Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Saturday, March 31, 2012

Selamat datang, Sayang....

Khalila at the first time
Akhirnya setelah penantian panjang selama 9 bulan, khalila hadir di tengah keluarga. Kaki-kaki kecil yang biasanya menendang-nendang dalam perut saya telah menyambut dunia.Penantian panjang, rasa cemas, dan campur aduk terbayar sudah. Pada saat melahirkan, melihat si kecil datang dan mengeluarkan tangisan membuat saya terharu. Tidak disangka, saya sudah memiliki anak! Yippie...

Mengingat saat itu, khalila yang baru lahir memiliki penampilan yang unik. Tidak mirip saya maupun suami. Untungnya saya sudah membekali diri dengan berbagai wawasan seputar kehamilan dan persalinan dari banyak artikel, majalah maupun website.

Tanda-tanda umum bayi baru lahir yang perlu diketahui calon bunda sebagaimana dikutip dari majalah ayahbunda :

1. Kulit bayi baru lahir dilapisi bulu halus hitam (lanugo) yang akan lenyap dalam 2 bulan.

2. Warna kulitnya yang kebiruan akan berubah merah jambu ketika ia mulai bernapas.

3. Kebanyakan bayi akan menangis sesaat keluar dari rahim, tapi ada juga yang langsung bernapas secara perlahan. Petugas persalinan akan melakukan tindakan tertentu jika bayi tidak menangis atau bernapas, seperti menggosok halus punggung atau memijat telapak kakinya.

Saat khalila lahir, dia tidak langsung menangis. Ternyata ada tali pusat yang melilit lehernya. Baru setelah itu terdengar tangisan pertamanya yang langsung membuat saya menangis haru karena bahagia.

4. Kepala bayi yang lahir normal akan tampak lebih besar dari tubuhnya. Ini disebut molding. Hal ini terjadi karena bayi berusaha keluar dari jalan lahir. Bentuk kepala yang aneh ini akan kembali normal pada waktu satu minggu.

5. Wajah bayi terlihat datar. Sedangkan telinga, hidung dan pipinya terlihat berkerut. Kerutan dan mungkin juga lecet-lecet akan hilang dalam 24 jam.

6. Sering terjadi, alat kelamin menjadi bengkak, atau mengeluarkan cairan mirip air susu dari putingnya. Pada bayi perempuan, terkadang akan keluar darah dari vagina. Hal ini wajar terjadi akibat pengaruh hormon estrogen yang tinggi dalam darah plasenta selama kehamilan. Kondisi ini akan hilang beberapa pekan kemudian.

Selamat menantikan kehadiran buah hati bagi para calon bunda :)

Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, March 22, 2012

Lihatlah kehidupan baru


Catatan harian seorang anak yang tak diinginkan kelahirannya. Diterjemahkan dari American Life Lobby 1984.

5 Oktober : Hari ini awal kehidupanku, orang tuaku belum mengetahuinya. Aku sekecil biji apel tetapi itu adalah aku. Dan aku akan menjadi anak perempuan dengan mata dan rambut yang indah. Segalanya sudah siap bahkan aku akan menyukai bunga-bunga.

19 Oktober : Segelintir manusia mengatakan bahwa aku belum manusia, hanya ibuku yang ada. Tetapi aku adalah benar manusia, sama halnya dengan serbuk roti adalah benar-benar roti. Ibuku ada dan aku ada.

23 Oktober : Mulutku baru saja membuka sekarang, dalam satu tahun mendatang aku akan tertawa kemudian berkata-kata. Aku tahu kata pertama yang diucapkan adalah "Mama".

25 Oktober : Jantungku mulai berdenyut hari ini, segalanya berlangsung sendiri. Sejak saat ini akan berdenyut lembut sampai seluruh masa hidupku tanpa berhenti untuk istirahat. Setelah bertahun-tahun ia akan lelah. Ia akan berhenti dan aku akan meninggal.

2 November : Aku tumbuh sedikit demi sedikit setiap hari. Lengan-lengan dan kaki-kakiku sedang mulai terbentuk tetapi aku harus menunggu lama lagi, sebelum kaki-kaki kecil mengangkatku ke lengan ibuku, sebelum lengan-lengan kecil dapat meraih bunga-bunga dan memeluk ayahku.

12 November : Jari-jari kecil mulai terbentuk di kedua tanganku. Lucu betapa kecilnya jari-jari itu. Aku akan meraih rambut ibuku dengan jari-jariku.

20 November : Ibu dan ayahku mungkin sedang memikirkan nama bagiku, tetapi mereka belum lagi mengetahui bahwa aku seorang bayi perempuan. Aku akan diberi nama Kathy. Aku sedang bertumbuh begitu pesat.

10 Desember : Rambutku sedang tumbuh, rambut yang lembut, bersinar dan bercahaya. Aku ingin jenis rambut apa yang ibuku miliki.

13 Desember : Aku baru saja dapat melihat. Gelap di sekelilingku. Bila ibu membawaku ke dunia, tentu akan penuh terang matahari dan bunga-bunga. Tetapi apa yang pertama kuinginkan dari segalanya adalah melihat ibuku. Bagaimanakah rupamu ibuku?

24 Desember : Aku ingin tahu apakah ibuku mendengar bisikan jantungku. Beberapa anak datang ke dunia dengan keadaan sakit. Tapi jantungku begitu kuat dan sehat. Ia berdetak begitu mantap duk..duk...duk..duk.. Anda akan mempunyai anak perempuan kecil yang sehat, ibu...

28 Desember : Hari ini aku dibunuh ibuku....

Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, March 8, 2012

Jaundice


Kuning pada bayi baru lahir atau sering disebut dengan jaundice seringkali membuat orang tua khawatir. Pada saat persalinan Khalila, saya lihat bayi yang terkena jaundice membuat para ibu khawatir. Bayi-bayi tersebut diletakkan dalam sebuah kotak dan disinar biru. Sungguh membuat saya terharu dan prihatin. Alhamdulillah Khalila sehat walaupun sehari sebelum pulang dari rumah sakit kadar bilirubinnya sempat tinggi. Namun keesokan harinya sebelum pulang sudah normal kembali. Saya mengira bahwa kuning yang diderita adalah hepatitis yang seringkali terjadi pada orang dewasa. Ternyata saya salah. Berikut penjelasan jaundice dari buku penuntun calon ibu yang diterbitkan RS St Carolus.
Jaundice bisa terjadi karena dalam proses pertumbuhan pada manusia, akan terjadi pembaharuan sel dari jaringan secara teratur. Demikian pula halnya dengan sel-sel darah merah di dalam tubuh. Pada bayi baru lahir, sel darah merah bertahan selama 70-90 hari, tidak seperti pada anak dan orang dewasa yang dapat bertahan sampai 120 hari. Kemudian sel tersebut dihancurkan dan diganti dengan yang baru. Sisa penghancuran sel yang tidak dipakai kembali akan dibuang dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Salah satu sisa penghancuran dari sel darah disebut bilirubin yang mengandung zat warna kuning dan harus dibuang keluar. Apabila zat tersebut berlebihan dalam darah maka akan masuk ke sel-sel dalam jaringan tubuh termasuk sel-sel kulit, yang menyebabkan kulit berwarna kuning, sehingga bayi sering disebut menderita kuning. Pada keadaan normal, bilirubin biasanya diolah oleh hati menjadi zat yang tidak berbahaya lalu dibuang melalui saluran empedu ke dalam usus, yang dikeluarkan melalui feces (kotoran).
Ada 2 (dua) maca kuning yaitu:
  1. Kuning fisiologik (normal). Biasanya timbul pada hari ketiga atau hari keempat setelah bayi dilahirkan dan umumnya disebabkan karena belum matangnya fungsi hati. Pada keadaan ini jumlah bilirubin belum dalam tingkat yang berbahaya, sehingga kadangkala tidak memerlukan tindakan khusus. Biasanya kuning akan menghilang dengan sendirinya setelah hari kesepuluh.
  2. Kuning patologik (sakit). Timbul 24 jam pertama setelah bayi lahir. Keadaan ini dapat ditemukan pada beberapa penyakit antara lain:
  • Adanya ketidakserasian antara darah ibu dan bayi, yaitu pada bayi yang mempunyai golongan darah A atau B sedang ibu mempunyai golongan darah O. Keadaan ini juga ditemukan pada ibu yang mempunyai golongan darah Rhesus negatif (Rh -) dan melahirkan bayi Rhesus positif (Rh +).
  • Adanya infeksi (sepsis) pada bayi baru lahir.
  • Bayi kekurangan enzim G6PD, yaitu enzim yang mempertahankan hidup dan fungsi sel darah merah.
  • Trauma persalinan yang berakibat pada bayi misalnya pada bayi yang lahir dengan tindakan ekstraksi vacuum.
Bahaya yang dapat terjadi. Bila kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi dapat masuk ke dalam sel saraf dan akan merusak sel tersebut. Tanda-tandanya bayi kurang aktif, tampak lesu, gelisah, dan malas minum.

Tindakan yang dapat dilakukan. 
  1. Bayi dijemur dalam keadaan telanjang di bawah sinar matahari pagi, karena dari spektrum sinar matahari dapat berperan sebagai pengobatan kuning tersebut. Sinar matahari yang paling baik antara pukul 7.00-8.00 sedangkan lamanya penjemuran tiap bayi tidak sama +/- setengah jam. Sebaiknya semua tubuh terkena sinar.
  2. Bayi yang menderita kuning diletakkan di bawah sinar lampu neon khusus yang biasa disebut sinar biru (blue light) yang dinyalakan sepanjang hari (siang-malam)
  3. Apabila kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi, cara 1 dan 2 kadang tidak menolong sehingga perlu dilakukan penggantian darah baru yang tidak mengandung bilirubin. Cara seperti ini disebut Transfusi Darah Ganti atau Exchange Transfusion.
  4. Pemberian cairan/minum yang cukup(terutama ASI).
  5. Hindari obat-obatan tradisional.
Hmm, ternyata ASI juga berperan penting pada bayi yang terkena jaundice. Senang begitu melihat banyak manfaat dari memberikan ASI. :)

Monday, March 5, 2012

Doa Ibu Quraish Shihab untuk Anak-anaknya (Untuk Para bunda)


Dan Tuhanmu berfirman :"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang takabur dari menyembah-Ku, mereka akan masuk Jahannam dalam keadaan terhina (QS Al Mukmin:60)
 
Quraisy Shihab mempunyai 8 orang saudara kandung yg seluruhnya berhasil dlm bidangnya masing-masing…
Suatu ketika ada yang bertanya kepada ibu beliau, apa rahasia dibalik keberhasilannya.
Jawabannya adalah sebuah doa yg tak pernah luput dipanjatkan oleh ibunya, yg berbunyi :

(1) Allaahummaj ‘al auladana (auladii–tunggal) qulluhum solihan wa ta’tan …
Ya اَللّهُ jadikanlah anak2ku orang yg sholeh dan taat beribadah.

(2) Wa ummuhum thowiilan…
Panjangkanlah umurnya.

(3) War zukhum wasian…
Luaskan/lapangkan rezekinya.

(4) Wa ukuluhum zakian…
Cerdaskan akalnya.

(5) Wa qulluhum nuran..
Terangilah kalbunya.

(6) Wa ulumuhum kasiiron nafi’an…
Karuniakan/berikanlah ilmu yg banyak dan bermanfaat.

(7) Wa ‘asaduhum sihatan wa ‘afiatan…
Sehatkanlah jasmaninya.

(8) Birahmatika Yaa Arhamar Roohimin…
Dengan rahmatMU yg pengasih lagi penyayang.
 
آَمِيّـٍـِـنْ .. آَمِيّـٍـِـنْ.. آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ

My Wish: Mendidik anak ala Rasulullah Saw oleh Prof.DR. M Quraish Shihab

Pakar-pakar pendidikan di Indonesia menilai bahwa salah satu sebab utama kegagalan pendidikan kita karena para pendidiknya yang gagal. Padahal, salah satu syarat mutlak untuk keberhasilan pendidikan adalah dipilihnya pendidik yang baik. Nah, Rasulullah adalah suri tauladan yang terbaik, karenanya mari kita berkaca dari sepercik cara mendidik anak ala beliau.
Kita dalam hal ini berada dalam lingkaran setan, anak didik tidak berkualitas ternyata karena gurunya yang kurang bermutu, akhirnya pendidikannya gagal. Memang salah satu syarat mutlak untuk keberhasilan pendidikan adalah dipilihnya pendidik yang baik, yang sebelumnya perlu dididik pula. Sebenarnya kalau melihat ke sejarah Nabi, problema ini baru terselesaikan karena Allah Swt. turun tangan.
Anak didik dibentuk oleh empat faktor.
Pertama, ayah yang berperan utama dalam membentuk kepribadian anak. Bahkan, dalam Al-Quran hampir semua ayat yang berbicara tentang pendidikan anak, yang berperan adalah ayah.
Kedua, yang membentuk kepribadiannya juga adalah ibu;
ketiga, apa yang dibacanya (ilmu); dan
keempat, lingkungan.
Kalau ini baik, anak bisa baik, juga sebaliknya. Begitu pula baik-buruk kadar pendidikan kita.
Empat faktor ini belum tentu semuanya terwujud. Ketika Allah Swt. menetapkan bahwa Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya, maka yang membentuk kepribadiannya adalah Allah Swt. Sebab, bila diserahkan kepada masyarakat atau keluarga, maka ia tidak akan sempurna, bisa jadi keliru. Dalam hal ini, Tuhan yang melakukan, sedangkan masyarakat atau keluarga diberi peranan yang sangat sedikit. Itu sebabnya bila telah selesai peranan ayah, maka dia diambil-Nya meninggal dunia. Ini karena Tuhan tidak mau beliau dididik bapaknya. Begitu lahir dibawa ke desa dan ketika usia remaja baru ketemu ibunya. Namun, ibunya pun kemudian diambil-Nya. Selain itu, beliau lahir di lingkungan dengan gaya hidup yang terbelakang, bahkan hampir tidak tersentuh oleh peradaban. Padahal, waktu itu Mesir, Persia, dan India semunya sudah maju. Dalam hal ini, Allah Swt. ingin mendidik langsung beliau untuk menjadi pendidik, yakni figur yang diteladani bagaimana seharusnya mendidik. Itu sebabnya beliau bersabda, Addabanî Rabbî fa Ahsana Ta’dîbi (”Yang mendidik saya itu adalah Tuhan”). Juga, Bu’itstu Mu’alliman (”Saya diutus-Nya menjadi pengajar, pendidik”).
Kita ambil beberapa inti dari kisah hidup Rasulullah Saw. Beliau bersabda, “Bila ingin anak yang membawa namamu itu tumbuh berkembang dengan baik, maka pilih-pilihlah tempat kamu meletakkan spermamu, karena gen itu menurun”. Jadi, sebelum anak lahir kita harus memilih hal yang baik, karena gen ini mempengaruhi keturunan. Pakar pendidikan mengakui bahwa ada faktor genetik dan pendidikan. Walaupun mereka berbeda pendapat yang mana lebih dominan, namun yang jelas keduanya punya pengaruh. Penulis pribadi cenderung berpendapat yang lebih dominan itu sebenarnya pada pendidikan, bukan sperma (gen). Sebagai analogi, bila kita lagi sumpek, masakan kita bisa tidak enak. Di sini ada pengaruh dari emosi dan sikap pada saat membuat suatu masakan. Jadi, bila ingin anak yang baik, maka harus ditanamkan perasaan yang enak, harmonis, dan penuh keagamaan sewaktu memproduksinya. Ini berpengaruh kepada jabang bayi. Ketika membuatnya dalam situasi ketakutan, maka anaknya pun akan menjadi penakut. Anak yang lahir di luar nikah itu berbeda dengan anak yang lahir dari hubungan yang sah. Karena semua orang sadar dalam hati bahwa perzinahan itu buruk, maka hal ini nantinya dapat berpengaruh terhadap anak. Karena itu pula, Nabi Saw. memerintahkan untuk memilih tempat-tempat yang baik saat menanamkan sperma kita dan dianjurkan sebelumnya untuk membaca doa dan tidak dihantui rasa takut atau cemas.
Di dalam Al-Quran diterangkan, Nisâukum hartsun lakum (Isteri kamu adalah ladang buatmu). Di sini Al-Quran mengumpamakan suami sebagai “petani” dan isteri sebagai “ladang”. Kalau petani menanam tomat, apakah apel yang tumbuh? Siapa yang salah, bila si suami menghendaki anak laki-laki namun yang lahir perempuan, petani atau ladangnya? Tentu petani. Setelah ditanam, semestinya benih itu dipelihara. Bila ada hama, maka perlu dipupuk, disirami, dan dipelihara dengan baik. Setelah ada hasilnya, maka perlu dicuci dulu bila ingin dimakan. Dan bila ingin dijual, juga dibersihkan dulu dan dikemas sedemikian rupa agar dapat bermanfaat. Ini sebenarnya pelajaran dalam Al-Quran. Agar buah yang lahir dari kehidupan suami-isteri ini bisa membawa manfaat sebanyak mungkin, maka harus memperhatikan sang isteri (ibu). Dari sini, sekian banyak anjuran untuk memberikan makanan yang bergizi bagi seorang ibu. Di masa Nabi Saw, buah yang paling banyak adalah kurma. Kurma itu memiliki vitamin dan karbohidrat yang tinggi. Nabi Saw. berkata, “Isteri-isteri kamu yang sedang hamil, maka berilah ia kurma agar supaya anaknya lahir sehat dan gagah”.
Hal di atas menunjukkan bahwa jauh sebelum anak dilahirkan, ternyata Islam telah memiliki landasan dan tempat berpijak. Lalu, apa yang perlu diperankan orang tua sekarang?  
Pertama, satu hal yang perlu digarisbawahi, begitu seorang anak lahir, Islam mengajarkan untuk diadzankan. Walaupun anak itu belum mendengar dan melihat, tapi ini memiliki makna psiko-keagamaan pada pertumbuhan jiwanya. Anak yang baru beberapa hari lahir, kalau ia ketawa, anda jangan menduga bahwa ia ketawa karena atau dengan ibunya, tapi karena ia merasakan kehadiran seseorang. Para pakar mengatakan demikian, karena ada orang yang lahir buta tetap tersenyum saat ibu mendekatinya. Jadi, seorang bayi memiliki rasa pada saat mendengar adzan, juga memiliki jiwa yang bisa berhubungan dengan sekelilingnya. Karena itu, adzan menjadi kalimat pertama yang diucapkan kepadanya. Dan, karena saat membacakan adzan seorang muadzin berhubungan dengan Tuhan, maka inilah yang memberikan dampak bagi perkembangan anak ke depan.
Kedua, sampai umur tujuh hari, kelahiran anak perlu disyukuri (’aqiqah). Kalau begitu, jangan sampai terbetik dalam pikiran ibu/bapak merasa tidak mau atau tidak membutuhkannya, karena saat itu sang anak sudah punya perasaan dan harus disambut dengan penuh syukur (’aqiqah). Misal, ada orang yang mengharapkan anak laki-laki, namun kemudian lahir anak perempuan, akhirnya ia kecewa serta tidak menerima dan menyukurinya. Semestinya perlu disyukuri, baik laki-laki maupun perempuan.
Ketiga, setelah ‘aqiqah, sang anak baru diberi nama yang terbaik karena dalam hadis disebutkan, “Di hari kemudian nanti orang-orang itu akan dipanggil dengan namanya”. Dalam hadis lain dijelaskan, “Nama itu adalah doa dan nama itu bisa membawa pada sifat anak kemudian”. Jadi, pilihlah nama yang baik untuknya.
Nama itu adalah sebuah doa yang menyandangnya. Ada ilustrasi, sebelum perang Badar (2 H.). berkecamuk, ada duel perorangan antara kaum muslim dan musyrik. Ali, Hamzah, dan ‘Ubaidah dari pihak kaum muslim, sedangkan dari pihak kaum musyrik yaitu ‘Utbah, Al-Walid dan Syaibah. Ali (yang tinggi) melawan Utbah (orang yang kecil). Hamzah (singa) berhadapan dengan Syaibah (orang tua). Al-Walid (anak kecil) berhadapan dengan ‘Ubaidah (hamba yang masih kecil). Bisa dibayangkan, bagaimana kalau orang yang tinggi besar berhadapan dengan anak kecil atau orang yang dijuluki “singa” dengan orang tua, siapa yang menang? Yang terjadi, Ali dan Hamzah berhasil membunuh lawannya, sedangkan Ubaidah dan al-Walid tidak ada yang terbunuh hanya keduanya terluka.
Nabi Saw. dipilihkan oleh Allah semua nama yang baik dan sesuai, karena ia adalah doa bagi yang menyandangnya. Misal, Nabi memiliki ibu bernama Aminah (yang memberi rasa aman) dan ayahnya Abdullah (hamba Allah). Yang membantu melahirkan Nabi namanya As-Syaffa (yang memberikan kesehatan dan kesempurnaan). Yang menyusuinya adalah Halimah (perempuan yang lapang dada), jadi Nabi dibesarkan oleh kelapangan dada. Anjuran untuk memilih nama yang mengandung doa juga dimaksudkan agar jangan sampai menimbulkan rasa rendah diri pada sang anak.
Keempat, mendidik anak bagi Nabi Saw. adalah menumbuhkembangkan kepribadian sang anak dengan memberikan kehormatan kepadanya, sehingga beliau sangat menghormati anak-cucunya. Bila memang sejak kecil ia sudah memiliki perasaan, maka jangan sampai ada perlakuan yang menjadikannya merasa terhina. Allah merahmati seseorang yang membantu anaknya untuk berbakti kepada orang tuanya. Nabi Saw. pernah ditanya, “Bagaimana seseorang membantu anaknya supaya ia berbakti?”, Nabi berkata: “Janganlah ia dibebani (hal) yang melebihi kemampuannya, memakinya, menakut-nakutinya, dan menghinanya”.
Ada sebuah riwayat, seorang anak lelaki digendong oleh Nabi dan anak itu pipis, lantas ibunya langsung merebut anaknya itu dengan kasar. Nabi kemudian bersabda, “Hai, bajuku ini bisa dibersihkan oleh air, tetapi hati seorang anak siapa yang bisa membersihkan”. Riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi berkata, “Jangan, biarkan ia kencing”. Dari hal ini, muncul ketentuan, bila anak laki-laki kencing cukup dibasuh, sedangkan bila anak perempuan dicuci dengan sabun. Riwayat tadi memberi pelajaran bahwa sikap kasar terhadap seorang anak dapat mempengaruhi jiwanya sampai kelak ia dewasa.
Namun sisi lain, ada satu hal di mana Nabi sangat hati-hati dalam persoalan anak. Ketika Nabi lagi di masjid, ada orang yang kirim kurma, kemudian cucunya datang dan mengambil sebuah kurma lalu dimakannya. Nabi bertanya kepada ibunya, “Ini anak tadi mengambil kurma dari mana?” Sampai akhirnya, dipanggilnya Saidina Hasan dan dicongkel kurma dari mulutnya. Ini maknanya apa? Nabi tidak mau anak cucunya itu memakan sesuatu yang haram, walaupun ia masih kecil dan tidak ada dosa baginya, karena itu akan memberikan pengaruh kepadanya kelak ia besar.
Ada cerita dari pengalaman seorang ibu yang pendidikannya hanya sampai SD dan memiliki 13 anak, tetapi semuanya berhasil. Suatu ketika, ada orang yang bertanya kepada si ibu itu, “Doa apa yang dipakai ibu sehingga semuanya berhasil?” Jawabnya, “Saya dan suami saya tidak banyak berdoa. Tapi, bila anak saya bersalah atau saya tidak senang perbuatannya, saya selalu berkata, “Mudah-mudahan Tuhan memberimu petunjuk”. Jadi, anak ini tidak dimaki, dikutuk, atau dimarahi. Dan, kami kedua orang tuanya tidak pernah memberi makan mereka dengan makanan yang haram”.

Stripping Cloth Diapers

Setelah dipakai beberapa lama, cloth diapers yang kita miliki untuk buah hati akan berkurang daya serapnya, bocor dan mungkin berwarna kekuningan. Hal ini bisa terjadi walaupun kita sudah melakukan cara perawatan clodi dengan baik selama penggunaannya. Penyebabnya antara lain penumpukan minyak dan residu deterjen dalam kain. Cara mengatasi clodi yang bocor dan berkurang daya serap yaitu dengan melakukkan stripping kain pada clodi. Langkah-langkah stripping clodi antara lain:
  1. Langkah pertama dilakukan dengan mencuci popok kain/clodi seperti biasa. Hal ini penting dilakukan sebelum stripping  karena jika popok kotor saat proses stripping maka akan meninggalkan noda di kain. Cukup cuci popok kain dengan proses mencuci biasa menggunakan air dingin dengan sedikit deterjen, dan bilas seperti biasa.
  2. Langkah kedua adalah cuci clodi (hanya untuk inner seperti insert, soaker, doubler, fitteds, flats, prefolds) dengan mesin cuci dengan setelan air panas (hot wash) tanpa menggunakan detergen. Naikkan pemanas air jika perlu untuk memastikan bahwa air benar-benar panas. Dalam melakukan pencucian dengan hot wash ini pastikan untuk mengubah setting mesin cuci kembali ke awal sesudahnya untuk keselamatan. Namun jika mencuci dengan menggunakan tangan, cukup rendam clodi dalam air panas selama +/- 5 menit atau merebusnya. Catatan: Hal ini tidak berlaku untuk popok yang menggunakan bahan Polyurethane Laminate (PUL) yang bersifat tahan air karena akan merusak kain. Baca instruksi cuci popok kain khusus bunda (terutama dalam hal penggunaan bahan kimia yang tidak diperbolehkan seperti cuka, dll). Jika bunda menggunakan all-in-one atau pocket diapers dengan penutup tahan air (PUL), air yang terlalu panas dapat merusak cover. Bunda dapat menggunakan satu atau dua tetes deterjen cair ke dalamnya. Menggunakan sabun pencuci piring (Dawn *Merek USA atau Sunlight *Untuk Indonesia) dapat membantu mengurangi minyak yang menempel pada kain, namun hal ini tidak diharuskan. Bunda juga bisa menambahkan sedikit baking soda (dengan takaran setengah cup=8 sendok makan) untuk menyerap bau pesing clodi
  3. Langkah ketiga yaitu pastikan untuk melakukan ekstra bilas pada akhir siklus mencuci bunda. Jika diperlukan tambahkan cuka putih pada bilasan akhir untuk menghilangkan semua residu deterjen dari clodi. Setelah clodi kering, semua bau cuka akan hilang dengan sendirinya.
  4. Langkah keempat yaitu bilas, bilas, dan bilas sebanyak mungkin. Cuci clodi melalui proses pembilasan sebanyak mungkin sampai tidak ada busa muncul. Hal ini bisa memakan waktu hingga tiga atau empat siklus pembilasan, atau bahkan lebih jika ada banyak residu deterjen dalam clodi. Petunjuk: untuk mencegah penumpukan deterjen, gunakan seperempat sampai setengah dari deterjen pada pencucian rutin sehari-hari dalam kondisi normal. Clodi akan tetap bersih, tetapi tidak meninggalkan residu pada akhirnya.
  5. Langkah selanjutnya adalah dengan menjemur clodi. Sinar matahari adalah pembunuh kuman dan penghilang noda secara alami. Akan lebih baik lagi menggantung clodi di bawah sinar matahari langsung sampai kering. Jika tidak terdapat sinar matahari yang cukup(mungkin karena hujan)- langkah sebelumnya yaitu proses pencucian lebih penting dilakukan.Mungkin perlu untuk melakukan stripping clodi/popok kain bunda sesering seminggu sekali, atau sedikitnya sebulan sekali tergantung kebutuhan. Jangan sampai clodi (yang terhitung mahal menjadi rusak karena keseringan stripping). Stripping clodi jika diperlukan untuk menjaga daya serap clodi dan membuatnya seperti baru.
Semoga bermanfaat... :) 

Thursday, March 1, 2012

About Clodi

Clodi (Cloth Diaper) is a modern cloth diapers innovation resulting from disposable diapers are shaped in such a way as to have functions such as disposable diapers (Disposable Diapers). The difference with clodi disposable diapers are washable so can be used repeatedly. Clodi generally consists of three parts, although sometimes there are parts that add additional functionality to be more practical clodi (eg fleece liner). The sections are:
  • Outer (Outer Layer). In general, use of materials PUL (Polyurethane Laminate), which is a thin layer of polyester that is water resistant (waterproof) but has a fine pores so that the material can "breathe" (breathable). It is necessary to keep baby's skin stay healthy and dry, so avoid the feeling damp.
  • Inner (Inner Layer). Is the layer in direct contact with the baby's skin. Made of very comfortable material that makes your skin feel baby to stay dry. Typically use the suede cloth or microfleece, bamboo, hemp or cotton.
  • Insert (Absorbent Cloth). Also called a soaker or booster. An absorbent cloth to put in a diaper bag. Serves to absorb and hold your baby pee and poop. The materials used are usually microfiber, terry (a type of towel), hemp, bamboo-fiber or cotton.
In addition to the above three components, also known as fleece or a nappy liner which is a thin piece of paper or cloth is placed over the inner to hold the pup so it does not stick on baby diapers and easy to clean. Usually made of materials that are not easily damaged if exposed to water. Poop is stuck in fleece liner must still be cleaned and flushed down the toilet. Fleece liner consists of two types, namely to be disposable (biodegradable and flushable is directly discharged into the toilet) can be washed and re-use.Clodi current form has varied from one size pocket diapers to pull-up diapers. Variety of functions for each of the age has been designed by the makers of diapers. Generally used when a baby weighing 0-17 kg. Some online stores have been selling various types of clodi ranging from cheap to expensive. Happy hunting clodi mom... :)