Saturday, April 24, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 12. Neraca Amalan Hati




Mutiara Riyadush Shalihin 
12. Neraca Amalan Hati
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Hadist Pertama)


🌿 Hadist Pertama 🌿

Dari Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (Muttafaqun 'alaih)

Kali ini kita bersama sahabat yang meriwayatkan hadist diatas: Umar Bin Khatab.

🍁 Sosok yang begitu luar biasa. Sosok yang penuh dengan keindahan, penuh dengan mutiara mutiara kehidupan. Sebelum beliau masuk islam saja, beliau sudah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga Nabi kita ingin agar beliau masuk islam secara khusus. Beliau dengan segala kelebihannya, memiliki daya tarik, segala potensi kebaikan itu dilihat oleh Rasulullah. Sehingga meski beliau keras kepada orang islam pada saat itu, pada orang beriman pada saat itu. Nabi berdoa untuk beliau, “Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.” (HR Ibnu Majah).

Padahal beliau masih kafir saat itu, dan keras terhadap orang mukmin. Beliau adalah orang terpandang, dan punya kedudukan, beliau adalah pejabat (Jika diaktualisasikan pada hari ini, seperti menteri luar negri pada hari ini). Beliau keras kepada islam, tapi bukannya dijatuhkan oleh Nabi, didoakan keburukan oleh Nabi, justru didoakan dengan doa diatas. 

Betapa Nabi melihat potensi dan bakat kebaikan Umar Bin Khatab. Doa itu diijabah oleh Allah. Umar pun masuk Islam. Bukan hanya masuk islam, beliau memberi perubahan besar di peta dakwah umat islam pada saat itu. Sampai-sampai sahabat mengatakan, seperti Abdullah bin Mas’ud: “kita senantiasa mulia semenjak masuk islamnya Umar bin Khatab ra”
Dijelaskan oleh Ikrimah, “orang-orang beriman saat itu senantiasa menyembunyikan keislaman mereka, karena jika tidak mereka akan disiksa. Sampai pada akhirnya Umar masuk islam, maka kemudian umat Islam menampilkan keislamannya. Orang Islam berani shalat di Masjidil Haram di sekitar kabah, dan mereka menampakkan keislamannya. Karena Umar shalat disana.”

Pelajaran bagi kita bagaimana menjadi orang yang bermanfaat. Umar tidak hanya membawa perubahan bagi diri sendiri, tapi bagi lingkungan, bagi sahabat sahabat, bagi orang orang kecil, bagi satu kota.

Abdullah bin Masud menyatakan, “masuk islamnya Umar, pembukaan untuk berbagai macam kebaikan dan awal dari penaklukan-penaklukan. Dan hijrahnya Umar adalah kemenangan bagi kita semua. Ketika umar memimpin, rahmat dan kasih sayang Allah untuk kita semua."
Beliau adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Beliau menjabat Khalifah di tahun 13 H. lalu beliau wafat di tahun 23 H. kurang lebih 10 tahun setengah menjabat sebagai khalifah. 

🍁 Rasulullah berkata, ”Seandainya setelahku akan ada lagi nabi, itu adalah Umar Ibn Khathab.” (HR. Ahmad). Tapi tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad. Beliau sosok yang luar biasa. 
Dan kuncinya, dijelaskan pula oleh Nabi, 
"Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq" ("Pemisah"), yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil." (HR. Imam At Tirmidzi). 

Umar memiliki hati dan lisan yang lembut. 
Jadi walaupun saat itu beliau itu keras, bukan karena hati beliau rusak. Tetapi karena beliau saat itu belum mengerti Islam, beliau membela akidah dan keyakinan nenek moyang mereka sebelumnya. Setelah belajar dengan Nabi, jadilah beliau dengan totalitas beliau yang luar biasa. 

🍁 Umar memiliki lisan yang lembut.
Umar pernah mengatakan, “Sayid kami Abu Bakar, membebaskan sayid kami Bilal”. 
Bilal adalah budak, namun dibahasakan sebagai sayid (tuan) oleh Umar. 
Padahal, budak saat itu tidak ada harganya. Namun beliau dimuliakan oleh Umar. Hati yang bersih melahirkan kata-kata yang bersih, dan santun. 

Annas radiyallahu’anhu pernah bercerita kepada kita. Beliau sedang berjalan dengan Umar radiyallahu’anhu. Lalu ada momen, dimana beliau dengan Umar terpisah dengan tembok/dinding. Umar berbicara kepada dirinya sendiri. Kata Umar, "wallahi, demi Allah wahai anaknya Al Khatab (saat itu beliau sudah menjadi Amirul mukminin), hendaknya engkau bertakwa kepada Allah atau Allah akan mengadzabmu." Dan itu didengar oleh Annas bin Malik. Beliau merendahkan diri dengan menyebut dirinya “anak Al Khatab”. 

🍁 Ucapan Umar yang masyhur “Orang yang paling aku cintai adalah orang yang menyampaikan aib-aibku”. Itu menunjukkan bahwa beliau mencari kebenaran. Beliau memiliki hati yang bersih, sehingga bisa berkata demikian. 

Itulah diantaranya neraca, cerminan amalan hati kita: Lisan yang lembut, dan hati yang bersih. 
 
wallahu a'lam bishshowab 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=MVVXMQZDJuE&list=PLJn69VMQAr8ooaIlHw46ME3gyNhPBmljW&index=12&t=7s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 12
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

0 komentar:

Post a Comment