Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Showing posts with label Mutiara Riyadush Shalihin. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Riyadush Shalihin. Show all posts

Saturday, April 24, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 12. Neraca Amalan Hati




Mutiara Riyadush Shalihin 
12. Neraca Amalan Hati
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Hadist Pertama)


🌿 Hadist Pertama 🌿

Dari Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (Muttafaqun 'alaih)

Kali ini kita bersama sahabat yang meriwayatkan hadist diatas: Umar Bin Khatab.

🍁 Sosok yang begitu luar biasa. Sosok yang penuh dengan keindahan, penuh dengan mutiara mutiara kehidupan. Sebelum beliau masuk islam saja, beliau sudah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga Nabi kita ingin agar beliau masuk islam secara khusus. Beliau dengan segala kelebihannya, memiliki daya tarik, segala potensi kebaikan itu dilihat oleh Rasulullah. Sehingga meski beliau keras kepada orang islam pada saat itu, pada orang beriman pada saat itu. Nabi berdoa untuk beliau, “Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.” (HR Ibnu Majah).

Padahal beliau masih kafir saat itu, dan keras terhadap orang mukmin. Beliau adalah orang terpandang, dan punya kedudukan, beliau adalah pejabat (Jika diaktualisasikan pada hari ini, seperti menteri luar negri pada hari ini). Beliau keras kepada islam, tapi bukannya dijatuhkan oleh Nabi, didoakan keburukan oleh Nabi, justru didoakan dengan doa diatas. 

Betapa Nabi melihat potensi dan bakat kebaikan Umar Bin Khatab. Doa itu diijabah oleh Allah. Umar pun masuk Islam. Bukan hanya masuk islam, beliau memberi perubahan besar di peta dakwah umat islam pada saat itu. Sampai-sampai sahabat mengatakan, seperti Abdullah bin Mas’ud: “kita senantiasa mulia semenjak masuk islamnya Umar bin Khatab ra”
Dijelaskan oleh Ikrimah, “orang-orang beriman saat itu senantiasa menyembunyikan keislaman mereka, karena jika tidak mereka akan disiksa. Sampai pada akhirnya Umar masuk islam, maka kemudian umat Islam menampilkan keislamannya. Orang Islam berani shalat di Masjidil Haram di sekitar kabah, dan mereka menampakkan keislamannya. Karena Umar shalat disana.”

Pelajaran bagi kita bagaimana menjadi orang yang bermanfaat. Umar tidak hanya membawa perubahan bagi diri sendiri, tapi bagi lingkungan, bagi sahabat sahabat, bagi orang orang kecil, bagi satu kota.

Abdullah bin Masud menyatakan, “masuk islamnya Umar, pembukaan untuk berbagai macam kebaikan dan awal dari penaklukan-penaklukan. Dan hijrahnya Umar adalah kemenangan bagi kita semua. Ketika umar memimpin, rahmat dan kasih sayang Allah untuk kita semua."
Beliau adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Beliau menjabat Khalifah di tahun 13 H. lalu beliau wafat di tahun 23 H. kurang lebih 10 tahun setengah menjabat sebagai khalifah. 

🍁 Rasulullah berkata, ”Seandainya setelahku akan ada lagi nabi, itu adalah Umar Ibn Khathab.” (HR. Ahmad). Tapi tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad. Beliau sosok yang luar biasa. 
Dan kuncinya, dijelaskan pula oleh Nabi, 
"Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq" ("Pemisah"), yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil." (HR. Imam At Tirmidzi). 

Umar memiliki hati dan lisan yang lembut. 
Jadi walaupun saat itu beliau itu keras, bukan karena hati beliau rusak. Tetapi karena beliau saat itu belum mengerti Islam, beliau membela akidah dan keyakinan nenek moyang mereka sebelumnya. Setelah belajar dengan Nabi, jadilah beliau dengan totalitas beliau yang luar biasa. 

🍁 Umar memiliki lisan yang lembut.
Umar pernah mengatakan, “Sayid kami Abu Bakar, membebaskan sayid kami Bilal”. 
Bilal adalah budak, namun dibahasakan sebagai sayid (tuan) oleh Umar. 
Padahal, budak saat itu tidak ada harganya. Namun beliau dimuliakan oleh Umar. Hati yang bersih melahirkan kata-kata yang bersih, dan santun. 

Annas radiyallahu’anhu pernah bercerita kepada kita. Beliau sedang berjalan dengan Umar radiyallahu’anhu. Lalu ada momen, dimana beliau dengan Umar terpisah dengan tembok/dinding. Umar berbicara kepada dirinya sendiri. Kata Umar, "wallahi, demi Allah wahai anaknya Al Khatab (saat itu beliau sudah menjadi Amirul mukminin), hendaknya engkau bertakwa kepada Allah atau Allah akan mengadzabmu." Dan itu didengar oleh Annas bin Malik. Beliau merendahkan diri dengan menyebut dirinya “anak Al Khatab”. 

🍁 Ucapan Umar yang masyhur “Orang yang paling aku cintai adalah orang yang menyampaikan aib-aibku”. Itu menunjukkan bahwa beliau mencari kebenaran. Beliau memiliki hati yang bersih, sehingga bisa berkata demikian. 

Itulah diantaranya neraca, cerminan amalan hati kita: Lisan yang lembut, dan hati yang bersih. 
 
wallahu a'lam bishshowab 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=MVVXMQZDJuE&list=PLJn69VMQAr8ooaIlHw46ME3gyNhPBmljW&index=12&t=7s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 12
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja




Mutiara Riyadush Shalihin 
*11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja *
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Ayat Ketiga)


🌿 Ayat Ketiga : QS. Ali Imron : 29

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam dada kalian (hatimu) atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

Sebuah fakta yang sangat mahal dan mewah, yang disampaikan oleh Allah. Bukan hanya di satu ayat ini tetapi di beberapa ayat dalam Al Quran, misalnya dalam Surat At Taghabun : 4
"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

Allah mengetahui apa yang ada dalam dada-dada kalian, maksudnya adalah dalam hati kalian. 
“...Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Al Hajj: 46)

🍁 Mengapa ayat ini dimasukkan oleh Imam Nawawi 
Beliau ingin menyampaikan pesan besar, bahwa bagi Allah, sama saja antara yang disembunyaikan dengan diperlihatkan. 
Mau disembunyikan dengan dikemas sehalus apapun, sama saja bagi Allah. Allah tau apa yang kalian sembunyikan dan umumkan. 
Allah mengetahui yang di alam semesta ini.

Pesan besar dan amat mendalam, peringatan yang sangat tegas bagi orang yang tidak ikhlas. Bagi yang mengharapkan wajah selain Allah, mengharapkan pujian dan sanjungan.

Saat memposting atau menyampaikan pesan, saat haji, saat umroh, saat menolong orang, Allah tau apa yang kamu inginkan.
Apresiasi dari makhluk atau hanya mengharap Allah, mengharap panggung dunia ataukah surganya Allah.
Keinginan untuk dipuji itu bisa disembunyikan. Namun, Allah Maha Mengetahui mana yang ikhlas mana dan mana yang mencari pujian atau sanjungan.

🍁 Saat kita mendapatkan kebaikan, balaslah dan berterimakasihlah kepada orang yang memberi kebaikan tersebut. 
Karena dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)
Namun di saat kita yang memberi jangan harapkan itu semua.

🍁 Allah Maha berkuasa dan Maha Mampu atas segala sesuatu.
Al Imam Muhammad bin Soleh Utsaimin, mengatakan, 
"Allah mampu menghukum kalian jika kalian menyembunyikan hal hal yang tidak Allah ridhoi dalam hati kalian." 
Allah mampu menghukum kita saat kita tidak ikhlas, saat kita mengharapkan pujian dari amal soleh yang kita lakukan, 
Allah mampu melakukan segala sesuatu, tapi seringkali Allah tidak hukum kita di detik itu. Karena kebijaksanaan-Nya lah, seringkali Allah menunda hukuman itu. 

Allah memberi waktu kita untuk taubat, membersihkan diri. 
Namun jika tak mau taubat juga, ini istidraj. 
Diulur..dibiarkan, namun setelah itu jika tidak bertaubat, dihukum dengan azab yang besar.

QS At Tariq: 17
"Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar."

أَمْهِلْهُمْ (beri tangguhlah mereka) Yakni menunda azab mereka. 
رُوَيْدًۢا (sebentar) Yakni biarkanlah mereka sebentar saja.


wallahua'lam bishshowab

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=HBHPZ1sB8aQ

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 11
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 08. Cara Menggapai Tujuan




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
08. Cara Menggapai Tujuan
Sebuah Kata Pengantar (Lanjutan)

💠 Setelah Imam Nawawi membuka kata pengantarnya dengan surat Adz Dzariyat: 56, tentang tujuan penciptaan kita. Lalu, bagaimana cara menggapai tujuan tersebut? bagaimana kita bisa beribadah kepada Allah Subahanahu wata’ala?

Beliau mengatakan dalam mukaddimah, bahwa cara yang terbaik adalah mengikuti pilihan hidupnya orang-orang pilihan. 

Dan pilihan yang paling tinggi, paling mendapat petunjuk, paling beradab dan berkarakter adalah sesuai dengan ajaran yang sohih yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad sallalahu'alaihi wasallam. 

Beliaulah pemimpinnya seluruh manusia, yang awal maupun akhir. Beliaulah orang paling mulia di tengah tengah generasi, generasi awal sampai generasi terkahir. 

Ikuti jalan terbaik, dari manusia terbaik, Rasulullah..
Beradablah dan berkarakterlah dengan adab dan karakter Nabi kita, Muhammad sallalahu'alaihi wasallam.
 
💠 Imam Nawawi melanjutkan, 

🌿 ".... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS Al Maidah:2)

🌿 “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

🌿 “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim )

🌿 Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhori & Muslim)
*unta merah adalah simbol kekayaan pada waktu itu. 

Dengan ayat dan hadist-hadist tersebut, beliau ingin memberi pesan bahwa buku ini hadir di tengah-tengah kita untuk saling tolong menolong diantara kita, agar kita semua bisa mengikuti adab dan karakter Nabi kita. 

Buku ini hadir untuk menolong setiap orang yang memerlukan panduan, serta arahan bagaimana beradab dan berkarakter seperti adab dan karakter Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 
Sehingga tercapai tujuan hidup beribadah kepada Allah. 

🌿 "Aku membuat secara ringkas, aku kumpulkan hadist-hadist yang sohih, mencakup semua yang dibutuhkan untuk menjadi jalan seorang hamba menuju akhirat. Dan kita, dengan taufik dari Allah, akan mendapatkan amalan-amalan bathin dan dzahir, amalan2 hati dan dzahir, apa-apa yang harus dilakukan.. 

"dan aku memulai setiap bab dengan menyampaikan ayat-ayat yang berkaitan dengan bab tersebut".
 
🌿 Penutup mukaddimah beliau..
"Dan aku berharap jika buku ini selesai, buku ini bisa menjadi guidance, bisa menjadi panduan bagi orang orang yang mempelajari buku ini untuk berbuat kebaikan demi kebaikan. Panduan beramal soleh, menjadi pintu yang menutup diri kita dari keburukan-keburukan dan dosa-dosa yang menghancurkan. 

"Dan aku meminta kepada saudaraku yang mendapatkan manfaat dari buku ini, untuk mendoakan aku, dan tolong doakan kedua orang tuaku, dan tolong doakan guru-guruku, tolong doakan sahabat sahabatku dan tolong doakan seluruh umat islam."
 
"Hanya kepada Allah aku bertumpu, dan hanya kepada Allah aku serahkan semua urusanku, dan cukuplah Allah sebagai penolongku dan Ia sebaik baik penolong, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, Al 'Aziz, Al Hakim." 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=VaVL6Op8uUc

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 8
MT Al Madani
IG @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 07. Tujuan-Nya Menciptakanmu




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
07. Tujuan-Nya Menciptakanmu
Sebuah Kata Pengantar

💠 Para ulama Ketika menulis buku, mereka akan mulai dengan mukaddimah, kata pengantar. Beliau memberi kata pengantar yang penting buat kita. Maka sejenak mari kita melihat kata pengantar dari beliau. 
 
💠 Beliau memulai mukaddimahnya dengan 4 hal. Lalu setelah 4 hal ini beliau masuk kepada kata pengantar yang menjelaskan gambaran global kitab Ryadhus Shalihin. 
- Basmalah, bismillahirrahmanirrahim
- Hamdalah, beliau puji Allah dengan cukup panjang..
- Bersyahadat
- Bershalawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

💠 Dijelaskan para Ulama, 4 hal ini merupakan kultur mereka, kultur para Ulama dalam menulis kitab. 

Syeikh Usaimi mengatakan, merupakan ijma para ulama untuk memulai dengan keempat hal tersebut. Dan menunjukkan 4 hal ini sangatlah penting dalam hidup kita. Dan dari 4 hal ini yang paling mereka tekankan adalah basmalah.

💠 Mengapa 4 hal itu penting?

🌿 Basmalah 
adalah simbol ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Betapa butuhnya seorang hamba kepada yang Maha Mengetahui, yang Maha Kuat, Ar Rahman, Ar Rahiim. 

Basmalah adalah upaya seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah dalam semua urusannya. Ketika kita mengucapkan bismillah, artinya kita meminta pertolongan kepada Allah.
Karena kata ulama, arti “bi” itu meminta pertolongan kepada Allah, dan agar Allah berkahi kita. 

"Ya Allah, aku meminta pertolongan dan rahmat Engkau dengan menyebut nama Mu yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang."

Menunjukkan kita lemah, ringkih dihadapan Allah. Segala yang kita kerjakan akan berantakan tanpa petolongan dan berkah dari Allah. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib)

Berkah, berarti kebaikan yang bertambah. Berkah berarti membawa kebaikan bagi banyak orang. Beliau, Imam Nawawi, meminta pertolongan Allah dari lubuk hati beliau yang paling dalam, tidak hanya dalam lisan ataupun tulisan. 

🌿 Hamdalah, 
adalah simbol rasa sykur kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Beliau memulai kitab beliau dengan penuh rasa syukur, jikapun ada pujian, tidak ada yang layak mendapat sanjungan melainkan Allah. 
"Kalaupun ada manfaatnya buku ini, maka yang berhak dipuji adalah Allah semata".

🌿 Syahadatain,
Syahadat adalah pintu gerbang masuk agama islam, merupakan kalimat Tauhid. 
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah".
Menekankan bahwa kita hanyalah seorang hamba yang beribadah kepadaNya, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah. 

"dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah".
Lalu bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul utusan Allah. Beliau adalah hamba yang beribadah kepadaNya dan diwaktu yang sama beliau adalah utusan Allah. 
Kita sebagai umat tidak boleh melupakan jasa Nabi kita, diwaktu yang sama kita tidak boleh berlebihan terhadap beliau sehingga mensejajarkan beliau dengan Allah. 

Kita harus beradab, memuliakan Nabi kita sebagai manusia yang paling berjasa kepada kita. Tapi di waktu yang sama, Nabi kita tetaplah seorang hamba sama seperti kita yang beribadah kepada Allah. 

Jadi karya ini adalah bentuk ibadah dan sarana beribadah kepada Allah. 

🌿 Shalawat dan salam kepada Nabi. 

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali”. (HR. Muslim)

Di buku ini, kita akan banyak bertemu Nabi sallallahu 'alaihi wasallah dalam hadist, maka setiap nama Nabi menyapa telinga kita bershalawatlah kepada beliau. 

💠 Setelah 4 hal tersebut, baru beliau menjelaskan gambaran global dari kitab Riyaduhs Shalihin yang intinya bahwa Riyadush Shalihin lahir karena tujuan Allah menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya; untuk menghamba kepadaNya. 

Oleh karenanya beliau memulai mukaddimahnya dengan surat Adz Dzariyat ayat 56:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Maka tujuan kita diciptakan Allah adalah agar kita beribadah kepada Allah. 
Lalu, Allah lanjutkan dalam ayat berikutnya..

“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat: 57)

Disini Allah mengatakan "Dan aku tidak butuh rizki dari kalian, dan aku tidak berharap kalian memberi makan kepadaKu. Kalian beribadah untuk kalian. Bukan untuk Ku." Allah ingin meng-clearkan semuanya.
 
Berbeda dengan makhluk yang ketika meminta seseorang bekerja untuknya, maka itu karena mereka saling membutuhkan. 

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl : 97)

Maka sebuah keharusan dan kewajiban bagi setiap kita manusia untuk benar-benar memperhatikan dan fokus terhadap tugas dan tujuan penciptaanya. Maka kita harus berpaling dari hal-hal urusan dunia yang memecah konsentrasi kita dalam melaksanakan tugas ini. 

Jadi buku ini lahir, beliau tulis karena sebuah hal yang sangat principal: Karena tugas kita sebagai manusia untuk beribadah. 
Buku ini ditulis agar manusia bisa beribadah kepada Allah. Buku ini ditulis sesuai tujuan penciptaan kita, untuk beribadah kepada Allah.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=qxvTRoXoMqI

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 7
MT Al Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Sunday, April 18, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 06. Kunci Keberkahan (Bagian 4)





💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
06. Kunci Keberkahan (Bagian 4)

Kunci Keberkahan Kelima 

💠 Menjaga amalan hati.

Itulah yang membuat beliau bisa menjaga waktunya, bisa kajian hingga 12 kajian dalam sehari, bisa membuat karya karya yang diterima oleh umat.
 
Apa kaitannya?
Sabda Nabi: Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (Qalbu)”
(HR Bukhori dan Muslim)

Jika qalbu kita baik, jasad kita akan baik, kita akan menjaga waktu kita, kita akan semangat sholat, kita akan khusyuk berdzikir, sabar menghadapi masalah kehidupan, kita akan bisa melewati hari-hari ini dengan kesabaran dan keridhoan. 
Dan inilah kunci sukses beliau. 

💠 Hampir semua ulama yang menjelaskan tentang beliau
(Imam Ibnu At Thar, Imam As Suyuti, Imam Ad Dzahabi, Imam Al Yafi’I, Imam Ibnu Farah, Imam Al Lahmi, Muhammad bin Hasan, dan ulama ulama lain) menekankan masalah ini : Hati beliau luar biasa.

Al Imam As Suyuti menjelaskan tentang beliau: 
Beliau selalu muroqobah li a’malil qulub, selalu mengawasi amalan amalan hatinya, mengawasi keikhlasannya, mengawasi cinta dan takutnya kepada Allah, mengawasi sabarnya, takutnya kepada Allah, mengawasi imannya, tauhidnya, tawakkalnya. 
Beliau  memiliki hati yang lembut. Beliau orang yang khusyuk dalam beribadah, sholat, berdzikirnya.. 
Imam Nawawi senantiasa introspeksi hatinya, muhasabah, evaluasi langkah demi langkah, kegiatan demi kegiatannya, sudahkan ikhlas karena Allah..

Ad Dzahabi mengatakan,
Jika terjadi sesuatu pada diri beliau, beliau langsung mengarahkan pada diri beliau sendiri (introspeksi apakah dosa diri, apakah tidak ikhlas).

Ketika mendapat gelar Muhyiddin beliau menolak. 
Beliau ingin menjaga jiwa dan hatinya setiap saat. Beliau tidak tertarik dengan pujian di dunia. Ambisi beliau mencari ridho Allah. Maka Ketika beliau diberi gelar terpuji, beliau khawatir itu akan menyerang keikhlasannya. 

Imam Al Lahmi, menjelaskan bagaimana beliau memiliki hati luar biasa. Beliau mengatakan. Imam Nawawi, jika beliau disakiti oleh orang, dia akan katakan pada orang tersebut, "wahai orang yang diberkahi..". 
Karena beliau yakin bahwa pasti dibalik apapun ada kebaikan. Mungkin kata-katanya kasar, tetapi bukankan jika disikapi dengan bijak pasti ada keberkahan disana. 
Kenapa beliau bisa demikian walaupun disakiti, karena hati beliau terpaut kepada Allah. Allah Maha mendengar dan melihat, Allah melihat dan mendengar bagaimana responku.

Semoga kunci kunci keberkahan beliau bisa kita tadaburi dan renungkan. Agar kita tidak hanya menikmati karya beliau tapi mengetahui rahasia dibalik itu semua. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=Q9J5u9KUiUo

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 6
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Saturday, April 17, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 05. Kunci Keberkahan (Bagian 3)




💎 _*Mutiara Riyadush Shalihin*_ 
*05. Kunci Keberkahan (Bagian 3)*

*Kunci Keberkahan Ketiga* 

💠 Sebagaimana yang dikatakan oleh beliau rahimahullah langsung, kuncinya adalah: *Guru*.
Al Imam An Nawawi mengatakan langsung tentang masalah ini. Tentang pentingnya guru dalam kehidupan kita sebagai penuntut ilmu, seorang muslim, seorang awam, yang ingin mencari jalan yang benar, yang ingin mendekat kepada Allah.

Kata beliau
_*"Sesungguhnya, guru-guru seseorang di dalam ilmu adalah orang tua atau ayah dalam agama"*._ 
Dan ini adalah sebuah kaidah para ulama. 
Ulama mengatakan orang tua dibagi dua: orang tua nasab yaitu orang tua langsung, dan orang tua dalam agama yaitu guru kita. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _‘Sesungguhnya kedudukanku terhadap kalian seperti kedudukan seorang ayah, aku mengajari kalian semua….’_ (HR Abu Daud). 

Guru itu, jembatan yang menyambungkan kita dengan Allah. Tidak bisa orang awam mendekat kepada Allah tanpa guru. Jika ingin diberkahi Allah, kita harus berguru, belajar dengan guru kita. inilah kunci para ulama. 

💠  Imam Nawawi sangat menjaga adab dengan gurunya. Beliau sangat berkhidmat kepada guru. 
Beliau mengatakan, seorang murid diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan guru dan berbuat baik kepada gurunya. Apapun yang kita beri kepada guru kita tidak bisa membalas jasa-jasanya. 
Maka harus dengan doa. Dengan berbuat baik. Doakan di saat sujud, saat tahajud, saat haji, saat mengitari ka’bah, doakan guru guru kita. Lalu berbuat baiklah kepada mereka. Ingat kebaikan-kebaikan mereka, puji mereka ketika tidak dihadapannya, ingat jasa-jasanya, bersyukur dan berterimakasih kepada mereka. Agar keberkahan bersama kita.  
 
💠 Dalam kehidupan Imam Nawawi semenjak awal hingga menjadi ulama besar, jejak langkah beliau tidak pernah luput dari seorang guru.
Dari usia 10 tahun, saat lari diajak main sambil membaca Quran. Syeikh Yasin datang ke gurunya, ke ayahnya, untuk memberi pesan. 

Dibawa ayahnya ke damaskus, beliau bertemu Jamaluddin Abdul Kahfi. Setelah berguru, kemudian beliau diarahkan ke Syeikh AL Imam Tajuddin, seorang ulama besar, mufti Syam, murid Al Izz bin Abdis Salam. 

Imam At Tajuddin lalu mengarahkan beliau ke Al Imam Ishak bin Ahmad Al Maghribi. Beliau cukup lama dengan Imam Ishak Bin Ahmad dan beliau menjadi murid kesayangan beliau. 

Kata imam Nawawi, “aku terus dampingi guruku, dan guruku kagum kepadaku karena beliau melihat betapa semangatnya aku mendampingi beliau, mulazamah kepada beliau. Dan aku tidak suka menghabiskan waktu berkumpul yang tidak bermanfaat dengan kumpulan manusia." 

Imam Nawawi adabnya terhadap guru-gurunya sangat tinggi. Beliau berkhidmat kepada gurunya. Dan guru beliau pun sangat sayang kepadanya. Diataranya Imam Nawawi menyiapkan air di ceret/kendi dibawakan kepada gurunya untuk berwudhu gurunya. 

💠 Maka lihat *jalan hidup Imam An Nawawi selalu diarahkan oleh Ulama*. Disanalah penuh keberkahan. 
Dari situ beliau belajar belajar dan belajar tidak hanya dari ilmu tapi juga dari kehidupan mereka, para guru beliau. 

Contoh salah satu guru beliau, Imam Ibrahim bin Isya. Imam Nawawi mengatakan, beliau belajar dengannya kurang lebih 10 tahun. 
"Dan selama 10 tahun itu aku tidak pernah melihat dari beliau sesuatu yang tidak mengenakkan, yang kasar, dst.. beliau adalah sosok pemaaf dan lapang dada luar biasa. Kebaikannya dengan orang lain, juga rasa sayangnya kepada umat. Sosok yang sangat langka kebaikannya, suka membantu, suka mensupport, aku tidak pernah meliaat orang yang menjaga waktunya sebaik beliau." 

Imam Nawawi melihat sosok hebat guru-gurunya yang baik, lapang dada, memaafkan orang. Mereka semua orang-orang yang rajin beribadah, maka begitupula muridnya. 

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.  

*Kunci Keberkahan Keempat*

💠 Para ulama mengatakan, dibalik karya karya masterpiece, beliaulah sosok yang berusaha *menjaga waktu* beliau semaksimal mungkin. Beliau berusaha menjaga waktu agar tidak terbuang percuma. *Agar waktu selalu digunakan dalam rangka ketaatan kepada Allah*. 

Maka para ulama mengatakan, beliau, Imam An Nawawi, adalah pemimpinnya umat islam dalam ilmu dan amal. Di waktu yang sama beliau gabungkan. Menuntut ilmu luar biasa, ibadahnya pun luar biasa. 
Beliau adalah _Alimul ubad, abidun ulama_, _ulamanya para ahli ibadah, dan ahli ibadahnya para ulama_. 

💠 Beliau pernah bercerita bagaimana beliau menuntut ilmu dan menghabiskan waktu. Kata beliau Ketika beliau belajar di damaskus madrasah rahiyah. 
“Aku menghabiskan waktu dua tahun dan aku tidak pernah meletakkan sisi tubuhku ke atas permukaan tanah..” 

Imam dzahabi: ini adalah sebuah majas untuk menunjukkan bagaimana beliau berjuang dan menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu siang dan malam, beliau tidak sengaja tidur, beliau tidur jika ketiduran. Imam Nawawi, memaksa dirinya belajar-belajar-belajar, tidak tidur kecuali kelelahan yang sangat. 

Beliau membagi waktunya, belajar, baca, research, menulis, mendatangi guru, dan beribadah.  
Para ulama mengatakan, beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktu, baik pagi maupun malam. 

Malam baginya bukan waktu istirahat. Kecuali kelelahan yang sangat, ketiduran. Beliau isi waktu beliau selalu dalam kesibukan dengan ilmu. Sampai sampai kalau beliau pergi ke sebuah tempat, di jalan, pasti beliau sambil membaca atau murojaah hafalan, memegang bukunya. Membaca, mencatat, memurojaah. Mengulang ngulang ingatan beliau, apa yang baru didapatnya tadi. 

💠 Imam Suyuti: beliau adalah sosok yang tidak pernah menyia-nyiakan sedetik sekalipun diluar ketaatan kepada Allah. Tidak membuang waktunya walaupun sesaat, semenit, sejam, untuk sesuatu yang bukan dalam rangka ketaatan kepada Allah. 

Beliau membaca, sholat, dzikir, tadarus, pergi ke guru, saling menasihati, menulis, membaca Al Quran, puasa -- Waktu diatur sedemikian rupa. 

💠 Beliau pernah ditanya tentang waktu tidurnya. 
"Kalau aku sangat lelah, maka aku akan rebahkan diriku ke buku sesaat saja. Lalu aku akan bangkit lagi..". 
Beliau seringkali begadang, dalam rangka belajar dan ibadah.

Banyak Ulama menukilkan hal ini (Imam Suyuti, As Sakhawi, Ibnu At Thar): beliau setiap harinya mengikuti 12 kajian, membaca dihadapan gurunya, 12 pelajaran. Belajar berbagai macam ilmu. 
(Fiqih, Bahasa, Nahwu, Asma Al-rijal, Al Wasith, Al Muhadzab, Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Al Luma', Ushul Fiqih Hadist, dst..)

Tidak hanya 12 kajian, setelah mengaji 12 kajian bukan selesai, beliau Kembali murojaah, diulang lagi, membuat catatan kajian hari tersebut. Membuat keterangan dari kalimat yang pelik, ibarat-ibarat yang rumit, bahasa yang asing, beliau catat. Dan beliau mengamalkan ilmunya. Maka beliau mengalami percepatan yang luar biasa.

*Itulah keberkahan waktu..* 
Beliau bisa mengerjakan aktivitas 2 hari yang padat hanya dalam 1 hari. Beliau masih sempet berkhidmat kepada guru, masih sempat membaca Al Quran, berdzikir, shalawat, menyiapkan air untuk gurunya.. 

💠 Lalu, bagaimana dengan waktu kita?
Benar kata Rasulullah: 
Ada 2 nikmat yang disia siakan - ditelantarkan, dibuang, dilemparkan- oleh banyak manusia: nikmat sehat dan waktu luang.   
Abdullah bin mas’ud: "aku tidak pernah menyesal sebagaimana penyesalanku terhadap sebuah hari yang begitu tiba terbenamnya matahari sedangkan amalku tidak bertambah." 

Hasan al bashri: saya bertemu generasi orang orang yang benar benar menjaga waktunya yang melebihi kalian menjaga hartanya (uangnya). 

Imam Ibnul Qayyim:
Menyia nyiakan waktu, itu lebih bahaya dan lebih fatal daripada kematian. Karena menyia nyiakan waktu akan membuat gagal mendapatkan ridho Allah, dan gagal di akhirat (terpisah dari Allah dan akhirat). Adapun kematian membuat terpisah dengan dunia dan ahli dunia. 

Apa jawaban Allah kepada orang orang yang menyesal di hari kiamat kelak? yang meminta dikembalikan ke dunia saat bicara waktu?

_Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun._ (QS. Fathir : 37)

💠 Allah memberi keberkahan kepada waktu Imam Nawawi, karena beliau berjuang dengan sungguh-sungguh.  

_"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di (Jalan) Kami, Kami akan benar-benar menunjukkan Jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan._ (Q.S al-Ankabut ayat 69)

Allah tidak pernah menyelisihi janji-Nya. Karya Imam Nawawi, hasil dari janji Allah. 
Karya yang hidup hingga ratusan tahun, bahkan ribuan tahun..

bersambung.. 

▪️▪️▪️

_Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri._
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=VqGFjLFYfX4

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 _Catatan Ramadhan 1442 H, Day 5_
_MT Al Madani_

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 04. Kunci Keberkahan (Bagian 2)




💎 _*Mutiara Riyadush Shalihin*_ 
*04. Kunci Keberkahan (Bagian 2)*

*Kunci Keberkahan Kedua*

💠 *Kunci keberkahan kedua setelah taufik dari Allah*

Imam Nawawi memiliki *orang tua, khususnya ayah, yang punya peran besar*.
Ayah beliau orang soleh, rajin beribadah. 

💠 *Peran ayah begitu besar dalam keberkahan seorang anak.* 

Ayah Imam Nawawi rajin beribadah, rajin bertaqarrub kepada Allah. Dan beliau selalu menjaga diri dan keluarganya dari harta haram. Beliau memiliki toko. Beliau tidak mau menjual hal-hal yang haram. Jangankan haram, syubhatpun tak mau. 
Beliau selalu mendukung anaknya, Imam Nawawi (Yahya), selalu mengirim makanan kepada anaknya. Meski anaknya sudah besar, selalu disupport, disupport dan disupport. Sehingga anaknya dapat fokus pada belajar belajar dan belajar. Belajar, membuat karya, belajar, membuat karya.. 
Beliau tidak menyusahkan anaknya. 

💠 Ketika Imam Nawawi di usia 10 tahun, saat tidak mau diajak bermain hanya mau belajar, hanya mau dengan Al Quran hingga menangis, dan dilihat oleh Syeikh Yasin bin Yusuf. Lalu Syaikh Yasin berbicara kepada Ayah Imam Nawawi. 

Semenjak diberi nasihat oleh syeikh Yasin bin Yusuf, beliau begitu bersemangat mendampingi anaknya Yahya (Imam Nawawi kecil) sampai beliau khatam dan hafal Al Quran sebelum baligh. 

*Peran ayah mendampingi anaknya*, bukan hanya memberi uang, lalu berfikir semuanya baik baik saja. Tidak.. 
Memberi nafkah itu hanya satu dari tanggung jawab yang akan ditanya oleh Allah subhanahu wata’ala.

Diriwayatkan Imam Nawawi pun berhaji bersama dengan ayahnya. 
Imam Nawawi saat itu sakit Ketika haji sampai hari Arafah, dan yang mengasuh adalah ayahnya beliau. 

💠 *Peran ayah penting dalam keberkahan seorang anak*.
Oleh karena itu, perhatikan: *Kalau ingin keberkahan di keluarga kita, keberkahan pada anak anak kita, maka ayah harus ada.* Ayah harus mengerti bagaimana mengarahkan keluarganya, anak-anaknya. 

Ayah Imam Nawawi, suka membawa Yahya (Imam Nawawi kecil) ke tokonya. Tetapi, ayahnya tidak menyibukkan beliau untuk membantu jual beli. Hanya membaca Al Quran. 

Beliau diajak untuk melihat bagaimana cara menjual, belajar kehidupan, belajar karakter pembeli, tapi tidak memalingkan anaknya dari Al Quran. Yahya dibawa ke tempat duniawi untuk mengerti hal duniawi, tapi tetap fokus utamanya adalah bagaimana berinteraksi dengan Al Quran. 

Betapa banyak anak jauh dari Al Quran karena ayahnya tidak pernah mengarahkan, anak dibuat sibuk hingga jauh dari Al Quran. Anak diarahkan ke hobi ayahnya, yang lebih banyak tidak bermanfaat. padahal itu akan ditanya oleh Allah.

💠 *Peran ayah sangat penting. Ayah yang mengarahkan, juga mendampingi*.

Ayah Imam Nawawi, beliaulah yang membawa Imam Nawawi dari Nawa ke Damaskus di usia 19 tahun untuk belajar. Disana Imam Nawawi bertemu guru-guru beliau, dan ulama-ulama besar seperti Imam Ishak bin Ahmad, Abdurrahman bin Nuh, beliau bertemu murid murid ibnu Solah dan terus berkembang dan berkembang. 
Berawal dari ayah beliau yang membawanya kesana. 

*Ayah yang mengerti pattern, mengarahkan anaknya.* 
Ayah pakar matematika, ia akan tahu anaknya dibawa kemana untuk menjadi pakar matematika juga, masuk kampus mana. 
Ayah dokter spesialis, ia akan tahu anaknya dibawa ke universitas mana untuk menjadi seorang spesialis.. 

💠 Jika menginginkan keberkahan pada diri anak, maka perkuat basic agamanya. kuatkan imannya, takwanya, aqidahnya. dan itu adalah tanggung jawab ayah. 
Hubungan ayah dengan Allah harus dekat, takwanya ayah kepada Allah harus bagus. Seorang ayah harus terus belajar, terus mengkaji.

💠 Imam Nawawi bisa bertahan di kondisi sangat susah, makan sehari sekali hanya di malam hari. Mungkinkah ayah yang memanjakan bisa mencetak orang seperti demikian? 

Dengan taufik dari Allah, Imam Nawawi sangat mencintai ilmu. Tapi jika tidak disupport ayahnya, kira kira akan menjadi apakah beliau? Jika ayahnya tidak membawanya ke Damaskus, kira kira Yahya menjadi apa? ("udah gak usah belajar jauh jauh, mendingan di toko nih, yang menghasilkan uang" - misalnya)..
Bakat sebesar apapun jika tidak didukung orang tua, akan rusak semuanya. Jika masa kecilnya hancur, mungkin tidak ada karya besar Imam Nawawi.
Semua memang kehendak Allah, tapi itulah ada mata rantainya.. 

💠 Imam Ibnu Qayyim mengatakan, mayoritas anak durhaka itu karena orang tua. Dan orang tuanya akan ditanya oleh Allah subhanahu wata’ala.
Bayi yang lahir ada di atas fitrah. Diantara fitrah mereka adalah mencintai kebenaran. Yang membuat mereka cinta dunia adalah orang tuanya. 

Orang tua berdalih, anaknya berperilaku buruk karena pergaulannya, akhirnya dia terbawa arus. Memang itu betul, akan tetapi serangan arus pergaulan tidak akan masuk ke hatinya jika orang tuanya membangun benteng yang kokoh. Benteng itu bernama iman dan tauhid kepada Allah..

💠 *Penting jangan memberi makan haram.* 
Makan yang baik dan beramal solehlah. Ini dua perintah yang Allah perintahkan dalam Al Mukkminun ayat 51. 

_Allah berfirman, "Wahai para rasul! *Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan*. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._

Ada hubungan antara *makanan halal dengan kualitas dan kuantitas amal ibadah*. Dan ayah Imam Nawawi sangat memperhatikan kedua hal tersebut dengan baik. 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

_Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri._
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=ub79GhZ01NM&t=942s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 _Catatn Ramadhan 1442 H, Day 4_
_MT Al Madani_

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Wednesday, April 14, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 03. Kunci Keberkahan (Bagian 1)




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
03. Kunci Keberkahan (Bagian 1)

💠 Imam An Nawawi adalah salah satu ulama besar, muftinya umat islam. Hujjahnya manusia yang hidup setelah beliau. Rujukan bagi banyak ulama, apapun madzhabnya. 

💠 Imam As Suyuti mengatakan barang siapa mengikuti jejak Imam an Nawawi dengan ikhlas karena Allah dalam Riyadush Shalihin, ia akan bersama orang orang soleh di Riyadush Shalihin, ia akan menjadi orang saleh di sisi Allah subahanahu wata’ala  

Bersyukurlah kepada Allah, minta keistiqomahan kepada Allah untuk menyelami kitab ini dengan izin Allah, semoga Allah memperbaiki iman kita, tauhid kita kepada Allah.. sebagai bahan bakar kita menghadapi hari hari (pandemi) ini.. 

💠 Berbicara sebuah karya tidak mungkin dilepaskan dari sosok di balik karya tersebut. Dibalik Riyadush Shalihin, ada seorang sosok luar biasa, Imam An Nawawi.

Dikatakan oleh Imam Ibnu Fadlillah, Imam An Nawawi merupakan Abidul ulama wa alimul ubad.. Beliau adalah ahli ibadah jika dibandingkan ulama yang lain. Jika dibandingkan dengan ahli ibadah, ahli Quran, ahli tahajud, maka beliaulah ulamanya. 

Dengan durasi hidup hanya 45 tahun, beliau bisa mengubah wajah dunia dengan taufik dari Allah. Sehingga Sebagian ulama memberi gelar beliau Muhyiddin.

Ini semua tentu berawal dari keberkahan yang Allah berikan kepada beliau. 

💠 Imam As Suyuti, mengatakan, hadirnya Imam Nawawi di dunia dalam kehidupan kita, itu membuktikan, tidak sulit bagi Allah untuk mengumpulkan segala macam ilmu dalam diri seorang manusia, segala macam kebaikan dalam sosok seorang manusia..

💠 Bagaimana bisa ada sosok demikian?
Bagaimana beliau bisa menghasilkan karya bermanfaat bagi umat? 
Bukan hanya sekedar karya yang tidak ada yang membaca, hanya booming beberapa bulan, beda generasi sudah tidak dibaca lagi.. 
Karya Imam An Nawawi di tahun 600an saat ini masih dibahas dan dikaji di hampir seluruh masjid masjid saat ini. 

Bagaimana membuat buku yang diterima umat dari abad ke abad, generasi ke generasi, tentu itu tidak mudah. Buku-buku yang beliau tulis, yang semisal dengannya itu banyak. Tapi mengapa umat selalu menjadikan karya-karya beliau yang menjadi rujukan? 
Kuncinya adalah keberkahan.. 

Kunci Keberkahan Pertama

💠 Kunci keberkahan pertama Imam An Nawawi rahimahullah adalah: Taufik dan hidayah (gift) yang Allah berikan kepada beliau. Itulah pemberian dari Allah subhanahu wata'ala. 

Al Imam Ibnu Fadlillah mengatakan, beliau memang diberikan taufik oleh Allah untuk mencintai ilmu. Dan selain diberi taufik, juga dimudahkan oleh Allah untuk mempelajari ilmu. Allah berikan beliau jalan, untuk mendapatkan ilmu. 

💠 Imam An Nawawi memang sosok yang dari kecil berbeda.

Dalam sebuah riwayat, pada saat itu beliau di usia 10 tahun, di kota Nawa. Ada seorang syeikh, Yasin bin Yusuf, melihat An Nawawi kecil, saat itu sedang dipaksa main oleh teman teman sepantarannya. An Nawawi (Yahya bin Syarof) ini diajak main oleh teman temannya dan dipaksa. Dia tidak mau main (maunya membaca Al Qur'an), sehingga dipaksa oleh teman-temannya itu. Lalu dia berusaha melarikan diri dari teman temannya. Dan sambil menangis, ia membaca Al Quran..  
masya Allah

Apakah itu kalau bukan taufik dari Allah.. 

Pemandangan itu yang disaksikan syeikh Yasin bin Yusuf, “aku melihat Yahya kecil demikian, dalam hatiku spontanitas berkata, aku sayang kepada anak ini”

Syeikh Yasin bin Yusuf berkata kembali, 
"maka aku mencari tau tentang anak ini, aku cari guru Al Qurannya." 
Lalu berkata beliau kepada gurunya tsb, “Aku ingin berbicara kepada engkau. Anak ini, insya Allah akan menjadi orang paling alim di dunia pada masanya, paling zuhud dimasanya, dan manusia akan mendapatkan manfaat darinya..”.

Setelah mendatangi gurunya, beliau datangi Syaraf (ayah Imam An Nawawi). Ayah beliau punya toko, Nawawi kecil di toko selalu sibuk dengan Al Quran. 
Beliau menceritakan hal yang sama kepada ayahnya itu. 
"Insya Allah, anak anda akan menjadi ulama yang paling hebat, paling zuhud dan manusia akan mendapat manfaat darinya".

Ayahnya menangkap pesan itu. Maka ayahnya benar-benar menjaga, mengawal, sehingga Imam Nawawi telah menghafalkan Al Quran sebelum beliau baligh. 

💠 Hingga Imam Tajuddin As Syubki mengatakan, 
"rahmat Allah senantiasa diberikan Allah sepanjang hidupnya.. Allah sayangi beliau sepanjang hidup beliau sehingga beliau tetap berjalan di atas ahlussunnah wal jama’ah."

Itulah taufik dan hidayah dari Allah..

💠 Maka pelajaran buat kita.. 
Jangan pernah pesimis dan malas berdoa. Mintalah kepada Allah agar kita diberikan taufik dan kekuatan dari Allah, agar kita dapat mencintai ilmu, minta kepada Allah agar kita bisa mengamalkan ilmu kita di hari-hari ini.. 
Karena ini bukan sebatas karena diri Imam Nawawi, tetapi ini adalah pemberian dari Allah.. 
Dan Dzat yang memberikan itu semua kepada Imam An Nawawi terus ada hingga hari ini.. 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S Al Baqarah : 186)

Allah tidak hanya memberikan (rahmatNya) kepada Yahya bin Syarof semata. Allah menawarkannya juga kepada anda..kepada kita semua.. Maka mintalah kepada Allah.  

'Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian'." (QS Ghafir: 60)

💠 Lalu kenapa sampai Allah menyayangi Imam Nawawi dan Allah selalu memberikan rahmatNya kepada Imam Nawawi? Apa yang beliau lakukan sehingga mendapatkan kasih sayang dan taufik dari Allah? 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=OD60VoQuueY

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Ramadhan 1442 H, Day 3
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125
FB: Majelis Taklim Al-Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 02. Berawal dari Keberkahan




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
02. Berawal dari Keberkahan

💠 Darimana Riyadush Shalihin berasal?
Buku ini berasal dan lahir dari seorang ulama besar. Ulama yang diakui oleh dunia. Beliau bernama Al-Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Murii bin Hasan bin Husain bin Muhammad atau Al Imam An Nawawi Rahimahullahu ta’ala. Ulama yang banyak sekali dipuji dan dikagumi oleh umat dan para ulama besar di seluruh dunia.
Terlalu banyak pujian dari umat kepada beliau.  

Cukuplah kita nukilkan sedikit Pujian dari beberapa Ulama besar tentang beliau.. 

💠 Al Imam Ad Dzahabi mengatakan bahwa beliau adalah Syeikhul islam, Al Imam Al Qudwah, – Seorang Imam besar, teladan bagi kita semua; Az Zahid -- orang yang zuhud ; Al Hafidz, Al Abid -- orang yang rajin beribadah. Al Faqih -- pakar fikih yang luar biasa. Al Mujtahid Ar Rabbani -- beliau adalah mujtahid mutlak, maqom tertinggi dalam ilmu fiqih (level tertinggi dalam ilmu fiqih). Penulis buku buku yang diterima oleh umat dari ujung dunia ke ujung dunia lain.. 

💠 Al Imam Al Yafi’i mengatakan bahwa beliau adalah Syeikhul Islam, Muftil Anam Al Muhadist, Al Mutqin -- beliau adalah syeikhnya umat islam, muftinya seluruh umat islam (pemberi fatwa), seluruh manusia (terlepas apapun madzhabnya). Al Bahru Al Mufiid Al Qaribul Al bait -- Lautan yang manfaatnya dapat dinikmati oleh orang-orang yang dekat dan yang jauh.. 

💠 Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa beliau adalah Al Imam Al ‘Alamah Syeikhul Madzhab -- Guru besar madzhab Syafi’i.. 

Dan terbukti, hingga sampai saat ini kita bisa menikmati karya-karya beliau. Dari tahun 600an hingga 1400an kini kita menikmati ilmu beliau, amalan hati beliau, akhlak beliau. 
Beliau adalah ulama besar yang berasal dari madzhab Syafi’I (Tokoh besar madzhab Syafiiyah) yang sangat layak diambil fatwa-fatwanya.. 

💠 Mengapa kita perlu mengangkat keterangan ulama tentang beliau? 
Karena islam agama kita selalu mengajak kita belajar dari yang terbaik. Mulai dari generasi terbaik. 

QS At Taubah : 100
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah."

Ayat ini tentang Pujian dan ridho Allah kepada yang mengikuti para sahabat. Mengapa? karena merekalah manusia terbaik setelah Nabi dan Rasul. 

"Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (HR Bukhari)

Jika kita berlomba ingin masuk univ ternama, terbaik nomor satu, mengapa tidak kita terapkan juga untuk agama kita? Bagaimana untuk akhirat kita? yang menentukan surga neraka kita, menentukan ketenangan, kebahagiaan kita.. maka belajarlah dari yang terbaik. 
Maka yang terbaik adalah para sahabat, dan para ulama setelahnya. Dan salah satu ulama terbaik, adalah Al Imam An Nawawi. 

💠 Kehidupan dan karya-karya beliau begitu ajaib. Riyadhus Shalihin hanya 1 dari karya beliau, dan salah satu yang terbaik dari segi penyebaran.

Sebagian ulama mengatakan, beliau mewariskan 69 – (ada yang bilang juga 100) kitab. Yang hampir kesemuanya adalah masterpiece (mahakarya)… dan menjadi rujukan dunia hingga saat ini. Mengalahkan jutaan buku yang lain.  

Riyadhus Shalihin – merupakan buku dasar hadist terbaik di dunia, kaidah dasar agama terbaik didunia. Di dalamnya terhimpun intisari petunjuk nabawi yang dibutuhkan seorang muslim untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 

Karya besar lainnya diantaranya Hadist arbain, Raudhatuth Thalibin (1 buku yang berjilid jilid). Al-Majmu` Syarhul Muhadzdzab (buku terbaik di dunia dalam ilmu fiqih jika selesai, namun tidak selesai karena beliau wafat). At-Tibyan fi Adab Hamalah al-Quran, adab menuntut ilmu ahli Quran, dan masih banyak mahakarya beliau lainnya. 

💠 Sebagian ulama ada yang mengatakan, beliau start belajar agama di usia 19 tahun (belum mulai menulis buku). Beliau mulai menulis buku di usia sekitar 30an tahun. Itulah keajaiban. Dan itulah yang dinamakan keberkahan. Dalam waktu yang relatif singkat, beliau dapat menghasilkan berbagai karya masterpiece dunia Islam. 

Hidup beliau berkah hingga hari ini. Semua menikmati karya karyanya. Padahal usia beliau, kurang lebih hanya 45 tahun (631-676 M). Tapi karya dan warisannya luar biasa.. Allahu akbar.. 
Beliau memiliki keberkahan dalam waktu, ilmu, dan usianya. 

💠 Sebagian ulama mengatakan beliau adalah sosok yang sabar dalam menjalani kerasnya hidup. Di banyak fase kehidupannya, beliau bisa hanya makan sehari sekali.. makan hanya dengan roti yang keras dan buah tin. 

💠 Karya karya yang beliau hasilkan dengan taufik Allah, bukan dari kehidupan yang lapang dan mewah.
Beliau  melewati fase fase yang sangat sulit, namun berhasil membuka pintu keberkahan. dan Allah berkahi beliau sehingga menghasilkan karya-karya luar biasa.

Mengetahui cerita tentang beliau adalah salah satu cara untuk membangun moral kita.
Sehingga kita bisa meneladaninya. Karena kunci-kunci tersebut bukan hal yang mustahil untuk kita adaptasi meski level kita tidak seperti beliau.  

💠 Apa kunci kunci beliau sehingga meraih keberkahan ilmu dan waktu?
Apa yang beliau lakukan semasa hidup beliau? 
Bagaimana cara mendapatkan keberkahan tersebut? 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=4AdGaNVQt0c&t=2s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Ramadhan 1442 H, Day 2
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125
FB: Majelis Taklim Al-Madani

Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

💎💎💎

Mutiara Riyadush Shalihin : 01. Karya yang Mengubah Dunia




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
01. Karya yang Mengubah Dunia

Sebuah karya, yang dengan taufik dan hidayah dari Allah, dapat mengubah dunia menjadi lebih baik, menjadi lebih bermartabat, lebih bertauhid, .. 

Sebuah karya, yang berkat taufik dari Allah, karya tersebut diterima oleh umat islam dan mengubah peta dunia. 

Sebuah karya, yang dengan izin Allah karya ini begitu spektakuler. Menjadi masterpiece dalam dunia ilmu. 

Sebuah karya, yang lahir dari rahim kesulitan, kefakiran. karena penulisnya tidaklah kaya, juga tidak berkecukupan. 

Sebuah karya, yang belum pernah ada satu pun ulama yang menjatuhkan karya ini, yang ada hanya memuji, memuji dan mengagumi karya ini. 

Sebuah karya, yang banyak ulama menyatakan bahwa kitab ini menjadi kitab nomor dua di dunia yang paling luas penyebarannya, paling banyak dikaji umat islam, dan dimiliki oleh hampir sebagian besar umat Islam di rumah-rumah mereka. 

Sebuah karya, yang penyebaran dan pengkajiannya hanya kalah dari 1 kitab yang menempati urutan pertama yaitu Kitabullah, Al Qur’an.

Sebuah karya, yang membuat beliau penulisnya rahimahullah, 
dijuluki oleh para ulama seluruh dunia sebagai Muhyiddin, orang yang menghidupkan agama (padahal beliau tidak suka dengan julukan tsb). Seakan akan agama ini sempat mati suri lalu dihidupkan kembali oleh karya-karya beliau. 

Sebuah karya yang tidak hanya bisa kita kagumi, hanya bisa kita lihat dari jauh, hanya bisa kita jadikan obrolan dilisan-lisan kita. Tapi lebih dari itu, karya ini bisa kita pelajari, sehingga keberkahannya sampai kepada diri kita, membawa kita mengupgrade diri dan keimanan kita. 

Karya itu adalah sebuah karya fenomenal, ditulis oleh Al Imam An Nawawi, salah satu ulama bermadzhab Syafi'i. Karya itu adalah Kitab Riyadush shalihin (Taman Orang-Orang Saleh)..

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=hHn8Od5_oqs&t=684s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 1
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125
FB: MT Al-Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.