💎 Mutiara Riyadush Shalihin
07. Tujuan-Nya Menciptakanmu
Sebuah Kata Pengantar
💠 Para ulama Ketika menulis buku, mereka akan mulai dengan mukaddimah, kata pengantar. Beliau memberi kata pengantar yang penting buat kita. Maka sejenak mari kita melihat kata pengantar dari beliau.
💠 Beliau memulai mukaddimahnya dengan 4 hal. Lalu setelah 4 hal ini beliau masuk kepada kata pengantar yang menjelaskan gambaran global kitab Ryadhus Shalihin.
- Basmalah, bismillahirrahmanirrahim
- Hamdalah, beliau puji Allah dengan cukup panjang..
- Bersyahadat
- Bershalawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.
💠 Dijelaskan para Ulama, 4 hal ini merupakan kultur mereka, kultur para Ulama dalam menulis kitab.
Syeikh Usaimi mengatakan, merupakan ijma para ulama untuk memulai dengan keempat hal tersebut. Dan menunjukkan 4 hal ini sangatlah penting dalam hidup kita. Dan dari 4 hal ini yang paling mereka tekankan adalah basmalah.
💠 Mengapa 4 hal itu penting?
🌿 Basmalah
adalah simbol ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Betapa butuhnya seorang hamba kepada yang Maha Mengetahui, yang Maha Kuat, Ar Rahman, Ar Rahiim.
Basmalah adalah upaya seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah dalam semua urusannya. Ketika kita mengucapkan bismillah, artinya kita meminta pertolongan kepada Allah.
Karena kata ulama, arti “bi” itu meminta pertolongan kepada Allah, dan agar Allah berkahi kita.
"Ya Allah, aku meminta pertolongan dan rahmat Engkau dengan menyebut nama Mu yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang."
Menunjukkan kita lemah, ringkih dihadapan Allah. Segala yang kita kerjakan akan berantakan tanpa petolongan dan berkah dari Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib)
Berkah, berarti kebaikan yang bertambah. Berkah berarti membawa kebaikan bagi banyak orang. Beliau, Imam Nawawi, meminta pertolongan Allah dari lubuk hati beliau yang paling dalam, tidak hanya dalam lisan ataupun tulisan.
🌿 Hamdalah,
adalah simbol rasa sykur kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Beliau memulai kitab beliau dengan penuh rasa syukur, jikapun ada pujian, tidak ada yang layak mendapat sanjungan melainkan Allah.
"Kalaupun ada manfaatnya buku ini, maka yang berhak dipuji adalah Allah semata".
🌿 Syahadatain,
Syahadat adalah pintu gerbang masuk agama islam, merupakan kalimat Tauhid.
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah".
Menekankan bahwa kita hanyalah seorang hamba yang beribadah kepadaNya, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah.
"dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah".
Lalu bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul utusan Allah. Beliau adalah hamba yang beribadah kepadaNya dan diwaktu yang sama beliau adalah utusan Allah.
Kita sebagai umat tidak boleh melupakan jasa Nabi kita, diwaktu yang sama kita tidak boleh berlebihan terhadap beliau sehingga mensejajarkan beliau dengan Allah.
Kita harus beradab, memuliakan Nabi kita sebagai manusia yang paling berjasa kepada kita. Tapi di waktu yang sama, Nabi kita tetaplah seorang hamba sama seperti kita yang beribadah kepada Allah.
Jadi karya ini adalah bentuk ibadah dan sarana beribadah kepada Allah.
🌿 Shalawat dan salam kepada Nabi.
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali”. (HR. Muslim)
Di buku ini, kita akan banyak bertemu Nabi sallallahu 'alaihi wasallah dalam hadist, maka setiap nama Nabi menyapa telinga kita bershalawatlah kepada beliau.
💠 Setelah 4 hal tersebut, baru beliau menjelaskan gambaran global dari kitab Riyaduhs Shalihin yang intinya bahwa Riyadush Shalihin lahir karena tujuan Allah menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya; untuk menghamba kepadaNya.
Oleh karenanya beliau memulai mukaddimahnya dengan surat Adz Dzariyat ayat 56:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Maka tujuan kita diciptakan Allah adalah agar kita beribadah kepada Allah.
Lalu, Allah lanjutkan dalam ayat berikutnya..
“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat: 57)
Disini Allah mengatakan "Dan aku tidak butuh rizki dari kalian, dan aku tidak berharap kalian memberi makan kepadaKu. Kalian beribadah untuk kalian. Bukan untuk Ku." Allah ingin meng-clearkan semuanya.
Berbeda dengan makhluk yang ketika meminta seseorang bekerja untuknya, maka itu karena mereka saling membutuhkan.
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl : 97)
Maka sebuah keharusan dan kewajiban bagi setiap kita manusia untuk benar-benar memperhatikan dan fokus terhadap tugas dan tujuan penciptaanya. Maka kita harus berpaling dari hal-hal urusan dunia yang memecah konsentrasi kita dalam melaksanakan tugas ini.
Jadi buku ini lahir, beliau tulis karena sebuah hal yang sangat principal: Karena tugas kita sebagai manusia untuk beribadah.
Buku ini ditulis agar manusia bisa beribadah kepada Allah. Buku ini ditulis sesuai tujuan penciptaan kita, untuk beribadah kepada Allah..
▪️▪️▪️
Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian:
https://www.youtube.com/watch?v=qxvTRoXoMqI
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 7
MT Al Madani
💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan.
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.







0 komentar:
Post a Comment