Menginjak usia satu tahun Khalila, kini dia mendapat sebutan baru "toddler" :D. Pada saat-saat inilah si kecil mulai aktif dan mengembangkan inderanya. Mulai dari dompet, toples, buku, pensil, tidak lepas dari jajahan pengamatannya. Saya pun mulai belajar lagi untuk menstimulasi perkembangannya sebaik mungkin, mulai dari kebutuhan fisik dan segala ikutannya.
Mulai berpikir untuk memberikan susu UHT kepada Khalila, dengan mempertimbangkan kehamilan kedua saya yang juga sudah membesar. Selama ini sih, ASI hanya saya berikan saat malam saja. Mulai deh, searching artikel saat yang tepat memberikan susu cair untuk si kecil.
Dikutip dari Baby Center "Susu sapi: Kapan dan bagaimana memulainya?"
Banyak alasan untuk menunda pemberian susu UHT hingga bayi berusia setahun. Bayi tidak dapat mencerna susu sapi dengan sempurna atau mudah seperti ASI atau susu formula. Susu sapi mengandung protein dan mineral tinggi dimana kondisi ginjal bayi belum sempurna sepenuhnya. Sebagai tambahan, susu sapi tidak mengandung cukup kandungan zat besi, vitamin C dan nutrisi lain untuk bayi. Hal itu apat menyebabkan kekurangan zat besi pada beberapa bayi, serta protein susu sapi dapat mengiritasi saluran pencernaan bayi. Pada akhirnya, susu sapi tidak mengandung lemak yang sehat untuk tumbuh kembang bayi.
Setelah kondisi pencernaan anak siap untuk menerima, susu menjadi bagian yang penting dari pola makannya. Susu mengandung banyak kalsium yang membangun tulang dan gigi yang kuat dan membantu mengatur pembekuan darah dan kontrol otot. Susu merupakan salah satu sumber vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dan sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Hampir semua susu diperkaya dengan vitamin D.
Susu juga mengandung protein untuk pertumbuhan, serta karbohidrat, yang memberikan anak energi yang dibutuhkan sepanjang hari. Jika anak mendapat cukup kalsiumnya, terbukti anak akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.
Seberapa banyak kebutuhan susu balita?
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan anak-anak akan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D jika mereka minum 16 sampai 20 ons (2 sampai 2,5 cangkir) susu sapi per hari. Hal ini untuk anak berusia satu tahun.
Jangan menawarkan lebih dari 3 cangkir susu sehari atau anak akan tidak memiliki ruang untuk makanan lain yang dibutuhkannya. Jika balita masih haus, bisa diberikan air putih untuk penggantinya.
Dapatkah bunda memberikan susu rendah lemak (reduced-fat-milk) atau bebas lemak (fat-free)?
Dalam kebanyakan kasus, belum bisa. American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu untuk balita berusia 1 tahun. Balita dalam usia ini membutuhkan kandungan lemak yang tinggi dari susu untuk menjaga berat badan normal dan membantu tubuh menyerap vitamin A dan D. Susu tanpa lemak mengandung konsentrasi tinggi protein dan mineral untuk usia balita. Setelah balita berusia dua tahun, bunda dapat memutuskan untuk beralih ke susu rendah lemak asalkan anak tumbuh dengan baik.
Terdapat pengecualian jika bunda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, atau memiliki riwayat keluarga obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dokter anak dapat merekomendasikan memberikan susu rendah lemak (2 persen) setelah usia setahun.
Balita anda tidak ingin mencoba susu sapi?
Beberapa balita mungkin dengan mudah menerima susu sapi. Namun karena rasa susu memiliki tekstur yang berbeda, rasa, bahkan suhu dibandingkan dengan ASI, beberapa anak enggan untuk beralih dari ASI.
Jika hal tersebut terjadi pada balita anda, cobalah untuk mencampur ASI dengan sedikit susu formula pada awalnya (Misalkan, satu bagian susu dan tiga bagian ASI Perah). Kemudian geser rasio perlahan sampai anak minum susu 100 persen. Hal ini berlaku juga untuk menyajikan susu pada suhu ruang.
Memenuhi persyaratan minimum sebanyak 2 cangkir susu menjadi tantangan jika balita anda tidak menyukai susu. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapatkan nutrisi susu ke pola makan balita, antara lain, menambahkannya dalam sereal, memberinya yogurt, keju, puding, custard untuk makanan ringan. Bisa juga dengan memberikan makanan yang mengandung banyak susu seperti cream sup, casserole dengan saus susu, dll.
Berdasarkan omong-omong dengan beberapa teman, ada yang merekomendasikan susu UHT merk Greenfields yang katanya paling baik. Greenfields ini ada dua jenis UHT dan pasteurisasi. Namun, selama ini sih, kalau susah nyari greenfields ya beli UHT Ultramilk yang selalu tersedia di Alfamart atau Indomaret. Hehe... Apapun susunya, yang penting balita kita sehat dan aktif. :)
Semoga bermanfaat...











