Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Thursday, January 15, 2015

Perjalanan ke Petronas Malaysia Truly Asia (2)

Hari kedua di malaysia, rencananya kami pergi ke petronas dan tempat wisata di sekitarnya untuk mencari oleh-oleh. Karena flightnya jam 4 sore maka kami pun berangkat dari pagi pukul 7 setelah sarapan. Kami menuju stesen PWTC menuju ke KL Sentral. Sebenarnya tujuan kami searah, namun karena saya ingin ke Petronas pagi2 agar tidak kepanasan, makanya jadinya rute MRT nya bolak-balik. Hehe... Kalau searah tujuannya harusnya Pasar Seni - Masjid Jamek - Petronas - KL Sentral -KLIA. Akhirnya kami ke petronas dulu dan sampai pagi2, bahkan mall nya aja belum buka, para SPG masih bersiap untuk membuka lapaknya masing-masing.


Sesampainya di pelataran menara kembar ini, tak disangka saya bertemu dengan teman lama. Dia teman kuliah saya di Universitas Airlangga tapi beda jurusan. Amalia namanya, dia dari Fakultas Ekonomi. Dia sedang tour dengan teman sekantornya dengan naik bus. Sebelumnya dia telah ke Singapura terlebih dahulu. Wah, dunis ternyata sempit yah. Jadi ingat ketika kami dulu sama-sama study tour ke Citeureup Bogor ke pabrik Indocement. Kami ini merupakan mahasiswi-mahasiswi penerima beasiswa indocement. Terima kasih ya Indocement atas support beasiswanya! :)
Kemudian, saya dan suami melanjutkan perjalanan ke masjid Jamek. Masjid yang dibangun tahun 1909 ini merupakan salah satu warisan budaya yang dilindungi UNESCO. Ketika hendak memasuki area masjid, saya kira tertutup untuk umum. Namun ternyata bisa masuk kok. Kami mampir untuk sholat sunnah sebentar dan berfoto. Lokasinya sangat dekat dengan stesen Masjid Jamek.
Setelah dari masjid jamek, kami melanjutkan perjalanan menuju pasar seni (Central Market) untuk mencari oleh-oleh. Lokasinya cukup dekat dari masjid jamek. Kami kesana dengan berjalan kaki kira-kira sepuluh menitan. Di Central Market ini tersedia beragam oleh-oleh mulai dari coklat, cinderamata, makanan khas malaysia, dan berbagai macam kerajinan khas melayu. 
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke KL Sentral untuk menuju KLIA. Dan alhamdulillah kami kembali ke negara tercinta dengan selamat. :)

Tuesday, December 16, 2014

Perjalanan ke Malaka Malaysia Truly Asia (1)

Episode liburan kali ini adalah safar terjauh yang pernah saya jalani. Soalnya saya juga belum pernah umroh ataupun naik haji. Hehee.. Ceritanya ngikut teman-teman kantor pergi ke negara tetangga yaitu malaysia. Yaah, namanya juga liburan murah, masa' mau ke eropa, ya jelas ngga mungkin lah yaa...

Tujuan awal kesini adalah menuju Malaka. Kami baru tiba jumat malam hari, dan setelah itu langsung menuju Hotel Kita yang berlokasi di Chowkit.


Pagi harinya kami mencari sarapan di sekitar jalan di chowkit. Kami memutuskan pergi ke dekat Hotel Seri Pan Pacific, disana ada Bandar Selera (Bahasa Indonesia : Food Court). Hampir kebanyakan penjual disana orang indonesia. Bahkan suami saya sempat ngobrol dengan salah satu penjual yang ternyata berasal dari Kediri. Hehehe



Setelah sarapan, kami pergi menuju Stasiun Chowkit untuk naik MRT menuju KL Sentral. Dari Kl Sentral rencananya kami akan pilih transportasi menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS). TBS ini merupakan terminal bus termasuk bus menuju Malaka tersedia di terminal ini. Terminalnya seperti bandara euy. Sudah ada layar notifikasi besar yang menunjukkan keberangkatan bus-bus dari terminal ini.





Perjalanan ke Malaka sekitar 2 jam dengan biaya RM 10 atau sekitar 30ribu. Di tiket busnya sudah tertera tempat duduk masing-masing penumpang. Dan sekali bus ini berjalan, maka dia tidak akan menaikkan atau menurunkan penumpang kecuali di tempat yang telah disediakan. Jauh ya dengan negara kita. Jalanan yang dilewati hanya tol dan tanpa macet, sehingga kami tertidur hingga tiba di tempat tujuan.




Sampailah kita di terminal Sentral Malaka. Disini tidak sebagus TBS namun cukup rapi dan tertata. Di dalam terminal juga terdapat warung makan dan toko yang menjual baju maupun boneka seperti di kebanyakan terminal. Kami pun memilih bus yang mengantar kami ke daerah Jonker Walk. Biaya bus ini hanya RM 1,5 untuk seorang.



Sebenarnya di daerah ini kebanyakan adalah daerah pecinan dan india. Berjajar toko-toko yang menjual mulai aksesoris, baju, cinderamata, makanan kecil, dll. Setiap malam minggu terdapat pasar malam yang menjual beraneka ragam kuliner. Di sekitar Jonker Walk, terdapat beberapa musium yang bisa kita kunjungi pada siang hari, seperti muzium prangko, muzium Samudera, pintu gerbang santiago, istana kesultanan Melaka, ada juga Mall Dataran Pahlawan. Kalau tidak mau repot jalan kaki, kita bisa menyewa becak hias yang banyak tersedia dengan harga RM 40 untuk berputar-putar selama satu jam.

Christ Church Melaka


Jonker Walk

Masjid Kampung Kling

Jonker Walk

Becak Hias

muzium Samudera

pintu gerbang santiago

Istana Kesultanan Melaka

Dataran Merdeka

Sungai Melaka
Setelah lelah berjalan-jalan sampai sore, kami berpisah dengan rombongan teman-teman karena saya dan suami sudah terlanjur booking hotel Kita untuk dua malam. Kami pun kembali ke Sentral Malaka menggunakan taxi dengan biaya RM 20. Kami kembali naik bis ke TBS dan lanjut naik MRT turun di Stesen PWTC lalu kemudian jalan kaki menuju hotel.

Bersambung...

Tuesday, December 2, 2014

Antara KLIA2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Menengok negeri tetangga sungguh jauh berbeda ketika baru pertama kali mendarat di terminal khusus penerbangan berbiaya rendah salah satu maskapai Air Asia.Walaupun sama-sama untuk penerbangan low cost carrier, tetapi KLIA2 malaysia lebih nyaman dan cerdas dalam pengelolaannya.

Begitu mendarat di KLIA2, tampak begitu banyak belalai-belalai gajah dari besi yang siap menyambung ke pintu pesawat low cost carrier yang tiba. Sesampainya di ruangan pemeriksaan, dibedakan antara penduduk malaysia dan warganegara lain. Penduduk malaysia disediakan jalur tersendiri yang tidak memerlukan pemeriksaan paspor. Adapun untuk warganegara lain, harus melalui pemeriksaan customs setempat dan disediakan jalur tersendiri. Penumpang bahkan tidak perlu membayar airport tax sebagaimana biasanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. :'(

KLIA2 terhubung dengan pusat perbelanjaan dan kafe-kafe di sekitarnya yang disediakan bagi para penumpang sambil menunggu keberangkatan. Tersedia juga duty free area yang diperuntukkan bagi pembeli barang-barang yang tidak terkena cukai.

Dari KLIA2  telah tersedia kereta bandara seharga MYR 17 untuk kereta bandara transit (berhenti di beberapa stasiun) adapun untuk kereta ekspress seharga MYR 35 (langsung menuju tujuan) yang menuju ke KL Central.  

Pada saat saya disana, pas saat jam 12 siang. Ketika waktu dhuhur, terdapat pemberitahuan dari pihak informasi bandara bahwa telah tiba waktu dhuhur. Masya Allah, kalau di Indonesia, adzan hanya  terdengar dari speaker masjid. Pantas saja negara ini lebih mendapat keberkahan karena penduduknya sangat mengindahkan perintah Allah SWT. Ketika saya mengunjungi musholla/surau di KLIA2, sungguh bersih dan nyaman digunakan untuk ibadah. Sungguh negeri ini walaupun dulu tertinggal jauh dari Indonesia, sekarang sudah bisa membenahi diri. Bahkan sekarang jauh meninggalkan Indonesia yang masih sibuk dengan kemiskinan, korupsi, isu agama, syiah, pengangguran, buruh, dan banyak permasalahan yang harus diselesaikan pemimpin negeri ini.