Diet Genetik

Kembalikan sistem genetik tubuh anda menjadi anda yang prima dan fit.

Pentingnya menjaga kesehatan

Untuk mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan prima.

Kembalikan keceriaan sel muda anda

Dapatkan perubahan genetik untuk hidup yang lebih baik.

Hidup sehat dan bahagia bersama keluarga

Meningkatnya kualitas kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan.

Percayakan Program Diet Anda Kepada Kami

Program TR90 memberikan perubahan nyata bagi tubuh anda dalam 90 hari.

Saturday, October 2, 2021

Contoh Menjadi MC Pembuka Halaqoh/Liqo/UPA

Catatan menjadi MC Halaqah. Saya save disini biar mudah dicari.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa bersilaturahim, bertatap muka di majlis yang mulia ini dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudahan setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan اﻟﻠﻪ SWT.

Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.

Teman-teman yang dirahmati Allah.. Agar majelis ini menjadi lebih berkah, marilah kita ucapkan basmallah (ucap bismillahirohman nirrohim) dan dilanjutkan dengan Tillawah Qur'an yang dimulai dari (siapa).

Setelah selesai Tillawah:

Alhamdulillah telah selesai tillawah kita, semoga dengan Tillawah tadi , Allah semakin memberkahi majelis ini (Aamiin).

Selanjutnya materi yang akan disampaikan oleh : (siapa)
Kepada (Siapa) saya persilahkan.


Alhamdulillah telah kita dengarkan materi yang disampaikan oleh(Siapa), semoga dengan materi (apa) semakin menambah (apa,sesuaikan materi).

Untuk menutup majelis ini, marilah kita ucapkan Hamdalah (Alhamdulillahi robbil alamin) dan do'a kafaratul majelis

"Subhakallahuma wabihamdika, ashadu 'alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik" (-red)

Friday, June 18, 2021

Makrifatul Rasul

Semua tuntunan ibadah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 

Saking pentingnya peran Rasulullah SAW maka mempunyai ciri-ciri khusus.

Ciri2 Rasulullah:
1. Memiliki sifat utama 
Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (cerdas), Tabligh (menyampaikan).

Shiddiq (Jujur): Tiada banding kejujurannya, tidak pernah melakukan dusta, tidak pernah diragukan. Yang bisa kita lihat pada diri Rasulullah, ada pada ketika dia berdagang. Cirinya adalah beliau selalu menunjukkan dengan jelas, barang2 yang sebetulnya  ada tidak sempurna. Akhirnya menimbulkan daya tarik tersendiri. Akhirnya perdagangan yang beliau lakukan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, tidak pernah rugi.

Berbohong yang diperbolehkan dalam islam:
Ingin mendamaikan dua orang yang berseteru
Menjaga perasaaan istri/suami
Bersiasat perang

Amanah (dapat dipercaya)
Rasulullah sebelum nejadi rasul bergelar Al Amin. Hanya beliau yang memiliki sifat dapat dipercaya di Makkah saat itu. Hingga Khadijah tertarik pada kepribadian Rasulullah. Bahkan ketika Rasulullah mendapat ancaman blokade, Rasulullah masih dipercaya rakyat Mekkah untuk dititipkan barangnya.

Fathonah (cerdas)
Ketika Makkah merenovasi kabah. Para kabilah berebut menaruh hajar aswad. Rasulullah memberi solusi yang sangat cerdas. yaitu dibentangkan kain surban untuk mengangkat hajar aswad yang diangkat bersama oleh para kepala suku.

Tabligh (menyampaikan)
Merupakan tugas utama seorang rasul. 

2. Al Mukjizat
Pada diri seorang Rasul ada mukjizat untuk menambah keyakinan manusia. Merupaka kejadian luar biasa yang hanya diberikan kepada seorang nabi dan rasul. 
Yaitu :
- Al Quran.
- Membelah bulan
- Isra Mi'raj dari masjidil haram ke masjid Aqso di palestina. Masjid Aqso memiliki banyak pintu. Semua orang membantah kecuali Abu Bakar Ash Shiddiq. Rasulullah ketika ditanya berapa jumlah pintu di masjid Aqso, rasulullah dapat menyebutkan jumlah pintunya.
- Bisa mengeluarkan dari sela-sela jari jemari. Saat musim kemarau, rasulullah berada di sebuah lembah dan makanan yang ada cukup mengenyangkan semua makanan.
- Bicara dengan bangsa jin
- Mendatangkan induk burung

Pertolongan Allah kepada Rasulullah:
- Mendapat naungan awan saat perjalanan
- Berteduh di bawah pohon, daun2 merunduk.
- Saat di gua hira, disembunyikan oleh laba-laba.


3. Al Mubassyarat
Rasulullah SAW sebelum dinobatkan menjadi seorang nabi, kaum Yahudi dan Nasrani sudah mengtahui kedatangan seorang nabi yang bernama Ahmad. Mereka mengharapkan kedatangan nabi terakhir ini. Mereka menolak kehadiran nabi muhammad SAW karena nabi terakhir bukan dari golongannya, namun dari bangsa arab. Akhirnya mereka menolak mengakui bahwa Rasulullah SAW adalah utusan Allah SWT yang terakhir. Dikukuhkan juga oleh Warakah bin Naufal, ketika Rasulullah mendapat wahyu pertama di Gua Hira, Khadijah mengajak Rasulullah SAW ke Warakah Bin Naufal. Warakah Bin Naufal, berkata andai aku masih muda. Warakah bin naufal, mengakui kenabian Nabi Muhammad SAW.

Dalam Kisah Salman Al Farisi, orang persia, yang ingin bertemu dengan Nabi terakhir. Bahwa di Injil, ada ciri-ciri nabi terakhir tersebut. Dia berguru ke banyak pendeta.  

An Nubuwwat (Berita Kenabian). Memang seorang nabi diutus oleh nabi untuk menyebarkan atau menyampaikan berita kepada seluruh Alam. Misalkan tentang Kaum-kaum terdahulu dimusnahkan oleh Allah. Kemenangan perang badar. Berita kiamat. Zaman mengalami beberapa pergantian.

3 Oktober 2021

Makna Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah:

Konsekuensi kalimat syahadat:
1. Membenarkan apa yang dikabarkannya. Misalnya peristiwa tentang Isra Miraj. Dikabarkan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq, maka Abu Bakar bilang Jika benar Muhammad SAW yang mengatakannya, maka itu benar. Abu Bakar adalah sahabat yang tidak pernah ragu akan perkataan Rasulullah SAW. 
Ketika kita mendengar bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, yakini kebenarannya dalam hati kita bahwa hal tersebut dari Allah dan lakukan apa yang diperintahkan. QS Az Zumar 332. 

Ketika kita sudah meyakini bahwa Rasulullah adalah utusan Allah. Agar hati kita pun yakin bahwa meyakini Rasulullah SAW sebagai qudwah maka kita bisa berjual beli dengan Allah dengan jihad harta dan jiwa.

An Nisa 150-151 

2. Menaati semua perintahnya. Thoatuhu fima amaro. Kisah perang badar, saat itu Rasulullah SAW hanya ingin membalas akhlaq orang quraisy yang ketika Rasulullah berhijrah ke Ytsrib, madinah, maka semua harta kaum muslimini diambil dan dijarah oleh kaum Quraisy. Allah membolehkan kaum muslimin mengambil kembali harta nya yang telah dirampas. Maka ketika mendengar ada kafilah dagang Abu Sufyan yang akan lewat, kaum muslimin berniat merampas kembali hartanya, maka persiapannya kurang, dengan pasukan seadanya, rasulullah SAW dan kaum muslimin merencanakan perampasan kembali harta mereka.

Ketika Abu Sufyan membawa kafilah dagang, terdengar ke kafilah dagang Abu Sufyan. Maka mereka langsung menyiapkan kavaleri untuk menyerang Rasulullah sebanyak 1000 orang. Kaum kafir motivasinya adalah perang memerangi Kaum Muslimin yang ada di madinah. Yang kabarnya ingin menyerang abu sufyan, padahal hanya ingin merampas, bukan menyakiti orangnya. Semua kaum muhajirin setuju dengan Rasulullah, menghadapi kaum quraisy. Naum kaum anshor belum berpendapat, diwakili salah seorang kaum anshor, yang menyatakan bahwa mereka akan mengikuti perintah Rasulullah SAW.
Al Baqarah 258. Sikap yang harus dimiliki seorang muslim terhadap Rasulullah SAW.

3. Menjauhi apa yang dilarangnya. ijtinabu mana'a anhu. Apa-apa yang telah kami larang, maka jauhi. Tapi apa yang diperintahkan, maka kerjakan sebisanya. 
Misalnya :
- Larangan membuka aurat. Al Ahzab 59. 
- Perintah Sholat, Sholat itu wajib tapi dimudahkan pelaksanaannya. Misalnya ketika dalam perjalanan, boleh dilakukan dengan duduk sesuai arah kendaraan. Atau ketika sakit, ketika tidak bisa berdiri, bisa dengan duduk, kl tidak bisa duduk dengan tiduran, ketika ga bisa tiduran, maka dengan isyarat mata.
- Jangan dekati zina. Misalnya saat sekarang, orang tua merasa gelisah ketika anaknya sudah dewasa belum mendapat pasangan. Padahal dilarang mendekati zina. Contohnya pacaran. Kita sebagai seorang ibu, harus memahami, jangan kita mengkondisikan anak2 kita untuk mendekati zina.

Dari Muttafaq Alaih ada 3 yg membuat orang merasakan manisnya Iman:
1. Jika Allah dan Rasulnya paling dicintai daripada yang lain
2. Jika kita mencintai sesama karena Allah kita akan saling mengingatkan terus dalam kesabaran dan kebaikan
3. Membenci kekufuran seperti dia membenci neraka. Bencilah kepada perbuatannya bukan kepada orang yang melakukannya.


4. Tidak beribadah kecuali mengikuti syariat nabi Muhammad SAW. La na'budullah ila syariat.
Al Baqarah 123
Nabi Musa ada syariatnya sendiri
Nabi Ibrahim ada syariatnya
Misal syariat Rasulullah, ketika bikin sayur, banyakin kuahnya. Untuk dibagikan ke tetangga. atau jika mendapat kiriman dari tetangga, balas, bisa saling memberikan hadiah. 


5. Mengagungkannya. Naksimuhu
Kesempurnaan akhlaq, ibadah, Rasulullah dijaga Allah langsung dari kesalahan. Betapa agungnya Rasullullah, Maka kita sebagai umatnya harus mengagungkan beliau. Allah SWT saja tidak membiarkan Nabinya melakukan kesalahan. Yang dipuja tetap Allah.

4. Addhifaanhu/membelanya.
Dengan cara menjaga ajaran islam dan sunnah Rasulullah SAW.

5 Mencintai para pencintanya. Mahabbatu
Kita mengakui bahwa muhammad SAW adalah utusan Allah, panutan yang harus kita ikuti. Agar kita semakin memahami dimana posisi kita, maka kita harus menganal kewajiban2 yang harus kita tunaikan.

6. Menghidupkan sunnahnya. ihyatu sunnaihi
Sunnah Rasul:
- Di Hari Jumat : Memotong kuku, membaca Al Kahfi, membaca sholawat, 
- Makan dengan tangan kanan, berhenti sebelum kenyang, makan dari yang terdekat.
-sunnah tidur : tutup pintu rapat, kebasin kasur, sholat hadap kanan, baca al fatihah dan 3 surat muawidzatain (3x), ayat kursi dan tiup ke telapak tangan kemudian usap ke seluruh badan, baca Al Mulk, Memaafkan orang lain, mematikan lampu, 
-masuk rumah baca basmalah/salam, keluar rumah buka/tutup pintu baca bismillah, baca doa keluar rumah, 

7. Memperbanyak sholawat.
Allah berfirman, sesungguhnya Allah dan malaikat bersholawat untuk nabi. Jika kita bersholawat, kita berbuat untuk diri kita sendiri. Setelah hari berbangkit, Rasulullah mengenali umatnya dari sholawatnya (selain dari bekas wudhu).

8. Mengikuti Manhaj - Ittibaul manhaji
Kalau kita meyakini Rasulullah SAW, maka kita harus mengakui Islam adalah Dinul Haq. Hidup sesuai aturan islam. Misalnya dalam beribadah, dalam berfikir, bertingkah laku, dalam berperilaku. Contohnya: menutup aurat, menutup dada. Ibunda aisyah pernah ditanya oleh sahabat, bagaimanakan akhlaq Rasulullah? Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran. Apa yang dijelaskan secara tidak detail di Al Quran, maka Rasulullah yang merinci.  


















  

Saturday, April 24, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 12. Neraca Amalan Hati




Mutiara Riyadush Shalihin 
12. Neraca Amalan Hati
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Hadist Pertama)


🌿 Hadist Pertama 🌿

Dari Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (Muttafaqun 'alaih)

Kali ini kita bersama sahabat yang meriwayatkan hadist diatas: Umar Bin Khatab.

🍁 Sosok yang begitu luar biasa. Sosok yang penuh dengan keindahan, penuh dengan mutiara mutiara kehidupan. Sebelum beliau masuk islam saja, beliau sudah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga Nabi kita ingin agar beliau masuk islam secara khusus. Beliau dengan segala kelebihannya, memiliki daya tarik, segala potensi kebaikan itu dilihat oleh Rasulullah. Sehingga meski beliau keras kepada orang islam pada saat itu, pada orang beriman pada saat itu. Nabi berdoa untuk beliau, “Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.” (HR Ibnu Majah).

Padahal beliau masih kafir saat itu, dan keras terhadap orang mukmin. Beliau adalah orang terpandang, dan punya kedudukan, beliau adalah pejabat (Jika diaktualisasikan pada hari ini, seperti menteri luar negri pada hari ini). Beliau keras kepada islam, tapi bukannya dijatuhkan oleh Nabi, didoakan keburukan oleh Nabi, justru didoakan dengan doa diatas. 

Betapa Nabi melihat potensi dan bakat kebaikan Umar Bin Khatab. Doa itu diijabah oleh Allah. Umar pun masuk Islam. Bukan hanya masuk islam, beliau memberi perubahan besar di peta dakwah umat islam pada saat itu. Sampai-sampai sahabat mengatakan, seperti Abdullah bin Mas’ud: “kita senantiasa mulia semenjak masuk islamnya Umar bin Khatab ra”
Dijelaskan oleh Ikrimah, “orang-orang beriman saat itu senantiasa menyembunyikan keislaman mereka, karena jika tidak mereka akan disiksa. Sampai pada akhirnya Umar masuk islam, maka kemudian umat Islam menampilkan keislamannya. Orang Islam berani shalat di Masjidil Haram di sekitar kabah, dan mereka menampakkan keislamannya. Karena Umar shalat disana.”

Pelajaran bagi kita bagaimana menjadi orang yang bermanfaat. Umar tidak hanya membawa perubahan bagi diri sendiri, tapi bagi lingkungan, bagi sahabat sahabat, bagi orang orang kecil, bagi satu kota.

Abdullah bin Masud menyatakan, “masuk islamnya Umar, pembukaan untuk berbagai macam kebaikan dan awal dari penaklukan-penaklukan. Dan hijrahnya Umar adalah kemenangan bagi kita semua. Ketika umar memimpin, rahmat dan kasih sayang Allah untuk kita semua."
Beliau adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Beliau menjabat Khalifah di tahun 13 H. lalu beliau wafat di tahun 23 H. kurang lebih 10 tahun setengah menjabat sebagai khalifah. 

🍁 Rasulullah berkata, ”Seandainya setelahku akan ada lagi nabi, itu adalah Umar Ibn Khathab.” (HR. Ahmad). Tapi tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad. Beliau sosok yang luar biasa. 
Dan kuncinya, dijelaskan pula oleh Nabi, 
"Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq" ("Pemisah"), yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil." (HR. Imam At Tirmidzi). 

Umar memiliki hati dan lisan yang lembut. 
Jadi walaupun saat itu beliau itu keras, bukan karena hati beliau rusak. Tetapi karena beliau saat itu belum mengerti Islam, beliau membela akidah dan keyakinan nenek moyang mereka sebelumnya. Setelah belajar dengan Nabi, jadilah beliau dengan totalitas beliau yang luar biasa. 

🍁 Umar memiliki lisan yang lembut.
Umar pernah mengatakan, “Sayid kami Abu Bakar, membebaskan sayid kami Bilal”. 
Bilal adalah budak, namun dibahasakan sebagai sayid (tuan) oleh Umar. 
Padahal, budak saat itu tidak ada harganya. Namun beliau dimuliakan oleh Umar. Hati yang bersih melahirkan kata-kata yang bersih, dan santun. 

Annas radiyallahu’anhu pernah bercerita kepada kita. Beliau sedang berjalan dengan Umar radiyallahu’anhu. Lalu ada momen, dimana beliau dengan Umar terpisah dengan tembok/dinding. Umar berbicara kepada dirinya sendiri. Kata Umar, "wallahi, demi Allah wahai anaknya Al Khatab (saat itu beliau sudah menjadi Amirul mukminin), hendaknya engkau bertakwa kepada Allah atau Allah akan mengadzabmu." Dan itu didengar oleh Annas bin Malik. Beliau merendahkan diri dengan menyebut dirinya “anak Al Khatab”. 

🍁 Ucapan Umar yang masyhur “Orang yang paling aku cintai adalah orang yang menyampaikan aib-aibku”. Itu menunjukkan bahwa beliau mencari kebenaran. Beliau memiliki hati yang bersih, sehingga bisa berkata demikian. 

Itulah diantaranya neraca, cerminan amalan hati kita: Lisan yang lembut, dan hati yang bersih. 
 
wallahu a'lam bishshowab 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=MVVXMQZDJuE&list=PLJn69VMQAr8ooaIlHw46ME3gyNhPBmljW&index=12&t=7s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 12
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja




Mutiara Riyadush Shalihin 
*11. Tersembunyi dan Terlihat, Sama Saja *
Bab 1 : Keikhlasan Dan Menghadirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar (Ayat Ketiga)


🌿 Ayat Ketiga : QS. Ali Imron : 29

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam dada kalian (hatimu) atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

Sebuah fakta yang sangat mahal dan mewah, yang disampaikan oleh Allah. Bukan hanya di satu ayat ini tetapi di beberapa ayat dalam Al Quran, misalnya dalam Surat At Taghabun : 4
"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

Allah mengetahui apa yang ada dalam dada-dada kalian, maksudnya adalah dalam hati kalian. 
“...Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Al Hajj: 46)

🍁 Mengapa ayat ini dimasukkan oleh Imam Nawawi 
Beliau ingin menyampaikan pesan besar, bahwa bagi Allah, sama saja antara yang disembunyaikan dengan diperlihatkan. 
Mau disembunyikan dengan dikemas sehalus apapun, sama saja bagi Allah. Allah tau apa yang kalian sembunyikan dan umumkan. 
Allah mengetahui yang di alam semesta ini.

Pesan besar dan amat mendalam, peringatan yang sangat tegas bagi orang yang tidak ikhlas. Bagi yang mengharapkan wajah selain Allah, mengharapkan pujian dan sanjungan.

Saat memposting atau menyampaikan pesan, saat haji, saat umroh, saat menolong orang, Allah tau apa yang kamu inginkan.
Apresiasi dari makhluk atau hanya mengharap Allah, mengharap panggung dunia ataukah surganya Allah.
Keinginan untuk dipuji itu bisa disembunyikan. Namun, Allah Maha Mengetahui mana yang ikhlas mana dan mana yang mencari pujian atau sanjungan.

🍁 Saat kita mendapatkan kebaikan, balaslah dan berterimakasihlah kepada orang yang memberi kebaikan tersebut. 
Karena dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)
Namun di saat kita yang memberi jangan harapkan itu semua.

🍁 Allah Maha berkuasa dan Maha Mampu atas segala sesuatu.
Al Imam Muhammad bin Soleh Utsaimin, mengatakan, 
"Allah mampu menghukum kalian jika kalian menyembunyikan hal hal yang tidak Allah ridhoi dalam hati kalian." 
Allah mampu menghukum kita saat kita tidak ikhlas, saat kita mengharapkan pujian dari amal soleh yang kita lakukan, 
Allah mampu melakukan segala sesuatu, tapi seringkali Allah tidak hukum kita di detik itu. Karena kebijaksanaan-Nya lah, seringkali Allah menunda hukuman itu. 

Allah memberi waktu kita untuk taubat, membersihkan diri. 
Namun jika tak mau taubat juga, ini istidraj. 
Diulur..dibiarkan, namun setelah itu jika tidak bertaubat, dihukum dengan azab yang besar.

QS At Tariq: 17
"Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar."

أَمْهِلْهُمْ (beri tangguhlah mereka) Yakni menunda azab mereka. 
رُوَيْدًۢا (sebentar) Yakni biarkanlah mereka sebentar saja.


wallahua'lam bishshowab

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=HBHPZ1sB8aQ

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Ramadhan 1442 H, Day 11
MT Al Madani


*Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 10. Yang Diterima oleh Allah




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
10. Yang Diterima oleh Allah
Bab 1 : Ikhlas & Menghadirkan Niat (Ayat Kedua)

🌿 Ayat Kedua: QS. Al Hajj: 37

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Allah ingin menjelaskan kepada kita bahwa yang sampai kepada Allah adalah keikhlasan dan ketakwaan kita saat beramal dan beribadah, bukan sebatas fisik ibadah yang kita kerjakan. 

Dalam buku tafsir klasik, seperti Ibnu Katsir, kita diterangkan, bahwa dahulu orang jahiliyah ketika menyebelih hewan qurban di Mekkah, mereka mencipratkan darah hewan sesembelihan mereka ke Ka'bah dan menggantungkan daging hewan-hewan kurban mereka itu di Ka'bah dengan niat agar diterima.

Maka para sahabat Rasulullah berkata, "Kami lebih berhak untuk melakukan hal tersebut." (Karena mereka orang beriman). Kemudian Allah subhanahu wata'ala menurunkan ayat tsb. 

Allah terangkan, bahwa daging-daging itu tidak akan sampai ke Allah, yang sampai adalah keikhlasan dan ketakwaan kalian. 
Jadi tidak perlu berambisi mengalahkan mereka karena hal itu tidak diperintahkan oleh Allah. Kerjakan yang diperintahkan Allah, lalu ikhlaslah..

Ayat ini membuka mata kita bahwa dalam beramal yang harus kita fokuskan adalah bagaimana agar ibadah kita sampai kepada Allah. 

Bukankan keinginan para sahabat itu baik? mereka ingin mengalahkan orang jahiliyah, dan mempersembahakan daging itu kepada Allah.. tidak ada keinginan menjatuhkan orang lain, menjegal orang, mendzolimi orang lain, hanya ingin memberikan yang terbaik kepada Allah. 
Tapi Ketika itu tidak pernah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka itu itu bukan bagian dari ketakwaan. 

Karena ketakwaan adalah menjalankan apa yang Allah dan RasulNya perintah dan syariatkan, lalu ikhlaskan niat kita Ketika menjalankan hal itu. 

🍁 Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana amalan itu sampai kepada Allah. 
Itulah yang ditekankan oleh sahabat besar, ulamanya ulama, sepupu Rasulullah, sekaligus menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib radiyallahu'anhu. 
Beliau mengatakan: 

“Jadilah kalian orang-orang yang lebih fokus memikirkan (dan mengupayakan) bagaimana amal ini diterima Allah, dibanding fokus kepada mengerjakan amal itu sendiri. Tidakkah kalian mendengar firman Allah..”

"....Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa" (QS Al Maidah : 27)

🍁 Abdullah bin Mas’ud, radiyallahu'anhu berkata:
“Kalau aku bisa mengetahui, Allah menerima satu amalanku saja.. itu lebih aku cintai dibanding aku memiliki emas sepenuh bumi”

🍁 Abu Darda radiyallahu'anhu berkata yang serupa: 
“Kalau aku bisa memastikan Allah menerima satu shalatku saja, itu lebih aku cintai dari mendapat dunia dan seisinya”.. 

🍁 Dan para ulama ulama lain: 
“Kalau aku bisa memastikan Allah menerima satu shalatku saja, aku siap mati saat itu juga..”

Karena yang Allah terima adalah dari orang bertakwa, maka jika Allah terima satu amalanku, berarti aku termasuk orang yang bertakwa. Dan jika bertakwa, itulah husnul khotimah.

🍁 Imam Nawawi mengajak kita merenung, 
Jangan hanya sebatas beramal, berbuat, berkarya. Namun pastikan amal dan karya kita ikhlas hanya untuk Allah. 
Allah ingin agar kita hanya mencari wajahNya. Maka sebanyak apapun amal kita kalau tidak ikhlas, tidak diterima oleh Allah.

🍁 Hadist Nabi: 
Ketika menjelaskan 3 orang yang pertama kali di adzab di api neraka. Orang yang meninggal di kancah jihad, orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran, serta seorang yang diberi keleluasan harta oleh Allah. Bukankah mereka didunia tidak termasuk ahli maksiat?
Bukankah mereka didunia dikategorikan orang-orang yang dianggap soleh oleh masyarakat?    

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. 
Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya (memiliki Kesehatan yang baik, sudah diberikan fisik, harta, kecerdasan, kemampuan menggunakan senjata..  karena untuk berjihad butuh itu semua) dan ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ 
Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta.. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan di dunia.’ 
Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya (Kau sudah aku beri kepintaran, kecerdasan, waktu untuk belajar, untuk bisa beli paket internet untuk kajian online, dan kau telah kuberi suara yang merdu..), dan ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ 
Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta..". "Kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, (agar mendapat gelar Ulama, Ustadz, Kiai, agar diakui sebagai anggota majelis taklim. Itu prestise di lingkungan kita, aktivis dakwah, panitia kajian.. Penuntut ilmu.. ) dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian (dan gelar itu semua telah kau dapatkan di dunia..).’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. 
Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu. (kasih pembangunan masjid, kasih nasi box ojol, kasih masker, semua dikasih, ga ada satupun terlewat)’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dusta.. kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

Na'udzubillah..

🍁 Dengan konsep seperti ini, kita akan semangat beribadah meski sedikit, karena kita tahu apa yang Allah inginkan dari kita. Karena kita tau yang Allah inginkan adalah amalan ikhlas kita meskipun sedikit. 

🍁 Sebagaian orang sedih karena tidak bisa beramal banyak, karena tidak punya uang, lalu minder. Jangan minder, sebab Allah melihat niat kita apa. 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham". 
Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” 
Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” 
(HR. An Nasai)

Betul 1 dirham, tapi itu 50% dari harta yang ia miliki. Separuh hartanya. 
Betul 100ribu dirham, tapi itu hanya 1 atau 2 persen dari harta yang ia miliki. 
Jika parameternya angka, itu tidak adil. Dengan niat dan keikhlasan, balasan Allah mengalahkan nominal itu sendiri. 

Ingatlah.. 
Bukan fisik yang sampai, tapi keikhlasan dan niat untuk melakukan yang terbaik..

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=aAQvOysGV4M

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 10
MT Al Madani 
IG: @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Vaksin Covid Lansia Gratis




Ikuti vaksinasi Covid-19 di Komplek Al-Azhar BSD dan TERASKOTA BSD

SehatQ bekerja sama dengan Yayasan Muslim Sinar Mas Land dan FMMB mengadakan vaksinasi Covid-19 lansia. Program ini ditujukan untuk para lansia ber-KTP atau surat domisili Kota Tangerang Selatan.

Catat detailnya.

📅 Jadwal: 22 April 2021, pukul 08.00-14.00 WIB
🏥 Lokasi: Pilih lokasi terdekat Anda > Al-Azhar BSD atau TERASKOTA BSD, Tangerang
📱Pendaftaran: GRATIS, lewat aplikasi SehatQ

Ayo, segera daftarkan diri atau orangtuamu. Ikuti semua proses yang ada di tautan berikut, sebelum 21 April 2021: https://bit.ly/SehatQVaksinasiLansiaTangsel

Mutiara Riyadush Shalihin 08. Cara Menggapai Tujuan




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
08. Cara Menggapai Tujuan
Sebuah Kata Pengantar (Lanjutan)

💠 Setelah Imam Nawawi membuka kata pengantarnya dengan surat Adz Dzariyat: 56, tentang tujuan penciptaan kita. Lalu, bagaimana cara menggapai tujuan tersebut? bagaimana kita bisa beribadah kepada Allah Subahanahu wata’ala?

Beliau mengatakan dalam mukaddimah, bahwa cara yang terbaik adalah mengikuti pilihan hidupnya orang-orang pilihan. 

Dan pilihan yang paling tinggi, paling mendapat petunjuk, paling beradab dan berkarakter adalah sesuai dengan ajaran yang sohih yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad sallalahu'alaihi wasallam. 

Beliaulah pemimpinnya seluruh manusia, yang awal maupun akhir. Beliaulah orang paling mulia di tengah tengah generasi, generasi awal sampai generasi terkahir. 

Ikuti jalan terbaik, dari manusia terbaik, Rasulullah..
Beradablah dan berkarakterlah dengan adab dan karakter Nabi kita, Muhammad sallalahu'alaihi wasallam.
 
💠 Imam Nawawi melanjutkan, 

🌿 ".... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS Al Maidah:2)

🌿 “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

🌿 “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim )

🌿 Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhori & Muslim)
*unta merah adalah simbol kekayaan pada waktu itu. 

Dengan ayat dan hadist-hadist tersebut, beliau ingin memberi pesan bahwa buku ini hadir di tengah-tengah kita untuk saling tolong menolong diantara kita, agar kita semua bisa mengikuti adab dan karakter Nabi kita. 

Buku ini hadir untuk menolong setiap orang yang memerlukan panduan, serta arahan bagaimana beradab dan berkarakter seperti adab dan karakter Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 
Sehingga tercapai tujuan hidup beribadah kepada Allah. 

🌿 "Aku membuat secara ringkas, aku kumpulkan hadist-hadist yang sohih, mencakup semua yang dibutuhkan untuk menjadi jalan seorang hamba menuju akhirat. Dan kita, dengan taufik dari Allah, akan mendapatkan amalan-amalan bathin dan dzahir, amalan2 hati dan dzahir, apa-apa yang harus dilakukan.. 

"dan aku memulai setiap bab dengan menyampaikan ayat-ayat yang berkaitan dengan bab tersebut".
 
🌿 Penutup mukaddimah beliau..
"Dan aku berharap jika buku ini selesai, buku ini bisa menjadi guidance, bisa menjadi panduan bagi orang orang yang mempelajari buku ini untuk berbuat kebaikan demi kebaikan. Panduan beramal soleh, menjadi pintu yang menutup diri kita dari keburukan-keburukan dan dosa-dosa yang menghancurkan. 

"Dan aku meminta kepada saudaraku yang mendapatkan manfaat dari buku ini, untuk mendoakan aku, dan tolong doakan kedua orang tuaku, dan tolong doakan guru-guruku, tolong doakan sahabat sahabatku dan tolong doakan seluruh umat islam."
 
"Hanya kepada Allah aku bertumpu, dan hanya kepada Allah aku serahkan semua urusanku, dan cukuplah Allah sebagai penolongku dan Ia sebaik baik penolong, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, Al 'Aziz, Al Hakim." 

***

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=VaVL6Op8uUc

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 8
MT Al Madani
IG @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 07. Tujuan-Nya Menciptakanmu




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
07. Tujuan-Nya Menciptakanmu
Sebuah Kata Pengantar

💠 Para ulama Ketika menulis buku, mereka akan mulai dengan mukaddimah, kata pengantar. Beliau memberi kata pengantar yang penting buat kita. Maka sejenak mari kita melihat kata pengantar dari beliau. 
 
💠 Beliau memulai mukaddimahnya dengan 4 hal. Lalu setelah 4 hal ini beliau masuk kepada kata pengantar yang menjelaskan gambaran global kitab Ryadhus Shalihin. 
- Basmalah, bismillahirrahmanirrahim
- Hamdalah, beliau puji Allah dengan cukup panjang..
- Bersyahadat
- Bershalawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

💠 Dijelaskan para Ulama, 4 hal ini merupakan kultur mereka, kultur para Ulama dalam menulis kitab. 

Syeikh Usaimi mengatakan, merupakan ijma para ulama untuk memulai dengan keempat hal tersebut. Dan menunjukkan 4 hal ini sangatlah penting dalam hidup kita. Dan dari 4 hal ini yang paling mereka tekankan adalah basmalah.

💠 Mengapa 4 hal itu penting?

🌿 Basmalah 
adalah simbol ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Betapa butuhnya seorang hamba kepada yang Maha Mengetahui, yang Maha Kuat, Ar Rahman, Ar Rahiim. 

Basmalah adalah upaya seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah dalam semua urusannya. Ketika kita mengucapkan bismillah, artinya kita meminta pertolongan kepada Allah.
Karena kata ulama, arti “bi” itu meminta pertolongan kepada Allah, dan agar Allah berkahi kita. 

"Ya Allah, aku meminta pertolongan dan rahmat Engkau dengan menyebut nama Mu yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang."

Menunjukkan kita lemah, ringkih dihadapan Allah. Segala yang kita kerjakan akan berantakan tanpa petolongan dan berkah dari Allah. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib)

Berkah, berarti kebaikan yang bertambah. Berkah berarti membawa kebaikan bagi banyak orang. Beliau, Imam Nawawi, meminta pertolongan Allah dari lubuk hati beliau yang paling dalam, tidak hanya dalam lisan ataupun tulisan. 

🌿 Hamdalah, 
adalah simbol rasa sykur kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Beliau memulai kitab beliau dengan penuh rasa syukur, jikapun ada pujian, tidak ada yang layak mendapat sanjungan melainkan Allah. 
"Kalaupun ada manfaatnya buku ini, maka yang berhak dipuji adalah Allah semata".

🌿 Syahadatain,
Syahadat adalah pintu gerbang masuk agama islam, merupakan kalimat Tauhid. 
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah".
Menekankan bahwa kita hanyalah seorang hamba yang beribadah kepadaNya, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah. 

"dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah".
Lalu bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul utusan Allah. Beliau adalah hamba yang beribadah kepadaNya dan diwaktu yang sama beliau adalah utusan Allah. 
Kita sebagai umat tidak boleh melupakan jasa Nabi kita, diwaktu yang sama kita tidak boleh berlebihan terhadap beliau sehingga mensejajarkan beliau dengan Allah. 

Kita harus beradab, memuliakan Nabi kita sebagai manusia yang paling berjasa kepada kita. Tapi di waktu yang sama, Nabi kita tetaplah seorang hamba sama seperti kita yang beribadah kepada Allah. 

Jadi karya ini adalah bentuk ibadah dan sarana beribadah kepada Allah. 

🌿 Shalawat dan salam kepada Nabi. 

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali”. (HR. Muslim)

Di buku ini, kita akan banyak bertemu Nabi sallallahu 'alaihi wasallah dalam hadist, maka setiap nama Nabi menyapa telinga kita bershalawatlah kepada beliau. 

💠 Setelah 4 hal tersebut, baru beliau menjelaskan gambaran global dari kitab Riyaduhs Shalihin yang intinya bahwa Riyadush Shalihin lahir karena tujuan Allah menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya; untuk menghamba kepadaNya. 

Oleh karenanya beliau memulai mukaddimahnya dengan surat Adz Dzariyat ayat 56:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Maka tujuan kita diciptakan Allah adalah agar kita beribadah kepada Allah. 
Lalu, Allah lanjutkan dalam ayat berikutnya..

“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat: 57)

Disini Allah mengatakan "Dan aku tidak butuh rizki dari kalian, dan aku tidak berharap kalian memberi makan kepadaKu. Kalian beribadah untuk kalian. Bukan untuk Ku." Allah ingin meng-clearkan semuanya.
 
Berbeda dengan makhluk yang ketika meminta seseorang bekerja untuknya, maka itu karena mereka saling membutuhkan. 

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl : 97)

Maka sebuah keharusan dan kewajiban bagi setiap kita manusia untuk benar-benar memperhatikan dan fokus terhadap tugas dan tujuan penciptaanya. Maka kita harus berpaling dari hal-hal urusan dunia yang memecah konsentrasi kita dalam melaksanakan tugas ini. 

Jadi buku ini lahir, beliau tulis karena sebuah hal yang sangat principal: Karena tugas kita sebagai manusia untuk beribadah. 
Buku ini ditulis agar manusia bisa beribadah kepada Allah. Buku ini ditulis sesuai tujuan penciptaan kita, untuk beribadah kepada Allah.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=qxvTRoXoMqI

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 7
MT Al Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Sunday, April 18, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 06. Kunci Keberkahan (Bagian 4)





💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
06. Kunci Keberkahan (Bagian 4)

Kunci Keberkahan Kelima 

💠 Menjaga amalan hati.

Itulah yang membuat beliau bisa menjaga waktunya, bisa kajian hingga 12 kajian dalam sehari, bisa membuat karya karya yang diterima oleh umat.
 
Apa kaitannya?
Sabda Nabi: Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (Qalbu)”
(HR Bukhori dan Muslim)

Jika qalbu kita baik, jasad kita akan baik, kita akan menjaga waktu kita, kita akan semangat sholat, kita akan khusyuk berdzikir, sabar menghadapi masalah kehidupan, kita akan bisa melewati hari-hari ini dengan kesabaran dan keridhoan. 
Dan inilah kunci sukses beliau. 

💠 Hampir semua ulama yang menjelaskan tentang beliau
(Imam Ibnu At Thar, Imam As Suyuti, Imam Ad Dzahabi, Imam Al Yafi’I, Imam Ibnu Farah, Imam Al Lahmi, Muhammad bin Hasan, dan ulama ulama lain) menekankan masalah ini : Hati beliau luar biasa.

Al Imam As Suyuti menjelaskan tentang beliau: 
Beliau selalu muroqobah li a’malil qulub, selalu mengawasi amalan amalan hatinya, mengawasi keikhlasannya, mengawasi cinta dan takutnya kepada Allah, mengawasi sabarnya, takutnya kepada Allah, mengawasi imannya, tauhidnya, tawakkalnya. 
Beliau  memiliki hati yang lembut. Beliau orang yang khusyuk dalam beribadah, sholat, berdzikirnya.. 
Imam Nawawi senantiasa introspeksi hatinya, muhasabah, evaluasi langkah demi langkah, kegiatan demi kegiatannya, sudahkan ikhlas karena Allah..

Ad Dzahabi mengatakan,
Jika terjadi sesuatu pada diri beliau, beliau langsung mengarahkan pada diri beliau sendiri (introspeksi apakah dosa diri, apakah tidak ikhlas).

Ketika mendapat gelar Muhyiddin beliau menolak. 
Beliau ingin menjaga jiwa dan hatinya setiap saat. Beliau tidak tertarik dengan pujian di dunia. Ambisi beliau mencari ridho Allah. Maka Ketika beliau diberi gelar terpuji, beliau khawatir itu akan menyerang keikhlasannya. 

Imam Al Lahmi, menjelaskan bagaimana beliau memiliki hati luar biasa. Beliau mengatakan. Imam Nawawi, jika beliau disakiti oleh orang, dia akan katakan pada orang tersebut, "wahai orang yang diberkahi..". 
Karena beliau yakin bahwa pasti dibalik apapun ada kebaikan. Mungkin kata-katanya kasar, tetapi bukankan jika disikapi dengan bijak pasti ada keberkahan disana. 
Kenapa beliau bisa demikian walaupun disakiti, karena hati beliau terpaut kepada Allah. Allah Maha mendengar dan melihat, Allah melihat dan mendengar bagaimana responku.

Semoga kunci kunci keberkahan beliau bisa kita tadaburi dan renungkan. Agar kita tidak hanya menikmati karya beliau tapi mengetahui rahasia dibalik itu semua. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=Q9J5u9KUiUo

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Catatan Ramadhan 1442 H, Day 6
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Saturday, April 17, 2021

AHMAD BIN MISKIN dan NAFSU TERSEMBUNYI

Nasrullah - Magnet Rezeki:

Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak pernah bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. 
Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, 
sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. 
Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. 
Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. 
Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: 
“Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. 
Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, 
dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. 
“Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. 
Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, 
sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...! 
Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan. 
Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. 
Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

"Terus?”, tanyaku keheranan.

Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. 
Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. 
Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. 
Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses. 
Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan. 
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu 
atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. 
Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku. 
Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. 
Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, 
santunan dan berbagai bentuk amal shalih. 
Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal shalihku. 
Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. 
Ada semacam harapan pasti dalam diri, 
bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi. 
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat. 
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. 
Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, 
dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar 
seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan, 
sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain. 
Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. 
Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku. 
Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. 
Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. 
Semua itu membuat amalku tak berharga. 
Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa. 
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, “Masihkah orang ini punya amal baik?”

“Masih...”, jawab suara lain. “Masih tersisa ini.”

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah ku sedekahkan 
kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku... 
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku,sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun. 
Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. 
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.

Tak sampai disitu, ternyata masih ada lagi amal baikku. 
Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. 
Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. 
Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat. 
Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, “Orang ini selamat dari siksa neraka..!”

[ Ar-Rafi’i dalam Wahyul Qalam, 2/153-160 ]

Mutiara Riyadush Shalihin 05. Kunci Keberkahan (Bagian 3)




💎 _*Mutiara Riyadush Shalihin*_ 
*05. Kunci Keberkahan (Bagian 3)*

*Kunci Keberkahan Ketiga* 

💠 Sebagaimana yang dikatakan oleh beliau rahimahullah langsung, kuncinya adalah: *Guru*.
Al Imam An Nawawi mengatakan langsung tentang masalah ini. Tentang pentingnya guru dalam kehidupan kita sebagai penuntut ilmu, seorang muslim, seorang awam, yang ingin mencari jalan yang benar, yang ingin mendekat kepada Allah.

Kata beliau
_*"Sesungguhnya, guru-guru seseorang di dalam ilmu adalah orang tua atau ayah dalam agama"*._ 
Dan ini adalah sebuah kaidah para ulama. 
Ulama mengatakan orang tua dibagi dua: orang tua nasab yaitu orang tua langsung, dan orang tua dalam agama yaitu guru kita. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _‘Sesungguhnya kedudukanku terhadap kalian seperti kedudukan seorang ayah, aku mengajari kalian semua….’_ (HR Abu Daud). 

Guru itu, jembatan yang menyambungkan kita dengan Allah. Tidak bisa orang awam mendekat kepada Allah tanpa guru. Jika ingin diberkahi Allah, kita harus berguru, belajar dengan guru kita. inilah kunci para ulama. 

💠  Imam Nawawi sangat menjaga adab dengan gurunya. Beliau sangat berkhidmat kepada guru. 
Beliau mengatakan, seorang murid diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan guru dan berbuat baik kepada gurunya. Apapun yang kita beri kepada guru kita tidak bisa membalas jasa-jasanya. 
Maka harus dengan doa. Dengan berbuat baik. Doakan di saat sujud, saat tahajud, saat haji, saat mengitari ka’bah, doakan guru guru kita. Lalu berbuat baiklah kepada mereka. Ingat kebaikan-kebaikan mereka, puji mereka ketika tidak dihadapannya, ingat jasa-jasanya, bersyukur dan berterimakasih kepada mereka. Agar keberkahan bersama kita.  
 
💠 Dalam kehidupan Imam Nawawi semenjak awal hingga menjadi ulama besar, jejak langkah beliau tidak pernah luput dari seorang guru.
Dari usia 10 tahun, saat lari diajak main sambil membaca Quran. Syeikh Yasin datang ke gurunya, ke ayahnya, untuk memberi pesan. 

Dibawa ayahnya ke damaskus, beliau bertemu Jamaluddin Abdul Kahfi. Setelah berguru, kemudian beliau diarahkan ke Syeikh AL Imam Tajuddin, seorang ulama besar, mufti Syam, murid Al Izz bin Abdis Salam. 

Imam At Tajuddin lalu mengarahkan beliau ke Al Imam Ishak bin Ahmad Al Maghribi. Beliau cukup lama dengan Imam Ishak Bin Ahmad dan beliau menjadi murid kesayangan beliau. 

Kata imam Nawawi, “aku terus dampingi guruku, dan guruku kagum kepadaku karena beliau melihat betapa semangatnya aku mendampingi beliau, mulazamah kepada beliau. Dan aku tidak suka menghabiskan waktu berkumpul yang tidak bermanfaat dengan kumpulan manusia." 

Imam Nawawi adabnya terhadap guru-gurunya sangat tinggi. Beliau berkhidmat kepada gurunya. Dan guru beliau pun sangat sayang kepadanya. Diataranya Imam Nawawi menyiapkan air di ceret/kendi dibawakan kepada gurunya untuk berwudhu gurunya. 

💠 Maka lihat *jalan hidup Imam An Nawawi selalu diarahkan oleh Ulama*. Disanalah penuh keberkahan. 
Dari situ beliau belajar belajar dan belajar tidak hanya dari ilmu tapi juga dari kehidupan mereka, para guru beliau. 

Contoh salah satu guru beliau, Imam Ibrahim bin Isya. Imam Nawawi mengatakan, beliau belajar dengannya kurang lebih 10 tahun. 
"Dan selama 10 tahun itu aku tidak pernah melihat dari beliau sesuatu yang tidak mengenakkan, yang kasar, dst.. beliau adalah sosok pemaaf dan lapang dada luar biasa. Kebaikannya dengan orang lain, juga rasa sayangnya kepada umat. Sosok yang sangat langka kebaikannya, suka membantu, suka mensupport, aku tidak pernah meliaat orang yang menjaga waktunya sebaik beliau." 

Imam Nawawi melihat sosok hebat guru-gurunya yang baik, lapang dada, memaafkan orang. Mereka semua orang-orang yang rajin beribadah, maka begitupula muridnya. 

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.  

*Kunci Keberkahan Keempat*

💠 Para ulama mengatakan, dibalik karya karya masterpiece, beliaulah sosok yang berusaha *menjaga waktu* beliau semaksimal mungkin. Beliau berusaha menjaga waktu agar tidak terbuang percuma. *Agar waktu selalu digunakan dalam rangka ketaatan kepada Allah*. 

Maka para ulama mengatakan, beliau, Imam An Nawawi, adalah pemimpinnya umat islam dalam ilmu dan amal. Di waktu yang sama beliau gabungkan. Menuntut ilmu luar biasa, ibadahnya pun luar biasa. 
Beliau adalah _Alimul ubad, abidun ulama_, _ulamanya para ahli ibadah, dan ahli ibadahnya para ulama_. 

💠 Beliau pernah bercerita bagaimana beliau menuntut ilmu dan menghabiskan waktu. Kata beliau Ketika beliau belajar di damaskus madrasah rahiyah. 
“Aku menghabiskan waktu dua tahun dan aku tidak pernah meletakkan sisi tubuhku ke atas permukaan tanah..” 

Imam dzahabi: ini adalah sebuah majas untuk menunjukkan bagaimana beliau berjuang dan menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu siang dan malam, beliau tidak sengaja tidur, beliau tidur jika ketiduran. Imam Nawawi, memaksa dirinya belajar-belajar-belajar, tidak tidur kecuali kelelahan yang sangat. 

Beliau membagi waktunya, belajar, baca, research, menulis, mendatangi guru, dan beribadah.  
Para ulama mengatakan, beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktu, baik pagi maupun malam. 

Malam baginya bukan waktu istirahat. Kecuali kelelahan yang sangat, ketiduran. Beliau isi waktu beliau selalu dalam kesibukan dengan ilmu. Sampai sampai kalau beliau pergi ke sebuah tempat, di jalan, pasti beliau sambil membaca atau murojaah hafalan, memegang bukunya. Membaca, mencatat, memurojaah. Mengulang ngulang ingatan beliau, apa yang baru didapatnya tadi. 

💠 Imam Suyuti: beliau adalah sosok yang tidak pernah menyia-nyiakan sedetik sekalipun diluar ketaatan kepada Allah. Tidak membuang waktunya walaupun sesaat, semenit, sejam, untuk sesuatu yang bukan dalam rangka ketaatan kepada Allah. 

Beliau membaca, sholat, dzikir, tadarus, pergi ke guru, saling menasihati, menulis, membaca Al Quran, puasa -- Waktu diatur sedemikian rupa. 

💠 Beliau pernah ditanya tentang waktu tidurnya. 
"Kalau aku sangat lelah, maka aku akan rebahkan diriku ke buku sesaat saja. Lalu aku akan bangkit lagi..". 
Beliau seringkali begadang, dalam rangka belajar dan ibadah.

Banyak Ulama menukilkan hal ini (Imam Suyuti, As Sakhawi, Ibnu At Thar): beliau setiap harinya mengikuti 12 kajian, membaca dihadapan gurunya, 12 pelajaran. Belajar berbagai macam ilmu. 
(Fiqih, Bahasa, Nahwu, Asma Al-rijal, Al Wasith, Al Muhadzab, Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Al Luma', Ushul Fiqih Hadist, dst..)

Tidak hanya 12 kajian, setelah mengaji 12 kajian bukan selesai, beliau Kembali murojaah, diulang lagi, membuat catatan kajian hari tersebut. Membuat keterangan dari kalimat yang pelik, ibarat-ibarat yang rumit, bahasa yang asing, beliau catat. Dan beliau mengamalkan ilmunya. Maka beliau mengalami percepatan yang luar biasa.

*Itulah keberkahan waktu..* 
Beliau bisa mengerjakan aktivitas 2 hari yang padat hanya dalam 1 hari. Beliau masih sempet berkhidmat kepada guru, masih sempat membaca Al Quran, berdzikir, shalawat, menyiapkan air untuk gurunya.. 

💠 Lalu, bagaimana dengan waktu kita?
Benar kata Rasulullah: 
Ada 2 nikmat yang disia siakan - ditelantarkan, dibuang, dilemparkan- oleh banyak manusia: nikmat sehat dan waktu luang.   
Abdullah bin mas’ud: "aku tidak pernah menyesal sebagaimana penyesalanku terhadap sebuah hari yang begitu tiba terbenamnya matahari sedangkan amalku tidak bertambah." 

Hasan al bashri: saya bertemu generasi orang orang yang benar benar menjaga waktunya yang melebihi kalian menjaga hartanya (uangnya). 

Imam Ibnul Qayyim:
Menyia nyiakan waktu, itu lebih bahaya dan lebih fatal daripada kematian. Karena menyia nyiakan waktu akan membuat gagal mendapatkan ridho Allah, dan gagal di akhirat (terpisah dari Allah dan akhirat). Adapun kematian membuat terpisah dengan dunia dan ahli dunia. 

Apa jawaban Allah kepada orang orang yang menyesal di hari kiamat kelak? yang meminta dikembalikan ke dunia saat bicara waktu?

_Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun._ (QS. Fathir : 37)

💠 Allah memberi keberkahan kepada waktu Imam Nawawi, karena beliau berjuang dengan sungguh-sungguh.  

_"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di (Jalan) Kami, Kami akan benar-benar menunjukkan Jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan._ (Q.S al-Ankabut ayat 69)

Allah tidak pernah menyelisihi janji-Nya. Karya Imam Nawawi, hasil dari janji Allah. 
Karya yang hidup hingga ratusan tahun, bahkan ribuan tahun..

bersambung.. 

▪️▪️▪️

_Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri._
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=VqGFjLFYfX4

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 _Catatan Ramadhan 1442 H, Day 5_
_MT Al Madani_

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 04. Kunci Keberkahan (Bagian 2)




💎 _*Mutiara Riyadush Shalihin*_ 
*04. Kunci Keberkahan (Bagian 2)*

*Kunci Keberkahan Kedua*

💠 *Kunci keberkahan kedua setelah taufik dari Allah*

Imam Nawawi memiliki *orang tua, khususnya ayah, yang punya peran besar*.
Ayah beliau orang soleh, rajin beribadah. 

💠 *Peran ayah begitu besar dalam keberkahan seorang anak.* 

Ayah Imam Nawawi rajin beribadah, rajin bertaqarrub kepada Allah. Dan beliau selalu menjaga diri dan keluarganya dari harta haram. Beliau memiliki toko. Beliau tidak mau menjual hal-hal yang haram. Jangankan haram, syubhatpun tak mau. 
Beliau selalu mendukung anaknya, Imam Nawawi (Yahya), selalu mengirim makanan kepada anaknya. Meski anaknya sudah besar, selalu disupport, disupport dan disupport. Sehingga anaknya dapat fokus pada belajar belajar dan belajar. Belajar, membuat karya, belajar, membuat karya.. 
Beliau tidak menyusahkan anaknya. 

💠 Ketika Imam Nawawi di usia 10 tahun, saat tidak mau diajak bermain hanya mau belajar, hanya mau dengan Al Quran hingga menangis, dan dilihat oleh Syeikh Yasin bin Yusuf. Lalu Syaikh Yasin berbicara kepada Ayah Imam Nawawi. 

Semenjak diberi nasihat oleh syeikh Yasin bin Yusuf, beliau begitu bersemangat mendampingi anaknya Yahya (Imam Nawawi kecil) sampai beliau khatam dan hafal Al Quran sebelum baligh. 

*Peran ayah mendampingi anaknya*, bukan hanya memberi uang, lalu berfikir semuanya baik baik saja. Tidak.. 
Memberi nafkah itu hanya satu dari tanggung jawab yang akan ditanya oleh Allah subhanahu wata’ala.

Diriwayatkan Imam Nawawi pun berhaji bersama dengan ayahnya. 
Imam Nawawi saat itu sakit Ketika haji sampai hari Arafah, dan yang mengasuh adalah ayahnya beliau. 

💠 *Peran ayah penting dalam keberkahan seorang anak*.
Oleh karena itu, perhatikan: *Kalau ingin keberkahan di keluarga kita, keberkahan pada anak anak kita, maka ayah harus ada.* Ayah harus mengerti bagaimana mengarahkan keluarganya, anak-anaknya. 

Ayah Imam Nawawi, suka membawa Yahya (Imam Nawawi kecil) ke tokonya. Tetapi, ayahnya tidak menyibukkan beliau untuk membantu jual beli. Hanya membaca Al Quran. 

Beliau diajak untuk melihat bagaimana cara menjual, belajar kehidupan, belajar karakter pembeli, tapi tidak memalingkan anaknya dari Al Quran. Yahya dibawa ke tempat duniawi untuk mengerti hal duniawi, tapi tetap fokus utamanya adalah bagaimana berinteraksi dengan Al Quran. 

Betapa banyak anak jauh dari Al Quran karena ayahnya tidak pernah mengarahkan, anak dibuat sibuk hingga jauh dari Al Quran. Anak diarahkan ke hobi ayahnya, yang lebih banyak tidak bermanfaat. padahal itu akan ditanya oleh Allah.

💠 *Peran ayah sangat penting. Ayah yang mengarahkan, juga mendampingi*.

Ayah Imam Nawawi, beliaulah yang membawa Imam Nawawi dari Nawa ke Damaskus di usia 19 tahun untuk belajar. Disana Imam Nawawi bertemu guru-guru beliau, dan ulama-ulama besar seperti Imam Ishak bin Ahmad, Abdurrahman bin Nuh, beliau bertemu murid murid ibnu Solah dan terus berkembang dan berkembang. 
Berawal dari ayah beliau yang membawanya kesana. 

*Ayah yang mengerti pattern, mengarahkan anaknya.* 
Ayah pakar matematika, ia akan tahu anaknya dibawa kemana untuk menjadi pakar matematika juga, masuk kampus mana. 
Ayah dokter spesialis, ia akan tahu anaknya dibawa ke universitas mana untuk menjadi seorang spesialis.. 

💠 Jika menginginkan keberkahan pada diri anak, maka perkuat basic agamanya. kuatkan imannya, takwanya, aqidahnya. dan itu adalah tanggung jawab ayah. 
Hubungan ayah dengan Allah harus dekat, takwanya ayah kepada Allah harus bagus. Seorang ayah harus terus belajar, terus mengkaji.

💠 Imam Nawawi bisa bertahan di kondisi sangat susah, makan sehari sekali hanya di malam hari. Mungkinkah ayah yang memanjakan bisa mencetak orang seperti demikian? 

Dengan taufik dari Allah, Imam Nawawi sangat mencintai ilmu. Tapi jika tidak disupport ayahnya, kira kira akan menjadi apakah beliau? Jika ayahnya tidak membawanya ke Damaskus, kira kira Yahya menjadi apa? ("udah gak usah belajar jauh jauh, mendingan di toko nih, yang menghasilkan uang" - misalnya)..
Bakat sebesar apapun jika tidak didukung orang tua, akan rusak semuanya. Jika masa kecilnya hancur, mungkin tidak ada karya besar Imam Nawawi.
Semua memang kehendak Allah, tapi itulah ada mata rantainya.. 

💠 Imam Ibnu Qayyim mengatakan, mayoritas anak durhaka itu karena orang tua. Dan orang tuanya akan ditanya oleh Allah subhanahu wata’ala.
Bayi yang lahir ada di atas fitrah. Diantara fitrah mereka adalah mencintai kebenaran. Yang membuat mereka cinta dunia adalah orang tuanya. 

Orang tua berdalih, anaknya berperilaku buruk karena pergaulannya, akhirnya dia terbawa arus. Memang itu betul, akan tetapi serangan arus pergaulan tidak akan masuk ke hatinya jika orang tuanya membangun benteng yang kokoh. Benteng itu bernama iman dan tauhid kepada Allah..

💠 *Penting jangan memberi makan haram.* 
Makan yang baik dan beramal solehlah. Ini dua perintah yang Allah perintahkan dalam Al Mukkminun ayat 51. 

_Allah berfirman, "Wahai para rasul! *Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan*. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._

Ada hubungan antara *makanan halal dengan kualitas dan kuantitas amal ibadah*. Dan ayah Imam Nawawi sangat memperhatikan kedua hal tersebut dengan baik. 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

_Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri._
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=ub79GhZ01NM&t=942s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 _Catatn Ramadhan 1442 H, Day 4_
_MT Al Madani_

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mengapa Umat Muslim Ramai Baca Al Qur'an di Bulan Ramadhan...?

Huruf dalam Alquran

Sejak 1200 tahun silam, ketika dunia blm mengenal KOMPUTER atau alat hitung sejenis,

 Maka IMAM SYAFI'I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QURĀN secara detail dan tepat

IMAM SYAFI'I dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur'an di susun sesuai dgn banyaknya :

o ا Alif  : 48740 huruf,
o ل Lam : 33922 huruf,
o م Mim : 28922 huruf,
o ح Ha ’ : 26925 huruf,
o ي Ya’ : 25717 huruf,
o و Waw : 25506 huruf,
o ن Nun : 17000 huruf,
o لا Lam alif : 14707 huruf,
o ب Ba ’ : 11420 huruf,
o ث Tsa’ : 10480 huruf,
o ف Fa’ : 9813 huruf,
o ع ‘Ain : 9470 huruf,
o ق Qaf : 8099 huruf,
o ك Kaf : 8022 huruf,
o د Dal : 5998 huruf,
o س Sin : 5799 huruf,
o ذ Dzal : 4934 huruf,
o ه Ha : 4138 huruf,
o ج Jim : 3322 huruf,
o ص Shad : 2780 huruf,
o ر Ra ’ : 2206 huruf,
o ش Syin : 2115 huruf,
o ض Dhadl : 1822 huruf,
o ز Zai : 1680 huruf,
o خ Kha ’ : 1503 huruf,
o ت Ta’ : 1404 huruf,
o غ Ghain : 1229 huruf,
o ط Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ظ Dza’ : 842 huruf.

*Jumlah semua huruf dalam al-Quran sebanyak 1⃣.0⃣2⃣7⃣.0⃣0⃣0⃣  (satu juta dua puluh tujuh ribu)*.

Setiap kali kita khatam Al-Quran, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf.

Jika 1 huruf = 1 kebaikan dan 1 kebaikan = 10 pahala, maka kira-kira 10 juta pahala kita dapatkan
 
Di bulan Ramadhan ALLAH gandakan lagi 70x kebaikan.... so, kira-kiralah hitunglah sendiri... 😊😊😊

 Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca Al-Quran, bertadarrus dan kalau mampu memahami maknanya
Wallahu a'lam..

SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM KUBUR

Semoga kita termasuk di dalam golongan orang orang ini...aamiin !!!

*Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.*

- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

-Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia di masukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan  permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Yaa Allah… terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhana wa Ta'ala Aamiin..

*Oleh: Prof.DR. Ahmad  Sathori Ismail.*

"Sayang kalau dibaca sendiri... Subhanalloh...Allohu Akbar  .... mari berbagi dan sebarkan

Wednesday, April 14, 2021

Mutiara Riyadush Shalihin 03. Kunci Keberkahan (Bagian 1)




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
03. Kunci Keberkahan (Bagian 1)

💠 Imam An Nawawi adalah salah satu ulama besar, muftinya umat islam. Hujjahnya manusia yang hidup setelah beliau. Rujukan bagi banyak ulama, apapun madzhabnya. 

💠 Imam As Suyuti mengatakan barang siapa mengikuti jejak Imam an Nawawi dengan ikhlas karena Allah dalam Riyadush Shalihin, ia akan bersama orang orang soleh di Riyadush Shalihin, ia akan menjadi orang saleh di sisi Allah subahanahu wata’ala  

Bersyukurlah kepada Allah, minta keistiqomahan kepada Allah untuk menyelami kitab ini dengan izin Allah, semoga Allah memperbaiki iman kita, tauhid kita kepada Allah.. sebagai bahan bakar kita menghadapi hari hari (pandemi) ini.. 

💠 Berbicara sebuah karya tidak mungkin dilepaskan dari sosok di balik karya tersebut. Dibalik Riyadush Shalihin, ada seorang sosok luar biasa, Imam An Nawawi.

Dikatakan oleh Imam Ibnu Fadlillah, Imam An Nawawi merupakan Abidul ulama wa alimul ubad.. Beliau adalah ahli ibadah jika dibandingkan ulama yang lain. Jika dibandingkan dengan ahli ibadah, ahli Quran, ahli tahajud, maka beliaulah ulamanya. 

Dengan durasi hidup hanya 45 tahun, beliau bisa mengubah wajah dunia dengan taufik dari Allah. Sehingga Sebagian ulama memberi gelar beliau Muhyiddin.

Ini semua tentu berawal dari keberkahan yang Allah berikan kepada beliau. 

💠 Imam As Suyuti, mengatakan, hadirnya Imam Nawawi di dunia dalam kehidupan kita, itu membuktikan, tidak sulit bagi Allah untuk mengumpulkan segala macam ilmu dalam diri seorang manusia, segala macam kebaikan dalam sosok seorang manusia..

💠 Bagaimana bisa ada sosok demikian?
Bagaimana beliau bisa menghasilkan karya bermanfaat bagi umat? 
Bukan hanya sekedar karya yang tidak ada yang membaca, hanya booming beberapa bulan, beda generasi sudah tidak dibaca lagi.. 
Karya Imam An Nawawi di tahun 600an saat ini masih dibahas dan dikaji di hampir seluruh masjid masjid saat ini. 

Bagaimana membuat buku yang diterima umat dari abad ke abad, generasi ke generasi, tentu itu tidak mudah. Buku-buku yang beliau tulis, yang semisal dengannya itu banyak. Tapi mengapa umat selalu menjadikan karya-karya beliau yang menjadi rujukan? 
Kuncinya adalah keberkahan.. 

Kunci Keberkahan Pertama

💠 Kunci keberkahan pertama Imam An Nawawi rahimahullah adalah: Taufik dan hidayah (gift) yang Allah berikan kepada beliau. Itulah pemberian dari Allah subhanahu wata'ala. 

Al Imam Ibnu Fadlillah mengatakan, beliau memang diberikan taufik oleh Allah untuk mencintai ilmu. Dan selain diberi taufik, juga dimudahkan oleh Allah untuk mempelajari ilmu. Allah berikan beliau jalan, untuk mendapatkan ilmu. 

💠 Imam An Nawawi memang sosok yang dari kecil berbeda.

Dalam sebuah riwayat, pada saat itu beliau di usia 10 tahun, di kota Nawa. Ada seorang syeikh, Yasin bin Yusuf, melihat An Nawawi kecil, saat itu sedang dipaksa main oleh teman teman sepantarannya. An Nawawi (Yahya bin Syarof) ini diajak main oleh teman temannya dan dipaksa. Dia tidak mau main (maunya membaca Al Qur'an), sehingga dipaksa oleh teman-temannya itu. Lalu dia berusaha melarikan diri dari teman temannya. Dan sambil menangis, ia membaca Al Quran..  
masya Allah

Apakah itu kalau bukan taufik dari Allah.. 

Pemandangan itu yang disaksikan syeikh Yasin bin Yusuf, “aku melihat Yahya kecil demikian, dalam hatiku spontanitas berkata, aku sayang kepada anak ini”

Syeikh Yasin bin Yusuf berkata kembali, 
"maka aku mencari tau tentang anak ini, aku cari guru Al Qurannya." 
Lalu berkata beliau kepada gurunya tsb, “Aku ingin berbicara kepada engkau. Anak ini, insya Allah akan menjadi orang paling alim di dunia pada masanya, paling zuhud dimasanya, dan manusia akan mendapatkan manfaat darinya..”.

Setelah mendatangi gurunya, beliau datangi Syaraf (ayah Imam An Nawawi). Ayah beliau punya toko, Nawawi kecil di toko selalu sibuk dengan Al Quran. 
Beliau menceritakan hal yang sama kepada ayahnya itu. 
"Insya Allah, anak anda akan menjadi ulama yang paling hebat, paling zuhud dan manusia akan mendapat manfaat darinya".

Ayahnya menangkap pesan itu. Maka ayahnya benar-benar menjaga, mengawal, sehingga Imam Nawawi telah menghafalkan Al Quran sebelum beliau baligh. 

💠 Hingga Imam Tajuddin As Syubki mengatakan, 
"rahmat Allah senantiasa diberikan Allah sepanjang hidupnya.. Allah sayangi beliau sepanjang hidup beliau sehingga beliau tetap berjalan di atas ahlussunnah wal jama’ah."

Itulah taufik dan hidayah dari Allah..

💠 Maka pelajaran buat kita.. 
Jangan pernah pesimis dan malas berdoa. Mintalah kepada Allah agar kita diberikan taufik dan kekuatan dari Allah, agar kita dapat mencintai ilmu, minta kepada Allah agar kita bisa mengamalkan ilmu kita di hari-hari ini.. 
Karena ini bukan sebatas karena diri Imam Nawawi, tetapi ini adalah pemberian dari Allah.. 
Dan Dzat yang memberikan itu semua kepada Imam An Nawawi terus ada hingga hari ini.. 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S Al Baqarah : 186)

Allah tidak hanya memberikan (rahmatNya) kepada Yahya bin Syarof semata. Allah menawarkannya juga kepada anda..kepada kita semua.. Maka mintalah kepada Allah.  

'Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian'." (QS Ghafir: 60)

💠 Lalu kenapa sampai Allah menyayangi Imam Nawawi dan Allah selalu memberikan rahmatNya kepada Imam Nawawi? Apa yang beliau lakukan sehingga mendapatkan kasih sayang dan taufik dari Allah? 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=OD60VoQuueY

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Ramadhan 1442 H, Day 3
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125
FB: Majelis Taklim Al-Madani

💎 Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

Mutiara Riyadush Shalihin 02. Berawal dari Keberkahan




💎 Mutiara Riyadush Shalihin 
02. Berawal dari Keberkahan

💠 Darimana Riyadush Shalihin berasal?
Buku ini berasal dan lahir dari seorang ulama besar. Ulama yang diakui oleh dunia. Beliau bernama Al-Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Murii bin Hasan bin Husain bin Muhammad atau Al Imam An Nawawi Rahimahullahu ta’ala. Ulama yang banyak sekali dipuji dan dikagumi oleh umat dan para ulama besar di seluruh dunia.
Terlalu banyak pujian dari umat kepada beliau.  

Cukuplah kita nukilkan sedikit Pujian dari beberapa Ulama besar tentang beliau.. 

💠 Al Imam Ad Dzahabi mengatakan bahwa beliau adalah Syeikhul islam, Al Imam Al Qudwah, – Seorang Imam besar, teladan bagi kita semua; Az Zahid -- orang yang zuhud ; Al Hafidz, Al Abid -- orang yang rajin beribadah. Al Faqih -- pakar fikih yang luar biasa. Al Mujtahid Ar Rabbani -- beliau adalah mujtahid mutlak, maqom tertinggi dalam ilmu fiqih (level tertinggi dalam ilmu fiqih). Penulis buku buku yang diterima oleh umat dari ujung dunia ke ujung dunia lain.. 

💠 Al Imam Al Yafi’i mengatakan bahwa beliau adalah Syeikhul Islam, Muftil Anam Al Muhadist, Al Mutqin -- beliau adalah syeikhnya umat islam, muftinya seluruh umat islam (pemberi fatwa), seluruh manusia (terlepas apapun madzhabnya). Al Bahru Al Mufiid Al Qaribul Al bait -- Lautan yang manfaatnya dapat dinikmati oleh orang-orang yang dekat dan yang jauh.. 

💠 Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa beliau adalah Al Imam Al ‘Alamah Syeikhul Madzhab -- Guru besar madzhab Syafi’i.. 

Dan terbukti, hingga sampai saat ini kita bisa menikmati karya-karya beliau. Dari tahun 600an hingga 1400an kini kita menikmati ilmu beliau, amalan hati beliau, akhlak beliau. 
Beliau adalah ulama besar yang berasal dari madzhab Syafi’I (Tokoh besar madzhab Syafiiyah) yang sangat layak diambil fatwa-fatwanya.. 

💠 Mengapa kita perlu mengangkat keterangan ulama tentang beliau? 
Karena islam agama kita selalu mengajak kita belajar dari yang terbaik. Mulai dari generasi terbaik. 

QS At Taubah : 100
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah."

Ayat ini tentang Pujian dan ridho Allah kepada yang mengikuti para sahabat. Mengapa? karena merekalah manusia terbaik setelah Nabi dan Rasul. 

"Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (HR Bukhari)

Jika kita berlomba ingin masuk univ ternama, terbaik nomor satu, mengapa tidak kita terapkan juga untuk agama kita? Bagaimana untuk akhirat kita? yang menentukan surga neraka kita, menentukan ketenangan, kebahagiaan kita.. maka belajarlah dari yang terbaik. 
Maka yang terbaik adalah para sahabat, dan para ulama setelahnya. Dan salah satu ulama terbaik, adalah Al Imam An Nawawi. 

💠 Kehidupan dan karya-karya beliau begitu ajaib. Riyadhus Shalihin hanya 1 dari karya beliau, dan salah satu yang terbaik dari segi penyebaran.

Sebagian ulama mengatakan, beliau mewariskan 69 – (ada yang bilang juga 100) kitab. Yang hampir kesemuanya adalah masterpiece (mahakarya)… dan menjadi rujukan dunia hingga saat ini. Mengalahkan jutaan buku yang lain.  

Riyadhus Shalihin – merupakan buku dasar hadist terbaik di dunia, kaidah dasar agama terbaik didunia. Di dalamnya terhimpun intisari petunjuk nabawi yang dibutuhkan seorang muslim untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 

Karya besar lainnya diantaranya Hadist arbain, Raudhatuth Thalibin (1 buku yang berjilid jilid). Al-Majmu` Syarhul Muhadzdzab (buku terbaik di dunia dalam ilmu fiqih jika selesai, namun tidak selesai karena beliau wafat). At-Tibyan fi Adab Hamalah al-Quran, adab menuntut ilmu ahli Quran, dan masih banyak mahakarya beliau lainnya. 

💠 Sebagian ulama ada yang mengatakan, beliau start belajar agama di usia 19 tahun (belum mulai menulis buku). Beliau mulai menulis buku di usia sekitar 30an tahun. Itulah keajaiban. Dan itulah yang dinamakan keberkahan. Dalam waktu yang relatif singkat, beliau dapat menghasilkan berbagai karya masterpiece dunia Islam. 

Hidup beliau berkah hingga hari ini. Semua menikmati karya karyanya. Padahal usia beliau, kurang lebih hanya 45 tahun (631-676 M). Tapi karya dan warisannya luar biasa.. Allahu akbar.. 
Beliau memiliki keberkahan dalam waktu, ilmu, dan usianya. 

💠 Sebagian ulama mengatakan beliau adalah sosok yang sabar dalam menjalani kerasnya hidup. Di banyak fase kehidupannya, beliau bisa hanya makan sehari sekali.. makan hanya dengan roti yang keras dan buah tin. 

💠 Karya karya yang beliau hasilkan dengan taufik Allah, bukan dari kehidupan yang lapang dan mewah.
Beliau  melewati fase fase yang sangat sulit, namun berhasil membuka pintu keberkahan. dan Allah berkahi beliau sehingga menghasilkan karya-karya luar biasa.

Mengetahui cerita tentang beliau adalah salah satu cara untuk membangun moral kita.
Sehingga kita bisa meneladaninya. Karena kunci-kunci tersebut bukan hal yang mustahil untuk kita adaptasi meski level kita tidak seperti beliau.  

💠 Apa kunci kunci beliau sehingga meraih keberkahan ilmu dan waktu?
Apa yang beliau lakukan semasa hidup beliau? 
Bagaimana cara mendapatkan keberkahan tersebut? 

bersambung.. 

▪️▪️▪️

Sari Kajian Youtube oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri.
▶️ Link Materi Kajian: 
https://www.youtube.com/watch?v=4AdGaNVQt0c&t=2s

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

💎 Ramadhan 1442 H, Day 2
MT Al Madani
IG: @mtalmadani125
FB: Majelis Taklim Al-Madani

Catatan ini disusun secara singkat dan penuh dengan kekurangan. 
Mohon dapat diikuti kembali rekaman kajian untuk mendapatkan keutamaan materi dan ilmunya.
kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata'ala.

💎💎💎