Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Monday, September 9, 2013

Waspada Tanda Anak Lambat Bicara

Perkembangan bahasa anak tumbuh dalam tingkat yang berbeda, tetapi kebanyakan mengikuti batasan waktu secara umum. Jika anak belum menunjukkan perkembangan komunikasi dalam rata-rata anak seusianya, sebaiknya segera meminta pendapat dokter. Itulah yang diungkapkan dalam situs Baby Center.

Hal ini mungkin tidak mengapa, namun jika anak mengalami keterlambatan dalam beberapa cara, mengenali dan mengatasi masalah secara dini menjadi sangat penting untuk perkembangan bahasanya dan kemampuan kognitif lain dalam jangka panjang.

Perlu diingat bahwa batasan perkembangan bahasa menjadi sangat luas, dan mungkin anak akan mengalami beberapa hambatan kecil dalam perjalanan mempelajarinya. Sebagai contoh, anak mungkin akan mengulang beberapa kata diantara kalimat sebagai cara untuk mencari perhatian sebagaimana dia akan mengutarakan pikirannya. Hal ini berbeda dengan "gagap" dalam mengungkapkan kata-kata.

Perlu diingat juga jika bayi terlahir prematur, perkembangannya mungkin tidak sama dengan bayi seusianya dalam hitungan minggu atau bulan. Bayi prematur biasanya akan mengejar ketinggalannya pada usia 2 tahunan.


Kapan butuh bantuan

Sebagaimana aturan umum, percaya pada insting. Jika terdapat sesuatu yang salah, bertanyalah tentang hal tersebut. Bisa dengan browsing maupun meminta pendapat dokter. Setelah semua dilakukan, bunda yang paling mengerti yang terbaik pada anak. Tanda yang harus diwaspadai dan perlu untuk bertanya pada dokter jika anak menunjukkan hal-hal berikut.  

Usia 12 bulan:
  • Tidak mengatakan "mama" atau "dada"
  • Tidak menggunakan gerakan seperti melambaikan tangan, menggeleng, atau menunjuk
  • Tidak berlatih menggunakan beberapa huruf konsonan (misal, seperti p atau b)
  • Tidak mengerti dan memahami kata seperti "tidak" dan "da-da" (*bye-bye)
  • Tidak menunjuk hal-hal menarik seperti burung atau pesawat di angkasa
  • Tidak mengucapkan kata tunggal antara usia 12 dan 15 bulan
  • Tidak mengoceh seolah-olah berbicara
Usia 18 bulan:
  • Tidak menunjuk ke setidaknya satu bagian tubuh ketika ditanya
  • Tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan Anda ketika dia membutuhkan bantuan dengan sesuatu atau menunjuk apa yang dia inginkan
  • Tidak mengatakan setidaknya 6 kata
Antara 19 dan 24 bulan:
  • Tidak memiliki kosakata yang berkembang pesat (sekitar satu kata baru untuk seminggu)
Usia 24 bulan:
  • Tidak merespon petunjuk sederhana
  • Tidak berpura-pura bermain dengan boneka sendiri (seperti menyikat rambutnya atau memberi makan bonekanya)
  • Tidak meniru tindakan atau kata-kata orang lain
  • Tidak dapat menunjukkan gambar yang disebutkan dalam buku
  • Tidak dapat menggabung dua kata bersama-sama
  • Tidak tahu fungsi benda rumah tangga biasa (seperti sikat gigi atau garpu)
Usia 25 bulan:
  • Tidak menggunakan dua sampai empat kata kalimat sederhana
  • Tidak bisa menyebutkan nama beberapa bagian tubuh 
  • Memiliki kesulitan menyelesaikan sajak lagu
  • Tidak mengajukan pertanyaan sederhana
Usia 30 bulan:
  • Tidak dapat dipahami oleh siapapun dalam anggota keluarganya
Usia 36 bulan:
  • Tidak menggunakan kata ganti (saya, kamu, aku)
  • Seringkali tidak dapat dipahami oleh kebanyakan orang lain
Usia 3 tahun:
  • Tidak dapat berbicara dalam frasa singkat
  • Tidak dapat memahami instruksi singkat
  • Tidak memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan anak-anak lain
  • Sulit terpisah dari orang tua
  • Jika berbicara tidak jelas
  • Masih sering gagap (sebenarnya memiliki kesulitan  dalam bersuara atau mengucapkan kata) dan menampilkan wajah meringis
Usia 4 tahun:
  • Belum menguasai konsonan yang paling tunggal
  • Tidak memahami konsep "sama" dan "berbeda"
  • Tidak menggunakan kata ganti "aku" dan "kamu" dengan baik

Monday, April 15, 2013

Saat Yang Tepat Memperkenalkan Susu UHT

Susu UHT (diambil dari laman http://dunia-anak.net/dunia-anak-susu-uht.html)

Menginjak usia satu tahun Khalila, kini dia mendapat sebutan baru "toddler" :D. Pada saat-saat inilah si kecil mulai aktif dan mengembangkan inderanya. Mulai dari dompet, toples, buku, pensil, tidak lepas dari jajahan pengamatannya. Saya pun mulai belajar lagi untuk menstimulasi perkembangannya sebaik mungkin, mulai dari kebutuhan fisik dan segala ikutannya.

Mulai berpikir untuk memberikan susu UHT kepada Khalila, dengan mempertimbangkan kehamilan kedua saya yang juga sudah membesar. Selama ini sih, ASI hanya saya berikan saat malam saja. Mulai deh, searching artikel saat yang tepat memberikan susu cair untuk si kecil.

Dikutip dari Baby Center "Susu sapi: Kapan dan bagaimana memulainya?"

Banyak alasan untuk menunda pemberian susu UHT hingga bayi berusia setahun.  Bayi tidak dapat mencerna susu sapi dengan sempurna atau mudah seperti ASI atau susu formula. Susu sapi mengandung protein dan mineral tinggi dimana kondisi ginjal bayi belum sempurna sepenuhnya. Sebagai tambahan, susu sapi tidak mengandung cukup kandungan zat besi, vitamin C dan nutrisi lain untuk bayi. Hal itu apat menyebabkan kekurangan zat besi pada beberapa bayi, serta protein susu sapi dapat mengiritasi saluran pencernaan bayi. Pada akhirnya, susu sapi tidak mengandung lemak yang sehat untuk tumbuh kembang bayi.

Setelah kondisi pencernaan anak siap untuk menerima, susu menjadi bagian yang penting dari pola makannya. Susu mengandung banyak kalsium yang membangun tulang dan gigi yang kuat dan membantu mengatur pembekuan darah dan kontrol otot. Susu merupakan salah satu sumber vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dan sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Hampir semua susu diperkaya dengan vitamin D.

Susu juga mengandung protein untuk pertumbuhan, serta karbohidrat, yang memberikan anak energi yang dibutuhkan sepanjang hari. Jika anak mendapat cukup kalsiumnya, terbukti anak akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

Seberapa banyak kebutuhan susu balita?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan anak-anak akan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D jika mereka minum 16 sampai 20 ons (2 sampai 2,5 cangkir) susu sapi per hari. Hal ini untuk anak berusia satu tahun.

Jangan menawarkan lebih dari 3 cangkir susu sehari atau anak akan tidak memiliki ruang untuk makanan lain yang dibutuhkannya. Jika balita masih haus, bisa diberikan air putih untuk penggantinya.

Dapatkah bunda memberikan susu rendah lemak (reduced-fat-milk) atau bebas lemak (fat-free)?

Dalam kebanyakan kasus, belum bisa. American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu untuk balita berusia 1 tahun. Balita dalam usia ini membutuhkan kandungan lemak yang tinggi dari susu untuk menjaga berat badan normal dan membantu tubuh menyerap vitamin A dan D. Susu tanpa lemak mengandung konsentrasi tinggi protein dan mineral untuk usia balita. Setelah balita berusia dua tahun, bunda dapat memutuskan untuk beralih ke susu rendah lemak asalkan anak tumbuh dengan baik.

Terdapat pengecualian jika bunda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, atau memiliki riwayat keluarga obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dokter anak dapat merekomendasikan memberikan susu rendah lemak (2 persen) setelah usia setahun.

Balita anda tidak ingin mencoba susu sapi?

Beberapa balita mungkin dengan mudah menerima susu sapi. Namun karena rasa susu memiliki tekstur yang berbeda, rasa, bahkan suhu dibandingkan dengan ASI, beberapa anak enggan untuk beralih dari ASI.

Jika hal tersebut terjadi pada balita anda, cobalah untuk mencampur ASI dengan sedikit susu formula pada awalnya (Misalkan, satu bagian susu dan tiga bagian ASI Perah). Kemudian geser rasio perlahan sampai anak minum susu 100 persen. Hal ini berlaku juga untuk menyajikan susu pada suhu ruang.

Memenuhi persyaratan minimum sebanyak 2 cangkir susu menjadi tantangan jika balita anda tidak menyukai susu. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapatkan nutrisi susu ke pola makan balita, antara lain, menambahkannya dalam sereal, memberinya yogurt, keju, puding, custard untuk makanan ringan. Bisa juga dengan memberikan makanan yang mengandung banyak susu seperti cream sup, casserole dengan saus susu, dll.

Berdasarkan omong-omong dengan beberapa teman, ada yang merekomendasikan susu UHT merk Greenfields yang katanya paling baik. Greenfields ini ada dua jenis UHT dan pasteurisasi. Namun, selama ini sih, kalau susah nyari greenfields ya beli UHT Ultramilk yang selalu tersedia di Alfamart atau Indomaret. Hehe... Apapun susunya, yang penting balita kita sehat dan aktif. :)
Semoga bermanfaat...


Monday, February 18, 2013

Resep MPASI Umbi Bit

Kemarin baru coba-coba resep bikinan sendiri dan Khalila ternyata doyan.. Tapi ga sempat foto si bubur umbi bit nih... :D

Bahan:
Umbi Bit
Oatmeal Bungkus Biru
Pisang potong kecil2
Susu (ASIP/Sufor)

Cara membuat:
1. Kupas, cuci bersih kemudian blender/haluskan umbi bit
2. Tambahkan potongan pisang
3. Tambah sedikit air dan masak hingga mengental
4. Terakhir masukkan oatmeal dan masak hingga oatmeal matang.
5. Siap disajikan.


Thursday, December 13, 2012

NASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA PADA ANAKNYA BERANGKAT DEWASA

Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran

Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinan

Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman

Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan

Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi


Taufiq Ismail
April, 1965

Tuesday, July 31, 2012

Tips Mendapatkan Bayi Laki-Laki Atau Perempuan


Menurut dr UF Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital (BWCH), sebenarnya kelamin janin sudah terbentuk pada minggu ke-3 atau hari ke 21 setelah masa konsepsi. Kemudian, alat kelamin janin akan terus berkembang, dan umumnya pada minggu ke-21 kelamin sudah sempurna, ujarnya. Namun, menurut dr Bagazi, akurasi USG dalam memperlihatkan jenis kelamin bayi akan lebih optimal pada saat menginjak usia kehamilan 28 minggu atau sekitar 7 bulan. Mungkin, karena itulah ada mitos yang menyebutkan pantang bagi wanita hamil untuk membeli pernak-pernik bayi sebelum usia 7 bulan. Menurut dr. Bagazi juga, sebenarnya tidak ada faktor-faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi jenis kelamin janin. Meski demikian, ada sejumlah kiat yang dapat diusahakan pasangan yang menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu, seperti :
  1. Sistem kalender Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu : 1. Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang. 2. Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20. 
  2. Metode lendir serviks Dalam metode ini dinilai sifat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah pada saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan-pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur. 
  3. Intervensi/inseminasi Memilih menggunakan cara ini, berarti Anda akan membutuhkan bantuan dokter. Istilah yang cukup populer dalam merencanakan jenis kelamin dengan intervensi adalah inseminasi. Dokter akan mengambil komponen sperma suami. Bila ingin anak laki-laki, maka komponen sperma yang diambil adalah yang kemungkinan akan menjadi anak laki laki. Kemudian, sperma yang telah dipilih itu disuntikkan ke dalam rahim istri, begitupun sebaliknya bila menginginkan bayi perempuan. Meskipun pada banyak kasus cara ini cukup berhasil, tetap saja kegagalan dapat terjadi. 
  4. Bayi tabung Anda dapat menggunakan sistem Pre-implantation Genetic Diagnostic (PGD). Cara ini cenderung lebih aman, karena dapat melakukan diagnostik mengenai faktor-faktor kemungkinan adanya kelainan pada janin dan bagi ibu yang berisiko. Setelah itu, barulah dilakukan screening. Selain dapat lebih memastikan jenis kelamin janin, juga dapat memungkinkan terhindar dari berbagai kelainan. Di Indonesia, program bayi tabung dilakukan menggunakan sperma suami, dan melalui rahim istri. Sehingga, bayi yang akan dilahirkan benar-benar anak kandung dari pasangan yang bersangkutan. Program bayi tabung dapat diikuti oleh siapapun, terutama bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak. Seperti kita ketahui, setiap kali ejakulasi, laki-laki normal mengeluarkan sperma 2 sampai 5 semprotan. Dalam durasi tersebut, sperma yang dihasilkan sekitar 2 sampai 5 cc. Sperma yang normal tiap cc mengandung 60 200 juta spermatozoa. Jadi setiap seorang laki-laki mengalami ejakulasi, 120 sampai 1 milyar sperma telah dikeluarkan dari tubuhnya. Adapun sperma itu sendiri mempunyai dua gen yaitu, Androsperma yang juga disebut gen Y dan Gynosperma yang bisa kita sebut sebagai gen X. Gen Y adalah gen yang memungkinkan kita seorang ibu mengandung anak perempuan, sedangkan gen X adalah sebaliknya. Jika suami dan istri sama-sama dominan gen X nya maka kemungkinan besar, keduanya akan mempunyai anak perempuan. Tapi jika sang ayah dominan gen Y dan sang ibu gen X maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan adalah laki-laki. Ciri-ciri spermatozoa: Androsperma, membawa gen Y: - Bergerak lebih lambat. - Lebih mampu bertahan hidup lebih lama (berumur rata-rata kira-kira 2 sampai 3 hari). - Lebih tahan dalam suasana asam. - Tidak tahan dalam suasana basa. - Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih ringan. Gynosperma, membawa gen X:- Bergerak lebih gesit. - Hidup lebih singkat (berumur rata-rata kira-kira hanya 1 hari saja) - Tidak tahan dalam suasana asam. - Lebih tahan dalam suasana basa. - Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih berat. Tabel dibawah ini juga akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan. Akurasi dari tabel dibawah telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya. Tabel ini diambil dari Royal Tomb dekat Peking, China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking . UMUR ISTRI (TAHUN) 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 
Keterangan : P = Perempuan L = Laki-laki Penjelasan : Anda dapat memilih musim atau bulan yang Anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel di atas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel di atas Anda akan dapat memilih waktu kapan harus berhubungan menurut jenis kelamin anak yang diinginkan. Jadi Anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan. Contoh singkat : Jika istri berusia 27th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel di atas, bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel di atas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi. 
Keterangan : Ahli - ahli genetika China telah meneliti dan menyajikan kembali tabel ini setelah terkubur lama di Royal Tomb selama 700 tahun yang lalu. Tentu saja pilihan-pilihan di atas ditujukan bagi pasangan yang tidak mempunyai masalah dengan sistem reproduksinya. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, manusia boleh berusaha, tapi Tuhan juga yang menentukan. 

Sumber: Berbagai sumber