an botol asip di freezer sudah tidak bisa disimpan lagi. Pada awalnya saya mencoba menganalisa dari bekuan asip tersebut dan es batu yang saya taruh di samping kanan kiri kulkas. Saya lihat bentuknya tidak begitu berubah dari awal saya menaruhnya disitu. Saya lihat satu persatu bagian dari asip yang tersimpan. Tapi terdapat satu keganjilan, asip dalam botol membentuk gunungan. Yang saya kira itu adalah hasil dari cairnya asip sebagian dan sebagian lagi yang masih beku menyembul ke atas dan asip tersebut beku kembali pada saat joni menyalakan lampu di malam hari. Itu adalah hasil analisa logika ibu menyusui. Hehe...Daripada khawatir, saya pun mencoba icip-icip rasa asip tersebut, dan ternyata rasanya sudah langu dan ga enak. Rasanya eman (*bahasa jawa=sayang) mengetahui asip yang sudah dengan jerih payah saya kumpulkan tiap subuh dan sebelum tidur itu sia-sia.

Rasyid Usia 3 Bulan


Dengan berat hati, saya keluarkan botol-botol asip yang sudah  kadaluarsa tersebut. Dan sekarang yang tersisa semangat pumping kejar tayang karena harus memulai stok asip baru. Yang tersisa cuma sebagian asip dalam gambar saya ini. Ganbatte!

ASIP yang tersisa

Monday, September 9, 2013

Waspada Tanda Anak Lambat Bicara

Perkembangan bahasa anak tumbuh dalam tingkat yang berbeda, tetapi kebanyakan mengikuti batasan waktu secara umum. Jika anak belum menunjukkan perkembangan komunikasi dalam rata-rata anak seusianya, sebaiknya segera meminta pendapat dokter. Itulah yang diungkapkan dalam situs Baby Center.

Hal ini mungkin tidak mengapa, namun jika anak mengalami keterlambatan dalam beberapa cara, mengenali dan mengatasi masalah secara dini menjadi sangat penting untuk perkembangan bahasanya dan kemampuan kognitif lain dalam jangka panjang.

Perlu diingat bahwa batasan perkembangan bahasa menjadi sangat luas, dan mungkin anak akan mengalami beberapa hambatan kecil dalam perjalanan mempelajarinya. Sebagai contoh, anak mungkin akan mengulang beberapa kata diantara kalimat sebagai cara untuk mencari perhatian sebagaimana dia akan mengutarakan pikirannya. Hal ini berbeda dengan "gagap" dalam mengungkapkan kata-kata.

Perlu diingat juga jika bayi terlahir prematur, perkembangannya mungkin tidak sama dengan bayi seusianya dalam hitungan minggu atau bulan. Bayi prematur biasanya akan mengejar ketinggalannya pada usia 2 tahunan.


Kapan butuh bantuan

Sebagaimana aturan umum, percaya pada insting. Jika terdapat sesuatu yang salah, bertanyalah tentang hal tersebut. Bisa dengan browsing maupun meminta pendapat dokter. Setelah semua dilakukan, bunda yang paling mengerti yang terbaik pada anak. Tanda yang harus diwaspadai dan perlu untuk bertanya pada dokter jika anak menunjukkan hal-hal berikut.  

Usia 12 bulan:
  • Tidak mengatakan "mama" atau "dada"
  • Tidak menggunakan gerakan seperti melambaikan tangan, menggeleng, atau menunjuk
  • Tidak berlatih menggunakan beberapa huruf konsonan (misal, seperti p atau b)
  • Tidak mengerti dan memahami kata seperti "tidak" dan "da-da" (*bye-bye)
  • Tidak menunjuk hal-hal menarik seperti burung atau pesawat di angkasa
  • Tidak mengucapkan kata tunggal antara usia 12 dan 15 bulan
  • Tidak mengoceh seolah-olah berbicara
Usia 18 bulan:
  • Tidak menunjuk ke setidaknya satu bagian tubuh ketika ditanya
  • Tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan Anda ketika dia membutuhkan bantuan dengan sesuatu atau menunjuk apa yang dia inginkan
  • Tidak mengatakan setidaknya 6 kata
Antara 19 dan 24 bulan:
  • Tidak memiliki kosakata yang berkembang pesat (sekitar satu kata baru untuk seminggu)
Usia 24 bulan:
  • Tidak merespon petunjuk sederhana
  • Tidak berpura-pura bermain dengan boneka sendiri (seperti menyikat rambutnya atau memberi makan bonekanya)
  • Tidak meniru tindakan atau kata-kata orang lain
  • Tidak dapat menunjukkan gambar yang disebutkan dalam buku
  • Tidak dapat menggabung dua kata bersama-sama
  • Tidak tahu fungsi benda rumah tangga biasa (seperti sikat gigi atau garpu)
Usia 25 bulan:
  • Tidak menggunakan dua sampai empat kata kalimat sederhana
  • Tidak bisa menyebutkan nama beberapa bagian tubuh 
  • Memiliki kesulitan menyelesaikan sajak lagu
  • Tidak mengajukan pertanyaan sederhana
Usia 30 bulan:
  • Tidak dapat dipahami oleh siapapun dalam anggota keluarganya
Usia 36 bulan:
  • Tidak menggunakan kata ganti (saya, kamu, aku)
  • Seringkali tidak dapat dipahami oleh kebanyakan orang lain
Usia 3 tahun:
  • Tidak dapat berbicara dalam frasa singkat
  • Tidak dapat memahami instruksi singkat
  • Tidak memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan anak-anak lain
  • Sulit terpisah dari orang tua
  • Jika berbicara tidak jelas
  • Masih sering gagap (sebenarnya memiliki kesulitan  dalam bersuara atau mengucapkan kata) dan menampilkan wajah meringis
Usia 4 tahun:
  • Belum menguasai konsonan yang paling tunggal
  • Tidak memahami konsep "sama" dan "berbeda"
  • Tidak menggunakan kata ganti "aku" dan "kamu" dengan baik

Monday, April 15, 2013

Saat Yang Tepat Memperkenalkan Susu UHT

Susu UHT (diambil dari laman http://dunia-anak.net/dunia-anak-susu-uht.html)

Menginjak usia satu tahun Khalila, kini dia mendapat sebutan baru "toddler" :D. Pada saat-saat inilah si kecil mulai aktif dan mengembangkan inderanya. Mulai dari dompet, toples, buku, pensil, tidak lepas dari jajahan pengamatannya. Saya pun mulai belajar lagi untuk menstimulasi perkembangannya sebaik mungkin, mulai dari kebutuhan fisik dan segala ikutannya.

Mulai berpikir untuk memberikan susu UHT kepada Khalila, dengan mempertimbangkan kehamilan kedua saya yang juga sudah membesar. Selama ini sih, ASI hanya saya berikan saat malam saja. Mulai deh, searching artikel saat yang tepat memberikan susu cair untuk si kecil.

Dikutip dari Baby Center "Susu sapi: Kapan dan bagaimana memulainya?"

Banyak alasan untuk menunda pemberian susu UHT hingga bayi berusia setahun.  Bayi tidak dapat mencerna susu sapi dengan sempurna atau mudah seperti ASI atau susu formula. Susu sapi mengandung protein dan mineral tinggi dimana kondisi ginjal bayi belum sempurna sepenuhnya. Sebagai tambahan, susu sapi tidak mengandung cukup kandungan zat besi, vitamin C dan nutrisi lain untuk bayi. Hal itu apat menyebabkan kekurangan zat besi pada beberapa bayi, serta protein susu sapi dapat mengiritasi saluran pencernaan bayi. Pada akhirnya, susu sapi tidak mengandung lemak yang sehat untuk tumbuh kembang bayi.

Setelah kondisi pencernaan anak siap untuk menerima, susu menjadi bagian yang penting dari pola makannya. Susu mengandung banyak kalsium yang membangun tulang dan gigi yang kuat dan membantu mengatur pembekuan darah dan kontrol otot. Susu merupakan salah satu sumber vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dan sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Hampir semua susu diperkaya dengan vitamin D.

Susu juga mengandung protein untuk pertumbuhan, serta karbohidrat, yang memberikan anak energi yang dibutuhkan sepanjang hari. Jika anak mendapat cukup kalsiumnya, terbukti anak akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

Seberapa banyak kebutuhan susu balita?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan anak-anak akan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D jika mereka minum 16 sampai 20 ons (2 sampai 2,5 cangkir) susu sapi per hari. Hal ini untuk anak berusia satu tahun.

Jangan menawarkan lebih dari 3 cangkir susu sehari atau anak akan tidak memiliki ruang untuk makanan lain yang dibutuhkannya. Jika balita masih haus, bisa diberikan air putih untuk penggantinya.

Dapatkah bunda memberikan susu rendah lemak (reduced-fat-milk) atau bebas lemak (fat-free)?

Dalam kebanyakan kasus, belum bisa. American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu untuk balita berusia 1 tahun. Balita dalam usia ini membutuhkan kandungan lemak yang tinggi dari susu untuk menjaga berat badan normal dan membantu tubuh menyerap vitamin A dan D. Susu tanpa lemak mengandung konsentrasi tinggi protein dan mineral untuk usia balita. Setelah balita berusia dua tahun, bunda dapat memutuskan untuk beralih ke susu rendah lemak asalkan anak tumbuh dengan baik.

Terdapat pengecualian jika bunda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, atau memiliki riwayat keluarga obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dokter anak dapat merekomendasikan memberikan susu rendah lemak (2 persen) setelah usia setahun.

Balita anda tidak ingin mencoba susu sapi?

Beberapa balita mungkin dengan mudah menerima susu sapi. Namun karena rasa susu memiliki tekstur yang berbeda, rasa, bahkan suhu dibandingkan dengan ASI, beberapa anak enggan untuk beralih dari ASI.

Jika hal tersebut terjadi pada balita anda, cobalah untuk mencampur ASI dengan sedikit susu formula pada awalnya (Misalkan, satu bagian susu dan tiga bagian ASI Perah). Kemudian geser rasio perlahan sampai anak minum susu 100 persen. Hal ini berlaku juga untuk menyajikan susu pada suhu ruang.

Memenuhi persyaratan minimum sebanyak 2 cangkir susu menjadi tantangan jika balita anda tidak menyukai susu. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapatkan nutrisi susu ke pola makan balita, antara lain, menambahkannya dalam sereal, memberinya yogurt, keju, puding, custard untuk makanan ringan. Bisa juga dengan memberikan makanan yang mengandung banyak susu seperti cream sup, casserole dengan saus susu, dll.

Berdasarkan omong-omong dengan beberapa teman, ada yang merekomendasikan susu UHT merk Greenfields yang katanya paling baik. Greenfields ini ada dua jenis UHT dan pasteurisasi. Namun, selama ini sih, kalau susah nyari greenfields ya beli UHT Ultramilk yang selalu tersedia di Alfamart atau Indomaret. Hehe... Apapun susunya, yang penting balita kita sehat dan aktif. :)
Semoga bermanfaat...


Monday, February 18, 2013

Resep MPASI Umbi Bit

Kemarin baru coba-coba resep bikinan sendiri dan Khalila ternyata doyan.. Tapi ga sempat foto si bubur umbi bit nih... :D

Bahan:
Umbi Bit
Oatmeal Bungkus Biru
Pisang potong kecil2
Susu (ASIP/Sufor)

Cara membuat:
1. Kupas, cuci bersih kemudian blender/haluskan umbi bit
2. Tambahkan potongan pisang
3. Tambah sedikit air dan masak hingga mengental
4. Terakhir masukkan oatmeal dan masak hingga oatmeal matang.
5. Siap disajikan.