Wednesday, April 14, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 03. Kunci Keberkahan (Bagian 1)




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
03. Kunci Keberkahan (Bagian 1)

💠 Imam An Nawawi adalah salah satu ulama besar, muftinya umat islam. Hujjahnya manusia yang hidup setelah beliau. Rujukan bagi banyak ulama, apapun madzhabnya. 

💠 Imam As Suyuti mengatakan barang siapa mengikuti jejak Imam an Nawawi dengan ikhlas karena Allah dalam Riyadush Shalihin, ia akan bersama orang orang soleh di Riyadush Shalihin, ia akan menjadi orang saleh di sisi Allah subahanahu wata’ala  

Bersyukurlah kepada Allah, minta keistiqomahan kepada Allah untuk menyelami kitab ini dengan izin Allah, semoga Allah memperbaiki iman kita, tauhid kita kepada Allah.. sebagai bahan bakar kita menghadapi hari hari (pandemi) ini.. 

💠 Berbicara sebuah karya tidak mungkin dilepaskan dari sosok di balik karya tersebut. Dibalik Riyadush Shalihin, ada seorang sosok luar biasa, Imam An Nawawi.

Dikatakan oleh Imam Ibnu Fadlillah, Imam An Nawawi merupakan Abidul ulama wa alimul ubad.. Beliau adalah ahli ibadah jika dibandingkan ulama yang lain. Jika dibandingkan dengan ahli ibadah, ahli Quran, ahli tahajud, maka beliaulah ulamanya. 

Dengan durasi hidup hanya 45 tahun, beliau bisa mengubah wajah dunia dengan taufik dari Allah. Sehingga Sebagian ulama memberi gelar beliau Muhyiddin.

Ini semua tentu berawal dari keberkahan yang Allah berikan kepada beliau. 

💠 Imam As Suyuti, mengatakan, hadirnya Imam Nawawi di dunia dalam kehidupan kita, itu membuktikan, tidak sulit bagi Allah untuk mengumpulkan segala macam ilmu dalam diri seorang manusia, segala macam kebaikan dalam sosok seorang manusia..

💠 Bagaimana bisa ada sosok demikian?
Bagaimana beliau bisa menghasilkan karya bermanfaat bagi umat? 
Bukan hanya sekedar karya yang tidak ada yang membaca, hanya booming beberapa bulan, beda generasi sudah tidak dibaca lagi.. 
Karya Imam An Nawawi di tahun 600an saat ini masih dibahas dan dikaji di hampir seluruh masjid masjid saat ini. 

Bagaimana membuat buku yang diterima umat dari abad ke abad, generasi ke generasi, tentu itu tidak mudah. Buku-buku yang beliau tulis, yang semisal dengannya itu banyak. Tapi mengapa umat selalu menjadikan karya-karya beliau yang menjadi rujukan? 
Kuncinya adalah keberkahan.. 

Kunci Keberkahan Pertama

💠 Kunci keberkahan pertama Imam An Nawawi rahimahullah adalah: Taufik dan hidayah (gift) yang Allah berikan kepada beliau. Itulah pemberian dari Allah subhanahu wata'ala. 

Al Imam Ibnu Fadlillah mengatakan, beliau memang diberikan taufik oleh Allah untuk mencintai ilmu. Dan selain diberi taufik, juga dimudahkan oleh Allah untuk mempelajari ilmu. Allah berikan beliau jalan, untuk mendapatkan ilmu. 

💠 Imam An Nawawi memang sosok yang dari kecil berbeda.

Dalam sebuah riwayat, pada saat itu beliau di usia 10 tahun, di kota Nawa. Ada seorang syeikh, Yasin bin Yusuf, melihat An Nawawi kecil, saat itu sedang dipaksa main oleh teman teman sepantarannya. An Nawawi (Yahya bin Syarof) ini diajak main oleh teman temannya dan dipaksa. Dia tidak mau main (maunya membaca Al Qur'an), sehingga dipaksa oleh teman-temannya itu. Lalu dia berusaha melarikan diri dari teman temannya. Dan sambil menangis, ia membaca Al Quran..  
masya Allah

Apakah itu kalau bukan taufik dari Allah.. 

Pemandangan itu yang disaksikan syeikh Yasin bin Yusuf, “aku melihat Yahya kecil demikian, dalam hatiku spontanitas berkata, aku sayang kepada anak ini”

Syeikh Yasin bin Yusuf berkata kembali, 
"maka aku mencari tau tentang anak ini, aku cari guru Al Qurannya." 
Lalu berkata beliau kepada gurunya tsb, “Aku ingin berbicara kepada engkau. Anak ini, insya Allah akan menjadi orang paling alim di dunia pada masanya, paling zuhud dimasanya, dan manusia akan mendapatkan manfaat darinya..”.

Setelah mendatangi gurunya, beliau datangi Syaraf (ayah Imam An Nawawi). Ayah beliau punya toko, Nawawi kecil di toko selalu sibuk dengan Al Quran. 
Beliau menceritakan hal yang sama kepada ayahnya itu. 
"Insya Allah, anak anda akan menjadi ulama yang paling hebat, paling zuhud dan manusia akan mendapat manfaat darinya".

Ayahnya menangkap pesan itu. Maka ayahnya benar-benar menjaga, mengawal, sehingga Imam Nawawi telah menghafalkan Al Quran sebelum beliau baligh. 

💠 Hingga Imam Tajuddin As Syubki mengatakan, 
"rahmat Allah senantiasa diberikan Allah sepanjang hidupnya.. Allah sayangi beliau sepanjang hidup beliau sehingga beliau tetap berjalan di atas ahlussunnah wal jama’ah."

Itulah taufik dan hidayah dari Allah..

💠 Maka pelajaran buat kita.. 
Jangan pernah pesimis dan malas berdoa. Mintalah kepada Allah agar kita diberikan taufik dan kekuatan dari Allah, agar kita dapat mencintai ilmu, minta kepada Allah agar kita bisa mengamalkan ilmu kita di hari-hari ini.. 
Karena ini bukan sebatas karena diri Imam Nawawi, tetapi ini adalah pemberian dari Allah.. 
Dan Dzat yang memberikan itu semua kepada Imam An Nawawi terus ada hingga hari ini.. 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S Al Baqarah : 186)

Allah tidak hanya memberikan (rahmatNya) kepada Yahya bin Syarof semata. Allah menawarkannya juga kepada anda..kepada kita semua.. Maka mintalah kepada Allah.  

'Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian'." (QS Ghafir: 60)

💠 Lalu kenapa sampai Allah menyayangi Imam Nawawi dan Allah selalu memberikan rahmatNya kepada Imam Nawawi? Apa yang beliau lakukan sehingga mendapatkan kasih sayang dan taufik dari Allah? 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=OD60VoQuueY

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Ramadhan 1442 H, Day 3
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125
FB: Majelis Taklim Al-Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

0 komentar:

Post a Comment