Saturday, April 24, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja




Mutiara Riyadush Shalihin 
*11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja *
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Ayat Ketiga)


🌿 Ayat Ketiga : QS. Ali Imron : 29

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam dada kalian (hatimu) atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

Sebuah fakta yang sangat mahal dan mewah, yang disampaikan oleh Allah. Bukan hanya di satu ayat ini tetapi di beberapa ayat dalam Al Quran, misalnya dalam Surat At Taghabun : 4
"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

Allah mengetahui apa yang ada dalam dada-dada kalian, maksudnya adalah dalam hati kalian. 
“...Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Al Hajj: 46)

🍁 Mengapa ayat ini dimasukkan oleh Imam Nawawi 
Beliau ingin menyampaikan pesan besar, bahwa bagi Allah, sama saja antara yang disembunyaikan dengan diperlihatkan. 
Mau disembunyikan dengan dikemas sehalus apapun, sama saja bagi Allah. Allah tau apa yang kalian sembunyikan dan umumkan. 
Allah mengetahui yang di alam semesta ini.

Pesan besar dan amat mendalam, peringatan yang sangat tegas bagi orang yang tidak ikhlas. Bagi yang mengharapkan wajah selain Allah, mengharapkan pujian dan sanjungan.

Saat memposting atau menyampaikan pesan, saat haji, saat umroh, saat menolong orang, Allah tau apa yang kamu inginkan.
Apresiasi dari makhluk atau hanya mengharap Allah, mengharap panggung dunia ataukah surganya Allah.
Keinginan untuk dipuji itu bisa disembunyikan. Namun, Allah Maha Mengetahui mana yang ikhlas mana dan mana yang mencari pujian atau sanjungan.

🍁 Saat kita mendapatkan kebaikan, balaslah dan berterimakasihlah kepada orang yang memberi kebaikan tersebut. 
Karena dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)
Namun di saat kita yang memberi jangan harapkan itu semua.

🍁 Allah Maha berkuasa dan Maha Mampu atas segala sesuatu.
Al Imam Muhammad bin Soleh Utsaimin, mengatakan, 
"Allah mampu menghukum kalian jika kalian menyembunyikan hal hal yang tidak Allah ridhoi dalam hati kalian." 
Allah mampu menghukum kita saat kita tidak ikhlas, saat kita mengharapkan pujian dari amal soleh yang kita lakukan, 
Allah mampu melakukan segala sesuatu, tapi seringkali Allah tidak hukum kita di detik itu. Karena kebijaksanaan-Nya lah, seringkali Allah menunda hukuman itu. 

Allah memberi waktu kita untuk taubat, membersihkan diri. 
Namun jika tak mau taubat juga, ini istidraj. 
Diulur..dibiarkan, namun setelah itu jika tidak bertaubat, dihukum dengan azab yang besar.

QS At Tariq: 17
"Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar."

أَمْهِلْهُمْ (beri tangguhlah mereka) Yakni menunda azab mereka. 
رُوَيْدًۢا (sebentar) Yakni biarkanlah mereka sebentar saja.


wallahua'lam bishshowab

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=HBHPZ1sB8aQ

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 11
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

0 komentar:

Post a Comment