💎 _*Mutiara Riyadush Shalihin*_
*04. Kunci Keberkahan (Bagian 2)*
*Kunci Keberkahan Kedua*
💠 *Kunci keberkahan kedua setelah taufik dari Allah*
Imam Nawawi memiliki *orang tua, khususnya ayah, yang punya peran besar*.
Ayah beliau orang soleh, rajin beribadah.
💠 *Peran ayah begitu besar dalam keberkahan seorang anak.*
Ayah Imam Nawawi rajin beribadah, rajin bertaqarrub kepada Allah. Dan beliau selalu menjaga diri dan keluarganya dari harta haram. Beliau memiliki toko. Beliau tidak mau menjual hal-hal yang haram. Jangankan haram, syubhatpun tak mau.
Beliau selalu mendukung anaknya, Imam Nawawi (Yahya), selalu mengirim makanan kepada anaknya. Meski anaknya sudah besar, selalu disupport, disupport dan disupport. Sehingga anaknya dapat fokus pada belajar belajar dan belajar. Belajar, membuat karya, belajar, membuat karya..
Beliau tidak menyusahkan anaknya.
💠 Ketika Imam Nawawi di usia 10 tahun, saat tidak mau diajak bermain hanya mau belajar, hanya mau dengan Al Quran hingga menangis, dan dilihat oleh Syeikh Yasin bin Yusuf. Lalu Syaikh Yasin berbicara kepada Ayah Imam Nawawi.
Semenjak diberi nasihat oleh syeikh Yasin bin Yusuf, beliau begitu bersemangat mendampingi anaknya Yahya (Imam Nawawi kecil) sampai beliau khatam dan hafal Al Quran sebelum baligh.
*Peran ayah mendampingi anaknya*, bukan hanya memberi uang, lalu berfikir semuanya baik baik saja. Tidak..
Memberi nafkah itu hanya satu dari tanggung jawab yang akan ditanya oleh Allah subhanahu wata’ala.
Diriwayatkan Imam Nawawi pun berhaji bersama dengan ayahnya.
Imam Nawawi saat itu sakit Ketika haji sampai hari Arafah, dan yang mengasuh adalah ayahnya beliau.
💠 *Peran ayah penting dalam keberkahan seorang anak*.
Oleh karena itu, perhatikan: *Kalau ingin keberkahan di keluarga kita, keberkahan pada anak anak kita, maka ayah harus ada.* Ayah harus mengerti bagaimana mengarahkan keluarganya, anak-anaknya.
Ayah Imam Nawawi, suka membawa Yahya (Imam Nawawi kecil) ke tokonya. Tetapi, ayahnya tidak menyibukkan beliau untuk membantu jual beli. Hanya membaca Al Quran.
Beliau diajak untuk melihat bagaimana cara menjual, belajar kehidupan, belajar karakter pembeli, tapi tidak memalingkan anaknya dari Al Quran. Yahya dibawa ke tempat duniawi untuk mengerti hal duniawi, tapi tetap fokus utamanya adalah bagaimana berinteraksi dengan Al Quran.
Betapa banyak anak jauh dari Al Quran karena ayahnya tidak pernah mengarahkan, anak dibuat sibuk hingga jauh dari Al Quran. Anak diarahkan ke hobi ayahnya, yang lebih banyak tidak bermanfaat. padahal itu akan ditanya oleh Allah.
💠 *Peran ayah sangat penting. Ayah yang mengarahkan, juga mendampingi*.
Ayah Imam Nawawi, beliaulah yang membawa Imam Nawawi dari Nawa ke Damaskus di usia 19 tahun untuk belajar. Disana Imam Nawawi bertemu guru-guru beliau, dan ulama-ulama besar seperti Imam Ishak bin Ahmad, Abdurrahman bin Nuh, beliau bertemu murid murid ibnu Solah dan terus berkembang dan berkembang.
Berawal dari ayah beliau yang membawanya kesana.
*Ayah yang mengerti pattern, mengarahkan anaknya.*
Ayah pakar matematika, ia akan tahu anaknya dibawa kemana untuk menjadi pakar matematika juga, masuk kampus mana.
Ayah dokter spesialis, ia akan tahu anaknya dibawa ke universitas mana untuk menjadi seorang spesialis..
💠 Jika menginginkan keberkahan pada diri anak, maka perkuat basic agamanya. kuatkan imannya, takwanya, aqidahnya. dan itu adalah tanggung jawab ayah.
Hubungan ayah dengan Allah harus dekat, takwanya ayah kepada Allah harus bagus. Seorang ayah harus terus belajar, terus mengkaji.
💠 Imam Nawawi bisa bertahan di kondisi sangat susah, makan sehari sekali hanya di malam hari. Mungkinkah ayah yang memanjakan bisa mencetak orang seperti demikian?
Dengan taufik dari Allah, Imam Nawawi sangat mencintai ilmu. Tapi jika tidak disupport ayahnya, kira kira akan menjadi apakah beliau? Jika ayahnya tidak membawanya ke Damaskus, kira kira Yahya menjadi apa? ("udah gak usah belajar jauh jauh, mendingan di toko nih, yang menghasilkan uang" - misalnya)..
Bakat sebesar apapun jika tidak didukung orang tua, akan rusak semuanya. Jika masa kecilnya hancur, mungkin tidak ada karya besar Imam Nawawi.
Semua memang kehendak Allah, tapi itulah ada mata rantainya..
💠 Imam Ibnu Qayyim mengatakan, mayoritas anak durhaka itu karena orang tua. Dan orang tuanya akan ditanya oleh Allah subhanahu wata’ala.
Bayi yang lahir ada di atas fitrah. Diantara fitrah mereka adalah mencintai kebenaran. Yang membuat mereka cinta dunia adalah orang tuanya.
Orang tua berdalih, anaknya berperilaku buruk karena pergaulannya, akhirnya dia terbawa arus. Memang itu betul, akan tetapi serangan arus pergaulan tidak akan masuk ke hatinya jika orang tuanya membangun benteng yang kokoh. Benteng itu bernama iman dan tauhid kepada Allah..
💠 *Penting jangan memberi makan haram.*
Makan yang baik dan beramal solehlah. Ini dua perintah yang Allah perintahkan dalam Al Mukkminun ayat 51.
_Allah berfirman, "Wahai para rasul! *Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan*. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._
Ada hubungan antara *makanan halal dengan kualitas dan kuantitas amal ibadah*. Dan ayah Imam Nawawi sangat memperhatikan kedua hal tersebut dengan baik.
bersambung..
▪️▪️▪️
_Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri._
▶️ Link Materi Kajian:
https://www.youtube.com/watch?v=ub79GhZ01NM&t=942s
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
💎 _Catatn Ramadhan 1442 H, Day 4_
_MT Al Madani_
💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan.
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.







0 komentar:
Post a Comment