Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Saturday, April 24, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 10. Yang Diterima oleh Allah




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
10. Yang Diterima oleh Allah
Bab 1 : Ikhlas & Menghadirkan Niat (Ayat Kedua)

🌿 Ayat Kedua: QS. Al Hajj: 37

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Allah ingin menjelaskan kepada kita bahwa yang sampai kepada Allah adalah keikhlasan dan ketakwaan kita saat beramal dan beribadah, bukan sebatas fisik ibadah yang kita kerjakan. 

Dalam buku tafsir klasik, seperti Ibnu Katsir, kita diterangkan, bahwa dahulu orang jahiliyah ketika menyebelih hewan qurban di Mekkah, mereka mencipratkan darah hewan sesembelihan mereka ke Ka'bah dan menggantungkan daging hewan-hewan kurban mereka itu di Ka'bah dengan niat agar diterima.

Maka para sahabat Rasulullah berkata, "Kami lebih berhak untuk melakukan hal tersebut." (Karena mereka orang beriman). Kemudian Allah subhanahu wata'ala menurunkan ayat tsb. 

Allah terangkan, bahwa daging-daging itu tidak akan sampai ke Allah, yang sampai adalah keikhlasan dan ketakwaan kalian. 
Jadi tidak perlu berambisi mengalahkan mereka karena hal itu tidak diperintahkan oleh Allah. Kerjakan yang diperintahkan Allah, lalu ikhlaslah..

Ayat ini membuka mata kita bahwa dalam beramal yang harus kita fokuskan adalah bagaimana agar ibadah kita sampai kepada Allah. 

Bukankan keinginan para sahabat itu baik? mereka ingin mengalahkan orang jahiliyah, dan mempersembahakan daging itu kepada Allah.. tidak ada keinginan menjatuhkan orang lain, menjegal orang, mendzolimi orang lain, hanya ingin memberikan yang terbaik kepada Allah. 
Tapi Ketika itu tidak pernah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka itu itu bukan bagian dari ketakwaan. 

Karena ketakwaan adalah menjalankan apa yang Allah dan RasulNya perintah dan syariatkan, lalu ikhlaskan niat kita Ketika menjalankan hal itu. 

🍁 Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana amalan itu sampai kepada Allah. 
Itulah yang ditekankan oleh sahabat besar, ulamanya ulama, sepupu Rasulullah, sekaligus menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib radiyallahu'anhu. 
Beliau mengatakan: 

“Jadilah kalian orang-orang yang lebih fokus memikirkan (dan mengupayakan) bagaimana amal ini diterima Allah, dibanding fokus kepada mengerjakan amal itu sendiri. Tidakkah kalian mendengar firman Allah..”

"....Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa" (QS Al Maidah : 27)

🍁 Abdullah bin Mas’ud, radiyallahu'anhu berkata:
“Kalau aku bisa mengetahui, Allah menerima satu amalanku saja.. itu lebih aku cintai dibanding aku memiliki emas sepenuh bumi”

🍁 Abu Darda radiyallahu'anhu berkata yang serupa: 
“Kalau aku bisa memastikan Allah menerima satu shalatku saja, itu lebih aku cintai dari mendapat dunia dan seisinya”.. 

🍁 Dan para ulama ulama lain: 
“Kalau aku bisa memastikan Allah menerima satu shalatku saja, aku siap mati saat itu juga..”

Karena yang Allah terima adalah dari orang bertakwa, maka jika Allah terima satu amalanku, berarti aku termasuk orang yang bertakwa. Dan jika bertakwa, itulah husnul khotimah.

🍁 Imam Nawawi mengajak kita merenung, 
Jangan hanya sebatas beramal, berbuat, berkarya. Namun pastikan amal dan karya kita ikhlas hanya untuk Allah. 
Allah ingin agar kita hanya mencari wajahNya. Maka sebanyak apapun amal kita kalau tidak ikhlas, tidak diterima oleh Allah.

🍁 Hadist Nabi: 
Ketika menjelaskan 3 orang yang pertama kali di adzab di api neraka. Orang yang meninggal di kancah jihad, orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran, serta seorang yang diberi keleluasan harta oleh Allah. Bukankah mereka didunia tidak termasuk ahli maksiat?
Bukankah mereka didunia dikategorikan orang-orang yang dianggap soleh oleh masyarakat?    

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. 
Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya (memiliki Kesehatan yang baik, sudah diberikan fisik, harta, kecerdasan, kemampuan menggunakan senjata..  karena untuk berjihad butuh itu semua) dan ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ 
Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta.. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan di dunia.’ 
Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya (Kau sudah aku beri kepintaran, kecerdasan, waktu untuk belajar, untuk bisa beli paket internet untuk kajian online, dan kau telah kuberi suara yang merdu..), dan ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ 
Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta..". "Kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, (agar mendapat gelar Ulama, Ustadz, Kiai, agar diakui sebagai anggota majelis taklim. Itu prestise di lingkungan kita, aktivis dakwah, panitia kajian.. Penuntut ilmu.. ) dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian (dan gelar itu semua telah kau dapatkan di dunia..).’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu. (kasih pembangunan masjid, kasih nasi box ojol, kasih masker, semua dikasih, ga ada satupun terlewat)’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta.. kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

Na'udzubillah..

🍁 Dengan konsep seperti ini, kita akan semangat beribadah meski sedikit, karena kita tahu apa yang Allah inginkan dari kita. Karena kita tau yang Allah inginkan adalah amalan ikhlas kita meskipun sedikit. 

🍁 Sebagaian orang sedih karena tidak bisa beramal banyak, karena tidak punya uang, lalu minder. Jangan minder, sebab Allah melihat niat kita apa. 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham". 
Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” 
Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” 
(HR. An Nasai)

Betul 1 dirham, tapi itu 50% dari harta yang ia miliki. Separuh hartanya. 
Betul 100ribu dirham, tapi itu hanya 1 atau 2 persen dari harta yang ia miliki. 
Jika parameternya angka, itu tidak adil. Dengan niat dan keikhlasan, balasan Allah mengalahkan nominal itu sendiri. 

Ingatlah.. 
Bukan fisik yang sampai, tapi keikhlasan dan niat untuk melakukan yang terbaik..

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=aAQvOysGV4M

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 10
MT Al Madani 
IG: @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Vaksin Covid Lansia Gratis




Ikuti vaksinasi Covid-19 di Komplek Al-Azhar BSD dan TERASKOTA BSD

SehatQ bekerja sama dengan Yayasan Muslim Sinar Mas Land dan FMMB mengadakan vaksinasi Covid-19 lansia. Program ini ditujukan untuk para lansia ber-KTP atau surat domisili Kota Tangerang Selatan.

Catat detailnya.

📅 Jadwal: 22 April 2021, pukul 08.00-14.00 WIB
🏥 Lokasi: Pilih lokasi terdekat Anda > Al-Azhar BSD atau TERASKOTA BSD, Tangerang
📱Pendaftaran: GRATIS, lewat aplikasi SehatQ

Ayo, segera daftarkan diri atau orangtuamu. Ikuti semua proses yang ada di tautan berikut, sebelum 21 April 2021: https://bit.ly/SehatQVaksinasiLansiaTangsel

Mutiara Riyadush Shalihin 08. Cara Menggapai Tujuan




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
08. Cara Menggapai Tujuan
Sebuah Kata Pengantar (Lanjutan)

💠 Setelah Imam Nawawi membuka kata pengantarnya dengan surat Adz Dzariyat: 56, tentang tujuan penciptaan kita. Lalu, bagaimana cara menggapai tujuan tersebut? bagaimana kita bisa beribadah kepada Allah Subahanahu wata’ala?

Beliau mengatakan dalam mukaddimah, bahwa cara yang terbaik adalah mengikuti pilihan hidupnya orang-orang pilihan. 

Dan pilihan yang paling tinggi, paling mendapat petunjuk, paling beradab dan berkarakter adalah sesuai dengan ajaran yang sohih yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad sallalahu'alaihi wasallam. 

Beliaulah pemimpinnya seluruh manusia, yang awal maupun akhir. Beliaulah orang paling mulia di tengah tengah generasi, generasi awal sampai generasi terkahir. 

Ikuti jalan terbaik, dari manusia terbaik, Rasulullah..
Beradablah dan berkarakterlah dengan adab dan karakter Nabi kita, Muhammad sallalahu'alaihi wasallam.
 
💠 Imam Nawawi melanjutkan, 

🌿 ".... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS Al Maidah:2)

🌿 “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

🌿 “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim )

🌿 Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhori & Muslim)
*unta merah adalah simbol kekayaan pada waktu itu. 

Dengan ayat dan hadist-hadist tersebut, beliau ingin memberi pesan bahwa buku ini hadir di tengah-tengah kita untuk saling tolong menolong diantara kita, agar kita semua bisa mengikuti adab dan karakter Nabi kita. 

Buku ini hadir untuk menolong setiap orang yang memerlukan panduan, serta arahan bagaimana beradab dan berkarakter seperti adab dan karakter Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 
Sehingga tercapai tujuan hidup beribadah kepada Allah. 

🌿 "Aku membuat secara ringkas, aku kumpulkan hadist-hadist yang sohih, mencakup semua yang dibutuhkan untuk menjadi jalan seorang hamba menuju akhirat. Dan kita, dengan taufik dari Allah, akan mendapatkan amalan-amalan bathin dan dzahir, amalan2 hati dan dzahir, apa-apa yang harus dilakukan.. 

"dan aku memulai setiap bab dengan menyampaikan ayat-ayat yang berkaitan dengan bab tersebut".
 
🌿 Penutup mukaddimah beliau..
"Dan aku berharap jika buku ini selesai, buku ini bisa menjadi guidance, bisa menjadi panduan bagi orang orang yang mempelajari buku ini untuk berbuat kebaikan demi kebaikan. Panduan beramal soleh, menjadi pintu yang menutup diri kita dari keburukan-keburukan dan dosa-dosa yang menghancurkan. 

"Dan aku meminta kepada saudaraku yang mendapatkan manfaat dari buku ini, untuk mendoakan aku, dan tolong doakan kedua orang tuaku, dan tolong doakan guru-guruku, tolong doakan sahabat sahabatku dan tolong doakan seluruh umat islam."
 
"Hanya kepada Allah aku bertumpu, dan hanya kepada Allah aku serahkan semua urusanku, dan cukuplah Allah sebagai penolongku dan Ia sebaik baik penolong, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, Al 'Aziz, Al Hakim." 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=VaVL6Op8uUc

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 8
MT Al Madani
IG @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 07. Tujuan-Nya Menciptakanmu




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
07. Tujuan-Nya Menciptakanmu
Sebuah Kata Pengantar

💠 Para ulama Ketika menulis buku, mereka akan mulai dengan mukaddimah, kata pengantar. Beliau memberi kata pengantar yang penting buat kita. Maka sejenak mari kita melihat kata pengantar dari beliau. 
 
💠 Beliau memulai mukaddimahnya dengan 4 hal. Lalu setelah 4 hal ini beliau masuk kepada kata pengantar yang menjelaskan gambaran global kitab Ryadhus Shalihin. 
- Basmalah, bismillahirrahmanirrahim
- Hamdalah, beliau puji Allah dengan cukup panjang..
- Bersyahadat
- Bershalawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

💠 Dijelaskan para Ulama, 4 hal ini merupakan kultur mereka, kultur para Ulama dalam menulis kitab. 

Syeikh Usaimi mengatakan, merupakan ijma para ulama untuk memulai dengan keempat hal tersebut. Dan menunjukkan 4 hal ini sangatlah penting dalam hidup kita. Dan dari 4 hal ini yang paling mereka tekankan adalah basmalah.

💠 Mengapa 4 hal itu penting?

🌿 Basmalah 
adalah simbol ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Betapa butuhnya seorang hamba kepada yang Maha Mengetahui, yang Maha Kuat, Ar Rahman, Ar Rahiim. 

Basmalah adalah upaya seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah dalam semua urusannya. Ketika kita mengucapkan bismillah, artinya kita meminta pertolongan kepada Allah.
Karena kata ulama, arti “bi” itu meminta pertolongan kepada Allah, dan agar Allah berkahi kita. 

"Ya Allah, aku meminta pertolongan dan rahmat Engkau dengan menyebut nama Mu yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang."

Menunjukkan kita lemah, ringkih dihadapan Allah. Segala yang kita kerjakan akan berantakan tanpa petolongan dan berkah dari Allah. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib)

Berkah, berarti kebaikan yang bertambah. Berkah berarti membawa kebaikan bagi banyak orang. Beliau, Imam Nawawi, meminta pertolongan Allah dari lubuk hati beliau yang paling dalam, tidak hanya dalam lisan ataupun tulisan. 

🌿 Hamdalah, 
adalah simbol rasa sykur kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Beliau memulai kitab beliau dengan penuh rasa syukur, jikapun ada pujian, tidak ada yang layak mendapat sanjungan melainkan Allah. 
"Kalaupun ada manfaatnya buku ini, maka yang berhak dipuji adalah Allah semata".

🌿 Syahadatain,
Syahadat adalah pintu gerbang masuk agama islam, merupakan kalimat Tauhid. 
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah".
Menekankan bahwa kita hanyalah seorang hamba yang beribadah kepadaNya, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah. 

"dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah".
Lalu bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul utusan Allah. Beliau adalah hamba yang beribadah kepadaNya dan diwaktu yang sama beliau adalah utusan Allah. 
Kita sebagai umat tidak boleh melupakan jasa Nabi kita, diwaktu yang sama kita tidak boleh berlebihan terhadap beliau sehingga mensejajarkan beliau dengan Allah. 

Kita harus beradab, memuliakan Nabi kita sebagai manusia yang paling berjasa kepada kita. Tapi di waktu yang sama, Nabi kita tetaplah seorang hamba sama seperti kita yang beribadah kepada Allah. 

Jadi karya ini adalah bentuk ibadah dan sarana beribadah kepada Allah. 

🌿 Shalawat dan salam kepada Nabi. 

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali”. (HR. Muslim)

Di buku ini, kita akan banyak bertemu Nabi sallallahu 'alaihi wasallah dalam hadist, maka setiap nama Nabi menyapa telinga kita bershalawatlah kepada beliau. 

💠 Setelah 4 hal tersebut, baru beliau menjelaskan gambaran global dari kitab Riyaduhs Shalihin yang intinya bahwa Riyadush Shalihin lahir karena tujuan Allah menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya; untuk menghamba kepadaNya. 

Oleh karenanya beliau memulai mukaddimahnya dengan surat Adz Dzariyat ayat 56:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Maka tujuan kita diciptakan Allah adalah agar kita beribadah kepada Allah. 
Lalu, Allah lanjutkan dalam ayat berikutnya..

“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat: 57)

Disini Allah mengatakan "Dan aku tidak butuh rizki dari kalian, dan aku tidak berharap kalian memberi makan kepadaKu. Kalian beribadah untuk kalian. Bukan untuk Ku." Allah ingin meng-clearkan semuanya.
 
Berbeda dengan makhluk yang ketika meminta seseorang bekerja untuknya, maka itu karena mereka saling membutuhkan. 

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl : 97)

Maka sebuah keharusan dan kewajiban bagi setiap kita manusia untuk benar-benar memperhatikan dan fokus terhadap tugas dan tujuan penciptaanya. Maka kita harus berpaling dari hal-hal urusan dunia yang memecah konsentrasi kita dalam melaksanakan tugas ini. 

Jadi buku ini lahir, beliau tulis karena sebuah hal yang sangat principal: Karena tugas kita sebagai manusia untuk beribadah. 
Buku ini ditulis agar manusia bisa beribadah kepada Allah. Buku ini ditulis sesuai tujuan penciptaan kita, untuk beribadah kepada Allah.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=qxvTRoXoMqI

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 7
MT Al Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Sunday, April 18, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 06. Kunci Keberkahan (Bagian 4)





💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
06. Kunci Keberkahan (Bagian 4)

Kunci Keberkahan Kelima 

💠 Menjaga amalan hati.

Itulah yang membuat beliau bisa menjaga waktunya, bisa kajian hingga 12 kajian dalam sehari, bisa membuat karya karya yang diterima oleh umat.
 
Apa kaitannya?
Sabda Nabi: Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (Qalbu)”
(HR Bukhori dan Muslim)

Jika qalbu kita baik, jasad kita akan baik, kita akan menjaga waktu kita, kita akan semangat sholat, kita akan khusyuk berdzikir, sabar menghadapi masalah kehidupan, kita akan bisa melewati hari-hari ini dengan kesabaran dan keridhoan. 
Dan inilah kunci sukses beliau. 

💠 Hampir semua ulama yang menjelaskan tentang beliau
(Imam Ibnu At Thar, Imam As Suyuti, Imam Ad Dzahabi, Imam Al Yafi’I, Imam Ibnu Farah, Imam Al Lahmi, Muhammad bin Hasan, dan ulama ulama lain) menekankan masalah ini : Hati beliau luar biasa.

Al Imam As Suyuti menjelaskan tentang beliau: 
Beliau selalu muroqobah li a’malil qulub, selalu mengawasi amalan amalan hatinya, mengawasi keikhlasannya, mengawasi cinta dan takutnya kepada Allah, mengawasi sabarnya, takutnya kepada Allah, mengawasi imannya, tauhidnya, tawakkalnya. 
Beliau  memiliki hati yang lembut. Beliau orang yang khusyuk dalam beribadah, sholat, berdzikirnya.. 
Imam Nawawi senantiasa introspeksi hatinya, muhasabah, evaluasi langkah demi langkah, kegiatan demi kegiatannya, sudahkan ikhlas karena Allah..

Ad Dzahabi mengatakan,
Jika terjadi sesuatu pada diri beliau, beliau langsung mengarahkan pada diri beliau sendiri (introspeksi apakah dosa diri, apakah tidak ikhlas).

Ketika mendapat gelar Muhyiddin beliau menolak. 
Beliau ingin menjaga jiwa dan hatinya setiap saat. Beliau tidak tertarik dengan pujian di dunia. Ambisi beliau mencari ridho Allah. Maka Ketika beliau diberi gelar terpuji, beliau khawatir itu akan menyerang keikhlasannya. 

Imam Al Lahmi, menjelaskan bagaimana beliau memiliki hati luar biasa. Beliau mengatakan. Imam Nawawi, jika beliau disakiti oleh orang, dia akan katakan pada orang tersebut, "wahai orang yang diberkahi..". 
Karena beliau yakin bahwa pasti dibalik apapun ada kebaikan. Mungkin kata-katanya kasar, tetapi bukankan jika disikapi dengan bijak pasti ada keberkahan disana. 
Kenapa beliau bisa demikian walaupun disakiti, karena hati beliau terpaut kepada Allah. Allah Maha mendengar dan melihat, Allah melihat dan mendengar bagaimana responku.

Semoga kunci kunci keberkahan beliau bisa kita tadaburi dan renungkan. Agar kita tidak hanya menikmati karya beliau tapi mengetahui rahasia dibalik itu semua. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=Q9J5u9KUiUo

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 6
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.