![]() |
| Pigeon Silent Electric menemani saat Dinas Luar Kantor di Bali |
Pada awal memberikan ASIP, saya mendapat kado ini dari teman-teman kantor. *thank you to KLE'ers :*
Saya mulai memompa sejak Khalila usia satu minggu. Karena baru awal, hasil pompa saya cuma sedikit. Hal ini juga dipengaruhi umur bayi yang masih seminggu sehingga produksi ASI masih sedikit. Jadi ingat penjelasan suster bahwa lambung bayi baru lahir itu sebesar kelereng, makin lama menjadi sebesar bola tenis dan semakin lama berkembang menurut usianya. Oleh karena itu, bayi baru lahir bisa bertahan selama 3 hari tanpa mendapat asupan asi karena masih membawa nutrisi pada saat di dalam janin dan lambungnya masih sebesar kelereng.
Akhirnya saya beralih ke pompa manual sampai dengan usia khalila setahun. Tetapi lama kelamaan capek juga kalau pakai pompa manual. Saya memcoba kembali memompa dengan menggunakan pigeon silent electric. Mulai dari mencoba menyamankan diri sebleum memompa, akhirnya saya juga berhasil memproduksi asi melimpah. Padahal sebenarnya karena kebutuhan ASI si anak yang juga sudah banyak. Kelebihannya tangan tidak capek karena setelah usia setahun, pumping menggunakan pompa elektrik lebih menghemat tenaga. hahaha..
Tapi sayang, kekurangannya adalah bawaan cooler bag menjadi berat karena harus membawa mesin pompanya. Dan muncullah ide, mesin pompa saya tinggal di kantor saja. Pada saat pulang ke rumah saya hanya membawa botol ASI dan plastik corongnya, sementara mesin pompanya saya tinggal di kantor. Hehee... Lumayan menghemat bawaan dan simple. Apalagi setelah dikurangi mesin pompa, sparepart yang harus dibawa pulang jadi terhitung sedikit. Yeay, lancar dah acara pumping...











