Makna Al Wala Wal Bara
Wala : secara istilah artinya loyal atau kesesuaian sikap antara sang hamba dengan sang Khalik untuk mencintai islam. Apa-apa yang dicintai Allah kita menunjukkan sikap setia. Selaraas dengan definisi taqwa, mengikuti semua printah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Bara : secara bahasa maknanya menjauh atau belepas diri. Secara istilah membenci apa2 yang dibenci oleh Allah. Menunjukkan sikap ketidaksukaan kita terhadap apa-apa yang Allah tidak suka tau benci yang membuat Allah Murka kepada manusia.
Gambarannya?
Sikap ini tercermin jelas pada diri Rasulullah SAW. Karena Rasulullah SAW adalah suri teladan yang baik. Kita harus ittiba, mengikuti apa2 yang ada pada diri Rasulullah SAW.
Sebentar lagi Isra Miraj, mendekati syaban. Bulan ini juga adalah tahun dimana Rasulullah SAW mengalami kesedihan. pada saat itu di bulan rajab meninggal istrinya kemudian pamannya. Padahal dua orang ini memiliki peran besar dalam dakwah rasulullah. Paman rasulullah adalah penjamin, selagi ada beliau aman. Kalau tidak ada Abu Thalib, sudah berbagai cara digencarkan kaum quraisy menghalangi rasulullah, sedangkan Khadijah menyokong dengan harta untuk dakwahnya Rasulullah SAW. Maka dikenal dengan anhusun atau anhusni atau tahun kesedihan.
Yang membuat Rasulullah bertambah kesediahnnya, kaum kafir quraisy melancarkan berbagai upaya untuk menghalangi dakwah Rasulullah SAW. Keloyalan Rasulullah sedang diuji, sikap loyal atau wala akan berujung pada harapan. Orang yang selalu ounya harapan adalah orang yang selalu punya aktivitas. Rasulullah SAW terus beraktifitas, menambah strategi agar dakwah islam terus menyebar. Hal ini cerminan sikap wara Rasulullah.
Padahal dakwah sedang stagnan. Hal yang dilakukan Rasulullah:
1. Mencari lahan baru atau ekspansi dakwah ke Negeri Thaif. Rasulullah berharap bertambah pengikut, menyebarknya islam. Namun jauh dari harapan, Rasulullah dilempari apa saja yang dipegang penduduk thaif, sampai Rasulullah SAW berdarah2. Rasulullah saat itu lari dan beristirahat di kebun Anggur. Disitu Rasulullah diberi harapan, Rasulullah berdakwah kepada sekelompok kaum jin. Allah menawarkan Rasulullah untuk memberikan laknat kepada negeri thaif, namun rasullah berdoa agar Thaif menjadi negeri yang muncul ahli jihad.
2. Pada saat bulan haji, sebelum sampai ke Mekkah, Abu Jahal mencoba menebarkan hoaks, menyebut Rasulullah orang yang tidak waras. Akhirnya kabilah2 yang didakwahi tidak berhasil.
Rasulullah dakwah secara door to door. Rasul mengangkat Abu Bakar sebagai konsultan politik. Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Itulah sikap wala Rasulullah, dengan kondisi yang tidak nyaman, namun Rasulullah terus memperjuangkan, setia kepada Islam dan Allah dengan terus berdakwah.
Contoh bentuk wala kita sebagai muslimah adalah dengan tetap hadir di liqoat, gabung di kepengurusan majelis taklim, dsb.
Wala memiliki tanda-tanda:
1. Hijrah. Berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Kita yang paling paham diri kita. Apa aja potensi yang kurang baik dari diri kita. Dari sisi emosional tauapun pengetahuan, apa-apa yang buruk kita pindah ke hal yang lebih baik. Selalu punya semangat untuk berbuat baik setiap harinya. Kalau punya janji ditunaikan, kl tidak ditunaikan ciri dari orang munafik. Kl terkait kewajiban harus dilakukan, kl tidak dilakukan berdosa. Jika terkait sunnah, dilakukan bertahap sedikit tapi kontinyu.
2. Mencintai sesama muslim. Sesama muslim kita berlemah lembut. Bagaimana cara kita mencintai saudara kita?
a. Salamatus shodr, berlapang dada, tidak menimbulkan rasa tidak enak kepada saudara kita.
b. Tafakhum
c. Itsar, mementingkan atau mendahulukan kepentingan saudara kita atau orang lain. Kalau kita sudah itsar, kita telah teruji mencintai saudara kita. seperti kaum ansor menyambut kaum muhajirin. Apa yg dimiliki kaum anshor dibagikan kepada kaum muhajirin. Rasulullah mempersaudarakan kaum ansor dengan kaum muhajirin.
Contohnya abdurrahman bin auf, sampai ditawari istri oleh saudara ansor.Harus bersabar mengutamakan prasangka baik.
3. Memprioritaskan bergaul sesama muslim. Boleh berkawan namun tidak terlalu dekat. Dan jangan sampai menikah berbeda agama.
4. Kita perhatian dengan hak saudara kita sesama muslim. Misalnya menjawab salam, menengok ketika sakit, partisipasi kita kepada korban bencana, takziyah kepada sesama muslim, dsb.
5. Bergabung dengan jamaah orang muslim. Tidak suka menarik diri. Ikut kerja bareng.
6. Berlemah lembut kepada sesama muslim. Mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri kita sendiri. Ketika ke saudara kita yang sesama akidah lebih baik.
Tanda-Tanda Al Bara:
1. Benci kemusyrikan (menyekutukan Allah/menduakan Allah). Bisa jadi uang, kekuasaan, jabatan adalah Tuhan seseorang. Kl duniawi menjauhkan diri dari menuntut ilmu. Pamer yang paling halus adalah ketika seseorang sholat dia membaguskan bacaannya.
2. Tidak berkasih sayang dengan non muslim. Sewajarnya.
3. Tidak meniru mereka. Contohnya, kl kondangan, makan jangan ikutan berdiri. Minum dengan tangan kanan, makan dengan tangan kanan. Pacaran, Ulang Tahun.
4. Tidak membantu mereka dalam rangka menyempitkan umat islam.
Buah dari Al Wara Wal bara:
1. Mendapat kecintaan dari Allah
2. Mendapat Naungan dari Allah
3. Manisnya iman
4. Surganya Allah
Orang-orang diluar non muslim, tidak akan senang kalau kita berpegang pada agama kita. Sampai kita mengikuti lubang biawak, mengikuti mereka sampai ke sumur.










