Seseorang yang sesuai dengan apa yang Allah harapkan.
Ditujukan untuk setiap muslim. Fardhu ain. Bukan Fardhu kifayah.
Karena sesungguhnya manusia akan dihisab satu per satu.
Maka dari itu bebannya ada pada setiap muslim.
Kita sebagai seorang muslim pasti sering meminta kepada Allah. Misalnya meminta anak. Ketika sudah memiliki anak, kita juga berdoa agar anak2 kita menjadi generasi rabbani.
Menurut Al Imam Ibnu Jarir ath-Thabari dalam kitab tafsirnya Jami' al-Bayan an Ta'wil Ayi al-Qur'an,
Generasi Rabbani mempunyai karakteristik:
1. Alim, berilmu, berwawasan (mutsaqqoh)
Dalam diri orang lain, terlihat bergitu besar keinginannya untuk belajar. Online. Selalu rindu majelis ilmu. Tidak terhalang oleh situasi yang membatasi dirinya. Dalam kondisi apapun selalu diingat2 untuk mencari ilmu. Dari sejak lahir sampai kita kembali bertemu lagi dengan Allah SWT.
Ilmu yang dimaksud adalah Ilmu Khusus (ilmu Allah) dan Ilmu Umum. Ilmu umum, diharapkan setiap muslim memiliki satu spesialisasi. Ilmu seperti ini bisa ditempuh dengan jalan kuliah, sekolah tinggi, dsb.Kalau tidak kuliah, bisa berlatih secara otodidak atau mandiri sehingga dia bisa dikatakan sebagai ahli.Seperti saat ini di Youtube, banyak muncul ahli2 misalnya ahli memasak, ahli tanaman hias, dll.
2. Faqih.
Faqih berarti memiliki pemahaman Islam yang baik. Memahami prinsip-prinsip dasar Islam seperti aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Aqidah contohnya tathayur, masih suka kabar burung ga, misalnya ada burung prenjak menandakan kedatangan tamu. Orang menguasai halal dan haram. Menjadi rujukan bagi masyarakat sekitarnya untuk bertanya sampai pada hal-hal yang detail.
3. Al Basirah bis siyasah. Mengerti Politik. Punya pengetahuan tentang politik. Apapun yg menyangkut kepentingan bangsa dan negara.
Generasi Rabbani adalah mereka yang peka terhadap kondisi rakyat dan negaranya. Mereka tidak hanya faqih dan ‘alim, namun juga memiliki kesadaran berpolitik yang baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa mereka benar-benar peduli dan kontributif terhadap bangsanya, dalam semua bidang.
4. Al Basirah Bit Tadbir. Melek manajemen.
Generasi Rabbani teratur dalam segala urusannya. Karena memahami ilmu manajemen dan senantiasa mengamalkannya. Mereka bukan hanya manajer yang pandai mengatur. Melainkan juga pelaksana lapangan yang handal dalam mengeksekusi setiap peluang.
5. Amanah, mampu menjalankan semua urusan umat. Tidak sibuk dengan dirinya sendiri. Hatinya lapang dan terbuka untuk menampung urusan banyak orang. Melainkan juga sibuk untuk menyebarkan kebaikan untuk umat.
Senada dengan mufasirrin generasi awal ini, pendiri Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan al-Banna mendefinisikan generasi Rabbani sebagai, “Pribadi yang membentuk diri agar menjadi insan kamil yang mempunyai aqidah sejahtera, ibadah yang sahih, akhlak yang mantap, pikiran yang berasaskan ilmu, tubuh yang kuat, hidup yang berdikari, diri yang berjihad, masa yang dihargai, tugas yang tersusun dan senantiasa memberi manfaat kepada orang lain.”
Senada dengan mufasirrin generasi awal ini, pendiri Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan al-Banna mendefinisikan generasi Rabbani sebagai, “Pribadi yang membentuk diri agar menjadi insan kamil yang mempunyai aqidah sejahtera, ibadah yang sahih, akhlak yang mantap, pikiran yang berasaskan ilmu, tubuh yang kuat, hidup yang berdikari, diri yang berjihad, masa yang dihargai, tugas yang tersusun dan senantiasa memberi manfaat kepada orang lain.”










