Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Monday, June 1, 2020

Kisah Petani Saat Pandemi Corona

Panjang ceritanya tp bagus unt dicontoh

Seorang petani di Cipanas Cianjur jawabarat, mengurus lahan pertaniannya yang ditanami sayuran kangkung cabut, bayam, caisim, dan sawi putih selama berbulan bulan, menggarap lahan, menyemai bibit, dan memupuk serta merawat nya hingga panen.. 

Telah diperhitungkan waktu panen saat ramadhan menjelang lebaran, karena biasanya pengalaman tahun tahun sebelumnya sayuran dihargai lebih tinggi..

Qadarullaah..  terjadi pandemi.. hati petani resah, setiap hari mencari informasi tentang  perkembangan  kondisi , dan ternyata berhembus kabar bahwa pemerintah melakukan pencegahan penyebaran dengan melaksanakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Petani ini adalah salah satu suplier sayuran ke pasar induk di Jakarta , namun dengan psbb tak ada lagi aktifitas jual beli kesana. Hatinya semakin gundah.. terbayang panen kali ini tak bisa di jual sesuai ekspektasi.

Tengkulak berkeliaran, menawarkan "solusi" ,membeli semua hasil panen namun dengan harga murah.

" Kami cuma mau bantu aja, sebenarnya belum tau juga mau jual kemana, orang ga boleh kemana-mana, ya..itu sih terserah kalo mau(jual) silahkan, kalo ga mau ya gapapa.. kita kasian aja..sayuran ga di panen kan sayang.." bujuk tengkulak menekan. Harga.

Petani bimbang.. harga beli tengkulak ga masuk akal seandainya setara dengan modal pun sudah rugi tenaga dan waktu, apalagi ini dibawah modal, ruginya banyak...

Teman teman petani ini banyak juga yang akhirnya menjual ke tengkulak..

" Tuh si Acep juga jualnya ke saya, dari pada udah dipetik dibawa ke Jakarta dijalan nanti disuruh puter balik, rugi ongkos rugi tenaga mau dikemanain ntar sayurannya?" Ujar tengkulak..

Petani memilih bersabar.. 

"Nanti saya diskusi dulu sama orang rumah" petani berdiplomasi

" Ya ,terserah jangan lama lama ya, ntar keburu kehabisan duit saya sama yang lain.." tengkulak pakai jurus pamungkas..

"Ditunggu sampai seminggu sebelum lebaran aja pak siapa tau ada perubahan peraturan" nasihat istrinya

Tiba sepekan sebelum hari raya, keadaan tak kunjung  membaik, harga sayur jungkir balik.

Betapa sedihnya petani..

Selepas shalat subuh, ia pergi ke kebun..
Sepanjang jalan ia terus bershalawat..
Tiba di kebun, ia lepaskan pandangan ke hamparan sayur yang subur,segar dan menghijau. Butiran airmata menetes membasahi pipinya, disentuhnya daun daun sawi itu lembut seraya, berdoa kepada Allaah swt.

"Ya Allaah, Engkau menjadi saksi hamba sudah maksimal ikhtiar, mohon berikan hamba ampunan dan rahmatMu.. jika sekira dosa dosa hamba menjadi penghalang datangnya rezeki mu ampuni lah hambaMu ini ya Allaah.. berikanlah kami rahmatMu petunjuk agar kami tak salah langkah.. ya Allaah.. beri hamba kekuatan dan ketenangan menghadapi takdir ini..hamba percaya tak ada yang sia sia atas segala ciptaanMu." Doa petani pagi itu diantara pohon pohon sayur..

Dilihatnya berita dari handphone, kabar tentang betapa banyak orang yang tak punya meski hanya untuk sekedar makan. Mereka tak mampu beli lauk atau sayur.. padahal biasanya mungkin merekalah konsumen petani selama ini .

Dan siapakah yang mampu menggerakkan hati, tangan dan langkah petani yang kemudian memiliki keyakinan untuk menjual semua sayuran itu hari ini.. iya, beliau menjual semua sayurnya bukan kepada manusia, melainkan kepada pemilik rezeki pecipta manusia. Di tutupnya portal berita setika itu juga, dan dengan mantap ia berkata " wahai Allaah aku akan jual semua sayuran ini kepadaMu, jika semua pasar tak mampu membeli dengan harga yang pantas, maka aku yakin hanya Engkaulah yang sanggup membayar dengan harga terbaik, akan aku panen semua sayuran ini dan aku akan anterkan pada mahlukMu yang membutuhkannya, aku mohon ya Allaah terimalah amal kami.." seru petani sambil berderai airmata..

Matahari belum terlalu tinggi ini ramadhan hari ke 26 besok hari ke 27, di waktu duha diantarnya segerobak penuh sayur ke pesantren disekitar tempat tinggal petani .

"Ambillah, semua sayuran ini sudah di bayar, saya hanya diminta mengantarkannya kesini" jawab petani ketika ditanya berapa harga semua sayur tersebut. 

Selanjutnya diantar ke RS ,ke puskesmas, ke mesjid ,ke kampung pemulung, ke tetangga tetangga, yang mampu apalagi yang kurang mampu, ke rumah para assatidz ,sampai ke balai desa.

Menjelang magrib baru selesai prosesi kurir sayuran dikerjakan.

Selepas shalat magrib dan berbuka ,badan petani terasa amat kelelahan, kakinya pegel pegel, sakit semua. Namun entah bagaimana hatinya bahagia, tak ada sedih, tak ada kuatir,tak ada penyesalan atas "kekonyolan" yang ia kerjakan bersama keluarganya seharian ini  

Sore itu entah ada berapa ratus perut yang terisi dengan menu sayuran yang sehat, dan setiap pemilik perut tersebut berdoa dan bersyukur kepada Allaah.. doa mereka hampir sama " semoga Allah , membalas kebaikan siapapun yang memberi sayuran ini dengan kebaikan dan keberkahan yang berlimpah"

Barangkali itulah asbab ketenangan jiwa yang dirasakan petani..

Tak ada serupiah pun yang ia bawa meski seluruh "dagangannya" habis terjual hari ini..

Hingga keesokan harinya tiba tiba seseorang menghubunginya via Wa, dari nomor yang tak ia kenal..

" Pak Ade, saya Imron kita belum pernah jumpa tapi saya mendengar tentang bapak dari pak Kades tadi siang, katanya bapak panen sayur lalu dibagikan gratis ke warga, kalo boleh saya ingin menitipkan infaq kebetulan ini bulan Ramdhan , mungkin Tak banyak, namun semoga bermanfaat untuk membeli benih dan pupuk agar bapak bisa tetap bertani setelah ini..bisa saya minta no.rek bapak?"

Demikian isi pesan di what's up yang diterima petani

Kawan jika ditaksir tengkulak seluruh kebun dihargai 1,5 juta. 

Padahal modalnya 3.5 juta rupiah.. panen diharapkan pak tani mendapat 5 juta rupiah. 

Namun karena dijual kepada Allah maka harganya diberi harga terbaik ...dibayar dua kali lipat yaitu mnjd  Rp.10.000.000,- 

dan masih ada harapan balasan pahala surga insyaallaah..

Ibarat petani, sebenarnya kita semua  juga bs memiliki peluang yang sama. 

Sungguh jual beli yang tak akan pernah menemukan kata rugi adalah berjual beli dengan Rabb kita Allaah SWT.
Semoga kitapun dpt mencontoh petani tsb dg kapasitas yg berbeda 🙏 Subhanallah ...

Kalau PKI tak ada istilah saudara kandung : Jendral S. Parman dan Sakirman Kakak Beradik yang TNI dan PKI

Sumur Tua

Kebencian sebesar apa yang bisa membuat kita membunuh orang lain, lantas dilemparkan ke dalam sumur? Dan kebencian sebesar apa lagi yang membuat seorang kakak kandung membiarkan adiknya dibunuh, dilemparkan ke dalam sumur tua?

Ini adalah kisah seorang Jenderal bernama S. Parman, dan seorang petinggi Politbiro CC PKI bernama Sakirman. Kalian boleh jadi tidak tahu, dua orang ini bersaudara kandung. Yeah, mereka bersaudara, tapi berbeda pemahaman dalam banyak hal.
Siswondo Parman lahir 4 Agustus 1918, jauh sebelum Indonesia merdeka. Dia anak pintar, masuklah ke sekolah kedokteran Belanda, jika nasib menentukan lain, dia akan jadi dokter yang hebat. Tapi Jepang datang ke Indonesia, mengambil-alih kekuasaan Belanda, keadaan kacau balau, S Parman banting setir akhirnya bekerja untuk polisi militer Kempeitai Jepang. Tidak lama bekerja, dia ditangkap serdadu Jepang karena diragukan kesetiaannya. Tapi S Parman cerdas, dia dibebaskan, dan justeru dikirim belajar intelijen oleh Jepang.

Setelah kemerdekaan, S Parman bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karirnya moncer, prestasinya banyak, termasuk yang perlu dicatat, dia pernah menggagalkan rencana pembunuhan yang hendak dilakukan kelompok Raymond Westerling, APRA-Angkatan Perang Ratu Adil. Tahun 1951, S Parman dikirim ke Amerika, sekolah di sana. Juga pernah dikirim ke London, sebagai atase militer Indonesia. S Parman adalah tentara yang brilian dalam urusan intelijen, posisi terakhirnya sebelum meninggal adalah soal intelijen. 

Sekarang kita bahas kakaknya. Siapa itu Sakirman? Wah, juga tidak kalah menterengnya, lahir tahun 1911, terpisah 7 tahun dengan adiknya, Sakirman adalah jenius dalam keluarga, dia lulusan  "Technische Hooge School" (THS), sekarang ITB. Insinyur Sakirman, adalah elit Politbiro CC PKI. Sejak sebelum masa kemerdekaan, Sakirman terlibat dalam banyak peristiwa penting, meski sipil, seorang insinyur, dia pernah menyandang pangkat Let Kol dalam pemerintahan awal-awal kemerdekaan. 
Tapi berpuluh tahun kemudian, dua bersaudara ini ternyata berbeda jalan. Sangat berbeda. 

S Parman, yang jelas terlatih dalam bidang intelijen, tahun 1960-an, habis-habisan menolak ide pembentukan kekuatan kelima. Dia tidak mau jutaan rakyat, petani dan buruh tiba2 diberikan senjata. Menurut S Parman, itu sungguh strategi licik yang amat membahayakan. Ada udang dibalik batu. Itu rakyat yang mana? Sekali jutaan rakyat itu membawa senjata, crazy sekali, Indonesia bisa menjadi lautan perang saudara, darah tumpah di mana2. Tidak akan ada yang bisa mengontrol mereka.

Kakaknya, Sakirman, justeru punya pendapat berbeda. Sebagai elit Politbiro CC PKI, dia habis2an menggelontorkan ide tersebut agar direstui penguasa. Elit PKI tahu persis, hanya TNI yang masih menjadi penghadang ide besar mereka mengambil-alih kekuasaan, maka apapun harus dilakukan untuk menyingkirkan TNI, termasuk fitnah keji sekalipun, seolah2 TNI-lah yang hendak mengkudeta pemerintah. Pancasila tidak relevan lagi, itu bisa diganti dengan paham lain.

S Parman dan Sakirman menjadi seteru politik yang nyata. Dua kakak-adik itu menjadi musuh. Satu TNI, satu PKI.

Hari itu, entah kebencian sebesar apa yang membuat seorang kakak kandung tega melihat adiknya masuk dalam daftar Jenderal yang diculik. Hari itu, Jenderal S Parman dibawa hidup-hidup ke sebuah sumur tua, di sana dia ditembak tanpa ampun, kemudian dilemparkan masuk ke dalam sumur dingin itu. Jasadnya yang sudah menyedihkan, ditemukan beberapa hari kemudian. Sungguh, kebencian sebesar apa yang bisa membuat kita memutus tali persaudaraan? 

Apakah sama dengan  39 tahun lalu, ketika lebih dari 1,2 juta rakyat negeri seberang, Kamboja juga tewas oleh kekejaman pasukan Khmer Merah. Kelompok KOMUNIS, yang berusaha mengangkangi seluruh negeri, mengambil kekuasaan dari pemerintah di bulan April 1975. Sebagian dari rakyat Kamboja mati karena kelaparan, menderita sakit dalam kecamuk perang yang disebabkan pasukan Khmer Merah, dan tidak sedikit yang tewas karena disiksa, ditembak mati, terserah apa maunya si komunis.  
Kenanglah peristiwa ini. Kisah S Parman dan Sakirman, dua saudara kandung, yang berbeda pemahaman, dengan ending menyesakkan. Hari ini, S. Parman menjadi nama banyak jalan besar di negeri ini. Kita boleh jadi lupa sejarahnya, tapi ijinkan saya mengingatkan kalian, agar kita lebih seimbang dalam mengenang sesuatu....

*Tere Liye. 

**ayo di share, hal-hal begini boleh jadi lebih penting dibanding quote2 galau page ini.

***saya tahu, akan banyak yg tidak suka dgn postingan ini; tapi ijinkan saya menjelaskan ke kalian: belajarlah dari kisah ini, jadikan sejarah sebagai pelajaran. jangan sampai karena beda pandangan, kita jadi kehilangan teman, saudara, dsbnya. jika kalian merasa punya versi yang lebih baik, silahkan ditulis di akun masing2, itu akan menjadi bahan diskusi.

Mendampingi Suami Menjalani Musibah

Oleh Kiki Barkiah

Semua rumah tangga pasti pernah mengalami lika-liku kehidupan bahkan mungkin menjalani hari-hari sulit saat badai menerpa. Terlebih pada masa ini semakin banyak keluarga yang sedang mengalami ujian dan tantangan kehidupan. Agar keharmonisan dan keberjalanan rumah tangga tetap stabil terjaga, suami istri perlu saling menguatkan. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh seorang istri ketika mendampingi suami yang sedang mengalami musibah?

Pertama, temani kesulitan

Terkadang saat pasangan menghadapi tantangan hidup, ia sesungguhnya memiliki kemampuan penuh untuk menyelesaikan persoalannya sendiri.. Namun terkadang ia membutuhkan booster semangat untuk membuatnya yakin bahwa ia bisa. Ia membutuhkan dorongan untuk menguak seluruh kekayaan potensi yang tersimpan untuk menyelesaikan masalah. Maka hadirlah untuk menemaninya dalam kesulitan. Rangkulah dan kuatkan pasangan kita serta yakinkan mereka bahwa pertolongan Allah amatlah dekat

Kedua , topang dan tarik

Adakalanya Allah menginginkan seseorang merasakan kejatuhan, kegagalan, kerugian dan segala cobaan yang lain untuk menggiring dari suatu takdir menuju takdir yang lain. Pada titik kritis ini seringkali manusia terjatuh, terjerumus, tersungkur bahkan potensi untuk menjadi kufur. Maka jadilah pihak yang senantiasa menopang agar bangunan yang tengah bergoyah tidak runtuh. Tariklah ia yang hampir terjerembab dalam keputusasaan menuju keadaan dimana ia bisa kembali berjuang. Kasus-kasus extreme yang membuat seseorang sampai membunuh diri mereka saat menemui masalah adalah dampak dari ketidakhadiran orang terdekat yang secara lahir dan batin mendukung kehidupan mereka.

Ketiga, bantu temukan hikmah

Saat seseorang mengalami kegagalan atau berhenti melakukan sesuatu yang telah Ia rintis maka jadilah pihak yang membantu dirinya untuk menemukan hikmah dibalik peristiwa. Sehingga ia memiliki bekal untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya, sehingga masalah yang ia temui tidak menjadi akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang lebih baik, lebih berkah dan lebih sukses di masa yang akan datang.

Keempat, tetaplah percaya

Tetaplah percaya padanya, bahwa ia bisa meski saat ini kesuksesan mereka sedang tertunda. Tetaplah percaya padanya bahwa ia bisa bangkit, sekalipun kini ia sedang dalam titik terendah dalam kehidupan. Tetaplah percaya bahwa ia bisa lebih baik, meskipun ia sempat melakukan dosa dan kesalahan yang membuatnya mendapatkan musibah. Tetaplah percaya bahwa ia bisa mengubah musibah menjadi sumber berkah. Tetaplah percaya bahwa ia bisa membuka lembaran baru kehidupan meski lembaran lama begitu menghitam. Tetaplah percaya bahwa ia bisa mengiringi kesalahan mereka dengan berbagai kebaikan sehingga pada akhirnya Allah meridhoi apa yang ia lakukan. kepercayaan yang kita berikan akan membangkitkan ketangguhan dalam dirinya dalam menghadapi tantangan.

Kelima, tulus berdoa

Doakan, doakan, doakan ia dengan penuh ketulusan. Abaikan kekecewaan kita terhadapnya. Abaikan kekesalan dan kemarahan kita padanya. Tetaplah tulus memberikan doa terbaik seberapapun besar kekecewaan dan kekesalan kita kepadanya. Alihkan kemarahan dan kekecewaan kita dalam doa-doa terbaik bagi mereka. Doakan agar ia tangguh dalam menghadapi cobaan. Dan doakan agar Allah memberi akhir yang baik.

 Setelah semua ikhtiar telah kita lakukan, maka serahkanlah sisanya pada Allah. Tidak ada kesempurnaan dalam bakti yang kita berikan pada suami. Tugas kita hanyalah bertakwa dan melaksanakan kewajiban kita sebagai pendamping hidupnya. Biarkan Allah yang menyempurnakan. Mudah bagi Allah untuk memberikan sederetan peristiwa yang akan mentarbiyah dirinya sehingga ia kelak  semakin tangguh memikul beban dan menjadikan musibah sebagai batu loncatan perbaikan dan akhir yang baik.

Kiat menjadikan harga di warung tetangga lebih murah dibanding di supermarket.

Banyak yang mengeluh harga di warung tetangga tidak kompetitive, mahal, barang terbatas, dan pelayanan kurang memuaskan, tidak ada promo dan maish banyak lagi keluhannya.

Kawan, apa yang anda utarakan atau keluhkan bisa saja benar, namun tahukah anda apa sebabnya semua itu bisa terjadi pada anda?

Jawabannya karena anda belum mengetahui trik agar harga di warung tetangga lebih murah dibanding di supermarket dengan segala program promosinya?

Kiat pertama: Jadilah menantu pemilik warung, niscaya berapapun harga jual ibu mertua anda akan terasa murah.

Kiat kedua: Kalau kiat di atas tidak bisa anda lakukan, maka jadilah mertua bagi pemilik marung itu niscaya harga jual dia selalu lebih murah di dibanding harga jual supermarket manapun.

Kiat ketiga: bila dua kiat di atas tetap saja tidak bisa anda lakukan, maka minimal nikahkanlah anak anda dengan anak pemilik warung niscaya harga jual besan anda menjadi murah.

Kita keempat: bila ketiga kiat di atas belum juga bisa anda lakukan, maka jadilah pemilik warung, niscaya anda menjadi orang yang paling percaya  bahwa harga jual warung itu sangat murah.

Kiat kelima: Bila kelima kiat di atas belum juga bisa anda lakukan, maka kenalilah apa yang anda beli di warung dekat rumah anda.

Selama ini anda kurang mengenali barang yang anda beli di warung tetangga,  kwalitas dan fungsinya.

Gambarannya: jangan pernah mengeluhkan tarif hotel bintang lima bila dibanding dengan tarif hotel kelas melati.

Jangan pernah mengeluhkan harga jual mercedes benz atau BMW lalu membandingkannya dengan mobil sejuta ummat.

Agar lebih mengenali barang dagangan warung tetangga yang anda beli, maka coba renungkan beberapa hal berikut:

Bila anda atau salah satu keluarga anda meninggal dunia, siapa yang akan ikut mengurus jenazah anda? Siapa yang akan ikut memandaikan, memikul dan menyolatkan jenazah  anda? Pemilik supermarket atau pemilik warung dekat rumah anda dan keluarganya? 

Bila ada gangguan keamanan di rumah anda, atau minimal kesibukan di rumah anda, siapakah yang akan ikut cawe cawe membantu anda dan keluarga anda?

Jika sendi sendi ekonomi negri anda dikuasai oleh segelintir pemodal, siapakah yang akan merasakan resikonya?

Jika kemakmuran merata di komplek anda, bahkan di negri anda, siapakah yang akan merasakan dampaknya?

Jiga warung di sekitar rumah anda pada tutup atau bangkrut, sehingga banyak pengangguran, siapakah yang akan turut merasakan dampaknya?

Jika suatu saat anda hendak mencari pasangan untuk menikah atau menikahkan anak anda, maka mungkinkah anda akan menikahi atau menikahkan anak anda dengan pemiliki supermarket atau anaknya?

Kawan! Membeli di warung tetangga bukan sekedar berbelanja, namun juga membeli masa depan negri anda dan masa depan anak cucu anda.

Renungkan: Ketika kaum Anshar diarahkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mempekerjakan kaum muhajirin di ladang ladang mereka, dan kemudian kaun Anshar dilarang untuk menjual ladang atau menyewakannya, apa anda kira kaum Anshar mempekerjakan orang orang yang profesional dalam pertanian atau mengelola ladang?

Tidak sama sekali. Kaum Muhajirin adalah para pedagang, yang tidak memiliki pengalaman dalam mengelola lahan pertanian dan perkebunan. Namun demikian, kaum Anshar menerima semua itu  dengan suka rela, karena mereka sadar sedang menata masa depan dan membeli masa depan ummatnya. 

Hasilnya luar biasa, kaum muslimin sukses melalui masa masa sulit dan segera mampu berdiri di atas kaki sendiri, dalam walau hitungan singkat, ketika  mereka harus berseteru dengan orang orang Yahudi yang secara ekonomi, persenjataan dan jumlah penduduk lebih mumpuni, namun Kaum Muslimin mampu memenangkan perseteruan tersebut, hingga akhirnya kota Madinah steril dari kaum Yahudi alias dikuasai penuh oleh kaum muslimin.

Sebaliknya, Ketika kaum Muhajirin menolak keinginan kaum Anshar untuk membagi harta kekayaan mereka, apa anda kira kaum Muhajirin sedang kelebihan harta benda? 

Tidak sama sekali. Kaum Muhajirin kala itu sedang dalam kondisi susah kekurangan harta benda, namun mereka menolak pemberian itu untuk mempertahankan jiwa petarung, jiwa entrepreneur mereka agar tidak luntur. Sehingga mereka lebih tertantang untuk menimba skill baru menjadi peladang, sehingga bisa sukses hidup di New Normal mereka di kota Madinah yang nota bene negri agraris. Fakta membuktikan hal ini, sahabat Umar bin Al Khatthab, Sa'ad bin Abi Waqqash dan lainnya menjadi para peladang yang sukses.

Hari ini, di negri kita telah terjadi kesenjangan ekonomi yang luar biasa, sendiri sendi ekonomi telah dikuasai oleh segelintir orang, bagaimana lagi halnya kelak dengan anak cucu anda?
Masihkah anda merasa mahal harga-harga di warung tetangga? 

Ingat kawan, ketika anda berbelanja di warung tetangga, sejatinya anda sedang membeli masa depan perekonomian anak cucu anda, mempertahankan pemerataan ekonomi bangsa anda, dan menjaga stabilitas sosial di tanah air anda.

Semua itu harus anda lakukan demi masa depan anak cucu anda, agar bisa berdiri tegak di tanah air sendiri. 

Yuk kawan, satukan tangan kita dan bulatkan tekad kita demi masa depan anak cucu kita, agar kepala anak cucu kita tetap bisa tegak di negri sendiri.

Allahu Akbar.

DR Muhammad Arifin Badri

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2980209722060181&id=405218379559341

Wednesday, January 16, 2019

Kalau aku dan suamiku...

Kalau aku dan suamiku terlambat subuh
Aku membayangkan jalan-jalan gelap
Di sepanjang perjalanan akhirat kami
Yang membuat menitiknya air mata ini

Kalau aku dan suamiku tak tahajud
Aku membayangkan pintu langit yang tertutup
Beratnya dosa kami di siang hari
Sehingga kami berat untuk bangun malam hari

Kalau aku dan suamiku tak puasa
Aku membayangkan jiwa yang merana
Betapa hawa nafsu telah mengalahkan kami
Di sepanjang siang yang kita lalui

Kalau aku dan suamiku tak membaca quran
Aku membayangkan sempit dan gelap rumah kami
Bagaikan kuburan-kuburan
Yang tandus tanpa ayat-ayatNya

Kalau aku dan suamiku tak mengaji
Aku membayangkan beratnya rumah tangga kami
Ditengah perjalanan mendidik buah hati
baiti jannati hanya sebatas ilusi

Kalau aku dan suamiku lalai dari panggilanNya
Aku membayangkan catatan-catatan kami
Penuh dosa dan maksiat di tangan kiri
karena ingkar atas kewajiban kami

kalau aku dan suamiku berhutang riba
Aku membayangkan tubuh kami oleng
Akan dosa-dosa riba yang menggelayut
rezeki halal menjadi semakin tercoreng

Dan pun banyak kalau lainnya...
Kalau semua syariat Nya tidak kami jalankan
Semakin banyak penyesalan
Menjalani dunia yang fana

Semoga kami bisa memperbaiki
catatan-catatan kami
Agar kami tidak merugi
Menerima dengan tangan kiri

Semoga segala amanahnya
Bisa kami jalankan
Tercatat semua amalan di tangan kanan
Dan masuk pintu SurgaNya

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin