Monday, June 1, 2020

Mendampingi Suami Menjalani Musibah

Oleh Kiki Barkiah

Semua rumah tangga pasti pernah mengalami lika-liku kehidupan bahkan mungkin menjalani hari-hari sulit saat badai menerpa. Terlebih pada masa ini semakin banyak keluarga yang sedang mengalami ujian dan tantangan kehidupan. Agar keharmonisan dan keberjalanan rumah tangga tetap stabil terjaga, suami istri perlu saling menguatkan. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh seorang istri ketika mendampingi suami yang sedang mengalami musibah?

Pertama, temani kesulitan

Terkadang saat pasangan menghadapi tantangan hidup, ia sesungguhnya memiliki kemampuan penuh untuk menyelesaikan persoalannya sendiri.. Namun terkadang ia membutuhkan booster semangat untuk membuatnya yakin bahwa ia bisa. Ia membutuhkan dorongan untuk menguak seluruh kekayaan potensi yang tersimpan untuk menyelesaikan masalah. Maka hadirlah untuk menemaninya dalam kesulitan. Rangkulah dan kuatkan pasangan kita serta yakinkan mereka bahwa pertolongan Allah amatlah dekat

Kedua , topang dan tarik

Adakalanya Allah menginginkan seseorang merasakan kejatuhan, kegagalan, kerugian dan segala cobaan yang lain untuk menggiring dari suatu takdir menuju takdir yang lain. Pada titik kritis ini seringkali manusia terjatuh, terjerumus, tersungkur bahkan potensi untuk menjadi kufur. Maka jadilah pihak yang senantiasa menopang agar bangunan yang tengah bergoyah tidak runtuh. Tariklah ia yang hampir terjerembab dalam keputusasaan menuju keadaan dimana ia bisa kembali berjuang. Kasus-kasus extreme yang membuat seseorang sampai membunuh diri mereka saat menemui masalah adalah dampak dari ketidakhadiran orang terdekat yang secara lahir dan batin mendukung kehidupan mereka.

Ketiga, bantu temukan hikmah

Saat seseorang mengalami kegagalan atau berhenti melakukan sesuatu yang telah Ia rintis maka jadilah pihak yang membantu dirinya untuk menemukan hikmah dibalik peristiwa. Sehingga ia memiliki bekal untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya, sehingga masalah yang ia temui tidak menjadi akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang lebih baik, lebih berkah dan lebih sukses di masa yang akan datang.

Keempat, tetaplah percaya

Tetaplah percaya padanya, bahwa ia bisa meski saat ini kesuksesan mereka sedang tertunda. Tetaplah percaya padanya bahwa ia bisa bangkit, sekalipun kini ia sedang dalam titik terendah dalam kehidupan. Tetaplah percaya bahwa ia bisa lebih baik, meskipun ia sempat melakukan dosa dan kesalahan yang membuatnya mendapatkan musibah. Tetaplah percaya bahwa ia bisa mengubah musibah menjadi sumber berkah. Tetaplah percaya bahwa ia bisa membuka lembaran baru kehidupan meski lembaran lama begitu menghitam. Tetaplah percaya bahwa ia bisa mengiringi kesalahan mereka dengan berbagai kebaikan sehingga pada akhirnya Allah meridhoi apa yang ia lakukan. kepercayaan yang kita berikan akan membangkitkan ketangguhan dalam dirinya dalam menghadapi tantangan.

Kelima, tulus berdoa

Doakan, doakan, doakan ia dengan penuh ketulusan. Abaikan kekecewaan kita terhadapnya. Abaikan kekesalan dan kemarahan kita padanya. Tetaplah tulus memberikan doa terbaik seberapapun besar kekecewaan dan kekesalan kita kepadanya. Alihkan kemarahan dan kekecewaan kita dalam doa-doa terbaik bagi mereka. Doakan agar ia tangguh dalam menghadapi cobaan. Dan doakan agar Allah memberi akhir yang baik.

 Setelah semua ikhtiar telah kita lakukan, maka serahkanlah sisanya pada Allah. Tidak ada kesempurnaan dalam bakti yang kita berikan pada suami. Tugas kita hanyalah bertakwa dan melaksanakan kewajiban kita sebagai pendamping hidupnya. Biarkan Allah yang menyempurnakan. Mudah bagi Allah untuk memberikan sederetan peristiwa yang akan mentarbiyah dirinya sehingga ia kelak  semakin tangguh memikul beban dan menjadikan musibah sebagai batu loncatan perbaikan dan akhir yang baik.

0 komentar:

Post a Comment