Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Showing posts with label Khalila. Show all posts
Showing posts with label Khalila. Show all posts

Monday, January 20, 2014

Tips Singkat Langkah Mudah Memperkenalkan Toilet Training

Pada usia mulai satu tahun, seorang balita sudah siap untuk diperkenalkan pada proses toilet training. Kebanyakan orang tua mulai menganggap toilet training sebagai salah satu proses tumbuh kembang anaknya, yang berarti sejak saat toilet training dimulai, proses mengganti popok akan segera berakhir. Tetapi hanya sedikit orang tua yang menyiapkan akan seberapa lama proses toilet training dilakukan. 

Beberapa anak bisa menguasai proses toilet training dalam beberapa hari, namun pada anak lain dapat memakan waktu hingga beberapa bulan. Secara umum, semakin muda usia anak untuk memulai toilet training maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan. Pada umumnya, seorang anak akan mampu atau siap melakukan toilet training pada umur 18 bulan ke atas.

Orang tua dan anak memiliki kesempatan lebih untuk sukses dalam toilet training jika orang tua memahami unsur pelatihan dan pendekatan yang tepat dalam proses pengenalan toilet training. Dikutip dari Baby Center, berikut tips dasar memperkenalkan toilet training pada anak:
  1. Menilai kesiapan anak dan tentunya orang tua. 
  2. Membeli peralatan yang tepat
  3. Membuat toilet training sebagai suatu rutinitas
  4. Memberi contoh pada anak
  5. Menjelaskan proses toilet training
  6. Membantu mengembangkan kebiasaan/habit
  7. Menyiapkan beberapa celana dalam latihan /training pants
  8. Membantu anak melakukan cara duduk perlahan
  9. Mengenalkan latihan toilet training di malam hari
  10. Yeay : You're done!

Monday, April 15, 2013

Saat Yang Tepat Memperkenalkan Susu UHT

Susu UHT (diambil dari laman http://dunia-anak.net/dunia-anak-susu-uht.html)

Menginjak usia satu tahun Khalila, kini dia mendapat sebutan baru "toddler" :D. Pada saat-saat inilah si kecil mulai aktif dan mengembangkan inderanya. Mulai dari dompet, toples, buku, pensil, tidak lepas dari jajahan pengamatannya. Saya pun mulai belajar lagi untuk menstimulasi perkembangannya sebaik mungkin, mulai dari kebutuhan fisik dan segala ikutannya.

Mulai berpikir untuk memberikan susu UHT kepada Khalila, dengan mempertimbangkan kehamilan kedua saya yang juga sudah membesar. Selama ini sih, ASI hanya saya berikan saat malam saja. Mulai deh, searching artikel saat yang tepat memberikan susu cair untuk si kecil.

Dikutip dari Baby Center "Susu sapi: Kapan dan bagaimana memulainya?"

Banyak alasan untuk menunda pemberian susu UHT hingga bayi berusia setahun.  Bayi tidak dapat mencerna susu sapi dengan sempurna atau mudah seperti ASI atau susu formula. Susu sapi mengandung protein dan mineral tinggi dimana kondisi ginjal bayi belum sempurna sepenuhnya. Sebagai tambahan, susu sapi tidak mengandung cukup kandungan zat besi, vitamin C dan nutrisi lain untuk bayi. Hal itu apat menyebabkan kekurangan zat besi pada beberapa bayi, serta protein susu sapi dapat mengiritasi saluran pencernaan bayi. Pada akhirnya, susu sapi tidak mengandung lemak yang sehat untuk tumbuh kembang bayi.

Setelah kondisi pencernaan anak siap untuk menerima, susu menjadi bagian yang penting dari pola makannya. Susu mengandung banyak kalsium yang membangun tulang dan gigi yang kuat dan membantu mengatur pembekuan darah dan kontrol otot. Susu merupakan salah satu sumber vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dan sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Hampir semua susu diperkaya dengan vitamin D.

Susu juga mengandung protein untuk pertumbuhan, serta karbohidrat, yang memberikan anak energi yang dibutuhkan sepanjang hari. Jika anak mendapat cukup kalsiumnya, terbukti anak akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

Seberapa banyak kebutuhan susu balita?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan anak-anak akan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D jika mereka minum 16 sampai 20 ons (2 sampai 2,5 cangkir) susu sapi per hari. Hal ini untuk anak berusia satu tahun.

Jangan menawarkan lebih dari 3 cangkir susu sehari atau anak akan tidak memiliki ruang untuk makanan lain yang dibutuhkannya. Jika balita masih haus, bisa diberikan air putih untuk penggantinya.

Dapatkah bunda memberikan susu rendah lemak (reduced-fat-milk) atau bebas lemak (fat-free)?

Dalam kebanyakan kasus, belum bisa. American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu untuk balita berusia 1 tahun. Balita dalam usia ini membutuhkan kandungan lemak yang tinggi dari susu untuk menjaga berat badan normal dan membantu tubuh menyerap vitamin A dan D. Susu tanpa lemak mengandung konsentrasi tinggi protein dan mineral untuk usia balita. Setelah balita berusia dua tahun, bunda dapat memutuskan untuk beralih ke susu rendah lemak asalkan anak tumbuh dengan baik.

Terdapat pengecualian jika bunda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, atau memiliki riwayat keluarga obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dokter anak dapat merekomendasikan memberikan susu rendah lemak (2 persen) setelah usia setahun.

Balita anda tidak ingin mencoba susu sapi?

Beberapa balita mungkin dengan mudah menerima susu sapi. Namun karena rasa susu memiliki tekstur yang berbeda, rasa, bahkan suhu dibandingkan dengan ASI, beberapa anak enggan untuk beralih dari ASI.

Jika hal tersebut terjadi pada balita anda, cobalah untuk mencampur ASI dengan sedikit susu formula pada awalnya (Misalkan, satu bagian susu dan tiga bagian ASI Perah). Kemudian geser rasio perlahan sampai anak minum susu 100 persen. Hal ini berlaku juga untuk menyajikan susu pada suhu ruang.

Memenuhi persyaratan minimum sebanyak 2 cangkir susu menjadi tantangan jika balita anda tidak menyukai susu. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapatkan nutrisi susu ke pola makan balita, antara lain, menambahkannya dalam sereal, memberinya yogurt, keju, puding, custard untuk makanan ringan. Bisa juga dengan memberikan makanan yang mengandung banyak susu seperti cream sup, casserole dengan saus susu, dll.

Berdasarkan omong-omong dengan beberapa teman, ada yang merekomendasikan susu UHT merk Greenfields yang katanya paling baik. Greenfields ini ada dua jenis UHT dan pasteurisasi. Namun, selama ini sih, kalau susah nyari greenfields ya beli UHT Ultramilk yang selalu tersedia di Alfamart atau Indomaret. Hehe... Apapun susunya, yang penting balita kita sehat dan aktif. :)
Semoga bermanfaat...


Monday, February 18, 2013

Resep MPASI Umbi Bit

Kemarin baru coba-coba resep bikinan sendiri dan Khalila ternyata doyan.. Tapi ga sempat foto si bubur umbi bit nih... :D

Bahan:
Umbi Bit
Oatmeal Bungkus Biru
Pisang potong kecil2
Susu (ASIP/Sufor)

Cara membuat:
1. Kupas, cuci bersih kemudian blender/haluskan umbi bit
2. Tambahkan potongan pisang
3. Tambah sedikit air dan masak hingga mengental
4. Terakhir masukkan oatmeal dan masak hingga oatmeal matang.
5. Siap disajikan.


Saturday, May 12, 2012

Pentingnya Menstimulus Otak Bayi

Enam tahun pertama adalah masa emas perkembangan otak anak. Pada masa ini, sebagai orang tua kita akan melihat perkembangan bayi dari waktu ke waktu. Seringkali sebagai orang tua, kita menetapkan standar tersendiri terkait perkembangan anak, misalnya anak mulai bisa berjalan pada usia satu tahun. Padahal teori semacam itu yang menetapkan bahaw seorang anak akan dapat berjalan pada usia satu tahun adalah semacam jam weker yang dpasang untuk berdering pada usia satu tahun. Dan pada usia satu tahun, orang tua akan bertanya sudah bisa berjalankah anak saya? Apabila belum, maka orang tua akan menganggap bahwa perkembangan sang buah hati lambat dibandingkan dengan teman sebanyanya.

Dikutip dari buku Your Baby is a Genius oleh Glenn Doman dan Janet Doman, otak bayi tumbuh karena digunakan, bukan karena jam weker yang terpasang. Proses pertumbuhan dan perkembangan merupakan produk dari jumlah rangsangan di lingkungan anak. Pertumbuhan otak dapat dipercepat dengan meningkatkan rangsangan pada saat mana pun sepanjang hidup, tetapi terutama pada waktu-waktu saat otak tumbuh paling cepat yaitu dalam enam tahun pertama kehidupan.

Enam tahun pertama itu berharga karena selama waktu itu otak tumbuh dengan rasio yang menakjubkan. Pertumbuhan otak paling mengesankan pada tahun pertama kehidupan.

Tak seorang pun pernah membaca buku, jika ia tidak memiliki buku untuk dibaca.
Tak seorang pun pernah bermain biola, jika ia tidak memiliki biola untuk ia mainkan.
Tak seorang pun pernah berenang, jika ia tidak memiliki tempat untuk berenang.
Tak seorang pun pernah melihat dunia, jika jika ia tak memiliki dunia untuk dilihat.

Otak bayi pun demikian, otak tumbuh karena digunakan, bukan berdasarkan jadwal yang digariskan sebelumnya.  Setiap bayi merupakan produk lingkungannya. Semakian sering bayi diberikan stimulus atau rangsangan maka akan semakin cepat pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

Bayi baru lahir yang distimulasi pada saat otaknya berkembang dengan sangat pesat akan memiliki kecepatan perkembangan penglihatan yang sangat luar biasa. Rangsangan harus diberikan dengan sengaja, tidak secara kebetulan. Semakin banyak otak digunakan, semakin banyak tumbuhnya, dan semakin mampulah bayi itu. Pentingnya bayi memperoleh kemampuan untuk melihat dengan lebih cepat bukan semata-mata agar kita dapat mengatakan "Aduh bagusnya, ia tumbuh cepat daripada bayi yang lain yang seusia dengan dia". Hal tersebut tidak berguna untuk bayi. Makna perolehan kemampuan bayi yang sehat untuk melihat secara lebih cepat jauh lebih besar lagi.

Bayi baru lahir yang menerima rangsangan, dan karenanya memperoleh kemampuan  untuk melihat beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan lebih awal, memiliki kesempatan luar biasa untuk melihat apa saja yang berada di sekitarnya selama otaknya tumbuh dengan sedemikian cepat.

Kemampuan visual itu kemudian mengakibatkan pematangan kemampuan lainnya . Begitu ia dapat melihat, ia mulai memahami secara lebih mudah apa yang kita katakan kepadanya. Ketika ia bisa melihat, kebutuhannya untuk bergerak meningkat dengan sangat besar. Akibatnya, ia berusaha kian keras untuk terus saja bergerak. Gerakan itu sekaligus merangsang indera perabanya dan membantu dia mengembangkan penglihatannya lebih lanjut. Peningkatan gerakannya membantu dadanya tumbuh dan akibatnya pernapasannya meningkat. Pernapasan yang lebih baik itu memungkinkan dia menghasilkan suara dengan lebih mudah, sehingga ia dapat mengkomunikasikan kebutuhannya dengan lebih baik. Dengan demikian, dimulailah perkembangan yang menimbulkan kemampuan-kemapuan baru lainnya yang bagus untuk tumbuh kembang bayi.

Monday, April 2, 2012

Dokter spesialis anak (Dsa) di BSD city

Jadwal Imunisasi 2011-2012

Sebagai ibu baru, saya sempat bingung menentukan dokter anak yang baik buat khalila. Ada banyak dokter anak di sekitar rumah. Namun saya ingin mencari dsa yang pro asi, pro rational use medicine dan berpengalaman tentunya. Bertanya ke tetangga kanan kiri yang pernah memeriksakan anaknya, pun tidak mendapat hasil yang pasti. Ibu-ibu di sekitar rumah saya merekomendasikan beberapa dsa di daerah sekitar anggrek loka, kencana loka, puspita loka.

Sempat mendapat rekomendasi ke dokter budi hudono di kencana loka. Namun jam prakteknya tidak bersahabat dengan kondisi saya sebagai working mom yaitu hari senin sampai jumat mulai pukul 6 pagi. Akhirnya saya menghapus dsa tersebut dari daftar dsa yang ingin saya datangi.

Akhirnya salah satu teman merekomendasikan dsa yang dulu pernah praktek di rumah sakit ST Carolus. Bukannya fanatik dengan rumah sakit tertentu namun saya sudah sreg dengan tempat khalila lahir ini. Selain rumah sakitnya mendapat penghargaan sebagai rumah sakit sayang ibu dan bayi, juga karena pro asi dan IMD yang terbukti sangat membantu saya dalam proses menyusui khalila setelah lahir.

Bisa dipastikan juga bahwa dokter yang dulu pernah praktek di rs st carolus ini tentunya mempunyai visi dan misi yang sama dengan tempat dimana beliau praktek dahulu. Nama dsa nya Dr. M.Soejono. Tempat prakteknya di BSD blok REI Sektor 1-2 No. 5 (Seberang apotik Kawijaya) Serpong - Tangsel. Jam praktek beliau setiap hari pada pagi jam 9.00-11.00 dan sore jam 17.00-19.00 atau kecuali dengan perjanjian/per telepon. Praktek tutup pada hari minggu dan hari libur. Tepatnya untuk tempat prakteknya di dekat shelter bis bsd city, di ruko-ruko sebelum menuju pasar modern.

Dokternya baik dan agak tua karena beliau sudah pensiun. Kebetulan saya memeriksakan khalila untuk imunisasi. Beliau menjelaskan secara detil tentang imunisasi. Harga vaksin pun dijelaskan secara transparan. Bahkan beliau juga transparan terkait biaya berobat yang dipatok. Hehehee..

Saya dan suami memutuskan untuk datang kembali ke dsa ini. Recommended deh..

Semoga bermanfaat..



Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, March 31, 2012

Selamat datang, Sayang....

Khalila at the first time
Akhirnya setelah penantian panjang selama 9 bulan, khalila hadir di tengah keluarga. Kaki-kaki kecil yang biasanya menendang-nendang dalam perut saya telah menyambut dunia.Penantian panjang, rasa cemas, dan campur aduk terbayar sudah. Pada saat melahirkan, melihat si kecil datang dan mengeluarkan tangisan membuat saya terharu. Tidak disangka, saya sudah memiliki anak! Yippie...

Mengingat saat itu, khalila yang baru lahir memiliki penampilan yang unik. Tidak mirip saya maupun suami. Untungnya saya sudah membekali diri dengan berbagai wawasan seputar kehamilan dan persalinan dari banyak artikel, majalah maupun website.

Tanda-tanda umum bayi baru lahir yang perlu diketahui calon bunda sebagaimana dikutip dari majalah ayahbunda :

1. Kulit bayi baru lahir dilapisi bulu halus hitam (lanugo) yang akan lenyap dalam 2 bulan.

2. Warna kulitnya yang kebiruan akan berubah merah jambu ketika ia mulai bernapas.

3. Kebanyakan bayi akan menangis sesaat keluar dari rahim, tapi ada juga yang langsung bernapas secara perlahan. Petugas persalinan akan melakukan tindakan tertentu jika bayi tidak menangis atau bernapas, seperti menggosok halus punggung atau memijat telapak kakinya.

Saat khalila lahir, dia tidak langsung menangis. Ternyata ada tali pusat yang melilit lehernya. Baru setelah itu terdengar tangisan pertamanya yang langsung membuat saya menangis haru karena bahagia.

4. Kepala bayi yang lahir normal akan tampak lebih besar dari tubuhnya. Ini disebut molding. Hal ini terjadi karena bayi berusaha keluar dari jalan lahir. Bentuk kepala yang aneh ini akan kembali normal pada waktu satu minggu.

5. Wajah bayi terlihat datar. Sedangkan telinga, hidung dan pipinya terlihat berkerut. Kerutan dan mungkin juga lecet-lecet akan hilang dalam 24 jam.

6. Sering terjadi, alat kelamin menjadi bengkak, atau mengeluarkan cairan mirip air susu dari putingnya. Pada bayi perempuan, terkadang akan keluar darah dari vagina. Hal ini wajar terjadi akibat pengaruh hormon estrogen yang tinggi dalam darah plasenta selama kehamilan. Kondisi ini akan hilang beberapa pekan kemudian.

Selamat menantikan kehadiran buah hati bagi para calon bunda :)

Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, March 8, 2012

Jaundice


Kuning pada bayi baru lahir atau sering disebut dengan jaundice seringkali membuat orang tua khawatir. Pada saat persalinan Khalila, saya lihat bayi yang terkena jaundice membuat para ibu khawatir. Bayi-bayi tersebut diletakkan dalam sebuah kotak dan disinar biru. Sungguh membuat saya terharu dan prihatin. Alhamdulillah Khalila sehat walaupun sehari sebelum pulang dari rumah sakit kadar bilirubinnya sempat tinggi. Namun keesokan harinya sebelum pulang sudah normal kembali. Saya mengira bahwa kuning yang diderita adalah hepatitis yang seringkali terjadi pada orang dewasa. Ternyata saya salah. Berikut penjelasan jaundice dari buku penuntun calon ibu yang diterbitkan RS St Carolus.
Jaundice bisa terjadi karena dalam proses pertumbuhan pada manusia, akan terjadi pembaharuan sel dari jaringan secara teratur. Demikian pula halnya dengan sel-sel darah merah di dalam tubuh. Pada bayi baru lahir, sel darah merah bertahan selama 70-90 hari, tidak seperti pada anak dan orang dewasa yang dapat bertahan sampai 120 hari. Kemudian sel tersebut dihancurkan dan diganti dengan yang baru. Sisa penghancuran sel yang tidak dipakai kembali akan dibuang dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Salah satu sisa penghancuran dari sel darah disebut bilirubin yang mengandung zat warna kuning dan harus dibuang keluar. Apabila zat tersebut berlebihan dalam darah maka akan masuk ke sel-sel dalam jaringan tubuh termasuk sel-sel kulit, yang menyebabkan kulit berwarna kuning, sehingga bayi sering disebut menderita kuning. Pada keadaan normal, bilirubin biasanya diolah oleh hati menjadi zat yang tidak berbahaya lalu dibuang melalui saluran empedu ke dalam usus, yang dikeluarkan melalui feces (kotoran).
Ada 2 (dua) maca kuning yaitu:
  1. Kuning fisiologik (normal). Biasanya timbul pada hari ketiga atau hari keempat setelah bayi dilahirkan dan umumnya disebabkan karena belum matangnya fungsi hati. Pada keadaan ini jumlah bilirubin belum dalam tingkat yang berbahaya, sehingga kadangkala tidak memerlukan tindakan khusus. Biasanya kuning akan menghilang dengan sendirinya setelah hari kesepuluh.
  2. Kuning patologik (sakit). Timbul 24 jam pertama setelah bayi lahir. Keadaan ini dapat ditemukan pada beberapa penyakit antara lain:
  • Adanya ketidakserasian antara darah ibu dan bayi, yaitu pada bayi yang mempunyai golongan darah A atau B sedang ibu mempunyai golongan darah O. Keadaan ini juga ditemukan pada ibu yang mempunyai golongan darah Rhesus negatif (Rh -) dan melahirkan bayi Rhesus positif (Rh +).
  • Adanya infeksi (sepsis) pada bayi baru lahir.
  • Bayi kekurangan enzim G6PD, yaitu enzim yang mempertahankan hidup dan fungsi sel darah merah.
  • Trauma persalinan yang berakibat pada bayi misalnya pada bayi yang lahir dengan tindakan ekstraksi vacuum.
Bahaya yang dapat terjadi. Bila kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi dapat masuk ke dalam sel saraf dan akan merusak sel tersebut. Tanda-tandanya bayi kurang aktif, tampak lesu, gelisah, dan malas minum.

Tindakan yang dapat dilakukan. 
  1. Bayi dijemur dalam keadaan telanjang di bawah sinar matahari pagi, karena dari spektrum sinar matahari dapat berperan sebagai pengobatan kuning tersebut. Sinar matahari yang paling baik antara pukul 7.00-8.00 sedangkan lamanya penjemuran tiap bayi tidak sama +/- setengah jam. Sebaiknya semua tubuh terkena sinar.
  2. Bayi yang menderita kuning diletakkan di bawah sinar lampu neon khusus yang biasa disebut sinar biru (blue light) yang dinyalakan sepanjang hari (siang-malam)
  3. Apabila kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi, cara 1 dan 2 kadang tidak menolong sehingga perlu dilakukan penggantian darah baru yang tidak mengandung bilirubin. Cara seperti ini disebut Transfusi Darah Ganti atau Exchange Transfusion.
  4. Pemberian cairan/minum yang cukup(terutama ASI).
  5. Hindari obat-obatan tradisional.
Hmm, ternyata ASI juga berperan penting pada bayi yang terkena jaundice. Senang begitu melihat banyak manfaat dari memberikan ASI. :)

Monday, February 27, 2012

Bersalin di RS St Carolus

Tepat sebulan yang lalu, saya melahirkan putri pertama di RS St Carolus Salemba, Jakarta Pusat. Proses persalinan berlangsung lancar dibantu oleh Dr. Royanto Darmaputra. Mulai kontraksi pada jam setengah tiga sore, akhirnya saya langsung meluncur dari rumah saya yang notabene di BSD City menuju RS St. Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Selama perjalanan, hati dag dig dug disertai mulas-mulas ringan setiap 5-10 menit membuat saya sedikit khawatir, ditambah lagi pas sampai tol hujan mulai turun dan macet pula. Beuh, hati semakin tidak tenang. Namun, yang menjadi kekuatan saya adalah doa dan shalawat yang tidak henti saya ucapkan agar persalinan nanti berjalan lancar.
Alhamdulillah, perjalanan 1 jam an lebih berlangsung lancar dan saya masuk kamar bersalin Immanuel pukul setengah 4 sore. Dibantu suster, saya mulai ditimbang, diberi pertanyaan seputar riwayat kesehatan (diselingi mulas yang selalu datang dan semakin teratur) dan air ketuban yang sudah merembes sejak berangkat dari rumah. Saya berganti baju yang berkancing depan dan mulai tidur di tempat bersalin ditemani suami. 
Perlahan tapi pasti, kontraksi semakin terasa dan suster memeriksa pembukaan jalan lahir yang sudah pembukaan lima. Hedeuh, rasanya ingin segera saya keluarkan si kecil saat itu juga. Suami pun akhirnya tidak tahan melihat saya kesakitan, dan menyerah untuk keluar ruangan minta diganti dengan ibu saya yang menemani. Ketika ingat rasa sakitnya, saya baru tahu rasanya menjadi ibu. Saya juga sempat berpikir "kenapa tidak sectio cesarean saja" dan "Ampun dah, cukup sekali ini saja punya anak" Hehehe..
Tidak lama setelah 2 jam kontraksi yang semakin lama semakin menjadi, akhirnya pembukaan penuh pun datang. Siap-siap menyambut si buah hati, semakin saya berdoa dalam hati sambil mengejan minta pertolongan Allah SWT. Dan akhirnya, saat pembukaan lengkap, dibantu dokter dan suster saya berhasil melahirkan ananda dengan selamat dan sehat sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang. Sungguh lega dan bahagia bercampur jadi satu begitu mendengar tangisan si kecil. Rasa sakit yang tadinya tidak tertahankan menjadi hilang seketika. 
Proses dilanjutkan dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan si kecil diletakkan di dada saya. Tidak berapa lama, dia berhasil menyusu ke bundanya ini. Rasa terharu melihat dia bisa menjangkau ASI pertama yang mengandung kolostrum. Setelah dua jam lebih, akhirnya saya dan si kecil berhasil melakukan IMD. Salut kepada RS St Carolus yang membantu melakukan IMD dan pro ASI. 
Selesai persalinan, saya dipindahkan ke kamar dan rawat gabung dengan si kecil. Walaupun sudah disediakan box bayi, saya lebih memilih si kecil tidur bersama saya. Hmm, senangnya setelah penantian sembilan bulan, ini dia putri yang selalu menendang perut bundanya sudah di samping. Selama dirawat, makanan di RS St Carolus terbilang enak, gizi bundanya tercukupi, ASI pun mengalir lancar. :)
Tiga hari dirawat gabung dengan buah hati, kami pun bersiap pulang. Setelah suami melunasi biaya persalinan, yang ternyata masih ada sisa dari deposit awal, yang jumlah seluruh biaya bersalin kurang lebih 5 jutaan :). Dan kami pun pulang membawa buah hati yang semoga kelak menjadi anak sholehah, cerdas, dan membanggakan kedua orang tua. Sebagaimana doa yang kami harapkan diijabah oleh Allah SWT
keluarga sakinah

"Dan orang orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'(QS 25:74)"
Aamiiinn...