Tepat sebulan yang lalu, saya melahirkan putri pertama di RS St Carolus Salemba, Jakarta Pusat. Proses persalinan berlangsung lancar dibantu oleh Dr. Royanto Darmaputra. Mulai kontraksi pada jam setengah tiga sore, akhirnya saya langsung meluncur dari rumah saya yang notabene di BSD City menuju RS St. Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Selama perjalanan, hati dag dig dug disertai mulas-mulas ringan setiap 5-10 menit membuat saya sedikit khawatir, ditambah lagi pas sampai tol hujan mulai turun dan macet pula. Beuh, hati semakin tidak tenang. Namun, yang menjadi kekuatan saya adalah doa dan shalawat yang tidak henti saya ucapkan agar persalinan nanti berjalan lancar.
Alhamdulillah, perjalanan 1 jam an lebih berlangsung lancar dan saya masuk kamar bersalin Immanuel pukul setengah 4 sore. Dibantu suster, saya mulai ditimbang, diberi pertanyaan seputar riwayat kesehatan (diselingi mulas yang selalu datang dan semakin teratur) dan air ketuban yang sudah merembes sejak berangkat dari rumah. Saya berganti baju yang berkancing depan dan mulai tidur di tempat bersalin ditemani suami.
Perlahan tapi pasti, kontraksi semakin terasa dan suster memeriksa pembukaan jalan lahir yang sudah pembukaan lima. Hedeuh, rasanya ingin segera saya keluarkan si kecil saat itu juga. Suami pun akhirnya tidak tahan melihat saya kesakitan, dan menyerah untuk keluar ruangan minta diganti dengan ibu saya yang menemani. Ketika ingat rasa sakitnya, saya baru tahu rasanya menjadi ibu. Saya juga sempat berpikir "kenapa tidak sectio cesarean saja" dan "Ampun dah, cukup sekali ini saja punya anak" Hehehe..
Tidak lama setelah 2 jam kontraksi yang semakin lama semakin menjadi, akhirnya pembukaan penuh pun datang. Siap-siap menyambut si buah hati, semakin saya berdoa dalam hati sambil mengejan minta pertolongan Allah SWT. Dan akhirnya, saat pembukaan lengkap, dibantu dokter dan suster saya berhasil melahirkan ananda dengan selamat dan sehat sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang. Sungguh lega dan bahagia bercampur jadi satu begitu mendengar tangisan si kecil. Rasa sakit yang tadinya tidak tertahankan menjadi hilang seketika.
Proses dilanjutkan dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan si kecil diletakkan di dada saya. Tidak berapa lama, dia berhasil menyusu ke bundanya ini. Rasa terharu melihat dia bisa menjangkau ASI pertama yang mengandung kolostrum. Setelah dua jam lebih, akhirnya saya dan si kecil berhasil melakukan IMD. Salut kepada RS St Carolus yang membantu melakukan IMD dan pro ASI.
Selesai persalinan, saya dipindahkan ke kamar dan rawat gabung dengan si kecil. Walaupun sudah disediakan box bayi, saya lebih memilih si kecil tidur bersama saya. Hmm, senangnya setelah penantian sembilan bulan, ini dia putri yang selalu menendang perut bundanya sudah di samping. Selama dirawat, makanan di RS St Carolus terbilang enak, gizi bundanya tercukupi, ASI pun mengalir lancar. :)
Tiga hari dirawat gabung dengan buah hati, kami pun bersiap pulang. Setelah suami melunasi biaya persalinan, yang ternyata masih ada sisa dari deposit awal, yang jumlah seluruh biaya bersalin kurang lebih 5 jutaan :). Dan kami pun pulang membawa buah hati yang semoga kelak menjadi anak sholehah, cerdas, dan membanggakan kedua orang tua. Sebagaimana doa yang kami harapkan diijabah oleh Allah SWT
"Dan orang orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'(QS 25:74)"










