Episode liburan kali ini adalah safar terjauh yang pernah saya jalani. Soalnya saya juga belum pernah umroh ataupun naik haji. Hehee.. Ceritanya ngikut teman-teman kantor pergi ke negara tetangga yaitu malaysia. Yaah, namanya juga liburan murah, masa' mau ke eropa, ya jelas ngga mungkin lah yaa...
Pagi harinya kami mencari sarapan di sekitar jalan di chowkit. Kami memutuskan pergi ke dekat Hotel Seri Pan Pacific, disana ada Bandar Selera (Bahasa Indonesia : Food Court). Hampir kebanyakan penjual disana orang indonesia. Bahkan suami saya sempat ngobrol dengan salah satu penjual yang ternyata berasal dari Kediri. Hehehe
Setelah sarapan, kami pergi menuju Stasiun Chowkit untuk naik MRT menuju KL Sentral. Dari Kl Sentral rencananya kami akan pilih transportasi menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS). TBS ini merupakan terminal bus termasuk bus menuju Malaka tersedia di terminal ini. Terminalnya seperti bandara euy. Sudah ada layar notifikasi besar yang menunjukkan keberangkatan bus-bus dari terminal ini.
Perjalanan ke Malaka sekitar 2 jam dengan biaya RM 10 atau sekitar 30ribu. Di tiket busnya sudah tertera tempat duduk masing-masing penumpang. Dan sekali bus ini berjalan, maka dia tidak akan menaikkan atau menurunkan penumpang kecuali di tempat yang telah disediakan. Jauh ya dengan negara kita. Jalanan yang dilewati hanya tol dan tanpa macet, sehingga kami tertidur hingga tiba di tempat tujuan.
Sampailah kita di terminal Sentral Malaka. Disini tidak sebagus TBS namun cukup rapi dan tertata. Di dalam terminal juga terdapat warung makan dan toko yang menjual baju maupun boneka seperti di kebanyakan terminal. Kami pun memilih bus yang mengantar kami ke daerah Jonker Walk. Biaya bus ini hanya RM 1,5 untuk seorang.
Sebenarnya di daerah ini kebanyakan adalah daerah pecinan dan india. Berjajar toko-toko yang menjual mulai aksesoris, baju, cinderamata, makanan kecil, dll. Setiap malam minggu terdapat pasar malam yang menjual beraneka ragam kuliner. Di sekitar Jonker Walk, terdapat beberapa musium yang bisa kita kunjungi pada siang hari, seperti muzium prangko, muzium Samudera, pintu gerbang santiago, istana kesultanan Melaka, ada juga Mall Dataran Pahlawan. Kalau tidak mau repot jalan kaki, kita bisa menyewa becak hias yang banyak tersedia dengan harga RM 40 untuk berputar-putar selama satu jam.
 |
| Christ Church Melaka |
 |
| Jonker Walk |
 |
| Masjid Kampung Kling |
 |
| Jonker Walk |
 |
| Becak Hias |
 |
| muzium Samudera |
 |
| pintu gerbang santiago |
 |
| Istana Kesultanan Melaka |
 |
| Dataran Merdeka |
 |
| Sungai Melaka |
Setelah lelah berjalan-jalan sampai sore, kami berpisah dengan rombongan teman-teman karena saya dan suami sudah terlanjur booking hotel Kita untuk dua malam. Kami pun kembali ke Sentral Malaka menggunakan taxi dengan biaya RM 20. Kami kembali naik bis ke TBS dan lanjut naik MRT turun di Stesen PWTC lalu kemudian jalan kaki menuju hotel.
Bersambung...
0 komentar:
Post a Comment