Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Tuesday, December 2, 2014

Antara KLIA2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Menengok negeri tetangga sungguh jauh berbeda ketika baru pertama kali mendarat di terminal khusus penerbangan berbiaya rendah salah satu maskapai Air Asia.Walaupun sama-sama untuk penerbangan low cost carrier, tetapi KLIA2 malaysia lebih nyaman dan cerdas dalam pengelolaannya.

Begitu mendarat di KLIA2, tampak begitu banyak belalai-belalai gajah dari besi yang siap menyambung ke pintu pesawat low cost carrier yang tiba. Sesampainya di ruangan pemeriksaan, dibedakan antara penduduk malaysia dan warganegara lain. Penduduk malaysia disediakan jalur tersendiri yang tidak memerlukan pemeriksaan paspor. Adapun untuk warganegara lain, harus melalui pemeriksaan customs setempat dan disediakan jalur tersendiri. Penumpang bahkan tidak perlu membayar airport tax sebagaimana biasanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. :'(

KLIA2 terhubung dengan pusat perbelanjaan dan kafe-kafe di sekitarnya yang disediakan bagi para penumpang sambil menunggu keberangkatan. Tersedia juga duty free area yang diperuntukkan bagi pembeli barang-barang yang tidak terkena cukai.

Dari KLIA2  telah tersedia kereta bandara seharga MYR 17 untuk kereta bandara transit (berhenti di beberapa stasiun) adapun untuk kereta ekspress seharga MYR 35 (langsung menuju tujuan) yang menuju ke KL Central.  

Pada saat saya disana, pas saat jam 12 siang. Ketika waktu dhuhur, terdapat pemberitahuan dari pihak informasi bandara bahwa telah tiba waktu dhuhur. Masya Allah, kalau di Indonesia, adzan hanya  terdengar dari speaker masjid. Pantas saja negara ini lebih mendapat keberkahan karena penduduknya sangat mengindahkan perintah Allah SWT. Ketika saya mengunjungi musholla/surau di KLIA2, sungguh bersih dan nyaman digunakan untuk ibadah. Sungguh negeri ini walaupun dulu tertinggal jauh dari Indonesia, sekarang sudah bisa membenahi diri. Bahkan sekarang jauh meninggalkan Indonesia yang masih sibuk dengan kemiskinan, korupsi, isu agama, syiah, pengangguran, buruh, dan banyak permasalahan yang harus diselesaikan pemimpin negeri ini.

Wednesday, November 26, 2014

Pak JK Boleh Saja Memberikan Wacana, tapi...


Wah, sudah lama sekali saya tidak pernah menulis di media ini. Terakhir kali sejak saya masih belum menikah. Hingga akhirnya saya sudah mempunyai dua bocah lucu yang menghilangkan kepenatan dari aktivitas sehari-hari.

Sampai akhirnya saya membaca timeline di beberapa surat kabar bahwa Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan wacana untuk mengurangi jam kerja perempuan pekerja. Saya seorang perempuan pekerja juga diantara sekian banyak perempuan yang setiap pagi harus rela meninggalkan anak-anak di rumah untuk membantu suami mencari nafkah.
Wacana tersebut memang sungguh inovatif dan mungkin kebijakan yang populer disamping kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan Bapak Presiden kita Jokowi. Mungkin pemerintah sedang mengalihkan isu kenaikan harga BBM dengan memberikan wacana ini. Tapi sungguh ini adalah politik yang mengkaburkan kebijakan naiknya BBM yang disorot banyak lawan politik beliau-beliau.

Kembali ke permasalahan pengurangan jam kerja perempuan selama 2 jam. Ternyata hal ini adalah kabar gembira bagi para perempuan pekerja yang ada di seantero Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa kemacetan jakarta mengurangi intensitas pertemuan kami dengan buah hati di ruman. Ada yang angkatan 73 (Kementerian kelautan yang dipimpin bu susi masuk kantor jam 7 pulang jam 3), angkatan 84 ( masuk kantor jam 8 pulang jam 4 sore), ada juga yang angkatan 96 (masuk kantor jam 9 pulang kantor jam 6). Semuanya itu belum meperhitungkan perjalanan dari rumah ke kantor yang bisa memakan waktu 1-2 jam perjalanan apalagi bagi para kaum urban yang tinggal di pinggiran kota Jakarta (Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor). Setelah dikurangi jam perjalanan dari rumah menuju kantor kembali ke rumah, waktu yang tersisa mungkin sekitar 3-5 jam waktu aktif (waktu dimana anak-anak terbangun). Bahkan pernah ramai di media sosial si “dinda” yang berangkat kerja jam 5 pagi dari Bogor demi untuk mendapatkan kursi di Commuter line.

Alhamdulillah wacana yang dilontarkan pak JK ditanggapi positif beberapa Kementerian. Bahkan Kemenpan akan membicarakan hal ini dengan komisi terkait di DPR. Kalau seandainya diterima dan ditetapkan menjadi satu kebijakan, mungkin ini hanya solusi sementara permasalahan perempuan pekerja di Indonesia. Para perempuan sebenarnya tidak perlu menyingsingkan lengan untuk membantu suami mencari nafkah seandainya daya beli masyarakat kita tinggi. Masalahnya adalah harga kebutuhan pokok yang semakin lama semakin tinggi menuntut para perempuan untuk bekerja.

Pekerjaan yang dilakukan perempuan pekerja saat ini terhitung sama akibat aliran feminisme yang menyamakan kedudukan pria dan perempuan di lingkungan kerja. Tidak sedikit perempuan yang menjadi pejabat atau direktur, yang menduduki peran penting di suatu institusi. Apakah pengurangan waktu kerja juga akan mengurangi beban kerja di kantor? Apakah juga akan berdampak pada penghasilan para perempuan? Wacana ini membutuhkan kajian yang komprehensif. Tidak hanya membuat satu kebijakan yang harus dilaksanakan para pemimpin baik institusi swasta maupun dalam negeri. Semoga para pengambil kebijakan di negeri ini bisa bijak menentukan akan dibawa kemana wacana ini .

Seandainya daya beli masyarakat indonesia tinggi, dan rata-rata keluarga indonesia telah berkecukupan secara finansial, maka cukup kepala rumah tangga saja yang bekerja keluar rumah. Sehingga kebijakan pengurangan jam kerja tidak dibutuhkan. Hal inilah yang harus dipikirkan pemerintah dalam jangka panjang. Mungkin dengan kesadaran sendiri, para perempuan pekerja akan meninggalkan karir demi mengasuh buha hati di rumah. Dan dari sinilah pemuda-pemudi yang dibesarkan dengan kasih sayang ibu akan besar dan berguna bagi lingkungan. Sehingga moralitas para anak dan remaja bisa dididik dengan baik. Generasi muda tumbuh menjadi orang-orang yang positif dan berakhlaq baik. Sehingga apabila mereka dewasa akan memberikan sumbangsih yang berguna bagi nusa bangsa.

Pada akhirnya, saya hanya bisa menunggu apakah wacana yang digulirkan ini akan terlaksana atau hanya menjadi sekedar wacana yang merupakan impian kecil para perempuan pekerja. :)

Wednesday, June 18, 2014

Review Pigeon Breastpump Silent Electric

Pigeon Silent Electric menemani saat Dinas Luar Kantor di Bali

Pada awal memberikan ASIP, saya mendapat kado ini dari teman-teman kantor. *thank you to KLE'ers :*
Saya mulai memompa sejak Khalila usia satu minggu. Karena baru awal, hasil pompa saya cuma sedikit. Hal ini juga dipengaruhi umur bayi yang masih seminggu sehingga produksi ASI masih sedikit. Jadi ingat penjelasan suster bahwa lambung bayi baru lahir itu sebesar kelereng, makin lama menjadi sebesar bola tenis dan semakin lama berkembang menurut usianya. Oleh karena itu, bayi baru lahir bisa bertahan selama 3 hari tanpa mendapat asupan asi karena masih membawa nutrisi pada saat di dalam janin dan lambungnya masih sebesar kelereng.

Akhirnya saya beralih ke pompa manual sampai dengan usia khalila setahun. Tetapi lama kelamaan capek juga kalau pakai pompa manual. Saya memcoba kembali memompa dengan menggunakan pigeon silent electric. Mulai dari mencoba menyamankan diri sebleum memompa, akhirnya saya juga berhasil memproduksi asi melimpah. Padahal sebenarnya karena kebutuhan ASI si anak yang juga sudah banyak. Kelebihannya tangan tidak capek karena setelah usia setahun, pumping menggunakan pompa elektrik lebih menghemat tenaga. hahaha..

Tapi sayang, kekurangannya adalah bawaan cooler bag menjadi berat karena harus membawa mesin pompanya. Dan muncullah ide, mesin pompa saya tinggal di kantor saja. Pada saat pulang ke rumah saya hanya membawa botol ASI dan plastik corongnya, sementara mesin pompanya saya tinggal di kantor. Hehee... Lumayan menghemat bawaan dan simple. Apalagi setelah dikurangi mesin pompa, sparepart yang harus dibawa pulang jadi terhitung sedikit. Yeay, lancar dah acara pumping...

Tuesday, June 10, 2014

Kirim ASIP lewat cargo saat Dinas Luar Kota

Kejadian ini bermula saat saya ditugaskan kantor untuk ke bali beberapa waktu lalu. Cadangan asip yang sekarang menipis membuat khawatir dengan perjalanan dinas ini. Maka saya mulai mencari jasa pengiriman asip, baik cargo, maupun ekspedisi yang bisa mengirimkan asip ini. 

Beberapa nama cargo pesawat udara memang tersedia namun tidak mencantumkan pengiriman asip. Kebetulan salah satu teman merekomendasikan mencari cargo yang sampai pada hari tersebut. Sehingga saya mulai menelepon beberapa kargo. Ada yang menolak mengirimkan asip sampai akhirnya saya menghubungi salah satu kargo yaitu PT Suryagita Nusaraya. Kargo ini bersedia mengirimkan asip sampai pada hari yang sama.

Sesampainya di bali, saya segera menuju daerah kargo di bandara Ngurah Rai Bali. Ternyata kargo tersebut mau menerima ASIP saya namun ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu ASI dikemas atau dipacking menggunakan kayu. Sebelumnya saya diantar ke petugas screening untuk memastikan bahwa ASIP saya tidak melewati mesin X-Ray yang bisa merusak nutrisi ASIP. Pengecekan hanya untuk memastikan bahwa barang kiriman tersebut adalah ASIP. Kargo SN sering melakukan pengiriman obat-obatan maupun vaksin sehingga prosedur tersebut memang harus dilewati.

Biaya pengiriman ASIP dari denpasar ke jakarta adalah 129ribu rupiah. Pengiriman hanya sampai di terminal kargo bandara Soekarno Hatta. Sehingga suami saya harus mengambil malam itu juga jam 22 malam ke daerah kargo. Padahal saya kirimnya jam 3 sore di bandara ngurah rai bali.

PT Suryagita Nusaraya juga ada di Jakarta, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Yogyakarta, Palu, Makassar, Tarakan, Surabaya, Gorontalo, Kupang, Mataram.

Pastikan bunda langsung ke daerah kargo di bandara untuk mengirimkan ASIP secara cepat. Khawatirnya sih, kalau ke cabangnya, barang tidak segera diproses.


Tuesday, February 4, 2014

Rujak Cingur Surabaya



Agak susah mencari makanan yang berasa asli daerah di jakarta. Mungkin karena di jakarta terdiri dari berbagai macam kultur orang yang notabene ada yang suka manis, asin, pedas, dll. Seperti saat kemarin hamil anak kedua Rasyid, saya ngidam rujak cingur surabaya. Jadilah saya mulai mencari rekomendasi makan rujak cingur enak di jakarta. Tapi ternyata susah dijangkau, karena kebanyakan buka di malam hari. Seperti di kemayoran dan cawang tempat langganan suami.

Melihat ada penanda rujak cingur surabaya di dekat Santa Ursula jadi membuat saya dan suami mengikuti petunjuk arah tersebut, eh ternyata cingurnya diganti daging sodara-sodara. Alhasil, rujak cingur yang cukup mahal itu 25rb tidak memuaskan hati.

Sekarang sudah menemukan penjual rujak cingur lokasinya di Waroeng Hangout Kencana Loka Blok J5 No 8 (Dekat Granada Square sektor 12), tepatnya di depan Les Cendekia... "Rujak Cingur Cak Pri" menyediakan makanan khas jawa timur seperti rawon, tahu campur, nasi pecel, soto ayam kampung koya, nasi rames, dll. Tempatnya instagrammable kalau malam hari, rasa asli jawa timur. Dan yang penting harganya murah.

Keep Calm and Eat Rujak Cingur :)