Personal Branding
Wirda Jodha
Branding adalah value atau image yang kita berikan pada sesuatu yg kita berikan. Branding merek, perusahaan , personal.
Personal Branding, branding pribadi, memberikan value pada kepribadian kita.
Banyak orang menyalah artikan Personal Branding itu harus perfect. Pakemnya seperti itu. Misalnya temen2 punya personal branding bisnis, dalam hal in jadi leadernya nuskin. Biasanya teman2 terjebak dengan yg namanya personal branding itu harus sama semua.Kayak mentor bisnis, coach bisnis, harus berbau bisnis. sebenernya g aslah. tp image seperti itu tidak 100 persen benar.
Yg namanya personal brenading tidak harus sama dengan orang lain. temen2 harus punya pembeda dengan orang lain.Jadi kalau misalnya sama2 leader nuskin, tp fotonya sama, profilnya sama, tidak ada bedanya dengan yg lain.
Padahal personal branding yg bisa memberikan terobosan atau fantastis, viral adalah yg beda dr orang lain, tp ga harus nyeleneh. Bikin personal branding terbaik versi diri kita.
Kita harus menonjolkan kepribadian kita. jadi diri sendiri. tidak perlu jadi orang lain. misal si A tegas, ngga harus kita jadi tegas seperti dia. kenali pribadi kita orangnya bagaimana.
Berikan nilai tambah nilai lebih dr personality kita. Ngga harus jadi seperti orang lain. Ngga harus niru plek-plek. Memang kita harus ATP, polanya bukan kepribadiannya. Kepribadian setiap orang berbeda.
Kita harus kenali dulu kepribadian kita seperti apa dan mana dari bagian personality kita yang harus kita kasih nilai lebih.
Contoh: passion di bidang parenting, itu adalah value yg bisa kita berikan kepada orang lain. itu aja jadiin personal branding.
Salah satu cara untuk menemukan personal branding adalah mengenali diri kita sendiri. Kepribadian anda seperti apa dan apa yang anda sukai. passion anda itu apa. Banyak yg bilang menjalankan bisnis itu harus sesuai passion kita. Ngga sepenuhnya benar juga. Kita bisa menjadikan passion kita menghasilkan, bisa dimonetize.Tapi tidak harus kita berbisnis di passion kita juga.Artinya kalau anda senang masak-memasak, ngga harus juga anda bisnis anda adalah catering atau berhubungan dengan masak memasak.
Artinya kalau anda punya passion memasak itu bisa anda jadikan value menarik orang2 yg punya passion yang sama dengan anda. Tidak heran kenapa dalam satu tim, kalau temen2 perhatikan, rata2 kayaknya kepribadiannya, minatnya itu hampir sama. karena memang basicnya orang akan tertarik pada orang yang sama dengan dirinya.misalnya minat drakor, status ttg drakor. otomatis orang yg tertarik pada status anda adalah orang yg tertarik ke drakor. Misalnya statusnya daily activity, sebagai IRT, ttg anak, menyusui, gendongan, ttg family, org2 yg akan tertarik ke sy org2 yg interestnya ttg family. ngga mungkin orang yg interestnya ttg otomotif krn passionnya berbeda.
1. Tentukan kepribadian spt apa
2. tentukan passion anda spt apa.
Itu agar anda konsisten menentukan personal branding anda.
Karena kl misalnya anda ikut2an, hari ini trennya drakor, hari ini nanti anda menyatakan suka drakor tp nanti ga konsisten.
3. Pilih media yang anda gunakan karena setiap platform meiliki karakter yg berbeda. Temen2 harus tentukan platform apa yg mau akan dipakai. Kl belum menguasai, pilih salah satu platform sampai bener2 gede baru ekspansi.
Sy suka menulis yg panjang2, maka sy pilih facebook.
misal temen2 suka fotografi, cocok di IG.
4. Value kita akan sejalan dengan target market kita. gunanya kita punya value dan personal branding, kita akan menarik orang2 yg passion dan interesetnya sama seperti kita.dan mereka yg nantinya akan jadi target market kita.
Kenapa target market sebaiknya yg sesuai dengan kepribadian/personality kita?
cara berkomunikasinya lebih mudah, lebih nyambung. Bayangkan kl teman2 mempunyai target market yg berbeda. maka formingnya ga mudah. kl minat sama, maka akan lebih nyambung.
Penting utk memilih target market kita. Temukan cara kita sendiri. kl kita pengen unggul, harus berbeda dengan orang lain. temen2 harus menemukan kelebihan teman2, harus berbeda dengan orang lain, itu yg harus dikembangkan.
ada yg blg, sy tuh ga punya kelebihan. ini kesalahan, karena teman2 mengeceilkan diri kita sendiri. Percaya diri adl komponen yg penting. kl temen2 lihat diluaran sana, banyak orang yg skillnya biasa aja. krn dengan skill yg biasa jika dipoles atau dikembangkan maka akan jadi sesuatu yg luar biasa.
jadi jangan kecil hati. Ketika kita tidak percaya sama diri kita sendiri lalu siapa yg akan percaya pada diri kita.cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, apalagi orang lain.
Kl kita punya self image negatif, bagaimana kita membangun personal branding. hal ini sejalandgn magnet rezeki. semua orang diciptakan Allah itu spesial.
cari dan temukan potenis kemudian itu dibesarkan.
5.Misalnya Pilih Facebook, jangan mengelola kedua2nya. Personal branding paling enak akun pribadi. bukan akun jualan.
bayangin kl liat sosial akun media sosial orang yg isinya jualan aja, ga ada orang, ga ada manusianya. kebanyakan dari kita yg ada manusianya. sosmed bukan tempat jualan, sosmed tempat bersosialisasi. jd djangan dipakai untuk jualan terus. hard selling jangan, soft selling.
kl anda cuma jualan, temen2 akan unfriend. kl pun beli anda akan dapet customer only, ga akan dapet leader.
personal branding tidak hanya menampilkan image positif karena kebanyakan yg kita contohkan seperti itu, yg sempurna tanpa cela.
tapi yg keren spt itu berproses, tidak sulapan dlm satu hari. suatu saat temen2 bisa kren spt dr yulia sari, pak nas. Mulai saja, tidak harus sempurna.
Gimana kl status kita receh, unfaedah, boleh saja. personality tidak harus positif terus, tp prosporsi nya jgn sampai lebih besar negatifnya. krn jika negatif lebih besar, org ga akan suka dgn ada, basicly jadi orang yg positif.
Tp kl image positif aja, org akan melihat kyk malaikat yg tidak terjangkau. kita akan ngerasa kecil atau ga bisa touch up ama dia.
kadang sy menampiilkan sisi lemah, itu tjuannya supaya orang lain merasa senasib dengan kita. wah orang ini manusia biasa.bisa jadi dia merasa senasib.
Kadang orang yg title nya lebih tinggi, ga bisa touch dia.
Kuncinya:
Just be yourself dan berikan value tambahan bagi personality anda.
Jangan terlalu plek-plek niru orang lain.
Branding kita juga bisa bertumbuh seiring bertumbuhnya personality kita.
Personal branding itu dinamis, tidak statis.
kl temen2 sudah seperti dr yulia sari, pak nas, bu yuni nah itu bisa personal branding sbg mentor, coach bisnis.
kuncinya
be yourself, cari value dan kemudian share.
Ga mungkin membagikan sesuatu yg ga anda miliki.
harus belajar ttg marketing, bisnis, tp itu semua bisa learning by doing.










