Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Wednesday, February 24, 2021

Al Wala Wal Bara

Makna Al Wala Wal Bara
Wala : secara istilah artinya loyal atau kesesuaian sikap antara sang hamba dengan sang Khalik untuk mencintai islam. Apa-apa yang dicintai Allah kita menunjukkan sikap setia. Selaraas dengan definisi taqwa, mengikuti semua printah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Bara : secara bahasa maknanya menjauh atau belepas diri. Secara istilah membenci apa2 yang dibenci oleh Allah. Menunjukkan sikap ketidaksukaan kita terhadap apa-apa yang Allah tidak suka tau benci yang membuat Allah Murka kepada manusia.

Gambarannya?
Sikap ini tercermin jelas pada diri Rasulullah SAW. Karena Rasulullah SAW adalah suri teladan yang baik. Kita harus ittiba, mengikuti apa2 yang ada pada diri Rasulullah SAW.
Sebentar lagi Isra Miraj, mendekati syaban. Bulan ini juga adalah tahun dimana Rasulullah SAW mengalami kesedihan. pada saat itu di bulan rajab meninggal istrinya kemudian pamannya. Padahal dua orang ini memiliki peran besar dalam dakwah rasulullah. Paman rasulullah adalah penjamin, selagi ada beliau aman. Kalau tidak ada Abu Thalib, sudah berbagai cara digencarkan kaum quraisy menghalangi rasulullah, sedangkan Khadijah menyokong dengan harta untuk dakwahnya Rasulullah SAW. Maka dikenal dengan anhusun atau anhusni atau tahun kesedihan.

Yang membuat Rasulullah bertambah kesediahnnya, kaum kafir quraisy melancarkan berbagai upaya untuk menghalangi dakwah Rasulullah SAW. Keloyalan Rasulullah sedang diuji, sikap loyal atau wala akan berujung pada harapan. Orang yang selalu ounya harapan adalah orang yang selalu punya aktivitas. Rasulullah SAW terus beraktifitas, menambah strategi agar dakwah islam terus menyebar. Hal ini cerminan sikap wara Rasulullah. 

Padahal dakwah sedang stagnan. Hal yang dilakukan Rasulullah:
1. Mencari lahan baru atau ekspansi dakwah ke Negeri Thaif. Rasulullah berharap bertambah pengikut, menyebarknya islam. Namun jauh dari harapan, Rasulullah dilempari apa saja yang dipegang penduduk thaif, sampai Rasulullah SAW berdarah2. Rasulullah saat itu lari dan beristirahat di kebun Anggur. Disitu Rasulullah diberi harapan, Rasulullah berdakwah kepada sekelompok kaum jin. Allah menawarkan Rasulullah untuk memberikan laknat kepada negeri thaif, namun rasullah berdoa agar Thaif menjadi negeri yang muncul ahli jihad.

2. Pada saat bulan haji, sebelum sampai ke Mekkah, Abu Jahal mencoba menebarkan hoaks, menyebut Rasulullah orang yang tidak waras. Akhirnya kabilah2 yang didakwahi tidak berhasil.
Rasulullah dakwah secara door to door. Rasul mengangkat Abu Bakar sebagai konsultan politik. Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan. 

Itulah sikap wala Rasulullah, dengan kondisi yang tidak nyaman, namun Rasulullah terus memperjuangkan, setia kepada Islam dan Allah dengan terus berdakwah.

Contoh bentuk wala kita sebagai muslimah adalah dengan tetap hadir di liqoat, gabung di kepengurusan majelis taklim, dsb.  

Wala memiliki tanda-tanda:
1. Hijrah. Berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Kita yang paling paham diri kita. Apa aja potensi yang kurang baik dari diri kita. Dari sisi emosional tauapun pengetahuan, apa-apa yang buruk kita pindah ke hal yang lebih baik. Selalu punya semangat untuk berbuat baik setiap harinya. Kalau punya janji ditunaikan, kl tidak ditunaikan ciri dari orang munafik. Kl terkait kewajiban harus dilakukan, kl tidak dilakukan berdosa. Jika terkait sunnah, dilakukan bertahap sedikit tapi kontinyu.

2. Mencintai sesama muslim. Sesama muslim kita berlemah lembut. Bagaimana cara kita mencintai saudara kita?
a. Salamatus shodr, berlapang dada, tidak menimbulkan rasa tidak enak kepada saudara kita.
b. Tafakhum
c. Itsar, mementingkan atau mendahulukan kepentingan saudara kita atau orang lain. Kalau kita sudah itsar, kita telah teruji mencintai saudara kita. seperti kaum ansor menyambut kaum muhajirin. Apa yg dimiliki kaum anshor dibagikan kepada kaum muhajirin. Rasulullah mempersaudarakan kaum ansor dengan kaum muhajirin. 

Contohnya abdurrahman bin auf, sampai ditawari istri oleh saudara ansor.Harus bersabar mengutamakan prasangka baik.

3. Memprioritaskan bergaul sesama muslim. Boleh berkawan namun tidak terlalu dekat. Dan jangan sampai menikah berbeda agama. 

4. Kita perhatian dengan hak saudara kita sesama muslim. Misalnya menjawab salam, menengok ketika sakit, partisipasi kita kepada korban bencana, takziyah kepada sesama muslim, dsb.

5. Bergabung dengan jamaah orang muslim. Tidak suka menarik diri. Ikut kerja bareng. 

6. Berlemah lembut kepada sesama muslim. Mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri kita sendiri. Ketika ke saudara kita yang sesama akidah lebih baik.


Tanda-Tanda Al Bara:
1. Benci kemusyrikan (menyekutukan Allah/menduakan Allah). Bisa jadi uang, kekuasaan, jabatan adalah Tuhan seseorang. Kl duniawi menjauhkan diri dari menuntut ilmu. Pamer yang paling halus adalah ketika seseorang sholat dia membaguskan bacaannya.

2. Tidak berkasih sayang dengan non muslim. Sewajarnya. 

3. Tidak meniru mereka. Contohnya, kl kondangan, makan jangan ikutan berdiri. Minum dengan tangan kanan, makan dengan tangan kanan. Pacaran, Ulang Tahun. 

4. Tidak membantu mereka dalam rangka menyempitkan umat islam.

Buah dari Al Wara Wal bara:
1. Mendapat kecintaan dari Allah
2. Mendapat Naungan dari Allah
3. Manisnya iman
4. Surganya Allah 

Orang-orang diluar non muslim, tidak akan senang kalau kita berpegang pada agama kita. Sampai kita mengikuti lubang biawak, mengikuti mereka sampai ke sumur.

Thursday, February 18, 2021

FOKUS

Ada seorang anak laki-2 yang setiap ibadah.. rajin ke Masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ibunya, 
"Bu mulai hari ini saya tidak mau ke Masjid lagi"

"Lho kenapa?" sahut sang ibu.

"Karena di Masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya suci tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ibu pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".

"Apa itu?"

"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling Masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".

Si anak pun membawa segelas air berkeliling Masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ibu bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling Masjid?", 

"Sudah".

"Apakah ada yang tumpah?"

"Tidak".

"Apakah di Masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di Masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang ibu lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".

Sang ibu pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu FOKUS pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".

Marilah kita FOKUS pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.
*ini nasehat untuk diri saya pribadi agar bisa FOKUS*

Semoga kita semuanya bisa menjadi lebih baik dengan TAAT kepada ALLAH SWT dan Rasulullah SAW, menjadi Hamba ALLAH yang bisa lebih bermanfaat...

 Aamiin ya rabbal alamiin 🤲🏻

Tuesday, February 16, 2021

Kiamat Yang Paling Dekat

*MAU MENINGGAL DENGAN GAYA APA ?*

*Sakaratul Maut, Tulisan Diah Rima Ini Bikin Merinding Sebagai Muslim*

_Sahabat muslim, sungguh tulisan dari Diah Rima di akun Facebooknya pukul 15.23 Wib sangat memotivasi kita untuk terus berjuang menjadi pribadi yang akan meninggal dengan keadaan Husnul Khatimah._

```Berikut kutipan tulisan yang mengunggah jiwa ini:```

*Selama 15 tahun dalam pekerjaan saya di salah satu rumah sakit banyak sekali melihat langsung bagaimana akhir hidup seseorang.*

```Berbagai macam "gaya" dan tingkah ketika kematian itu datang.

Gaya dan tingkah laku kematian mu adalah apa yang biasa kamu lakukan di waktu terdekat kematian mu. Sungguh itu benar adanya.

Pernah suatu saat mengantarkan kepergian salah seorang pasien bergidik dan sedih hati ini. Karena kata terakhir yang diucapkannya adalah uang saya ...uang saya ...!

Beliau dengan paniknya melihat ke bawah tempat tidurnya _ mata nya panik ketakutan dan terus mengatakan selamatkan uang saya. Menangis keluarga mendengarnya, dibisikkan kalimat tauhid. Tetap bilang uang saya selamatkan !! Tak lama meninggal.

(Mungkin ada teman yg ingat kejadian ini, ingat sampai beberapa waktu kita tdk nafsu makan. Krn perasaan takut dan ngeri melihatnya)

Atau pernah mengantarkan kepergian seorang wanita. Beberapa hari sebelum kematiannya. Dia hanya ingin mendengar kidung (lagu² daerah), dia selalu bernyanyi, disetel ayat Alquran, berontak marah suruh ganti lagu kidung (lagu² daerah), sambil bernyanyi. Terkadang tangan nya melambai lambai, ikut menari.

Bergidik, karena kami tahu keadaannya sudah endstate dan seharusnya bukan lagu atau musik tapi beliau hanya mau bernyanyi dan menari. Tak lama meninggal.

(Mungkin ada yang ingat ? memori kita ke masa itu sebagai pelajaran).

Pernah juga seorang mantan PSK yang mempunyai susuk di beberapa titik dirinya. Tersiksa tidak bisa pergi,lama sekali. Jika malam datang terkadang kami pun takut dengan dirinya. Karena ada pantulan cahaya di beberapa titik wajahnya dan aroma mistik kental sekali. Sampai-sampai kami tidak berani jika menanganinya sendirian.

Walau akhirnya meninggal tapi kasihan tersiksa. Semua lubang didalam dirinya keluar kotorannya. Semoga dengan Allah timpakan itu di dunia sebelum kematiannya Allah mengampuni sebagian dosa nya.

Maka pesan saya lepas semua kemusyikan sekarang juga, yang punya jimat atau yang sedang berkompromi dengan dukun orang pintar atau orang bodoh. Cabut lepas semua mohon ampun.```

_Ajal tidak tahu kapan datangnya. Jika masih ada kemusyrikan. Dosanya besar tidak akan diampuni sebelum taubatan nasuha._

```Yang paling mudah, pernah saya melihat pasien dengan down sindrom, sudah usia. Sudah direncanakan pulang kerumah. Subhanallah karena memang tidak punya dosa, secepat itu wafatnya. Ketika itu ada bel, saya datang. Tanya ke pasien ada apa? Dia agak gelisah,tapi ditanya keluhan tidak ada. Saya katakan nanti ya saya ambil tensi dulu. Baru beranjak ke pintu, keluarganya teriak..

Suster adik saya, dilihat sudah tidak respon. Nadi sudah tidak ada, langsung dilakukan RJP oleh tim walau sia-sia karena semudah itu beliau pergi.

Keluarga terlihat sedih tapi bahagia, bahagia bukan karena senang tidak mengurusnya lagi tapi bahagia karenanya yang mudah. Mereka bilang adik saya tidak pernah merepotkan dalam hidupnya. Kematiannya pun betapa dia tidak merepotkan.

Ada juga yang ketika ajalnya sudah dekat. Ada pasien yang minta dipakaikan jilbab dan pakaian menutup aurat lengkap. Dia melihat ada yang datang, dia bilang ada yang datang saya mau aurat saya tertutup. Beberapa jam kemudian wafat.

Dan banyak cerita akhir hidup lain nya. Saya jadi berfikir mau seperti apa akhir hidup saya. Semua pilihan ada pada diri saya. Mau selalu berdzikir atau melantunkan ayat Alquran atau ingin naudzubillah scroling hp ? Atau nonton Drakor atau bernyanyi ? Atau menghitung untung rugi?```

_Semua pilihan akhir hidup saya adalah keputusan saya sendiri utk menjadi baik atau buruks ingin akhir yang baik ... semua ingin juga kan ya? Tapi usaha kita apa._

_Masya Allah. Sebuah nasehat indah sekali buat kita ya sahabat muslim._

```Nabi shallahu ‘al

aihi wa sallam bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan keadaannya ketika  meninggalnya” (HR. Muslim no 2878).

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ 

“Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)```
[jwt]

_Mari persiapkan kematian dengan mencari  kebiasaan kebiasaan yang baik. Menolong orang berbuat kebaikan,_ _berbakti kepada orang tua_, _berdakwah, sholat_ 
 _tepat waktu, membaca Al Qur'an,_ _tidur dalam keadaan berwudhu,_ _bersilaturahim dan lain-lain_

_*semoga bermanfaat, silahkan, anda sebarkan, tdk perlu minta izin*_

```tetap semangat, tebarkan kebaikan```

*Wallahu a'lam bishshowab* 🙏🙏🙏