Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Showing posts with label About Baby. Show all posts
Showing posts with label About Baby. Show all posts

Monday, May 7, 2018

Makanan Yang Tidak Boleh DIberikan Untuk Bayi



Untuk pemberian makanan yang aman untuk bayi, perhatikan hal berikut: 

  1. Hindari makanan berserabut seperti seledri atau kacang panjang. 
  2. Bila ingin memberi bayi Anda ikan yang bergizi, buang terlebih dulu tulang-tulang pada ikan sebelum dilumatkan. 
  3. Beri kesempatan satu jenis makanan untuk dicerna bayi dan lihat reaksi bayi Anda sesudah menyantap makanan itu, siapa tahu dia alergi. 
  4. Menurut Dr. William Sears yang menulis buku The Baby Book, "mainan" khusus yang dapat digigit dan ditelan dengan aman oleh bayi adalah pisang. Beberapa ibu juga sering memberi bayinya wortel dan apel serta pir rebus atau kukus untuk digigit-gigit. 
  5. Potong kecil-kecil daging sapi dan ayam secara menyilang dari akarnya. Hindari potongan besar yang dapat membuat bayi tersedak. 
  6. Periksa potongan-potongan yang ada. Gigi depan bayi hanya untuk menggigit. Geraham (gigi untuk mengunyah) belum muncul sampai anak berusia setahun. Bayi masih mengulum dan bukan menggigit.
  7. Berikan makanan yang dapat dijumput oleh jari bayi pada saat ia sedang duduk, bukan ketika sedang bermain atau berbaring. 
  8. Sosis bukan makanan bergizi yang aman bagi bayi. Satu gigitan sosis seukuran batang tenggorok bisa membuat bayi tersedak. Sosis yang sehat serta bebas nitrat adalah makanan kegemaran anak-anak batita dan aman bagi mereka bila diiris-iris panjang dan kecil seperti mi. Namun, sosis yang sehat ini pun dapat mengandung sodium dalam jumlah tinggi, sehingga konsumsinya harus dibatasi. 


Lalu, makanan seperti apakah yang dapat dijumput oleh jari bayi? 
Anda dapat memilihkannya dari berbagai jenis di bawah ini, yaitu: 

  • Sereal berbentuk huruf O
  • Biskuit beras yang tidak asin 
  • Wortel yang direbus 
  • elur orak-arik (tapi jangan diberikan pada bayi alergi yang belum berusia setahun)
  • Irisan buah pir atau apel yang direbus atau dikukus 
  • Potongan tahu 
Selain itu, Anda juga perlu mempelajari jenis-jenis makanan yang dapat membuat bayi Anda tersedak. Di antaranya adalah:

  • Kacang 
  • Biji-bijian 
  • Apel bulat 
  • Popcorn
  • Anggur 
  • Permen 
  • Potongan daging 
  • Makanan berserabut 
Perlu Anda ingat:

  • Bila Anda ingin membuat sendiri makanan untuk bayi Anda, perhatikan bahwa Anda tak perlu menambahkan garam atau gula kepada makanan bayi. 
  • Daripada merebus buah (apel atau pir misalnya) dalam air mendidih, lebih baik dikukus untuk mempertahankan lebih banyak vitamin dan mineral. 
  • Setiap memasak daging ayam atau sapi, buatlah kaldu. Kaldu ini bisa disuapkan kembali pada bayi, atau dimasak lagi sebagai bahan sup. Kaldu sangat berguna untuk meningkatkan gizi, apalagi pada masa pertumbuhan atau ketika bayi baru jatuh sakit. 
  • Panggang atau masaklah sayuran seperti kentang atau labu dengan kulitnya. 
  • Jangan digoreng karena akan menambah lemak dalam makanan. (Hannie Kusuma)


Wednesday, May 18, 2016

Sembilan Obat yang Tidak seharusnya diberikan pada anak




Diulas oleh Dewan Penasehat Medis Baby Center bahwa anak-anak kecil lebih mungkin memiliki reaksi obat yang merugikan dibandingkan orang dewasa, sehingga memberikan resepobat kepada balita selain resep dokter atau over-the-counter (OTC)  atau mungkin obat "herbal" adalah hal yang harus diperhatikan orang tua. Berikut adalah beberapa jenis obat yang harus Anda diperhatikan untuk tidak diberikan kepada buah hati Anda sejak usia 12 hingga 24-bulan.

Aspirin

Jangan pernah memberikan aspirin atau obat yang mengandung aspirin untuk anak Anda atau bahkan siapa pun yang berusia kurang dari 19 tahun atau lebih muda. Aspirin dapat membuat anak rentan terhadap sindrom Reye - penyakit yang jarang ditemukan namun berpotensi fatal.

Jangan berasumsi bahwa obat-obatan anak-anak yang ditemukan di toko obat telah bebas dari kandungan aspirin. Baca label dengan hati-hati (aspirin kadang-kadang disebut sebagai "salisilat" atau "asam asetilsalisilat"), dan minta penjelasan dari dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak yakin apakah suatu produk telah bebas aspirin.

Untuk demam dan ketidaknyamanan lainnya, Anda sebagai orang tua mungkin ingin memberikan anak Anda dosis yang benar penurun demam seperti acetaminophen atau ibuprofen. Namun, jika anak Anda mengalami dehidrasi atau muntah, memiliki asma, masalah ginjal, maag, atau penyakit jangka panjang lain, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memberikan ibuprofen. Bahkan dimungkinkan juga untuk meminta dokter mencari alternatif asetaminofen jika anak Anda memiliki penyakit hati.

Obat bebas (Over-the-counter) untuk batuk dan pilek

The American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk berhati-hati terhadap pemberian OTC obat batuk dan pilek untuk balita. Studi menunjukkan bahwa obat tersebut tidak benar-benar membantu menenangkan gejala pada anak-anak usia ini. Dan obat tersebut bisa berbahaya, terutama ketika anak keliru meminum dosis lebih dari yang dianjurkan.

Selain efek samping seperti mengantuk atau sulit tidur, sakit perut, dan ruam atau gatal-gatal, anak dapat menderita efek serius seperti detak jantung yang cepat, kejang, dan bahkan kematian. Setiap tahun, ribuan anak-anak berakhir di ruang gawat darurat di seluruh dunia akibat menelan terlalu banyak batuk dan obat flu.

Namun, selama beberapa tahun terakhir, kondisi gawat darurat yang melibatkan bayi dan balita yang mengambil terlalu banyak obat ini telah jatuh di setengah. Para ahli kesehatan atribut drop untuk produsen, yang tidak lagi batuk pasar dan obat flu untuk anak-anak. Jika balita Anda menderita dengan dingin, Anda mungkin ingin mencoba humidifier atau pengobatan rumah lainnya.

Obat-obat anti-mual

Jangan memberikan anak Anda obat anti-mual (resep atau OTC) kecuali dokter telah merekomendasikan itu. Sebagian besar serangan muntah cukup berumur pendek, dan anak-anak biasanya mampu menangani keluhan mual dengan baik tanpa obat apa pun. Selain itu, obat anti-mual memiliki risiko dan kemungkinan komplikasi. (Jika anak Anda muntah dan mulai mengalami dehidrasi, hubungi dokter untuk saran tentang apa yang harus dilakukan.)

Obat Dosis Bayi dan Dosis Dewasa

Pemberian obat dengan dosis kecil maupun dengan dosis orang dewasa adalah sama berbahayanya. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa tetes bayi lebih terkonsentrasi daripada obat cair yang dimaksudkan untuk anak-anak. Jika label tidak menunjukkan dosis yang tepat untuk berat badan dan usia anak Anda, jangan berikan obat tersebut untuk anak Anda.

Setiap obat yang diresepkan untuk orang lain atau kondisi lain

Resep obat yang ditujukan untuk orang lain (seperti saudara kandung) atau untuk mengobati penyakit lain mungkin tidak efektif atau bahkan berbahaya bila diberikan kepada balita Anda. Berikan anak Anda hanya obat yang diresepkan untuk dirinya dan kondisi khusus nya.

Obat yang Kadaluarsa

Membuang obat-obatan, resep dan OTC segera setelah masa expired berakhir. Juga menyingkirkan obat yang berubah warna atau rapuh yang pada dasarnya tidak terlihat sama seperti  ketika Anda pertama kali membelinya. Setelah penggunaan-berdasarkan tanggal, obat mungkin tidak lagi efektif dan bahkan bisa berbahaya.

Secara umum, bukan ide yang baik untuk menyiram obat lama ke toilet, karena dapat mencemari air tanah dan berakhir di pasokan air minum. Namun, beberapa obat sangat berpotensi membahayakan anak-anak sehingga US Food and Drug Administration merekomendasikan membuangnya di toilet bukan tempat sampah.

Lihatlah label obat untuk mencari tahu apakah obat itu harus dibuang atau tidak. Jika Anda tidak yakin, tanyakan kepada apoteker Anda apa yang harus dilakukan dengan obat lama dan kedaluwarsa.

Jika obat sudah kadaluarsa, sebaiknya anda mengosongkan isi botol obat ke dalam wadah tertutup dengan menambahkan sesuatu yang tidak menyenangkan (seperti kotoran kucing atau bubuk kopi) sebelum membuangnya. Jangan menghancurkan tablet atau kapsul ketika Anda mencampur obat dengan zat yang tidak diinginkan. Jangan lupa menghapus informasi pribadi dari botol kosong sebelum membuangnya di samping wadah tertutup obat di tempat sampah.

Ekstra asetaminofen

Beberapa obat berisi asetaminofen untuk membantu meredakan demam dan rasa sakit, jadi hati-hati untuk tidak memberikan anak Anda dosis tambahan untuk acetaminophen. Jika Anda tidak yakin apa kandungan yang ada di obat tertentu, jangan memberikan acetaminophen atau ibuprofen nya sampai Anda mendapat petunjuk dari dokter atau apoteker.

Kunyah

Bagi kebanyakan balita, salah satu bahaya dari tablet kunyah adalah tersedak. Jika Anda ingin menggunakan tablet kunyah, tanyakan kepada dokter atau apoteker anak Anda jika hal tersebut tikda berbahaya. Pemberian bisa dengan sebelumnya dilumatkan dahulu atau diberikan bersamaan dengan sesendok makanan , seperti yogurt atau saus apel. (Ingat bahwa Anda harus memastikan bahwa anak Anda makan seluruh campuran yang telah dibuat dengan makanan dalam satu sendok tadi untuk mendapatkan dosis pengobatan lengkap.)

Sirup ipecac

Sirup ipecac meredakan muntah dan biasanya penggunaannya untuk mencegah keracunan. Dokter tidak lagi merekomendasikan sirup ipecac terutama karena tidak ada bukti bahwa membantu mengurangi muntah dalam pengobatan keracunan. Bahkan, sirup ipecac dapat lebih berbahaya jika anak terus muntah setelah menelan obat yang telah terbukti untuk membantu, seperti arang aktif.

The American Academy of Pediatrics merekomendasikan membuang setiap sirup ipecac Anda miliki di rumah dan mengatakan bahwa cara terbaik untuk mencegah keracunan adalah untuk menjaga zat berbahaya terkunci dan keluar dari pandangan.

Monday, January 20, 2014

Tips Singkat Langkah Mudah Memperkenalkan Toilet Training

Pada usia mulai satu tahun, seorang balita sudah siap untuk diperkenalkan pada proses toilet training. Kebanyakan orang tua mulai menganggap toilet training sebagai salah satu proses tumbuh kembang anaknya, yang berarti sejak saat toilet training dimulai, proses mengganti popok akan segera berakhir. Tetapi hanya sedikit orang tua yang menyiapkan akan seberapa lama proses toilet training dilakukan. 

Beberapa anak bisa menguasai proses toilet training dalam beberapa hari, namun pada anak lain dapat memakan waktu hingga beberapa bulan. Secara umum, semakin muda usia anak untuk memulai toilet training maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan. Pada umumnya, seorang anak akan mampu atau siap melakukan toilet training pada umur 18 bulan ke atas.

Orang tua dan anak memiliki kesempatan lebih untuk sukses dalam toilet training jika orang tua memahami unsur pelatihan dan pendekatan yang tepat dalam proses pengenalan toilet training. Dikutip dari Baby Center, berikut tips dasar memperkenalkan toilet training pada anak:
  1. Menilai kesiapan anak dan tentunya orang tua. 
  2. Membeli peralatan yang tepat
  3. Membuat toilet training sebagai suatu rutinitas
  4. Memberi contoh pada anak
  5. Menjelaskan proses toilet training
  6. Membantu mengembangkan kebiasaan/habit
  7. Menyiapkan beberapa celana dalam latihan /training pants
  8. Membantu anak melakukan cara duduk perlahan
  9. Mengenalkan latihan toilet training di malam hari
  10. Yeay : You're done!

Thursday, October 3, 2013

Menjaga ASIP saat Mudik Lebaran atau Bepergian Jauh

Cerita ini berawal saat mudik lebaran kemarin. Saya melahirkan anak kedua pada bulan Juni. Berdasarkan pengalaman anak pertama saya Khalila, saya baru menabung asip  pada saat satu bulan sebelum masuk kantor. Untuk anak kedua ini, saya sudah mulai memerah asip sejak satu minggu Rasyid dilahirkan. Alhamdulillah stok asip saya terkumpul lumayan banyak. Sebagian malah bisa diberikan ke si kakak Khalila yang masih berusia 18 bulan. Khalila pun tak menolak diberikan asip lagi walaupun dia maunya kalau asip itu ditaruh di botolnya.

Kakak Khalila

Sampai akhirnya saya berpikir untuk pulang kampung walaupun Rasyid masih berusia satu setengah bulan. Saya menyiapkan keperluan untuk menjaga asip tetap dingin kalau terjadi mati lampu 2-3 jam. Samping kanan dan kiri freezer saya beri es batu untuk menjaga suhu kulkas tetap dingin. Biasanya di rumah kalau mati lampu tidak pernah terlalu lama. Saya pun mengabari tetangga kalau saya mudik saat lebaran dan meminta tolong untuk memberitahu seandainya lampu mati. Saya dan suami pun memutuskan untuk menitipkan rumah kepada petugas keamanan kompleks. Tapi percayalah bunda.. Satu hal yang perlu digaris-bawahi "Koordinasi dengan suami dan berilah penjelasan yang mendetil tentang kondisi rumah kita".

Awalnya mudik berjalan dengan lancar, suami sudah berpesan agar Joni memberi makan ikan di akuarium, menyiram bunga, dan mematikan lampu depan saat siang.

Alhasil, pada saat mudik kembali ke jakarta, suami baru terbayang, "bagaimana jika Joni mematikan lampu dari saklar listrik diluar yang menyebabkan semua aliran listrik mati!".Yaah, kalau benar demikian, pupus sudah harapan stok asip melimpah untuk Rasyid. Bisa dibayangkan kulkas setiap hari mati selama 12 jam, cair beku, cair beku kembali. Padahal Asip itu juga bisa diminum Khalila yang sekarang masih berusia 18 bulan. Hiks..Tapi, hal ini perlu dipastikan lagi ke Joni, bahwa lampu tidak mati.

Keesokan harinya setelah tiba di rumah, suami pun bertanya kepada Joni perihal lampu rumah. Dan ternyata seperti dugaan sebelumnya, Joni mematikan lampu dari saklar listrik diluar rumah karena dia takut untuk masuk rumah! Saya pun langsung shock, sekitar 40an botol asip di freezer sudah tidak bisa disimpan lagi. Pada awalnya saya mencoba menganalisa dari bekuan asip tersebut dan es batu yang saya taruh di samping kanan kiri kulkas. Saya lihat bentuknya tidak begitu berubah dari awal saya menaruhnya disitu. Saya lihat satu persatu bagian dari asip yang tersimpan. Tapi terdapat satu keganjilan, asip dalam botol membentuk gunungan. Yang saya kira itu adalah hasil dari cairnya asip sebagian dan sebagian lagi yang masih beku menyembul ke atas dan asip tersebut beku kembali pada saat joni menyalakan lampu di malam hari. Itu adalah hasil analisa logika ibu menyusui. Hehe...Daripada khawatir, saya pun mencoba icip-icip rasa asip tersebut, dan ternyata rasanya sudah langu dan ga enak. Rasanya eman (*bahasa jawa=sayang) mengetahui asip yang sudah dengan jerih payah saya kumpulkan tiap subuh dan sebelum tidur itu sia-sia.

Rasyid Usia 3 Bulan


Dengan berat hati, saya keluarkan botol-botol asip yang sudah  kadaluarsa tersebut. Dan sekarang yang tersisa semangat pumping kejar tayang karena harus memulai stok asip baru. Yang tersisa cuma sebagian asip dalam gambar saya ini. Ganbatte!

ASIP yang tersisa

Monday, April 15, 2013

Saat Yang Tepat Memperkenalkan Susu UHT

Susu UHT (diambil dari laman http://dunia-anak.net/dunia-anak-susu-uht.html)

Menginjak usia satu tahun Khalila, kini dia mendapat sebutan baru "toddler" :D. Pada saat-saat inilah si kecil mulai aktif dan mengembangkan inderanya. Mulai dari dompet, toples, buku, pensil, tidak lepas dari jajahan pengamatannya. Saya pun mulai belajar lagi untuk menstimulasi perkembangannya sebaik mungkin, mulai dari kebutuhan fisik dan segala ikutannya.

Mulai berpikir untuk memberikan susu UHT kepada Khalila, dengan mempertimbangkan kehamilan kedua saya yang juga sudah membesar. Selama ini sih, ASI hanya saya berikan saat malam saja. Mulai deh, searching artikel saat yang tepat memberikan susu cair untuk si kecil.

Dikutip dari Baby Center "Susu sapi: Kapan dan bagaimana memulainya?"

Banyak alasan untuk menunda pemberian susu UHT hingga bayi berusia setahun.  Bayi tidak dapat mencerna susu sapi dengan sempurna atau mudah seperti ASI atau susu formula. Susu sapi mengandung protein dan mineral tinggi dimana kondisi ginjal bayi belum sempurna sepenuhnya. Sebagai tambahan, susu sapi tidak mengandung cukup kandungan zat besi, vitamin C dan nutrisi lain untuk bayi. Hal itu apat menyebabkan kekurangan zat besi pada beberapa bayi, serta protein susu sapi dapat mengiritasi saluran pencernaan bayi. Pada akhirnya, susu sapi tidak mengandung lemak yang sehat untuk tumbuh kembang bayi.

Setelah kondisi pencernaan anak siap untuk menerima, susu menjadi bagian yang penting dari pola makannya. Susu mengandung banyak kalsium yang membangun tulang dan gigi yang kuat dan membantu mengatur pembekuan darah dan kontrol otot. Susu merupakan salah satu sumber vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dan sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Hampir semua susu diperkaya dengan vitamin D.

Susu juga mengandung protein untuk pertumbuhan, serta karbohidrat, yang memberikan anak energi yang dibutuhkan sepanjang hari. Jika anak mendapat cukup kalsiumnya, terbukti anak akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

Seberapa banyak kebutuhan susu balita?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan anak-anak akan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D jika mereka minum 16 sampai 20 ons (2 sampai 2,5 cangkir) susu sapi per hari. Hal ini untuk anak berusia satu tahun.

Jangan menawarkan lebih dari 3 cangkir susu sehari atau anak akan tidak memiliki ruang untuk makanan lain yang dibutuhkannya. Jika balita masih haus, bisa diberikan air putih untuk penggantinya.

Dapatkah bunda memberikan susu rendah lemak (reduced-fat-milk) atau bebas lemak (fat-free)?

Dalam kebanyakan kasus, belum bisa. American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu untuk balita berusia 1 tahun. Balita dalam usia ini membutuhkan kandungan lemak yang tinggi dari susu untuk menjaga berat badan normal dan membantu tubuh menyerap vitamin A dan D. Susu tanpa lemak mengandung konsentrasi tinggi protein dan mineral untuk usia balita. Setelah balita berusia dua tahun, bunda dapat memutuskan untuk beralih ke susu rendah lemak asalkan anak tumbuh dengan baik.

Terdapat pengecualian jika bunda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, atau memiliki riwayat keluarga obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dokter anak dapat merekomendasikan memberikan susu rendah lemak (2 persen) setelah usia setahun.

Balita anda tidak ingin mencoba susu sapi?

Beberapa balita mungkin dengan mudah menerima susu sapi. Namun karena rasa susu memiliki tekstur yang berbeda, rasa, bahkan suhu dibandingkan dengan ASI, beberapa anak enggan untuk beralih dari ASI.

Jika hal tersebut terjadi pada balita anda, cobalah untuk mencampur ASI dengan sedikit susu formula pada awalnya (Misalkan, satu bagian susu dan tiga bagian ASI Perah). Kemudian geser rasio perlahan sampai anak minum susu 100 persen. Hal ini berlaku juga untuk menyajikan susu pada suhu ruang.

Memenuhi persyaratan minimum sebanyak 2 cangkir susu menjadi tantangan jika balita anda tidak menyukai susu. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapatkan nutrisi susu ke pola makan balita, antara lain, menambahkannya dalam sereal, memberinya yogurt, keju, puding, custard untuk makanan ringan. Bisa juga dengan memberikan makanan yang mengandung banyak susu seperti cream sup, casserole dengan saus susu, dll.

Berdasarkan omong-omong dengan beberapa teman, ada yang merekomendasikan susu UHT merk Greenfields yang katanya paling baik. Greenfields ini ada dua jenis UHT dan pasteurisasi. Namun, selama ini sih, kalau susah nyari greenfields ya beli UHT Ultramilk yang selalu tersedia di Alfamart atau Indomaret. Hehe... Apapun susunya, yang penting balita kita sehat dan aktif. :)
Semoga bermanfaat...


Tuesday, July 31, 2012

Tips Mendapatkan Bayi Laki-Laki Atau Perempuan


Menurut dr UF Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital (BWCH), sebenarnya kelamin janin sudah terbentuk pada minggu ke-3 atau hari ke 21 setelah masa konsepsi. Kemudian, alat kelamin janin akan terus berkembang, dan umumnya pada minggu ke-21 kelamin sudah sempurna, ujarnya. Namun, menurut dr Bagazi, akurasi USG dalam memperlihatkan jenis kelamin bayi akan lebih optimal pada saat menginjak usia kehamilan 28 minggu atau sekitar 7 bulan. Mungkin, karena itulah ada mitos yang menyebutkan pantang bagi wanita hamil untuk membeli pernak-pernik bayi sebelum usia 7 bulan. Menurut dr. Bagazi juga, sebenarnya tidak ada faktor-faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi jenis kelamin janin. Meski demikian, ada sejumlah kiat yang dapat diusahakan pasangan yang menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu, seperti :
  1. Sistem kalender Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu : 1. Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang. 2. Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20. 
  2. Metode lendir serviks Dalam metode ini dinilai sifat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah pada saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan-pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur. 
  3. Intervensi/inseminasi Memilih menggunakan cara ini, berarti Anda akan membutuhkan bantuan dokter. Istilah yang cukup populer dalam merencanakan jenis kelamin dengan intervensi adalah inseminasi. Dokter akan mengambil komponen sperma suami. Bila ingin anak laki-laki, maka komponen sperma yang diambil adalah yang kemungkinan akan menjadi anak laki laki. Kemudian, sperma yang telah dipilih itu disuntikkan ke dalam rahim istri, begitupun sebaliknya bila menginginkan bayi perempuan. Meskipun pada banyak kasus cara ini cukup berhasil, tetap saja kegagalan dapat terjadi. 
  4. Bayi tabung Anda dapat menggunakan sistem Pre-implantation Genetic Diagnostic (PGD). Cara ini cenderung lebih aman, karena dapat melakukan diagnostik mengenai faktor-faktor kemungkinan adanya kelainan pada janin dan bagi ibu yang berisiko. Setelah itu, barulah dilakukan screening. Selain dapat lebih memastikan jenis kelamin janin, juga dapat memungkinkan terhindar dari berbagai kelainan. Di Indonesia, program bayi tabung dilakukan menggunakan sperma suami, dan melalui rahim istri. Sehingga, bayi yang akan dilahirkan benar-benar anak kandung dari pasangan yang bersangkutan. Program bayi tabung dapat diikuti oleh siapapun, terutama bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak. Seperti kita ketahui, setiap kali ejakulasi, laki-laki normal mengeluarkan sperma 2 sampai 5 semprotan. Dalam durasi tersebut, sperma yang dihasilkan sekitar 2 sampai 5 cc. Sperma yang normal tiap cc mengandung 60 200 juta spermatozoa. Jadi setiap seorang laki-laki mengalami ejakulasi, 120 sampai 1 milyar sperma telah dikeluarkan dari tubuhnya. Adapun sperma itu sendiri mempunyai dua gen yaitu, Androsperma yang juga disebut gen Y dan Gynosperma yang bisa kita sebut sebagai gen X. Gen Y adalah gen yang memungkinkan kita seorang ibu mengandung anak perempuan, sedangkan gen X adalah sebaliknya. Jika suami dan istri sama-sama dominan gen X nya maka kemungkinan besar, keduanya akan mempunyai anak perempuan. Tapi jika sang ayah dominan gen Y dan sang ibu gen X maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan adalah laki-laki. Ciri-ciri spermatozoa: Androsperma, membawa gen Y: - Bergerak lebih lambat. - Lebih mampu bertahan hidup lebih lama (berumur rata-rata kira-kira 2 sampai 3 hari). - Lebih tahan dalam suasana asam. - Tidak tahan dalam suasana basa. - Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih ringan. Gynosperma, membawa gen X:- Bergerak lebih gesit. - Hidup lebih singkat (berumur rata-rata kira-kira hanya 1 hari saja) - Tidak tahan dalam suasana asam. - Lebih tahan dalam suasana basa. - Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih berat. Tabel dibawah ini juga akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan. Akurasi dari tabel dibawah telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya. Tabel ini diambil dari Royal Tomb dekat Peking, China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking . UMUR ISTRI (TAHUN) 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 
Keterangan : P = Perempuan L = Laki-laki Penjelasan : Anda dapat memilih musim atau bulan yang Anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel di atas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel di atas Anda akan dapat memilih waktu kapan harus berhubungan menurut jenis kelamin anak yang diinginkan. Jadi Anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan. Contoh singkat : Jika istri berusia 27th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel di atas, bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel di atas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi. 
Keterangan : Ahli - ahli genetika China telah meneliti dan menyajikan kembali tabel ini setelah terkubur lama di Royal Tomb selama 700 tahun yang lalu. Tentu saja pilihan-pilihan di atas ditujukan bagi pasangan yang tidak mempunyai masalah dengan sistem reproduksinya. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, manusia boleh berusaha, tapi Tuhan juga yang menentukan. 

Sumber: Berbagai sumber