Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Saturday, April 24, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 12. Neraca Amalan Hati




Mutiara Riyadush Shalihin 
12. Neraca Amalan Hati
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Hadist Pertama)


🌿 Hadist Pertama 🌿

Dari Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (Muttafaqun 'alaih)

Kali ini kita bersama sahabat yang meriwayatkan hadist diatas: Umar Bin Khatab.

🍁 Sosok yang begitu luar biasa. Sosok yang penuh dengan keindahan, penuh dengan mutiara mutiara kehidupan. Sebelum beliau masuk islam saja, beliau sudah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga Nabi kita ingin agar beliau masuk islam secara khusus. Beliau dengan segala kelebihannya, memiliki daya tarik, segala potensi kebaikan itu dilihat oleh Rasulullah. Sehingga meski beliau keras kepada orang islam pada saat itu, pada orang beriman pada saat itu. Nabi berdoa untuk beliau, “Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.” (HR Ibnu Majah).

Padahal beliau masih kafir saat itu, dan keras terhadap orang mukmin. Beliau adalah orang terpandang, dan punya kedudukan, beliau adalah pejabat (Jika diaktualisasikan pada hari ini, seperti menteri luar negri pada hari ini). Beliau keras kepada islam, tapi bukannya dijatuhkan oleh Nabi, didoakan keburukan oleh Nabi, justru didoakan dengan doa diatas. 

Betapa Nabi melihat potensi dan bakat kebaikan Umar Bin Khatab. Doa itu diijabah oleh Allah. Umar pun masuk Islam. Bukan hanya masuk islam, beliau memberi perubahan besar di peta dakwah umat islam pada saat itu. Sampai-sampai sahabat mengatakan, seperti Abdullah bin Mas’ud: “kita senantiasa mulia semenjak masuk islamnya Umar bin Khatab ra”
Dijelaskan oleh Ikrimah, “orang-orang beriman saat itu senantiasa menyembunyikan keislaman mereka, karena jika tidak mereka akan disiksa. Sampai pada akhirnya Umar masuk islam, maka kemudian umat Islam menampilkan keislamannya. Orang Islam berani shalat di Masjidil Haram di sekitar kabah, dan mereka menampakkan keislamannya. Karena Umar shalat disana.”

Pelajaran bagi kita bagaimana menjadi orang yang bermanfaat. Umar tidak hanya membawa perubahan bagi diri sendiri, tapi bagi lingkungan, bagi sahabat sahabat, bagi orang orang kecil, bagi satu kota.

Abdullah bin Masud menyatakan, “masuk islamnya Umar, pembukaan untuk berbagai macam kebaikan dan awal dari penaklukan-penaklukan. Dan hijrahnya Umar adalah kemenangan bagi kita semua. Ketika umar memimpin, rahmat dan kasih sayang Allah untuk kita semua."
Beliau adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Beliau menjabat Khalifah di tahun 13 H. lalu beliau wafat di tahun 23 H. kurang lebih 10 tahun setengah menjabat sebagai khalifah. 

🍁 Rasulullah berkata, ”Seandainya setelahku akan ada lagi nabi, itu adalah Umar Ibn Khathab.” (HR. Ahmad). Tapi tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad. Beliau sosok yang luar biasa. 
Dan kuncinya, dijelaskan pula oleh Nabi, 
"Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq" ("Pemisah"), yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil." (HR. Imam At Tirmidzi). 

Umar memiliki hati dan lisan yang lembut. 
Jadi walaupun saat itu beliau itu keras, bukan karena hati beliau rusak. Tetapi karena beliau saat itu belum mengerti Islam, beliau membela akidah dan keyakinan nenek moyang mereka sebelumnya. Setelah belajar dengan Nabi, jadilah beliau dengan totalitas beliau yang luar biasa. 

🍁 Umar memiliki lisan yang lembut.
Umar pernah mengatakan, “Sayid kami Abu Bakar, membebaskan sayid kami Bilal”. 
Bilal adalah budak, namun dibahasakan sebagai sayid (tuan) oleh Umar. 
Padahal, budak saat itu tidak ada harganya. Namun beliau dimuliakan oleh Umar. Hati yang bersih melahirkan kata-kata yang bersih, dan santun. 

Annas radiyallahu’anhu pernah bercerita kepada kita. Beliau sedang berjalan dengan Umar radiyallahu’anhu. Lalu ada momen, dimana beliau dengan Umar terpisah dengan tembok/dinding. Umar berbicara kepada dirinya sendiri. Kata Umar, "wallahi, demi Allah wahai anaknya Al Khatab (saat itu beliau sudah menjadi Amirul mukminin), hendaknya engkau bertakwa kepada Allah atau Allah akan mengadzabmu." Dan itu didengar oleh Annas bin Malik. Beliau merendahkan diri dengan menyebut dirinya “anak Al Khatab”. 

🍁 Ucapan Umar yang masyhur “Orang yang paling aku cintai adalah orang yang menyampaikan aib-aibku”. Itu menunjukkan bahwa beliau mencari kebenaran. Beliau memiliki hati yang bersih, sehingga bisa berkata demikian. 

Itulah diantaranya neraca, cerminan amalan hati kita: Lisan yang lembut, dan hati yang bersih. 
 
wallahu a'lam bishshowab 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=MVVXMQZDJuE&list=PLJn69VMQAr8ooaIlHw46ME3gyNhPBmljW&index=12&t=7s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 12
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja




Mutiara Riyadush Shalihin 
*11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja *
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Ayat Ketiga)


🌿 Ayat Ketiga : QS. Ali Imron : 29

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam dada kalian (hatimu) atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

Sebuah fakta yang sangat mahal dan mewah, yang disampaikan oleh Allah. Bukan hanya di satu ayat ini tetapi di beberapa ayat dalam Al Quran, misalnya dalam Surat At Taghabun : 4
"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

Allah mengetahui apa yang ada dalam dada-dada kalian, maksudnya adalah dalam hati kalian. 
“...Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Al Hajj: 46)

🍁 Mengapa ayat ini dimasukkan oleh Imam Nawawi 
Beliau ingin menyampaikan pesan besar, bahwa bagi Allah, sama saja antara yang disembunyaikan dengan diperlihatkan. 
Mau disembunyikan dengan dikemas sehalus apapun, sama saja bagi Allah. Allah tau apa yang kalian sembunyikan dan umumkan. 
Allah mengetahui yang di alam semesta ini.

Pesan besar dan amat mendalam, peringatan yang sangat tegas bagi orang yang tidak ikhlas. Bagi yang mengharapkan wajah selain Allah, mengharapkan pujian dan sanjungan.

Saat memposting atau menyampaikan pesan, saat haji, saat umroh, saat menolong orang, Allah tau apa yang kamu inginkan.
Apresiasi dari makhluk atau hanya mengharap Allah, mengharap panggung dunia ataukah surganya Allah.
Keinginan untuk dipuji itu bisa disembunyikan. Namun, Allah Maha Mengetahui mana yang ikhlas mana dan mana yang mencari pujian atau sanjungan.

🍁 Saat kita mendapatkan kebaikan, balaslah dan berterimakasihlah kepada orang yang memberi kebaikan tersebut. 
Karena dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)
Namun di saat kita yang memberi jangan harapkan itu semua.

🍁 Allah Maha berkuasa dan Maha Mampu atas segala sesuatu.
Al Imam Muhammad bin Soleh Utsaimin, mengatakan, 
"Allah mampu menghukum kalian jika kalian menyembunyikan hal hal yang tidak Allah ridhoi dalam hati kalian." 
Allah mampu menghukum kita saat kita tidak ikhlas, saat kita mengharapkan pujian dari amal soleh yang kita lakukan, 
Allah mampu melakukan segala sesuatu, tapi seringkali Allah tidak hukum kita di detik itu. Karena kebijaksanaan-Nya lah, seringkali Allah menunda hukuman itu. 

Allah memberi waktu kita untuk taubat, membersihkan diri. 
Namun jika tak mau taubat juga, ini istidraj. 
Diulur..dibiarkan, namun setelah itu jika tidak bertaubat, dihukum dengan azab yang besar.

QS At Tariq: 17
"Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar."

أَمْهِلْهُمْ (beri tangguhlah mereka) Yakni menunda azab mereka. 
رُوَيْدًۢا (sebentar) Yakni biarkanlah mereka sebentar saja.


wallahua'lam bishshowab

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=HBHPZ1sB8aQ

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 11
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 10. Yang Diterima oleh Allah




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
10. Yang Diterima oleh Allah
Bab 1 : Ikhlas & Menghadirkan Niat (Ayat Kedua)

🌿 Ayat Kedua: QS. Al Hajj: 37

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Allah ingin menjelaskan kepada kita bahwa yang sampai kepada Allah adalah keikhlasan dan ketakwaan kita saat beramal dan beribadah, bukan sebatas fisik ibadah yang kita kerjakan. 

Dalam buku tafsir klasik, seperti Ibnu Katsir, kita diterangkan, bahwa dahulu orang jahiliyah ketika menyebelih hewan qurban di Mekkah, mereka mencipratkan darah hewan sesembelihan mereka ke Ka'bah dan menggantungkan daging hewan-hewan kurban mereka itu di Ka'bah dengan niat agar diterima.

Maka para sahabat Rasulullah berkata, "Kami lebih berhak untuk melakukan hal tersebut." (Karena mereka orang beriman). Kemudian Allah subhanahu wata'ala menurunkan ayat tsb. 

Allah terangkan, bahwa daging-daging itu tidak akan sampai ke Allah, yang sampai adalah keikhlasan dan ketakwaan kalian. 
Jadi tidak perlu berambisi mengalahkan mereka karena hal itu tidak diperintahkan oleh Allah. Kerjakan yang diperintahkan Allah, lalu ikhlaslah..

Ayat ini membuka mata kita bahwa dalam beramal yang harus kita fokuskan adalah bagaimana agar ibadah kita sampai kepada Allah. 

Bukankan keinginan para sahabat itu baik? mereka ingin mengalahkan orang jahiliyah, dan mempersembahakan daging itu kepada Allah.. tidak ada keinginan menjatuhkan orang lain, menjegal orang, mendzolimi orang lain, hanya ingin memberikan yang terbaik kepada Allah. 
Tapi Ketika itu tidak pernah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka itu itu bukan bagian dari ketakwaan. 

Karena ketakwaan adalah menjalankan apa yang Allah dan RasulNya perintah dan syariatkan, lalu ikhlaskan niat kita Ketika menjalankan hal itu. 

🍁 Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana amalan itu sampai kepada Allah. 
Itulah yang ditekankan oleh sahabat besar, ulamanya ulama, sepupu Rasulullah, sekaligus menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib radiyallahu'anhu. 
Beliau mengatakan: 

“Jadilah kalian orang-orang yang lebih fokus memikirkan (dan mengupayakan) bagaimana amal ini diterima Allah, dibanding fokus kepada mengerjakan amal itu sendiri. Tidakkah kalian mendengar firman Allah..”

"....Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa" (QS Al Maidah : 27)

🍁 Abdullah bin Mas’ud, radiyallahu'anhu berkata:
“Kalau aku bisa mengetahui, Allah menerima satu amalanku saja.. itu lebih aku cintai dibanding aku memiliki emas sepenuh bumi”

🍁 Abu Darda radiyallahu'anhu berkata yang serupa: 
“Kalau aku bisa memastikan Allah menerima satu shalatku saja, itu lebih aku cintai dari mendapat dunia dan seisinya”.. 

🍁 Dan para ulama ulama lain: 
“Kalau aku bisa memastikan Allah menerima satu shalatku saja, aku siap mati saat itu juga..”

Karena yang Allah terima adalah dari orang bertakwa, maka jika Allah terima satu amalanku, berarti aku termasuk orang yang bertakwa. Dan jika bertakwa, itulah husnul khotimah.

🍁 Imam Nawawi mengajak kita merenung, 
Jangan hanya sebatas beramal, berbuat, berkarya. Namun pastikan amal dan karya kita ikhlas hanya untuk Allah. 
Allah ingin agar kita hanya mencari wajahNya. Maka sebanyak apapun amal kita kalau tidak ikhlas, tidak diterima oleh Allah.

🍁 Hadist Nabi: 
Ketika menjelaskan 3 orang yang pertama kali di adzab di api neraka. Orang yang meninggal di kancah jihad, orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran, serta seorang yang diberi keleluasan harta oleh Allah. Bukankah mereka didunia tidak termasuk ahli maksiat?
Bukankah mereka didunia dikategorikan orang-orang yang dianggap soleh oleh masyarakat?    

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. 
Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya (memiliki Kesehatan yang baik, sudah diberikan fisik, harta, kecerdasan, kemampuan menggunakan senjata..  karena untuk berjihad butuh itu semua) dan ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ 
Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta.. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan di dunia.’ 
Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya (Kau sudah aku beri kepintaran, kecerdasan, waktu untuk belajar, untuk bisa beli paket internet untuk kajian online, dan kau telah kuberi suara yang merdu..), dan ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ 
Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta..". "Kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, (agar mendapat gelar Ulama, Ustadz, Kiai, agar diakui sebagai anggota majelis taklim. Itu prestise di lingkungan kita, aktivis dakwah, panitia kajian.. Penuntut ilmu.. ) dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian (dan gelar itu semua telah kau dapatkan di dunia..).’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu. (kasih pembangunan masjid, kasih nasi box ojol, kasih masker, semua dikasih, ga ada satupun terlewat)’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta.. kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

Na'udzubillah..

🍁 Dengan konsep seperti ini, kita akan semangat beribadah meski sedikit, karena kita tahu apa yang Allah inginkan dari kita. Karena kita tau yang Allah inginkan adalah amalan ikhlas kita meskipun sedikit. 

🍁 Sebagaian orang sedih karena tidak bisa beramal banyak, karena tidak punya uang, lalu minder. Jangan minder, sebab Allah melihat niat kita apa. 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham". 
Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” 
Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” 
(HR. An Nasai)

Betul 1 dirham, tapi itu 50% dari harta yang ia miliki. Separuh hartanya. 
Betul 100ribu dirham, tapi itu hanya 1 atau 2 persen dari harta yang ia miliki. 
Jika parameternya angka, itu tidak adil. Dengan niat dan keikhlasan, balasan Allah mengalahkan nominal itu sendiri. 

Ingatlah.. 
Bukan fisik yang sampai, tapi keikhlasan dan niat untuk melakukan yang terbaik..

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=aAQvOysGV4M

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 10
MT Al Madani 
IG: @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Vaksin Covid Lansia Gratis




Ikuti vaksinasi Covid-19 di Komplek Al-Azhar BSD dan TERASKOTA BSD

SehatQ bekerja sama dengan Yayasan Muslim Sinar Mas Land dan FMMB mengadakan vaksinasi Covid-19 lansia. Program ini ditujukan untuk para lansia ber-KTP atau surat domisili Kota Tangerang Selatan.

Catat detailnya.

📅 Jadwal: 22 April 2021, pukul 08.00-14.00 WIB
🏥 Lokasi: Pilih lokasi terdekat Anda > Al-Azhar BSD atau TERASKOTA BSD, Tangerang
📱Pendaftaran: GRATIS, lewat aplikasi SehatQ

Ayo, segera daftarkan diri atau orangtuamu. Ikuti semua proses yang ada di tautan berikut, sebelum 21 April 2021: https://bit.ly/SehatQVaksinasiLansiaTangsel

Mutiara Riyadush Shalihin 08. Cara Menggapai Tujuan




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
08. Cara Menggapai Tujuan
Sebuah Kata Pengantar (Lanjutan)

💠 Setelah Imam Nawawi membuka kata pengantarnya dengan surat Adz Dzariyat: 56, tentang tujuan penciptaan kita. Lalu, bagaimana cara menggapai tujuan tersebut? bagaimana kita bisa beribadah kepada Allah Subahanahu wata’ala?

Beliau mengatakan dalam mukaddimah, bahwa cara yang terbaik adalah mengikuti pilihan hidupnya orang-orang pilihan. 

Dan pilihan yang paling tinggi, paling mendapat petunjuk, paling beradab dan berkarakter adalah sesuai dengan ajaran yang sohih yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad sallalahu'alaihi wasallam. 

Beliaulah pemimpinnya seluruh manusia, yang awal maupun akhir. Beliaulah orang paling mulia di tengah tengah generasi, generasi awal sampai generasi terkahir. 

Ikuti jalan terbaik, dari manusia terbaik, Rasulullah..
Beradablah dan berkarakterlah dengan adab dan karakter Nabi kita, Muhammad sallalahu'alaihi wasallam.
 
💠 Imam Nawawi melanjutkan, 

🌿 ".... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS Al Maidah:2)

🌿 “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

🌿 “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim )

🌿 Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhori & Muslim)
*unta merah adalah simbol kekayaan pada waktu itu. 

Dengan ayat dan hadist-hadist tersebut, beliau ingin memberi pesan bahwa buku ini hadir di tengah-tengah kita untuk saling tolong menolong diantara kita, agar kita semua bisa mengikuti adab dan karakter Nabi kita. 

Buku ini hadir untuk menolong setiap orang yang memerlukan panduan, serta arahan bagaimana beradab dan berkarakter seperti adab dan karakter Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 
Sehingga tercapai tujuan hidup beribadah kepada Allah. 

🌿 "Aku membuat secara ringkas, aku kumpulkan hadist-hadist yang sohih, mencakup semua yang dibutuhkan untuk menjadi jalan seorang hamba menuju akhirat. Dan kita, dengan taufik dari Allah, akan mendapatkan amalan-amalan bathin dan dzahir, amalan2 hati dan dzahir, apa-apa yang harus dilakukan.. 

"dan aku memulai setiap bab dengan menyampaikan ayat-ayat yang berkaitan dengan bab tersebut".
 
🌿 Penutup mukaddimah beliau..
"Dan aku berharap jika buku ini selesai, buku ini bisa menjadi guidance, bisa menjadi panduan bagi orang orang yang mempelajari buku ini untuk berbuat kebaikan demi kebaikan. Panduan beramal soleh, menjadi pintu yang menutup diri kita dari keburukan-keburukan dan dosa-dosa yang menghancurkan. 

"Dan aku meminta kepada saudaraku yang mendapatkan manfaat dari buku ini, untuk mendoakan aku, dan tolong doakan kedua orang tuaku, dan tolong doakan guru-guruku, tolong doakan sahabat sahabatku dan tolong doakan seluruh umat islam."
 
"Hanya kepada Allah aku bertumpu, dan hanya kepada Allah aku serahkan semua urusanku, dan cukuplah Allah sebagai penolongku dan Ia sebaik baik penolong, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, Al 'Aziz, Al Hakim." 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=VaVL6Op8uUc

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 8
MT Al Madani
IG @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.