Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Tuesday, December 16, 2014

Perjalanan ke Malaka Malaysia Truly Asia (1)

Episode liburan kali ini adalah safar terjauh yang pernah saya jalani. Soalnya saya juga belum pernah umroh ataupun naik haji. Hehee.. Ceritanya ngikut teman-teman kantor pergi ke negara tetangga yaitu malaysia. Yaah, namanya juga liburan murah, masa' mau ke eropa, ya jelas ngga mungkin lah yaa...

Tujuan awal kesini adalah menuju Malaka. Kami baru tiba jumat malam hari, dan setelah itu langsung menuju Hotel Kita yang berlokasi di Chowkit.


Pagi harinya kami mencari sarapan di sekitar jalan di chowkit. Kami memutuskan pergi ke dekat Hotel Seri Pan Pacific, disana ada Bandar Selera (Bahasa Indonesia : Food Court). Hampir kebanyakan penjual disana orang indonesia. Bahkan suami saya sempat ngobrol dengan salah satu penjual yang ternyata berasal dari Kediri. Hehehe



Setelah sarapan, kami pergi menuju Stasiun Chowkit untuk naik MRT menuju KL Sentral. Dari Kl Sentral rencananya kami akan pilih transportasi menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS). TBS ini merupakan terminal bus termasuk bus menuju Malaka tersedia di terminal ini. Terminalnya seperti bandara euy. Sudah ada layar notifikasi besar yang menunjukkan keberangkatan bus-bus dari terminal ini.





Perjalanan ke Malaka sekitar 2 jam dengan biaya RM 10 atau sekitar 30ribu. Di tiket busnya sudah tertera tempat duduk masing-masing penumpang. Dan sekali bus ini berjalan, maka dia tidak akan menaikkan atau menurunkan penumpang kecuali di tempat yang telah disediakan. Jauh ya dengan negara kita. Jalanan yang dilewati hanya tol dan tanpa macet, sehingga kami tertidur hingga tiba di tempat tujuan.




Sampailah kita di terminal Sentral Malaka. Disini tidak sebagus TBS namun cukup rapi dan tertata. Di dalam terminal juga terdapat warung makan dan toko yang menjual baju maupun boneka seperti di kebanyakan terminal. Kami pun memilih bus yang mengantar kami ke daerah Jonker Walk. Biaya bus ini hanya RM 1,5 untuk seorang.



Sebenarnya di daerah ini kebanyakan adalah daerah pecinan dan india. Berjajar toko-toko yang menjual mulai aksesoris, baju, cinderamata, makanan kecil, dll. Setiap malam minggu terdapat pasar malam yang menjual beraneka ragam kuliner. Di sekitar Jonker Walk, terdapat beberapa musium yang bisa kita kunjungi pada siang hari, seperti muzium prangko, muzium Samudera, pintu gerbang santiago, istana kesultanan Melaka, ada juga Mall Dataran Pahlawan. Kalau tidak mau repot jalan kaki, kita bisa menyewa becak hias yang banyak tersedia dengan harga RM 40 untuk berputar-putar selama satu jam.

Christ Church Melaka


Jonker Walk

Masjid Kampung Kling

Jonker Walk

Becak Hias

muzium Samudera

pintu gerbang santiago

Istana Kesultanan Melaka

Dataran Merdeka

Sungai Melaka
Setelah lelah berjalan-jalan sampai sore, kami berpisah dengan rombongan teman-teman karena saya dan suami sudah terlanjur booking hotel Kita untuk dua malam. Kami pun kembali ke Sentral Malaka menggunakan taxi dengan biaya RM 20. Kami kembali naik bis ke TBS dan lanjut naik MRT turun di Stesen PWTC lalu kemudian jalan kaki menuju hotel.

Bersambung...

Tuesday, December 2, 2014

Antara KLIA2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Menengok negeri tetangga sungguh jauh berbeda ketika baru pertama kali mendarat di terminal khusus penerbangan berbiaya rendah salah satu maskapai Air Asia.Walaupun sama-sama untuk penerbangan low cost carrier, tetapi KLIA2 malaysia lebih nyaman dan cerdas dalam pengelolaannya.

Begitu mendarat di KLIA2, tampak begitu banyak belalai-belalai gajah dari besi yang siap menyambung ke pintu pesawat low cost carrier yang tiba. Sesampainya di ruangan pemeriksaan, dibedakan antara penduduk malaysia dan warganegara lain. Penduduk malaysia disediakan jalur tersendiri yang tidak memerlukan pemeriksaan paspor. Adapun untuk warganegara lain, harus melalui pemeriksaan customs setempat dan disediakan jalur tersendiri. Penumpang bahkan tidak perlu membayar airport tax sebagaimana biasanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. :'(

KLIA2 terhubung dengan pusat perbelanjaan dan kafe-kafe di sekitarnya yang disediakan bagi para penumpang sambil menunggu keberangkatan. Tersedia juga duty free area yang diperuntukkan bagi pembeli barang-barang yang tidak terkena cukai.

Dari KLIA2  telah tersedia kereta bandara seharga MYR 17 untuk kereta bandara transit (berhenti di beberapa stasiun) adapun untuk kereta ekspress seharga MYR 35 (langsung menuju tujuan) yang menuju ke KL Central.  

Pada saat saya disana, pas saat jam 12 siang. Ketika waktu dhuhur, terdapat pemberitahuan dari pihak informasi bandara bahwa telah tiba waktu dhuhur. Masya Allah, kalau di Indonesia, adzan hanya  terdengar dari speaker masjid. Pantas saja negara ini lebih mendapat keberkahan karena penduduknya sangat mengindahkan perintah Allah SWT. Ketika saya mengunjungi musholla/surau di KLIA2, sungguh bersih dan nyaman digunakan untuk ibadah. Sungguh negeri ini walaupun dulu tertinggal jauh dari Indonesia, sekarang sudah bisa membenahi diri. Bahkan sekarang jauh meninggalkan Indonesia yang masih sibuk dengan kemiskinan, korupsi, isu agama, syiah, pengangguran, buruh, dan banyak permasalahan yang harus diselesaikan pemimpin negeri ini.

Wednesday, November 26, 2014

Pak JK Boleh Saja Memberikan Wacana, tapi...


Wah, sudah lama sekali saya tidak pernah menulis di media ini. Terakhir kali sejak saya masih belum menikah. Hingga akhirnya saya sudah mempunyai dua bocah lucu yang menghilangkan kepenatan dari aktivitas sehari-hari.

Sampai akhirnya saya membaca timeline di beberapa surat kabar bahwa Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan wacana untuk mengurangi jam kerja perempuan pekerja. Saya seorang perempuan pekerja juga diantara sekian banyak perempuan yang setiap pagi harus rela meninggalkan anak-anak di rumah untuk membantu suami mencari nafkah.
Wacana tersebut memang sungguh inovatif dan mungkin kebijakan yang populer disamping kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan Bapak Presiden kita Jokowi. Mungkin pemerintah sedang mengalihkan isu kenaikan harga BBM dengan memberikan wacana ini. Tapi sungguh ini adalah politik yang mengkaburkan kebijakan naiknya BBM yang disorot banyak lawan politik beliau-beliau.

Kembali ke permasalahan pengurangan jam kerja perempuan selama 2 jam. Ternyata hal ini adalah kabar gembira bagi para perempuan pekerja yang ada di seantero Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa kemacetan jakarta mengurangi intensitas pertemuan kami dengan buah hati di ruman. Ada yang angkatan 73 (Kementerian kelautan yang dipimpin bu susi masuk kantor jam 7 pulang jam 3), angkatan 84 ( masuk kantor jam 8 pulang jam 4 sore), ada juga yang angkatan 96 (masuk kantor jam 9 pulang kantor jam 6). Semuanya itu belum meperhitungkan perjalanan dari rumah ke kantor yang bisa memakan waktu 1-2 jam perjalanan apalagi bagi para kaum urban yang tinggal di pinggiran kota Jakarta (Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor). Setelah dikurangi jam perjalanan dari rumah menuju kantor kembali ke rumah, waktu yang tersisa mungkin sekitar 3-5 jam waktu aktif (waktu dimana anak-anak terbangun). Bahkan pernah ramai di media sosial si “dinda” yang berangkat kerja jam 5 pagi dari Bogor demi untuk mendapatkan kursi di Commuter line.

Alhamdulillah wacana yang dilontarkan pak JK ditanggapi positif beberapa Kementerian. Bahkan Kemenpan akan membicarakan hal ini dengan komisi terkait di DPR. Kalau seandainya diterima dan ditetapkan menjadi satu kebijakan, mungkin ini hanya solusi sementara permasalahan perempuan pekerja di Indonesia. Para perempuan sebenarnya tidak perlu menyingsingkan lengan untuk membantu suami mencari nafkah seandainya daya beli masyarakat kita tinggi. Masalahnya adalah harga kebutuhan pokok yang semakin lama semakin tinggi menuntut para perempuan untuk bekerja.

Pekerjaan yang dilakukan perempuan pekerja saat ini terhitung sama akibat aliran feminisme yang menyamakan kedudukan pria dan perempuan di lingkungan kerja. Tidak sedikit perempuan yang menjadi pejabat atau direktur, yang menduduki peran penting di suatu institusi. Apakah pengurangan waktu kerja juga akan mengurangi beban kerja di kantor? Apakah juga akan berdampak pada penghasilan para perempuan? Wacana ini membutuhkan kajian yang komprehensif. Tidak hanya membuat satu kebijakan yang harus dilaksanakan para pemimpin baik institusi swasta maupun dalam negeri. Semoga para pengambil kebijakan di negeri ini bisa bijak menentukan akan dibawa kemana wacana ini .

Seandainya daya beli masyarakat indonesia tinggi, dan rata-rata keluarga indonesia telah berkecukupan secara finansial, maka cukup kepala rumah tangga saja yang bekerja keluar rumah. Sehingga kebijakan pengurangan jam kerja tidak dibutuhkan. Hal inilah yang harus dipikirkan pemerintah dalam jangka panjang. Mungkin dengan kesadaran sendiri, para perempuan pekerja akan meninggalkan karir demi mengasuh buha hati di rumah. Dan dari sinilah pemuda-pemudi yang dibesarkan dengan kasih sayang ibu akan besar dan berguna bagi lingkungan. Sehingga moralitas para anak dan remaja bisa dididik dengan baik. Generasi muda tumbuh menjadi orang-orang yang positif dan berakhlaq baik. Sehingga apabila mereka dewasa akan memberikan sumbangsih yang berguna bagi nusa bangsa.

Pada akhirnya, saya hanya bisa menunggu apakah wacana yang digulirkan ini akan terlaksana atau hanya menjadi sekedar wacana yang merupakan impian kecil para perempuan pekerja. :)

Wednesday, June 18, 2014

Review Pigeon Breastpump Silent Electric

Pigeon Silent Electric menemani saat Dinas Luar Kantor di Bali

Pada awal memberikan ASIP, saya mendapat kado ini dari teman-teman kantor. *thank you to KLE'ers :*
Saya mulai memompa sejak Khalila usia satu minggu. Karena baru awal, hasil pompa saya cuma sedikit. Hal ini juga dipengaruhi umur bayi yang masih seminggu sehingga produksi ASI masih sedikit. Jadi ingat penjelasan suster bahwa lambung bayi baru lahir itu sebesar kelereng, makin lama menjadi sebesar bola tenis dan semakin lama berkembang menurut usianya. Oleh karena itu, bayi baru lahir bisa bertahan selama 3 hari tanpa mendapat asupan asi karena masih membawa nutrisi pada saat di dalam janin dan lambungnya masih sebesar kelereng.

Akhirnya saya beralih ke pompa manual sampai dengan usia khalila setahun. Tetapi lama kelamaan capek juga kalau pakai pompa manual. Saya memcoba kembali memompa dengan menggunakan pigeon silent electric. Mulai dari mencoba menyamankan diri sebleum memompa, akhirnya saya juga berhasil memproduksi asi melimpah. Padahal sebenarnya karena kebutuhan ASI si anak yang juga sudah banyak. Kelebihannya tangan tidak capek karena setelah usia setahun, pumping menggunakan pompa elektrik lebih menghemat tenaga. hahaha..

Tapi sayang, kekurangannya adalah bawaan cooler bag menjadi berat karena harus membawa mesin pompanya. Dan muncullah ide, mesin pompa saya tinggal di kantor saja. Pada saat pulang ke rumah saya hanya membawa botol ASI dan plastik corongnya, sementara mesin pompanya saya tinggal di kantor. Hehee... Lumayan menghemat bawaan dan simple. Apalagi setelah dikurangi mesin pompa, sparepart yang harus dibawa pulang jadi terhitung sedikit. Yeay, lancar dah acara pumping...

Tuesday, June 10, 2014

Kirim ASIP lewat cargo saat Dinas Luar Kota

Kejadian ini bermula saat saya ditugaskan kantor untuk ke bali beberapa waktu lalu. Cadangan asip yang sekarang menipis membuat khawatir dengan perjalanan dinas ini. Maka saya mulai mencari jasa pengiriman asip, baik cargo, maupun ekspedisi yang bisa mengirimkan asip ini. 

Beberapa nama cargo pesawat udara memang tersedia namun tidak mencantumkan pengiriman asip. Kebetulan salah satu teman merekomendasikan mencari cargo yang sampai pada hari tersebut. Sehingga saya mulai menelepon beberapa kargo. Ada yang menolak mengirimkan asip sampai akhirnya saya menghubungi salah satu kargo yaitu PT Suryagita Nusaraya. Kargo ini bersedia mengirimkan asip sampai pada hari yang sama.

Sesampainya di bali, saya segera menuju daerah kargo di bandara Ngurah Rai Bali. Ternyata kargo tersebut mau menerima ASIP saya namun ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu ASI dikemas atau dipacking menggunakan kayu. Sebelumnya saya diantar ke petugas screening untuk memastikan bahwa ASIP saya tidak melewati mesin X-Ray yang bisa merusak nutrisi ASIP. Pengecekan hanya untuk memastikan bahwa barang kiriman tersebut adalah ASIP. Kargo SN sering melakukan pengiriman obat-obatan maupun vaksin sehingga prosedur tersebut memang harus dilewati.

Biaya pengiriman ASIP dari denpasar ke jakarta adalah 129ribu rupiah. Pengiriman hanya sampai di terminal kargo bandara Soekarno Hatta. Sehingga suami saya harus mengambil malam itu juga jam 22 malam ke daerah kargo. Padahal saya kirimnya jam 3 sore di bandara ngurah rai bali.

PT Suryagita Nusaraya juga ada di Jakarta, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Yogyakarta, Palu, Makassar, Tarakan, Surabaya, Gorontalo, Kupang, Mataram.

Pastikan bunda langsung ke daerah kargo di bandara untuk mengirimkan ASIP secara cepat. Khawatirnya sih, kalau ke cabangnya, barang tidak segera diproses.


Tuesday, February 4, 2014

Rujak Cingur Surabaya



Agak susah mencari makanan yang berasa asli daerah di jakarta. Mungkin karena di jakarta terdiri dari berbagai macam kultur orang yang notabene ada yang suka manis, asin, pedas, dll. Seperti saat kemarin hamil anak kedua Rasyid, saya ngidam rujak cingur surabaya. Jadilah saya mulai mencari rekomendasi makan rujak cingur enak di jakarta. Tapi ternyata susah dijangkau, karena kebanyakan buka di malam hari. Seperti di kemayoran dan cawang tempat langganan suami.

Melihat ada penanda rujak cingur surabaya di dekat Santa Ursula jadi membuat saya dan suami mengikuti petunjuk arah tersebut, eh ternyata cingurnya diganti daging sodara-sodara. Alhasil, rujak cingur yang cukup mahal itu 25rb tidak memuaskan hati.

Sekarang sudah menemukan penjual rujak cingur lokasinya di Waroeng Hangout Kencana Loka Blok J5 No 8 (Dekat Granada Square sektor 12), tepatnya di depan Les Cendekia... "Rujak Cingur Cak Pri" menyediakan makanan khas jawa timur seperti rawon, tahu campur, nasi pecel, soto ayam kampung koya, nasi rames, dll. Tempatnya instagrammable kalau malam hari, rasa asli jawa timur. Dan yang penting harganya murah.

Keep Calm and Eat Rujak Cingur :)

Monday, January 20, 2014

Tips Singkat Langkah Mudah Memperkenalkan Toilet Training

Pada usia mulai satu tahun, seorang balita sudah siap untuk diperkenalkan pada proses toilet training. Kebanyakan orang tua mulai menganggap toilet training sebagai salah satu proses tumbuh kembang anaknya, yang berarti sejak saat toilet training dimulai, proses mengganti popok akan segera berakhir. Tetapi hanya sedikit orang tua yang menyiapkan akan seberapa lama proses toilet training dilakukan. 

Beberapa anak bisa menguasai proses toilet training dalam beberapa hari, namun pada anak lain dapat memakan waktu hingga beberapa bulan. Secara umum, semakin muda usia anak untuk memulai toilet training maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan. Pada umumnya, seorang anak akan mampu atau siap melakukan toilet training pada umur 18 bulan ke atas.

Orang tua dan anak memiliki kesempatan lebih untuk sukses dalam toilet training jika orang tua memahami unsur pelatihan dan pendekatan yang tepat dalam proses pengenalan toilet training. Dikutip dari Baby Center, berikut tips dasar memperkenalkan toilet training pada anak:
  1. Menilai kesiapan anak dan tentunya orang tua. 
  2. Membeli peralatan yang tepat
  3. Membuat toilet training sebagai suatu rutinitas
  4. Memberi contoh pada anak
  5. Menjelaskan proses toilet training
  6. Membantu mengembangkan kebiasaan/habit
  7. Menyiapkan beberapa celana dalam latihan /training pants
  8. Membantu anak melakukan cara duduk perlahan
  9. Mengenalkan latihan toilet training di malam hari
  10. Yeay : You're done!

Mesin Jahit Janome RE1312

Ilustrasi dari ilmumesinjahit.com
Setelah sekian lama absen nulis, sekarang mulai lagi deh pemirsa. Berhubung hobi lama yang baru muncul lagi yaitu menjahit sedang mode ON. Hihi...

Jadi ceritanya kemarin merengek ke suami minta dibeliin mesin jahit. Padahal terakhir kali jahit baju barbie pas dulu masih SD. Hahaa... Sebenarnya udah bisa membuat pola beneran dan jahit menjahit sejak SMP. Pada waktu itu sih pelajaran menjahit jadi salah satu pelajaran keterampilan ya. Jadinya saya sudah tahu dasar-dasar membuat pola dsb.


Setelah menimbang-nimbang melalui browsing dan menelusur forum-forum mencari beberapa merek mesin jahit yang direkomendasikan, akhirnya memutuskan untuk membeli mesin jahit Janome RE1312. Dan ternyata banyak sekali merek mesin jahit mulai dari Singer, Brother, Elna, Janome, Juki, Toyota, Jaguar, Yamata, Messina, dll. Tapi ternyata di jakarta pilihan toko mesin jahit hanya ada di beberapa tempat. Salah satunya di perniagaan raya (toko tiga), pangeran jayakarta (aneka mesin jahit), dan ada beberapa lagi yang pilihan barangnya cuma sedikit seperti galeri mesin jahit di jalan utan panjang kemayoran yang agak susah dicari.

Saya memutuskan untuk membeli di aneka mesin jahit. Beuh, ternyata banyak bener pilihannya. Padahal tadinya menimbang untuk melihat Janome LR1122 tapi kemudian dijelaskan panjang lebar oleh penjualnya beralih pilihan ke Janome RE1312 dengan harga 1,9juta. Murce yak... :D 

Janome RE1312 ini sih termasuk mesin jahit untuk pemula dengan 10 model jahitan. Tapi sudah bisa untuk jahit bahan kaos. Tapi setelah saya coba untuk jahit bahan kaos kok kurang rapi ya hasilnya. Mungkin coba cari tutorial cara jahit bahan kaos dulu deh. Hehe.. Jadi sementara ini bereksperimen dulu dengan kain katun. Terima kasih untuk donatur alias suamiku tercintaah :*

Happy sewing yah!