1. Muroqobatullah, selalu merasa seakan-akan selalu dilihat Allah. Allah selalu menyaksikan, tidak pernah tidur, Allah itu tahu, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah
2. Ikhlas. Tumbuh rasa tsiqqoh (yakin) sama murobbi. Yaitu tsiqqoh untuk diatur. Islam itu adalah agama yang sangat mengedepankan keteraturan. karena keindahan akan terbentuk dari sebuah keteraturan. Misalnya galaksi bimasaksi, tidak teratur, peredaran planet tidak sesuai orbitnya. Maka apa yang akan terjadi? Makan akan terjadi tabrakan, benturan, kiamat. Contoh lain, saat orang sedang tawaf di ka'bah, semuanya satu ritme, tidak ada yang berhenti. Kalau kita tidak membiasakan diri kita dengan peraturan2, kita tidak bisa terbentuk menjadi sosok yang cantik di hadapan Allah. Keteraturan bisa dirasakan oleh diri kita dan orang lain. Parameter ikhlas adalah kita tsiqqoh atau mau diatur.
3. Komitmen dengan ibadah-ibadah sya'airiyyah, yaitu ibadah yang menunjang dalam pembinaan liqoat. Karena kita tanpa ibadah sya'airiyyah menjadi lemah, agar kita terjaga ibadah2 wajib kita. kita mulai dari sholat, tilawah, shaum, infaq, sedekah sampai hal-hal yang bersifat penunjang seperti one hadist one ayat. Sahabat selingkaran bisa saling mengingatkan, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada Allah, bukan kepada murobbi. Juga kebutuhan akal kta seperti membaca buku.
4. Bersemangat untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas ilmunya. Kualitas itu berarti ragam, meningkat ilmunya. seseorang yang beruntung adalah seorang yang selalu lebih baik setiap hari. Kalau liqoat, ilmu kita harus menambah. Kl kita sudah komitmen liqo sabtu, maka kita komitmen harus liqo setiap sabtu. Jadi hati2 kalau kita sudah punya komitmen walau halus dalam hati, Allah akan uji komitmen kita. misalnya komitmen sabar, baru aja komitmen, malah anak2 tambah makin macem2 tingkahnya. Ketika hati kita berbisik halus (bahkan ga ada yang denger), ya Allah aku ingin liqo setiap pekan, saling membantu teman yg sedang sakit, seperti kemarin, itu bener ga.
Tingkatin secara kuantitas, yaitu kehadiran/presensi. Hal ini berbanding lurus dengan bertambahnya ilmu. Hal ini menentukan, sampai seberapa tangguh kita menghadapi ujian Allah. Kalau ujian kecil kita tidak bisa menghadapi masalah berikutnya. Fokus pada pertolongan Allah/solusi Allah. Kalau Allah sudah memberikan solusi, maka bersyukur. Kosongkan hati, kosongkan gelas, rendah hati, positif thinking.
5. Tidak sungkan belajar dari siapa aja termasuk dari yang lebih rendah derajatnya.
Bisa jadi murobiyah adalah seseorang yang lebih rendah dari kita. Kita harus belajar dari semua orang, bukan orang itu yang harus lebih tinggi. Demi menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Seorang muslim harus berdakwah walaupun hanya satu ayat. sampaikan apa yang kita paham. Seperti pada ritual haji, saat haji seorang tidak kelihatan, apakah dia direktur, manajer, tukang tahu atau tukang semir sepatu.
6. Senantiasa berlatih untuk memberi yang terbaik.
Fastabiqul khoirot. Jangan malu mengusulkan yang baik, dipertimbangkan sama2. Saling menghidupkan, saling memberi saran. Tidak merasa saran kita yang paling bagus, paling bener.






0 komentar:
Post a Comment